alexa-tracking

Kieran's World

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51e412958127cf8a5900000f/kierans-world
Kieran's World
Halo Semua, emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Thread ini berisi kumpulan cerpen yang saya buat.

Alasan saya membuat thread ini adalah saya ingin menumpahkan kreativitas, esensi, keanehan, kegilaan dan pemikiran saya dalam tulisan-tulisan ini.
Saya sangat bersyukur apabila dapat mendapat saran dan kritik dari pembaca,agar tulisan saya dapat semakin berkembang untuk kedepannya

Genre saya : Humor,Drama,Fantasy,Historical Fiction,Short Story

Akhir kata, selamat membaca, semoga kalian menikmatinya emoticon-I Love Kaskus (S)

Apa kamu tahu? Bahwa di dunia ini,semua keinginanmu dapat terkabul?

Bila kamu percaya

Apakah yang akan kamu minta?

Tell me your wish

Budi's Wish


Pada Suatu sore senja di Sebuah rumah, ada seseorang bernama Budi yang sedang bermain komputer dan membuka halaman page kaskus dengan begitu semangat, karena dia sedang membaca hot thread di kaskus, walau Budi adalah seorang kaskuser sejati,tapi nyatanya Budi juga suka baca Koran lampu ijo yang judulnya bener2 enggak banget ,buat contoh aja misalnya “Cowok ‘main’ ama 2 bencong, gak kuat ngimbangin, Mati”, memang di satu sisi terdengar agak jenaka,tapi disisi lain terdapat pornoaksi yang tertutup jenaka itu.

Well anyway busway,cerita ini bukan bercerita tentang Koran super sakti itu, tapi cerita ini tentang Budi, si anak super yang selalu dapat membuat keinginannya terkabul, keren kan?. Budi pengen Handphone yang ada lambang apelnya, pagi mau,sore handphonenya dikirim ke rumah, Budi ngomong pengen laptop baru sambil nguap, 1 jem kemudian, kurir b*inneka.com dateng bawa laptopnya, Budi pengen mobil lambang kuda jingkrak, simsalabim mobil pickup dateng sama kuda jingkrak 1 set dibelakangnya. Gila ga sih?

Memang cerita ini agak lebay, tapi inilah kenyataan kawan.so sorry yang belum bisa begini, Karena Budi mempunyai rahasia super cap kuku bima, yakni, Budi tinggal minta orang tuanya… ehem…. Pd ngmg pantesss deh nih yang baca. Tapi walau Budi punya kekuatan super ini, Budi sering berpikir,dan melamun, Dia mempunya satu impian yang sangat besar dan belum tercapai sampai saat ini walau dengan rahasia supernya, yaitu “Aku mau pacaran sama Taeyeon SNS*,bagaimana caranya yah? “ lamunnya (Jgn berpikir penulis akan memberikan jawabannya,karena penulis juga mau kalau tau caranya).

Tapi ini kan dunia khayalan, dimana sastra dapat kupakai untuk melampiaskan khayalanku. Jadi Penulis akan memberikan Budi sedikit servis.

Budi melamun terus, terus.. teruss dan terusss.. dan akhirnya Budi pun tertidur. Home Sweet Home.

Esok harinya pun Budi terbangun dengan segala semangat di dalam tubuhnya, baik dari atas sampai bagian terbawah di tubuhnya. Hmm dilihat-lihat si Budi ini memang anak yang sehat, mungkin karena makannya selalu empat sehat lima sempurna.

Di pagi-pagi buta pun Budi masih terbayang dengan Taeyeon SNS*, Budi punya satu rahasia yang hanya dirinya, Taeyeon (mungkin?) dan Tuhan tahu, Budi memasang Foto idolanya itu di background hapenya, jadi setiap kali Budi buka Hapenya, foto sang pujaan hati akan selalu terlihat dan tersenyum pada Budi, tidak jarang Budi tersenyum dan terkekeh sendiri saat melihat rahasianya itu, memang mungkin ini yang namanya kesengsem cinta tapi penulis juga jadi agak takut dengan ulah Budi selagi menulisnya.

Ping! Budi dapat email, dari fansclub pujaan hatinya tersebut, dibacakan bahwa 15 hari ke depan, sang pujaan hati akan konser di Indonesia, dan Budi pun dengan tersigap-sigap api membahana tak kunjung padam di matanya langsung terbelalak, ah ribet banget, pokoknya budi seneng abis deh ngeliat email tersebut, dan langsung dengan rahasia supernya, dia telepon emaknya minta segera dibookingin tiket konser ultra vvvvip yang langsung nonton di bawah panggungnya.Jder! Tiket Dateng!,Gila enak bener!

Dan juga untungnya karena promotor konser ini baik (ehm.) , promotor konser ini kasih servis buat yang udah beli tiket ultra vvvvip alias fans-fans bisa ketemu sama idolanya kalo bahasa kerennya orang –orang pada bilang fans meeting, Acara ini akan diadakan 10 hari kedepan, Budi pun langsung melingkari kalendernya dengan spidol dan membentuk bentuk hati di tanggal tersebut.cutenya..

Budi menunggu, menunggu, dan menunggu hingga akhirnya hari dimana fans meeting diadakan tiba.

Ini adalah hariku kata hati Budi di depan cermin sambil membereskan rambutnya yang ditata ala elvis, Budi pun bergegas dan memasuki mobil pickup yang ada kuda jingkraknya. “Tunggu Aku cinderelaku! “ Serunya. Dan Budi pun langsung ngegas ke tekape.

Budi pun sampai di tempat yang telah dituju, menginjakkan kakinya seruangan dengan idolanya, benar-benar momen yang sangat mengharukan , tentu bagi Budi saja, Budi melihat di pojok ruangan, TaeYeon sedang memasuki ruangan. Budi pun berlari ke arahnya dengan sepenuh tenaga, seperti spongebob yang sedang mengejar ubur-ubur, lari , lari, lari dan stop,Badan Budi menabrak sesuatu, dan tidak salah lagi,dia adalah security.

Budi tidak diijinkan untuk mendekat lebih lanjut. Budi pun meronta , tapi maap security lebih kuat. Di dalam keputus asa annya Budi pun menangis, tapi tetap saja security tidak mengijinkannya. Melihat kegaduhan yang dibuat seorang Budi, Taeyeon yang tidak mengerti bahasa Indonesia pun mengarahkan pandangannya terhadap Budi, dan tersenyum padanya. Budi yang sembari menangis dan menyeka ingusnya, terkekeh-kekeh karena melihat senyum Taeyeon. Penulis tidak yakin kalau ini bisa dibilang keadaan yang indah, tapi yah sudahlah, yang penting Budi bahagia.

Acara pun berakhir, dan Budi pulang sambil tersenyum, walau tidak dapat menyentuh idola pujaan hatinya dan berinteraksi lebih dekat, Budi tetap bahagia, karena sang pujaan hati telah tersenyum kepadanya. Salah satu tujuan Budi hidup telah tercapai. Walau mungkin hanya itu saja tujuannya..


~Humor short stories~
Moral Of The Story: Berusahalah maka Kamu Akan Mendapatkannya, Kalau belum dapet lg,sabar ya emoticon-Malu (S)
Cheers
Aaaahhh, cerita tentang SONE...emoticon-Big Grin
Gw juga SONE kok emoticon-Embarrassment buktinya kan pasti tahu dong ava saya ini siapa emoticon-Embarrassment

Gw ngerti perasaan fans yang udah kadung cinta sama idolnya. Jadi kurang lebih feelnya dapet buat gw. emoticon-Smilie

Now the problem is, kayaknya disini nyampur-nyampur antara gaya penulisan novel dengan teenlit. Bukan maksudnya jelek kok, sebenarnya udah bagus. It's just...inconsistent you know?

Terus Ini kan ceritanya Budi main ke fan meet SNSD, tapi kok rasanya sepi ya? Seakan-akan yang dateng cuma si Budi aja. Padahal tau kan gimana animo fans-fans K-Pop yang sangat antusias, sampai-sampai yang bukan SONE aja ikutan. Bakal lebih baik kalo ada penggambaran suasana di tempat fan meetnya. Dari lokasi, keramaian, dan detail lainnya yang bisa ngasih tahu pembaca kalau fan meet itu rame sama orang.

Terus perjuangan Budi untuk ketemu Taeyeon juga bisa semakin diyakinkan, lagi-lagi karena banyak juga yang bersaing untuk diperhatikan Taeyeon. Juga bisa di-mention anggota SNSD lainnya kayak Jessica, Sunny, Tiffany, dll biar pembaca tahu ini fan meet SNSD.

Nevertheless, short fic ini tetep menghibur emoticon-Big Grin Selamat datang di Fanstuff dan terus menulis ya emoticon-Angkat Beer
Quote:

ahaha, tau donk gan pasti si nenk soo emoticon-Kiss

iya gan, untuk cerita ini saya agak ngalor ngidul nulisnya,bet bet bet yg penting jadi,jd mungkin agak kurang konsisten, kedepannya akan saya usahakan untuk lebih konsisten emoticon-Cendol (S),untuk yang fans meeting sns* kayanya saya kebawa napsu mau cepet2 ceritain main event sama orientasi saya ke taeyonnya haha.
Thanks gan untuk masukannya emoticon-Cendol (S) memang newbie ini masih perlu banyak cambukan emoticon-Matabelo , newbie akan berusaha untuk menorehkan kisah yang lebih baik lagi emoticon-Cek PM (S)
No


Dug….

Dug……..

Dug…. Dug… Dug….

Dug.. Dug.. Dug.. Dug.. Dug..

Dug.Dug.Dug.Dug.Dug.Dug.Dug.

Suara yang kudengar samar-samar dari dalam tubuhku ,suara itu membetuk ritme yang sangat teratur dan semakin lama semakin cepat, aku mencoba membuka mataku untuk mengetahui apa yang terjadi pada diriku dan sekitarku, namun mataku tidak dapat mengikuti keinginanku, yang kulihat hanyalah kegelapan yang menyelimuti semua pandanganku.

Di dalam kegelapan ini, aku berusaha untuk menemukan jawaban dari kebingunganku, aku mengerahkan semua tenaga untuk menggerakkan panca indraku untuk menemukan secercah harapan, namun panca indraku tidak merespon dan meninggalkanku sendirian dalam kegelapan ini.

Gelap, tidak ada cahaya, tidak ada suara, tidak ada apapun,yang ada hanyalah ketiadaan.

“Aku Lelah” dua kata yang segera keluar dalam pikiranku. Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada diriku, dan aku juga sudah terlalu lelah untuk mencari tahu, mungkin memang karena sifatku yang suka masa bodoh pada apa yang terjadi pada hidupku dan sekitarku. Bila tidak ada diriku, tidak ada yang akan membutuhkanku juga pikirku.

Aku mencoba mengingat hal-hal yang terjadi untuk menemukan jawaban dari kegelapan yang sedang kualami.

Aku terbangun jam 7 pagi seperti biasa di kamarku yang lumayan besar dan mempunyai jendela yang menghadap ke danau di belakang rumahku, aku melihat ke meja sebelah tempatku tidur, jam weker sudah berbunyi dengan keras untuk beberapa waktu, berusaha membangunkanku dari tidur ini. Setelah mematikannya,Aku berjalan keluar kamar tidur untuk mempersiapkan diriku pergi bekerja, sebelum pergi aku mengambil satu buah roti untuk sarapanku di tengah jalan.

Aku berkerja sebagai seorang akuntan, pekerjaan yang bagi banyak orang adalah pekerjaan yang membosankan, dan memang aku juga mengakuinya pekerjaan ini membosankan. Aku hanya mengulang dan mengulang rutinitas yang sama setiap hari, aku menghitung pendapatan dan pemasukan perusahaan kemudian merangkumnya, tiada yang special dalam pekerjaanku selain gaji yang kudapat sebagai penunjang hidupku. Aku sudah lama memikirkan untuk keluar dari pekerjaan ini dan mencari perkerjaan baru, namun pacarku tidak mengizinkannya dan memintaku untuk tetap bekerja di kantor yang sama dengan dirinya.

Namun, hari ini ,aku telah membulatkan tekadku untuk keluar dari pekerjaan ini, aku akan segera memulai hidupku yang baru, aku mendapat tawaran kerja yang lebih bagus di suatu daerah yang jauh dari daerah dimana aku berada sekarang, banyak hal yang terjadi karena tekadku ini, kemarin malam aku bertengkar hebat dengan pacarku karena keputusanku, aku tetap berpegang teguh pada keputusanku dan dia hanya dapat menangis, karena orang yang telah lama dikenalnya ini, mempunyai pemikiran yang tidak sama dengan pemikirannya dan aku terlihat lebih mementingkan diriku sendiri dalam percakapan kami.

Aku tidak dapat berkata-kata membalas semua tuduhannya, aku hanya dapat menerimanya, karena aku sendiri sudah muak dengan apa yang terjadi dalam hidupku. Walau terbesut dalam pikiranku “Apa aku sanggup meninggalkannya? Apa kehidupanku disana akan lebih baik? Apa keputusanku ini tidak hanya ego sesaat?”

Aku berusaha menenangkan dirinya dan mengucapkan segalanya akan baik-baik saja dan berjalan seperti biasa serta kami tetap dapat berkomunikasi baik melalui handphone ataupun internet, Walau aku tidak tahu apa hubungan kami akan tetap sama seperti sedia kala, tapi aku dengan kesombonganku berusaha meyakinkannya dan mengantarnya pulang. Ketika kami berada di depan rumahnya, ia segera masuk ke dalam dan tiada kata-kata indah untuk perpisahan kami. Aku berusaha memahami perasaannya dan aku juga pulang setelah tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun.

Selama perjalananku pulang ke rumah, aku terus memikirkannya, kami telah kenal cukup lama, sekitar 17 tahun, dia adalah teman masa kecilku serta cinta pertamaku, kami tinggal di satu kawasan yang sama, tumbuh bersama, dan banyak kisah indah yang telah terjadi diantara kami, sewaktu aku mengingat beberapa hal kisah itu, air mataku menetes keluar, aku tidak tahu apakah karena ingatan itu begitu indah bagiku atau “Aku menyesal atas keputusanku?”

Aku tidak dapat menemukan jawabannya. Aku hanya mengharapankan pengertian dari dirinya saja.

Setelah memikirkan hal-hal tersebut, malam itu, akupun tertidur .

Samar-samar dari kegelapan yang menglikupiku, terdengar suara isakan seseorang, dia berteriak histeris dan menangis, tiada hentinya ia memanggil namaku, namun, aku tidak mengetahui siapa gerangan dia, suara yang terdengar oleh diriku tidak jelas, aku hanya dapat merasakan hangatnya dan pentingnya diriku baginya saat dia memanggil namaku.

Suara yang kudengar dari dirinya semakin lama semakin kecil, tergantikan oleh suara yang kudengar pertama kali, aku mengenali suara itu setelah mendengarnya beberapa waktu, suara itu adalah suara jantungku yang terdengar semakin lama semakin cepat tidak terkontrol.

Aku teringat bahwa aku melihat sebuah sinar dari logam yang berjalan dengan kecepatan tinggi ke arahku sebelum aku terjatuh dalam kegelapan ini.

“Aku tertabrak kendaraan saat menuju tempat aku bekerja” kenyataan yang kuperoleh dari logikaku.

“Apa aku sudah mati ?” tanyaku dalam hati.

Aku Merasakan kegelapan ini semakin menyelimutiku , aku menjadi takut dan ngeri dengan keadaan ini, aku merasakan kabut dingin di sekitarku, “Tolong! , Aku tidak mau mati! , Aku masih mau hidup! , Aku tidak dapat meninggalkan kekasihku sendiri! “ Teriakku . Walau aku tidak serius dalam menjalani hidup, aku masih mau hidup, walau kehidupanku membosankan, aku sangat rindu dengan tawa dari orang-orang di sekitarku yang menghangatkan jiwaku, aku tidak sanggup merasakan kegelapan dan dingin ini sendiri, “Tolong!”

Aku menangis, air mataku terus menetes, jiwaku tidak sanggup menahan semua tekanan dan kengerian yang kualami saat ini. Tubuhku meronta, namun tidak ada yang berubah.

Tiba-tiba seperti ada hantaran listrik yang berjalan di sekujur tubuhku,listrik itu mulai menghangatkan tubuhku.listrik itu berasal dari daerah sekitar dadaku, kesadaranku perlahan pulih, aku dapat melihat seorang dokter sedang berupaya mengembalikanku kepada kehidupan dengan menggunakan defibrillator , aku melihat sekitarku,dan aku melihat orang yang tadi menangis dan terisak itu ,dia berada tepat disebelah tempat aku terbaring ,dan dia tidak salah lagi adalah kekasihku.

Aku sangat ingin memeluknya dan menumpahkan segala kerinduanku padanya, Namun, seberapa besar pun aku berusaha, aku tidak dapat mengumpulkan tenaga untuk melakukannya, aku tetap berada pada posisiku, dimana aku harus berbaring dan hanya dapat melihatnya. Suara detak jantungku pun semakin tidak beraturan.

Aku tahu bahwa ini adalah saat-saat terakhirku, seberapapun besar usaha dokter itu untuk mengembalikanku dan juga semangatku untuk hidup, tidak dapat diimbangi oleh kemampuan tubuhku.

Aku mengumpulkan segala tenagaku yang terakhir , dan berupaya untuk tidak melakukan kesalahan sama sekali, Aku memandang kekasihku, “Maaf..” Ucapku.

Fin - Thanks For Reading emoticon-Blue Guy Cendol (L)