alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51cabc9f8027cf570300000a/sejarah-borobudur-atlantis-dan-nabi-sulaiman-as-masuk-gan
sejarah borobudur, atlantis dan nabi sulaiman as. masuk gan
Ane nyomot di blog org nih gan..


( abis nonton videonya, kira2 isinya seperti tulisan dibawah ini…. )

Jika selama ini banyak ilmuwan-ilmuwan mengatakan bahwa negeri saba’ yang diceritakan dalam alquran itu berada di daerah yang sekarang adalah Yaman, maka menurut KH Fahmi Basya, negeri saba’ itu sebenarnya berada di Indonesia. Benarkah?

Dalam flying book itu KH Fahmi Basya mengungkapkan dengan bukti-bukti ilmiah bahwa candi borobudur bukanlah hasil kebudayaan hindu, sebagaimana kita ketahui selama ini. Candi borobudur sudah ada sejak lama, jauh sebelum hindu ada di nusantara ini. Berdasarkan penelitiannya, candi borobudur itu bahkan di bangun oleh nabi sulaiman dengan bantuan para jin pada jaman ketika nusantara belum berbentuk seperti sekarang, yaitu masih berupa daratan yang luas. Banyak data dan analisis yang dipaparkan dalam flying book itu sebagai bukti terhadap argumen ini.

Untuk mengetahui salah satu bukti argumen itu, sebelumnya ada baiknya kita mengetahui simbol lafadz bismillah. Simbol itu bisa dibuat dengan melukis sebuah 7 buah lingkaran sama besar yang salah satu lingkaran berada di tengah dan dikelilingi oleh 6 lingkaran lainnya. Masing-masing lingkaran mewakili satu huruf pada lafadz bismillah yaitu ba, sin, mim, alif, lam, lam, dan ha’ . Jika keenam lingkaran di luar masing-masing titik pusatnya secara berurutan dihubungkan dengan garis kemudian lingkaran-lingakaran yang diluar itu dihapus, jadilah bentuk itu sebagai segi enam dengan lingkaran di tengahnya. Itulah simbol lafadz bismillah.

Sekarang mari kita amati salah satu kontur yang banyak terukir di batu-batu candi Borobudur. inilah kontur itu. ternyata bentuk itu banyak sekali kita temukan pada batu-batu di candi Borobudur. Segi enam dengan lingkaran ditengahnya. Apakah arti bentuk itu? Ternyata simbol segi enam dengan lingkaran di bawahnya adalah simbol lafadz bismillah. Demikianlah salah satu bukti analisa yang disampaikan oleh KH Fahmi Basya dalam flying booknya.

Selain itu, dalam flying book tersebut juga diungkapkan secara ilmiah bahwa candi borobudur dahulunya bukan di tempat seperti yang sekarang, melainkan sempat mengalami pemindahan dengan kecepatan pemindahan melebihi kecepatan cahaya (60.000 kali). Hal ini mengakibatkan kontur candi borobudur mengalami peluruhan. Pemindahan candi ini sesuai cerita dalam alqur’an : “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS.An Naml:40)

Selama ini yang sering diungkapkan adalah bahwa pemindahan itu dari yaman ke palestina, namun sesungguhnya bukti nyatanya belum pernah ditemukan.

Lalu menurut penelitian KH Fahmi Basya, dimana letak candi Borobudur sebelum dipindahkan? Jawabannya adalah di kawasan candi boko yang terletak di kabupaten bantul. Di kawasan itu nampak bekas-bekas adanya candi besar. Namun, candi besar itu hilang, entah bagaimana hilangnya, yang jelas bukan karena hancur atau runtuh. Bahkan di kawasan candi boko ditemukan serpihan-serpihan sisa candi yang konturnya mirip dengan kontur candi borobudur. Hanya saja, kontur yang ada di kawasan candi boko ini tampak lebih jelas dibandingkan dengan kontur yang ada di candi borobudur. Hal ini disebabkan peluruhan yang terjadi akibat pemindahan dengan kecepatan 60.000 kali kecepatan cahaya tadi. (Lihat gambar)

Lebih jauh lagi KH Fahmi Basya membahas sisi lain dari candi borobudur, yaitu bahwa desain candi borobudur sangat kompleks dan memiliki makna yang dalam. Misalnya relief yang ada di dinding-dindingnnya, ukuran volume candi yang membentuk balok al quran ( 23x23x12 = 6348 = jumlah ayat dalam alqur’an berserta basmalah), bahkan bukti foto google art yang menunjukkan bahwa puncak candi membentuk sebuah sebuah garis lurus yang menghubungkannya dengan rukun syaam dan hajar aswad ka’bah. Dan banyak lagi fakta-fakta yang dikemukakan dalam flying book itu.

Nama saba’ sendiri, di dapat dari Alqur’an, dimana secara singkat Alqur’an (surat An Naml dan surat Saba’) menceritakan bahwa negeri saba’ dahulu merupakan sebuah negeri yang amat makmur, subur tanahnya dan maju bangsanya. Dalam negeri itu pernah hidup Nabi-Nabi terdahulu seperti nabi daud AS, Nabi Sulaiman AS, dan juga seorang ratu perempuan yang amat melegenda yaitu ratu Bilqis. Namun, negeri itu dimusnahkan oleh Allah SWT dengan sebuah banjir yang amat besar karena kemusyrikan bangsa di negeri itu, yaitu kereka melekukan ibadah menyembah matahari.

Sementara itu, dalam sebuah legenda yang sangat terkenal di dunia, konon pernah ada sebuah negeri yang karakteristiknya hampir mirip dengan yang diceritakan alqur’an itu. Negeri itu bernama negeri Atlantis. Negeri itu berada di sebuah daratan yang luas dan subur, dan dihuni oleh bangsa maju dan makmur, unggul dalam hal irigasi pertanian. Daratan luas itulah yang disebut sebagai benua Atlantis yang mana benua itu musnah pada jaman es. Seiring tenggelamnya daratan Atlantis, maka musnahlah negeri Atlantis yang begitu makmur itu. Berdasarkan kemiripan kisah dalam Al Qur’an dan legenda yang berkembang di hampir sekuruh oenjuru dunia itu, bisa jadi, negeri saba’ yang dimaksudkan dalam Al Quran itu tak lain adalah negeri Atlantis yang dulu mendiami daratan Atlantis yang kini sudah musnah akibat banjir besar di jaman es. Benar atau tidaknya memeang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Selama ini hampir kebanyakan ilmuwan mengatakan bahwa negeri saba’ yang disebutkan dalam Alquran itu terletak di daerah Yaman, bahkan dalam banyak tafsir Al Quran pun mengatakan demikian. Namun, melalui ekspedisi dan penelitiannya, yang hasilnya dibuat dalam bentuk flying boook, KH Fahmi Basya menyimpulkan bahwa bukanlah daerah Yaman letak sebenarnya negeri Saba’ itu, melainkan ia berada di sebuah wilayah dengan pusatnya di pulau Jawa, dimana dahulu wilayah itu mencakup wilayah Indonesia dan masih merupakan sebuah daratan yang luas atau berupa sebuah benua. Berikut saya tuliskan 14 bukti yang dikemukakan oleh KH fahmi Basya yang mengungkapkan bahwa negeri saba’ dalam Al Qur’an itu bukan terletak di Yaman melainkan di Indonesia.

PERTAMA. Nama saba’ itu sendiri. “..dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.” (QS. 27:22). Di Indonesia ada nama dan tempat bernama saba’ (tempat pertemuan) dan ada tempatnya. sementara di Yaman tidak ada. Yang ada hanya sabuun(prasasti), tapi tidak ada a=nama tempat bernama saba’

KEDUA. Hutan saba’. “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah hutan (kebun) di sebelah kanan dan di sebelah kiri” (QS.34:14). Disebutkan terdapat hutan sebagai tanda kekuasaan (ayat). Allah menyebut sesuatu sebagai ayat maka berarti sesuatu tersebut tidak akan hilang dan tetap dapat di amati oleh manusia. Sebagaimana dalam QS 54.15 Allah menyebut kapal nabi nuh sebagai ayat dan itu kita temukan. Maka sesuai sebutan “ayat” itu seharusnya hutan itu juga bisa ditemukan atau pastilah hutan saba’ itu masih ditemukan. Kita bisa buka dalam kamus bahasa jawa kawi, HUTAN dalam bahasa jawa adalah WANA, dan SABA’ berarti PERTEMUAN. Jadi hutan saba’ itu ada di pulau jawa yaitu WANASABA=WONOSOBO Ada juga nama sleman yang berasal dari kata sulaiman. Sementara di Yaman tidak diketemukan nama-nama semacam itu.

KETIGA. Tempat bersujud (menyembah) kepada matahari. “Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah (bersujud kepada) matahari…”(QS. 27:24). Di Yaman tidak dijumpai tempat semacam itu, sementara di Indonesia tempat semacam itu ada yaitu di kawasan bukit candi Boko. Disana ada tempat yang digunakan untuk menyembah matahari yang berupa bangunan di atas bukit menghadap ketimur, ke arah matahari terbit.

KEEMPAT. Bangunan di lembah semut. “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku …”(QS. 27:40). Di Yaman tidak ada bangunan semacam ini, tapi di Indonesia ada, yaitu candi Borobudur. candi Borobudur terletak di sebuah lembah, dan itulah lembah semut, lembah terindah di dunia.

KELIMA. Fakta pemindahan. Ada bekas stupa di candi Boko (36 km dari candi Borobudur), dimana tekstur bekas stupa itu sangat mirip dengan yang ada di candi borobudur. di Yaman tidak ada.

KEENAM. Sidrin qolil. “…sesuatu yang disebut sidrin Qolil”(qs. 34:16). Di indonesia sidrin qolil ini masih ada sampai sekarang, yaitu terdapat di candi Boko, sementara di Yaman tidak ada.

KETUJUH. Buah yang rasanya pahit, dan menjadi buah mulut (cerita rakyat). “…dan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit…”(QS. 34:16). Di Indonesia ada buah yang rasanya pahit yaitu buah MAJAPAHIT, di Yaman tidak ada.

KEDELAPAN. Sisa banjir. “… Maka kami datangkan kepada mereka banjir yang besar…”(QS.34:16). Di Yaman disebutkan banjir ini disebabkan runtuhnya bendungan Ma’rib (sebesar bendungan situ gintung) tapi banjir yang semacam ini terlalu kecil untuk memusnahkan sebuah negeri. Tapi di Indonesia banjir itu ada yaitu banjir sangat besar yang menenggelamkan dataran/dangkalan sunda, mengakibatkan Indonesia terbagi menjadi banyak pulau. Fakta sejarah mengungkapkan bahwa dulu nusantara merupakan satu wilayah daratan yang luas sebelum menjadi wilayah kepulauan.

KESEMBILAN. Bukti bahwa negeri saba’ telah dihancurkan sehancur-hancurnya. “Maka kami jadikan mereka buah mulut dan kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.” (QS.34:19). Di Indonesia fakta jelas mengatakan bahwa wilayah nusan tara yang dulunya satu daratan, setelah banjir besar di jaman es terbagi menjadi 17.000 pulau. Dari 1 menjadi 17.000. dalam sejarah dunia belum pernah ada daratan yang karena suatu kejadian kemudian menyebabkannya terbagi menjadi 17.000 bagian. Inilah maksud dari dihancurkan sehancur-hancurnya. Semantara di Yaman tidak ada fakta semacam itu.

SEPULUH. “…Kami bataskan padanya perjalanan…”(QS.34:18). Setelah banjir besar, maka perjalana darat menjadi terbatas karena pulau-pulau dibatasi lautan. Sementara di Yaman tidak ditemukakan fakta ini.

SEBELAS. Jarak terbang ideal. “Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.”(QS.27:22). “Pergilah dengan (membawa) suratku ini”(QS.27:28) jarak pemindahan istana adalah sejauh jarak terbang burung (36 km). di Indonesia jarak ideal ini ada Yaitu jarak candi Borobudur-candi Boko. Sementara kalo di Yaman, jarak antara Yaman-Palestina terlalu jauh.

KEDUABELAS. “Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.” (QS.34:21). Jadi pastilah Allah memelihara negeri saba’ yang menjadi ayat (tanda kekuasaan) Nya itu. Di Yaman sudah tidak ada, sementara di Indonesia masih ada.

KETIGABELAS. Surat dari Nabi Sulaiman unutk ratu Balqis. “Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “bismillahirrahmaanirrahiim” (QS. 27:29-30). Di Indonesia ada bukti yang ditemukan di istana ratu boko berupa lempengan/plat emas bertuliskan bismillahirrahmaanirrahiim. Di Yaman tidak ada.

KEEMPATBELAS. Gedung yang tinggi. “Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku).”(QS.34:13). Di Indonesia jelas ada yaitu candi borobudur, sedangkan di Yaman tidak ada.

Bagaimana tanggapan para pembaca setelah membaca artikel ini? Tidak percaya?? Mengapa piramida berbentuk segitiga? Rahasia di balik stupa di borobudur? Di mana letak kerajaan Nabi Sulaiman dan Ratu Belqis? Di mana letak kerajaan Nabi Ibrahim? Rahasia di balik sa’i? Hubungan Hajar Aswad dengan Candi Borobudur? Rahasia Saba’ dalam Al Qur’an? Bukti kebenaran kerajaan Nabi Sulaiman dan Ratu Belqis di Indonesia? Silahkan tonton/download videonya disini : CD A : http://www.4*shared.com/video/86ePAVDQ/AVSEQ01.html CD B : http://www.4*shared.com/video/sdmwl0O2/AVSEQ02.html

copas dari : • http://mbintoro.blogspot.com/2011/04/candi-borobudur-adalah-peninggalan-nabi.html • http://shacma.wordpress.com/2011/10/11/borobudur-versi-al-quran/
sumber nya blogspotan ya?

COCOKLOGIIII....Bucailism
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
KH Fahmi Basya mengungkapkan dengan bukti-bukti ilmiah bahwa candi borobudur bukanlah hasil kebudayaan hindu

coba deh gan perhatiin kata" diatas, bukankah candi borobur itu hasil peninggalan kebudayaan budha
tapi kenapa diatas ditulis hasil kebudayaan hindu yah ?

Np : harap kalo mau copas diperiksa lagi bacaannya
tritnya bagus nih cuma kurang rapih aja gan jadi kurang enak dibaca
apa yg salah!... dengan ilmu yg di kait2kan atau dicocok2kan...

bukan kah memang ada ilmu/teknik seperti itu...
teroi evolusi jg mencari kecocokan2 yg ada pada hewan..
seorang detektif mencari kecocokan antara sesuatu dengan sesuatu...apa kah ada keterkaitan antara hal yg satu dengan yg lain...
seorang ilmuan pun pertama kali nya akan mencari keterkaitan2 antara sesuatu dengan apa yg ia sedang teliti...

apakah salah...

mencari sesuatu yg hilangpun mencari keterkaitan yg hilang dengan keadaan/benda/waktu dsbnya yg memiliki keterkaitan/kecocokan dengan yg dicari....

apakah salah...
toolong di lengkapi dengan gambar untuk ilustrasi.
Quote:Original Posted By huba2
apa yg salah!... dengan ilmu yg di kait2kan atau dicocok2kan...

bukan kah memang ada ilmu/teknik seperti itu...
teroi evolusi jg mencari kecocokan2 yg ada pada hewan..
seorang detektif mencari kecocokan antara sesuatu dengan sesuatu...apa kah ada keterkaitan antara hal yg satu dengan yg lain...
seorang ilmuan pun pertama kali nya akan mencari keterkaitan2 antara sesuatu dengan apa yg ia sedang teliti...

apakah salah...

mencari sesuatu yg hilangpun mencari keterkaitan yg hilang dengan keadaan/benda/waktu dsbnya yg memiliki keterkaitan/kecocokan dengan yg dicari....

apakah salah...


Banyak yang salah pada upaya pencocokan kali ini ;
  1. Candi Borobudur bukan produk kebudayaan Hindu, melainkan produk kebudayaan Buddhisme
  2. Metode pengukuran benda2 arkeologi saat ini dengan tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan metode pengukuran usia karbon, dapatkah klaim tersebut membuktikan bahwa usia candi borobudur memang lebih tua dari yang saat ini dinyatakan secara ilmiah?
  3. Relief-relief pada candi borobudur merupakan lukisan dari kisah Jataka, salah satu pustaka yang menjadi bagian dari Tipitaka yang merupakan kumpulan pustaka kanonik dari umat Buddha, bagaimana Pak Kiayi Haji yang terhormat dapat menjelaskan dengan penjelasan yang masuk di akal tentang adanya berbagai lukisan relik yang terdapat di candi borobudur?
  4. Pada candi borobudur banyak terdapat bentuk stupa dan Buddharupam (arca Buddha), bilamana memang candi Borobudur merupakan produk kebudayaan semitik, bagaimana penjelasan logis tentang bentuk stupa dan banyaknya terdapat arca Buddha pada Borobudur?


Please, menghubungkan dan menganalisa sesuatu dengan tujuan meningkatkan iman memang adalah seuatu yang baik, tetapi hendaklah menggunakan analisa yang cerdas dan dapat dipertanggungjawabkan. Berimanlah dengan cerdas dan tidak dengan asal percaya saja. emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By tagarasamana


Banyak yang salah pada upaya pencocokan kali ini ;
  1. Candi Borobudur bukan produk kebudayaan Hindu, melainkan produk kebudayaan Buddhisme
  2. Metode pengukuran benda2 arkeologi saat ini dengan tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan metode pengukuran usia karbon, dapatkah klaim tersebut membuktikan bahwa usia candi borobudur memang lebih tua dari yang saat ini dinyatakan secara ilmiah?
  3. Relief-relief pada candi borobudur merupakan lukisan dari kisah Jataka, salah satu pustaka yang menjadi bagian dari Tipitaka yang merupakan kumpulan pustaka kanonik dari umat Buddha, bagaimana Pak Kiayi Haji yang terhormat dapat menjelaskan dengan penjelasan yang masuk di akal tentang adanya berbagai lukisan relik yang terdapat di candi borobudur?
  4. Pada candi borobudur banyak terdapat bentuk stupa dan Buddharupam (arca Buddha), bilamana memang candi Borobudur merupakan produk kebudayaan semitik, bagaimana penjelasan logis tentang bentuk stupa dan banyaknya terdapat arca Buddha pada Borobudur?


Please, menghubungkan dan menganalisa sesuatu dengan tujuan meningkatkan iman memang adalah seuatu yang baik, tetapi hendaklah menggunakan analisa yang cerdas dan dapat dipertanggungjawabkan. Berimanlah dengan cerdas dan tidak dengan asal percaya saja. emoticon-Smilie


maksud saya tekniknya yg digunakan oleh seseorang utk mencari tau... emoticon-Malu (S)
klo masalah isi nya yg tidak sesuai ya mesti dikaji lagi...

Quote:Original Posted By huba2


maksud saya tekniknya yg digunakan oleh seseorang utk mencari tau... emoticon-Malu (S)
klo masalah isi nya yg tidak sesuai ya mesti dikaji lagi...



Mencocokkan sesuatu memang tidak salah emoticon-Smilie, tapi bila mencocokkan sesuatu dengan terdapat indikasi pemaksaan adalah sesuatu yang salah.
Akan membentuk logika bahwa api adalah dingin dan es adalah panas. emoticon-Smilie
Namaste _/|\_
Quote:Original Posted By tagarasamana


Mencocokkan sesuatu memang tidak salah emoticon-Smilie, tapi bila mencocokkan sesuatu dengan terdapat indikasi pemaksaan adalah sesuatu yang salah.
Akan membentuk logika bahwa api adalah dingin dan es adalah panas. emoticon-Smilie
Namaste _/|\_


menurut ane klo yg nama nya sejarah atau masa lalu bisa aja berubah gan...
beda dengan api dan es yg emang asal nya udah panas dan dingin...
beda dengan sejarah/masa lalu tentang kehidupan manusia yg bisa berubah seiring waktu ditambah adanya kemajuan teknologi... emoticon-Malu (S)
contohnya kyk bumi dulu katanya datar tapi ternyata bundar... emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Quote:Original Posted By huba2


menurut ane klo yg nama nya sejarah atau masa lalu bisa aja berubah gan...
beda dengan api dan es yg emang asal nya udah panas dan dingin...
beda dengan sejarah/masa lalu tentang kehidupan manusia yg bisa berubah seiring waktu ditambah adanya kemajuan teknologi... emoticon-Malu (S)
contohnya kyk bumi dulu katanya datar tapi ternyata bundar... emoticon-Blue Guy Cendol (L)


Bukan sejarahnya yang berubah bro .............
Apa yang sudah terjadi akan tetap sudah terjadi, gak bisa dirubah, diperbaiki, atau diperburuk.
Hanya pencatatan sejarah saja yang selalu berubah-ubah tergantung pada kepentingan peradaban atau fihak-fihak tertentu yang memiliki kepentingan sehingga melahirkan manipulasi sejarah.
Tapi pada mahluk yang memiliki akal budi, sejarah meninggalkan berbagai macam peninggalan yang dapat dianalisa, tinggal kita memutuskannya, akankah menganalisanya secara cerdas dengan objektif ataukah subjektif.

Apa yang sudah berlalu sudah berlalu ........ gak ada yang bisa merubahnya .............. emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By tagarasamana


Bukan sejarahnya yang berubah bro .............
Apa yang sudah terjadi akan tetap sudah terjadi, gak bisa dirubah, diperbaiki, atau diperburuk.
Hanya pencatatan sejarah saja yang selalu berubah-ubah tergantung pada kepentingan peradaban atau fihak-fihak tertentu yang memiliki kepentingan sehingga melahirkan manipulasi sejarah.
Tapi pada mahluk yang memiliki akal budi, sejarah meninggalkan berbagai macam peninggalan yang dapat dianalisa, tinggal kita memutuskannya, akankah menganalisanya secara cerdas dengan objektif ataukah subjektif.

Apa yang sudah berlalu sudah berlalu ........ gak ada yang bisa merubahnya .............. emoticon-Smilie


kasian banget dong ya.. jika ,manusia hanya pasrah dengan apa yg sudah terjadi dulu tanpa ada perbaikan kearah yg lebih baik di masa mendatang...
emang gan yg lalu gak bisa dirubah... itu waktu gan.. tapi kebenaran atau ketidak benaran masih bisa berubah...
apakah dia menjadi tersangka atau bukan bisa berubah di masa akan datang... setelah mencari tau tentang masa lalu orang tersebut... emoticon-Malu (S)
Analisanya agak ngawur.. Btw, nice thread!
Quote:Original Posted By huba2


kasian banget dong ya.. jika ,manusia hanya pasrah dengan apa yg sudah terjadi dulu tanpa ada perbaikan kearah yg lebih baik di masa mendatang...
emang gan yg lalu gak bisa dirubah... itu waktu gan.. tapi kebenaran atau ketidak benaran masih bisa berubah...
apakah dia menjadi tersangka atau bukan bisa berubah di masa akan datang... setelah mencari tau tentang masa lalu orang tersebut... emoticon-Malu (S)

Makanya, manusia adalah mahluk yang memiliki akal budi dan mengambil keputusan. Setiap pilihan akan menghasilkan konsekwensi dan manusia bebas untuk menentukan pilihan. Apa yang terjadi saat ini, keputusan apa yang diambil saat ini, beberapa detik kemudian akan menjadi "masa lalu" yang tidak bisa dirubah lagi. emoticon-Smilie
Apa yang kita putuskan saat inilah yang bisa kita tentukan dan rubah, akankah menghasilkan konsekwensi yang baik atau yang buruk di masa yang akan mendatang emoticon-Smilie
"kebenaran", "ketidakbenaran", memang akan berubah, tetapi konsekwensi dan fakta sulit berubah dan disembunyikan. emoticon-Smilie

Quote:Original Posted By tagarasamana

Makanya, manusia adalah mahluk yang memiliki akal budi dan mengambil keputusan. Setiap pilihan akan menghasilkan konsekwensi dan manusia bebas untuk menentukan pilihan. Apa yang terjadi saat ini, keputusan apa yang diambil saat ini, beberapa detik kemudian akan menjadi "masa lalu" yang tidak bisa dirubah lagi. emoticon-Smilie
Apa yang kita putuskan saat inilah yang bisa kita tentukan dan rubah, akankah menghasilkan konsekwensi yang baik atau yang buruk di masa yang akan mendatang emoticon-Smilie
"kebenaran", "ketidakbenaran", memang akan berubah, tetapi konsekwensi dan fakta sulit berubah dan disembunyikan. emoticon-Smilie



nah inilah salah satu cara mencari kebenaran itu melalui penelitian...
jika memang seseorang tidak setuju dengan hasil penelitian seseorang tentang sesuatu ya jgn diambil... cukup tau saja sebagai penambah ilmu...
kayak pendapat menurut ilmuan dulu yg kata nya bumi datar tapi ternyata bundar... bagaimana orang2 zaman dulu yg memahami sesuatu apakah harus percaya saja pasrah...
tapi tidak... seiringnya waktu kebenaran bisa terungkap...
dan yg dulu katanya bumi datar ternyata faktanya bumi bundar..
atau keyakinan ajaran agama tertentu zaman dulu yg katanya matahari mengelilingi bumi faktanya bumi mengelilingi matahari.... padahal itu ajaran dari agama yg notabane harus dihormati... tapi bisa salah juga... emoticon-Ngakak

kesalahan adalah kewajaran dan kesalahan itu bisa diperbaiki di masa depan... makanya diperlukan penelitian... agar tidak terulang kembali... atau malah kebenaran yg hakiki akan ditemukan... emoticon-Malu (S)

...

liat filemnya dimana?
ane pernah liat digramedia ada bukunya cuma ane blm baca bukunya gan,
kalau masalah nabi sulaiman itu di dekat candi borobudur sih ane tau,xuma masalah candi borobudur iru,tpi ada benrrnya juga sih bukanya satu2nya manusia yg bisa memerintah jin hanya nabi sulaiman.
panjang juga bacaannya
emoticon-Matabelo

coba di simak dulu gan emoticon-Ngacir
ud jelas Bucailism masih ngeyel emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

lagian bahas Arca,Stupa,benda sejarah kok nanya sama Kyai.....sama ahli sejarah dong...emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By tagarasamana


Banyak yang salah pada upaya pencocokan kali ini ;
  1. Candi Borobudur bukan produk kebudayaan Hindu, melainkan produk kebudayaan Buddhisme
  2. Metode pengukuran benda2 arkeologi saat ini dengan tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan metode pengukuran usia karbon, dapatkah klaim tersebut membuktikan bahwa usia candi borobudur memang lebih tua dari yang saat ini dinyatakan secara ilmiah?
  3. Relief-relief pada candi borobudur merupakan lukisan dari kisah Jataka, salah satu pustaka yang menjadi bagian dari Tipitaka yang merupakan kumpulan pustaka kanonik dari umat Buddha, bagaimana Pak Kiayi Haji yang terhormat dapat menjelaskan dengan penjelasan yang masuk di akal tentang adanya berbagai lukisan relik yang terdapat di candi borobudur?
  4. Pada candi borobudur banyak terdapat bentuk stupa dan Buddharupam (arca Buddha), bilamana memang candi Borobudur merupakan produk kebudayaan semitik, bagaimana penjelasan logis tentang bentuk stupa dan banyaknya terdapat arca Buddha pada Borobudur?


Please, menghubungkan dan menganalisa sesuatu dengan tujuan meningkatkan iman memang adalah seuatu yang baik, tetapi hendaklah menggunakan analisa yang cerdas dan dapat dipertanggungjawabkan. Berimanlah dengan cerdas dan tidak dengan asal percaya saja. emoticon-Smilie


emoticon-Sundul Gan (S) emoticon-Sundul Gan (S)
perasaan udah dibeber abis di forsex emoticon-Ngakak