alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51cbb8991ed719a166000009/tak-punya-uang-tebus-ijazah-anak-bapak-jual-ginjal-keliling-hi
Tak punya uang tebus ijazah anak, bapak jual ginjal keliling HI !!
Sugianto (45) nekat menjual ginjalnya dengan berkeliling Bundaran HI, Jakarta Pusat. Hal itu dilakukan untuk menebus ijazah Ayu (19), anak kedua Sugianto yang ditahan pihak sekolah karena tunggakan sebesar Rp 17 juta.

"Untuk itu saya jual ginjal saya sesuai dengan tagihan anak saya. Sebetulnya Rp 1 miliar tidak akan saya jual cuma ini demi masa depan anak," ujar Sugianto di
Bundaran Hotel Indonesia, Rabu (26/6).

Sugianto menjelaskan, Ayu menimba ilmu di Yayasan Nurul Iman, Parung, Bogor, yang merupakan sekolah terusan SMP, SMA dan kuliah. "Awalnya sekolah tersebut gratis, namun setelah ganti kepemimpinan mendadak bayar. Namun tidak ada pemberitahuan. Jadi tunggakan di SMP Rp 7 juta dan SMA Rp 10 juta," kata dia.

Segala usaha dilakukan Sugianto, dari mendatangi Komnas HAM, menyurati Komisi X DPR RI hingga minta keringanan dari pihak sekolah namun tidak membuahkan hasil. Sugianto yang berprofesi sebagai tukang jahit dengan penghasilan Rp 2,5 juta perbulan menyatakan tak sanggup membayar tunggakan tersebut.
"Istri sudah meninggal sejak 12 tahun yang lalu. Pendapatan segitu tetapi harus bayar kontrakan Rp 600 ribu per bulannya" katanya.
Sebenarnya Ayu kasihan melihat bapaknya jika harus ginjal. Tetapi Sugianto bersikeras ingin menjual demi Ayu meneruskan pendidikan yang lebih tinggi.
"Saya ingin melanjutkan kuliah. Sekarang masih bantu-bantu bapak di rumah," ujar Ayu yang menggunakan kerudung tersebut.
Sugianto selanjutnya berkeliling di Bundaran HI sembari membawa spanduk 'Kepada saudara yang butuh ginjal kami siap jual ginjal untuk menebus ijazah anak'. Mereka menawarkan ke pengguna jalan di Bundaran HI.(merdeka/26/6/13)

Spoiler for Penampakan:


Jual Ginjal Demi Ijazah Anak, Sugiyanto `Dagang` di Bundaran HI

Liputan6.com, Jakarta : Sugiyanto rela menjual ginjalnya demi menebus ijazah SMP dan SMA anaknya, Sarah Melanda Ayu (19). Sejak pukul 10.20 WIB, pria berusia 45 tahun itu mulai menjajakan ginjalnya di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2013).

Sugiyanto bersama Ayu 'berjualan' dengan membawa satu poster bertuliskan "Kepada Saudara yg Butuh Ginjal Kami Siap Jual. Tubuh Kami Siap Dibelah Demi Untuk Menebus Ijazah".

Sugiyanto juga berorasi sambil menawarkan diri ke mobil-mobil yang berhenti karena lampu merah. Bahkan ia juga menyanyikan sebuah lagu sambil memainkan gitar dan harmonika.

Sugiyanto mengatakan, biaya 2 ijazah sang anak yang harus ditebusnya itu sebesar Rp 17 juta. Sementara ada biaya lain untuk administrasi sebesar Rp 20 ribu per hari sejak 2005. Sehingga total biaya yang harus dia tebus sebanyak Rp 70 juta.

"Dan saya tidak mampu untuk menebus semuanya," kata Sugiyanto.

Anaknya, Ayu, menempuh pendidikan SMP dan SMA di Pondok Pesantren Al Ashryyah Nurul Iman di kawasan Parung, Bogor, Jawa Barat. Menurut Sugiyanto, awalnya semua biaya pendidikan tersebut gratis. Namun, berubah ketika pemilik pondok pesantren meninggal dunia.

"Sejak itu diambil alih istrinya, dan semua harus bayar. Ini bukan cuma anak saya saja yang tidak bisa tebus ijazah, tapi santri-santri lainnya juga," ungkap Sugiyanto.

Dalam aksinya di Bundara HI, tidak terlihat penjagaan dari petugas kepolisian. Namun, aksi tersebut sempat beberapa kali menarik perhatian para pengguna jalan. Meski sampai saat ini belum ada satu pun yang tertarik untuk membeli ginjal Sugiyanto.

Sebelumnya, Sugiyanto memaparkan, Ayu, anak keduanya sejak SMP hingga melanjutkan ke perguruan tinggi dititipkan di sekolah Islam Al Ashryyah Nurul Iman. Di sekolah itu juga ada kampus STAI milik yayasan yang sama. Di kampus ini Ayu kemudian melanjutkan pendidikannya selepas menamatkan pendidikan SMA.

"Tapi, karena ada prahara di kampus itu dan banyak anak-anak yang mondok dipukulin sama orang dekat pemilik kampus, maka akhirnya banyak santri dan siswa yang kabur, termasuk anak saya," tutur Sugiyanto.

Sejak Januari lalu, Sugiyanto sudah berusaha untuk meminta agar ijazah SMP dan SMA anaknya bisa didapat agar Ayu dapat melanjutkan kuliah di kampus lain. Namun, pihak STAI Nurul Iman tak bersedia, kecuali Sugiyanto membayar uang tebusan.

"Saya sudah bawa surat keterangan miskin juga, tapi tidak diterima, tetap harus bayar Rp 17 juta. Padahal di awal tidak ada perjanjian harus menebus ijazah seperti itu. Karena itu saya nekat mau jual ginjal," jelas Sugiyanto.

Spoiler for Penampakan di tv:


Maaf nih kalau threadnya berantakan, masi belajar posting gan emoticon-Big Grin
emoticon-Matabelo yg sabar aja yah pak
sukanya bikin thread repost om emoticon-Stick Out Tongue
sedih ane juga bacanya gan emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
emoticon-2 Jempol weih salut gan... demi ank tuh... sbegtu bsar kah pengorbanan ortu sma ank nya... klo ank nya smpe durhaka mah ... jeburin aja klaut....
Sedih nyaemoticon-Mewekemoticon-Mewekemoticon-Mewek
Quote:Original Posted By FibyMelodic
sukanya bikin thread repost om emoticon-Stick Out Tongue


oh repost ya? maaf tadi sempet search tapi engga ada sih emoticon-Bingung (S) emoticon-Hammer2

maaf deh kalau repost emoticon-Big Grin saya masih newbie gan
Salut ane sama ayahnya gan emoticon-Sorry
dia sanggup ngorbanin ginjal sendiri demi biaya sekolah anaknya emoticon-Mewek
miris gan emang.

tapi perasaan ini HT hari kemarin deh, agak berbau emoticon-Blue Repost
Sedih ane emoticon-Sorry



Posted Bycvpawolf
nebus ijazah pake bayar semahal itu? di sekolah ane 90 ribu doang(udah termasuk potocopyan,legalisir,& map), trus ada juga yang gratis buat ngambil ijazahnya, tapi urusan potocopy & map bayar sendiri...
jir... klo bener ga ada pemberitahuan sebelumnya harus ada tindakan dari pemerintah dong.. gila pondok pesantren pe biasa smp sama sma pe 70 juta pondok pesantren apaan? dah ga bener..
miris liatnya gan.. bapak nya rela jual ginjal buat nebus ijazah anaknya. emg org tua rela melakukan apa aja demi anaknya, emoticon-Matabelo
emoticon-Turut Berduka
emoticon-Cape d... (S)
ya Allah
emoticon-Sorry
Miris amat ane liatnya, inilah indonesia,,,emoticon-Matabelo
nekad banget klo cari uang jaman sekarang gan
kasian banget gan emoticon-Turut Berduka
mana katanya pemerintah tentang bantuan operasional sekolah
sekolahnya parah...... katanya yayasan pendidikan tpi malah nyengsarain rakyat miskin...