alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5206f92abecb173c4c000003/potret-seniman-jalanan-di-taipei
Potret Seniman Jalanan di Taipei
Spoiler for gambar 1:


Kalau Tokyo punya Harajuku dan Shibuya, Taipei punya Ximending. Area khusus pejalan kaki (pedestrian area) pertama di Taipei ini dikenal sebagai The Harajuku of Taipei atau The Shibuya of Taipei. Istilah pertama karena Ximending memiliki banyak toko jejepangan plus banyaknya anak muda yang berdandan tidak biasa; istilah yang kedua karena karakternya yang pedestrian area dan banyak pertokoan, menjadikan Ximending di akhir pekan mirip seperti persimpangan Shibuya yang terkenal itu.

Yang doyan belanja dan makan-makan, silakan datang ke Ximending.

Saya datang ke Ximending karena alasan lain. Ximending memiliki jumlah seniman jalanan (street artist) yang lumayan banyak, dengan berbagai kemampuan, semuanya menarik dan unik. Boleh menyebut mereka pengamen, namun jangan kaget melihat apa yang mereka tawarkan.

Spoiler for gambar 2:


Ini salah satu seniman jalanan yang permanen, yang biasanya selalu ada di tempat yang sama kalau Anda ke Ximending. Keahliannya: melukis. Eits, tidak sembarangan melukis. Karena keahliannya yang menarik, pelukis satu ini selalu punya banyak penonton. Dia melukis dengan menggunakan spray paint di atas kertas glossy (kertas yang digunakan untuk mencetak foto). Cara melukisnya pun unik: semprot sini, semprot sana, colek-colek, bakar. Hihihi. Pada awalnya dia akan menebarkan warna dengan pola yang kelihatannya abstrak, lalu menumpuk warna di atasnya, lalu membuat beberapa pola dengan potongan kertas atau karton, colek sana colek sini untuk mengaburkan warna, dan setelah lukisannya jadi, memanaskannya sebentar dengan blow torch untuk mengeringkan karyanya dengan cepat. Semua dikerjakan dalam waktu kurang dari 10 menit. Lukisan-lukisan karyanya dijual dengan harga TWD 100 (sekitar Rp 34.000) berukuran A4. Jika konsep lukisannya lebih rumit dari biasanya, harganya sedikit lebih mahal. Calon pembeli bisa memlih dari tumpukan lukisan jadi, atau menunggu si pelukis melukis langsung dari kertas kosong.

Spoiler for gambar 3:


Ada juga dua sahabat ini. Iya sih seni yang mereka tawarkan “biasa saja”, namun mereka bedua adalah performer handal yang tahu caranya berinteraksi dengan penonton. Mereka bisa menyanyi dua-duanya, dan menyajikan lagu dengan keyboard dan gitar. Di sela-sela lagu mereka berbincang dengan penonton di sekitarnya, terkadang mengajak mereka untuk menari mengikuti lagu yang mereka bawakan. Mereka juga menyediakan daftar lagu yang bisa dipilih penonton. Eh tapi jangan lupa “bayar” ke kotak yang mereka sediakan ya, jangan hanya menonton saja (meski menonton saja tanpa menyumbang juga tidak dilarang. Tunjukkan apresiasi kita ya.

Ada juga “kelompok belajar” yang sesekali terlihat di antara seniman jalanan profesional. Karena tampil di depan umum adalah proses belajar yang baik, ada juga grup vokal atau musikal yang melakukan trial run di Ximending. Tidak perlu sewa tempat, tidak perlu menyebar undangan. Terakhir kali kesana, saya melihat satu klub gitar SMA yang sedang “latihan” manggung. Masih dengan seragam, mereka membawakan lagu dengan gitar masing-masing, dengan genjrengan serupa dan tempo yang standar. Ya namanya juga belajar. Senang juga melihat semangat mereka, tidak malu-malu.

Spoiler for gambar 4:


Selain seniman jalanan yang permanen, Ximending juga biasanya ‘mengundang’ seniman tidak biasa, terutama saat akhir pekan. Ada yang menampilkan pantomim, ada yang menari salsa, ada yang bermain akrobat atau sulap. Dan yang tampil juga tidak melulu orang Taiwan, ada juga yang orang asing. Biasanya sih kalau orang asing, apalagi bule, banyak mengundang perhatian.

Seniman jalanan di Taipei memang ‘dipelihara’ oleh pemerintah kota, mereka harus mengikuti ujian khusus untuk mendapatkan surat ijin mengamen (*halah) dan hanya boleh manggung di tempat-tempat tertentu, tidak bisa di sembarang tempat apalagi di bus atau MRT. Tidak hanya Ximending yang punya seniman jalanan, area elit Xinyi (dekat Taipei 101) juga punya seniman jalanan, meski kelasnya terlihat lebih wah. Pemain drum ini misalnya, lengkap dengan satu set drum dan speaker. Namun saya memang lebih suka main ke Ximending karena seniman jalannya beragam.

Spoiler for gambar 5:


Jadi kalau ke Taipei, main ke Ximending ya..
Nice inpo emoticon-Shakehand2
wuih sangar gan ada persyaratan ijinya lewat tes emoticon-Matabelo


mudah2han besok bisa mampir kesana kalo ada kesempatan ke taipei emoticon-Big Grin