alexa-tracking

FR: AKOMODASI DAN LAPORAN KHUSUS DI CAMBODIA, VIETNAM DAN FILIPINA

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51c65c613c118e721b000004/fr-akomodasi-dan-laporan-khusus-di-cambodia-vietnam-dan-filipina
FR: AKOMODASI DAN LAPORAN KHUSUS DI CAMBODIA, VIETNAM DAN FILIPINA
FR: AKOMODASI DAN LAPORAN KHUSUS DI CAMBODIA, VIETNAM DAN FILIPINA

Seperti biasa, tugas yang paling berat bagi saya setelah traveling adalah membuat FR. Ini karena kesibukan di kantor yang menumpuk luar biasa sepeninggal traveling. Banyak pekerjaan yang tidak bisa dilimpahkan ke staf karena berkaitan dengan kewenangan. Tapi happy sajalah, enjoy your life........
Karena yang mengulas soal perjalanan sudah banyak, maka saya hanya akan melaporkan kepada agan/aganwati utamanya tentang akomodasi/penginapan saja dan sedikit tambahan tentang beberapa hal yang mungkin belum banyak diulas di forum tercinta ini.

Ini adalah penilaian singkat tentang akomodasi di 5 kota di 4 negara; Malaysia, Cambodia, Vietnam dan Filipina. Bukingnya terserah mau lewat situs apa, kalau saya sih biasanya pake hostelworld.com atau hostelbookers.com, atau agoda.com dan booking.com untuk yang kelas non backpacker (istilahnya flashpacker atau solo traveller kalo sendirian seperti saya) walau agoda dan booking juga kadang2 menawarkan akomodasi yang sama yang ditawarkan hostelworld dan hostelbookers.
Kita mulai saja.

Malaysia (Kuala Lumpur)
Hotel : MyHotel@KL Central (alamat: Thambypillai KLC)

Spoiler for link:


Kesimpulan:
penginapan sih bejibun di KL, tinggal pilih. Saya memilih di sini karena males jalan jauh2, soalnya besoknya masih ngejar pesawat ke Siem Reap. Hotel ini katanya baru, ada 2 hotel yang berdekatan dengan nama yang sama di Thambypillai.
Poto : no poto, ga ada yang menarik soalnya, serba standar...............

Cambodia
Siem Reap:
Hotel : Siem Reap Rooms, Road No.26 Wat Bo, Salakamreuk, Siem Reap
Spoiler for link:


+ : kamarnya besar dan luas, lingkungannya tenang. Manajemennya responsif (Philip Hogg) karena awalnya saya salah tanggal booking dan minta ganti arrival date. Oleh Philip dengan cepat disesuaikan tanpa dikenakan biaya sama sekali. Free pick up di airport (pake tuk tuk). Tapi harap diingat bahwa free pick up adalah pelayanan standar penginapan di Siem Reap. Driver tuk tuk yaitu Mr.Piri cukup fasih Englishnya.
Hotel ini dimiliki orang asing , stafnya orang2 lokal dan beberapa pelayanan seperti tuk tuk dan tour guide sifatnya adalah pemberdayaan yaitu kerjasama dengan orang lokal dan bukan menjadi staf hotel.
Saya milih disini karena rekomendasi dari Tripadvisor

Spoiler for link:


Mereka pemenang Traveller’s Choice 2013. soal harga relatiflah........

- : jauh dari “downtown” atau pusat kota istilah mereka, yaitu kawasan Pub Street dan sekitarnya yang dipenuhi tempat belanja, makan dan dugem.

Kesimpulan : tempat ini saya rekomendasikan buat yang bawa keluarga khususnya yang punya anak kecil karena lingkungannya tenang sangat cocok buat istirahat setelah lelah seharian berjalan. Kalau suka dugem kayanya enggak cocok karena harus jalan kaki sekitar 15 menit ke pusat kota, bikin keringatan juga apalagi cuaca di Siem Reap sedang kering dan panas-panasnya.
Kota Siem Reap sekarang sedang bergeliat menjadi kota tujuan wisata baru bagi backpacker sedunia, tour guide saya (Mr.Lim Thak Long) mengatakan Siem Reap menjadi lebih populer salah satunya karena jasa Angelina Jolie lewat film “Tomb Raider” selain ditetapkannya Angkor Wat menjadi situs warisan budaya dunia oleh Unesco.

Tips :
1. Di Siem Reap malah tidak dianjurkan menukar uang dengan mata uang lokal yaitu Riel karena penduduknya lebih menginginkan USD. Tapi tentu saja Riel tetap digunakan tetapi nilainya hampir tidak ada sama sekali di luar Cambodia. Jadi bawalah USD dalam pecahan kecil. Riel akan otomatis diberikan menggantikan sen USD. Standar yang umum dipakai adalah 1 USD = 4000 Riel.
2. Tour ke kompleks Angkor Wat saya pastikan tidak cocok bagi anak-anak atau orang tua karena sangat menguras tenaga, hanya bagi yang sehat saja, jadi pastikan anda tidak mengalami masalah kalau berjalan jauh.
3. Sewalah seorang guide. Anda bisa mencarinya melalui hotel tempat anda menginap atau di kawasan candi setibanya di sana. Pasarannya 15-20 USD, harga yang tidak mahal menurut saya dan sebanding dengan informasi yang anda dapatkan ketimbang cuma melihat tumpukan batu yang tidak ada artinya karena kita tidak mengetahui sejarahnya. Opsi lain adalah membekali diri dengan buku panduan yang sudah harus disiapkan sebeum ke sana.
4. Menurut guide saya, kecuali anda sudah sejak subuh di Angkor Wat untuk melihat sunshine, setelah agak siangan (di atas jam 8 pagi) maka rute yang cocok untuk menjelajahi Angkor wat adalah dari pintu belakang. Ini karena matahari terbitnya agak menyamping ke kanan bila dilihat dari gerbang utama/depan, sehingga bila anda mulai dari pintu utama maka akan menantang matahari. Kalau anda memilih memulai dari belakang (yang artinya membelakangi matahari) katakan saja pada supir tuk tuk supaya berhenti di belakang dan selanjutnya dia akan menunggu di depan/gerbang utama.
5. Bawalah air atau makanan secukupnya karena kompleks Angkor Wat luar biasa besarnya dan terdiri dari beberapa candi. Angkor Wat adalah candi Hindu terbesar di dunia, sedangkan candi Budha terbesar di dunia tentu saja di tanah air kita yaitu Borobudur. Jadi ini agak unik karena mayoritas penduduk Cambodia tentu saja beragama Budha bukan Hindu.
6. Di kompleks Angkor wat atau di tempat lain di Phnom Penh, Jangan terima apabila ada yang menawarkan dupa atau rangkaian melati dari seseorang kecuali anda sudah siap dengan duit kecil. 1 USD sudah cukup sebagai donasi.

Poto : silahkan diliat.................

Spoiler for kamar n SR Rooms:


Saya mengalami kejadian unik di Siem Reap yaitu sempat kehabisan pulsa. Saya sendiri menggunakan kartu Simpati dan kena roaming 5000/SMS dari Cambodia. Karena teledor tidak mengecek pulsa maka tidak bisa mengisi ulang pulsa pake SMS Banking. Sempat panik karena tidak bisa membalas SMS isteri tercinta, takut dianya kuatir suaminya hilang di negeri entah berantah. Dalam kepanikan saya mengirim email ke beberapa orang yang saya yakin secara reguler membuka emailnya. Tapi karena tidak yakin juga maka terpaksa pergi ke pusat kota membeli kartu SIM Card Internasional, lupa saya nama kartunya, harganya 4 USD dan isinya 1.5 USD. Untunglah akhirnya semua bisa teratasi, dan saya malah mendapat banyak kiriman pulsa he...he....he.....

Lesson learnt : jangan panik dalam keadaan apapun. Inilah resiko seorang solo traveller karena harus berpikir dan memutuskan sendiri. Oleh karenanya memang tidak dianjurkan jadi solo traveller terutama yang baru menjadi backpacker, sebaiknya pergi dengan teman.

Phnom Penh;
Hotel : 88 backpackers (alamat #98 Street 88 Phnom Penh)
Spoiler for link:


+ : kamarnya luas, free pick up kalo datang pake bus atau speed boat, lokasi cukup strategis, wifi cukup baik/kencang, staf cukup friendly dan helpful walau Englishnya ga begitu jelas
- : kalo baca iklannya fasilitas sih banyak tapi kok TV aja ga ada (setidaknya di kamar saya)
Poto : silahkan ..............
Spoiler for 88 backpackers:




Kesimpulan : ga begitu rekomended, cari yang lain aja. Setelah saya pikir-pikir PP kayanya bisa dilewatkan saja dalam perjalanan ke Cambodia dan Vietnam atau sebaliknya, walaupun ada juga tempat yang menarik kaya Royal Palace, National Museum dan Central Market.

HCMC:
Hotel : Ngoc Thao Guest House, (241/4 Pham Ngu Lao.St, District 1, Ho Chi Minh City)
Spoiler for link:


+ : di Pham Ngu Lao Street yang jadi tempat stop bus dari PP (hampir semua bus dari PP akan berhenti di sini) jadi cukup dekat, pelayanan cukup baik, kamar juga cukup tenang dan luas, wifi cukup kencang dan stabil (saya bisa mengunduh film klasik 30 buah secara paralel dan kecepatan tetap di kisaran 80 Kbps, tapi tergantung servernya kali ya), di district 1 yang ramai dan dekat kemana-mana. Tempat ini kayanya sangat populer, mungkin karena harga dan lokasinya. Sangat rekomended.
- : masuk ke dalam gang kecil. Agak sempit dan kecil. Sebenarnya ini rumah tinggal yang menerima tamu, jadi sudah pas namanya “guest house” alias rumah yang banyak tamunya, dari seluruh dunia lagi................

Spoiler for kamar Ngoc Thao:



Saya kembali mengalami dua kejadian unik di HCMC. Yang pertama kartu ATM saya ketelan di salah satu ATM di Pham Ngu Lao Street. Awalnya panik juga takut saldonya dibobol orang. Terpaksa ngebel ke call centre-nya dan disuruh ke kantornya besok pagi (senin) karena hari kejadiannya Minggu. Lama saya baru ingat dan kuat dugaan saya kartu tersebut ditelan karena memang sudah expired. Beberapa waktu kemudian saya mengecek saldo menggunakan SMS Banking dan alhamdulillah saldo tidak berubah, artinya aman, tinggal lapor kartu hilang sekembalinya ke Indonesia. Saya terpaksa menggunakan kartu ATM bank lain untuk mengambil uang dan lancar2 saja.

Yang kedua, sungguh tak disangka supir Taxi Vinasun yang saya pakai ke bandara Tan Son Nhat adalah seorang perempuan. Awalnya saya acak saja ngambil taxi yang banyak parkir di depan taman jalan Pham Ngu Lao. Sayang sekali si cewek yang bernama Thai Hien dan ngakunya masih single Englishnya sangat terbatas sehingga agak susah komunikasinya. Ini ada kartu namanya dan nomor teleponnya kalau-kalau agan/wati mau menggunakan jasanya. Sampai di bandara tak lupa saya memberi tip dan berpesan agar belajar English. Tampak di wajahnya penyesalan karena tak bisa melayani saya berbincang-bincang.
Kalau melihat perkembangan Vietnam jangan-jangan 10 tahun lagi kita udah tertinggal. Secara pribadi saya merasa Jakarta harus belajar banyak dari HCMC terutama penyediaan RTH/ruang terbuka hijau sehingga lebih layak ditinggali.
Di HCMC memang tamannya dilengkapi dengan fasilitas publik yang cukup memadai seperti tempat bermain anak, peralatan gym sederhana dan gazebo yang banyak digunakan untuk belajar dansa).

Lesson learnt: jangan gunakan kartu yang sudah expired di ATM luar negeri. Kalau kartu tertelan hubungi Nomor Call centre masing2 yang selalu tertera di mesin ATM. Dari kejadian ini saya belajar bahwa sebenarnya lebih murah menggunakan nomor lokal di tiap2 negara untuk menghubungi call centre ketimbang langsung pake nomor Indonesia.

Manila :
Hotel : City Garden Suites, Mabini Street, Ermita
Ini gak usah dibahaslah, hotel bintang 3, hotel yang disediakan panitia konperensi dari Universitas Santo Tomas (UST) dengan peserta dari 24 negara termasuk saya. Setelah menjadi backpacker selama 10 hari bagaimanapun juga tugas sampingan sebagai pejabat pemerintahan harus tetap dijalankan, kan tugas utama sebagai backpacker sudah selesai ha...ha....ha.......
buat yang alumni UST salut ya, pelayanan dan fasilitas di kampus anda memang luar biasa, tidak kalah dengan kampus saya di Aussie dulu (maklumlah kampus ini sudah ada sejak jaman Mataram, didirikan tahun 1611). Dan mereka tidak tanggung-tanggung dalam menjamu peserta dengan menugaskan 4 orang associate professor dari College of Tourism sebagai guide leader bagi hampir 200 peserta konperensi. Toh yang dipandu juga para professor dan doktor dari seluruh dunia kecuali saya satu2nya yang bukan berstatus lecturer/researcher tapi sebagai kaskuser ha...ha...ha.... lucu juga kadang2 melihat mimik mereka begitu saya menjelaskan status saya.
Spoiler for link:


Laporan khusus perjalan darat Siem Reap (SR) – Phnom Penh (PP) – Ho Chi Minh City (HCMC)

Nama bus : Mekong Express Limousine Bus
Harga : 12 USD (SR-PP), 13 USD (PP-HCMC), saya ga tau berapa harga kalau langsung dari SR ke HCMC atau sebaliknya, ada jeda sekitar 30 menit untuk ganti bus di PP. Kalau dari SR nyampe PP sekitar jam 1.30 siang maka sekitar jam 2 an dilanjutkan ke HCMC.
Lama perjalanan: 6 jam (SR-PP) dan 7 jam (PP-HCMC)

+ : tepat waktu (di Indonesia aja jarang yang beginian). Waktu berangkat dari PP jam 7 pagi, nyampe di border Moc Bai jam 11, sampai di HCMC jam 1.30, tepat seperti yang diinformasikan.
Sangat friendly dan informatif, awak busnya menginformasikan kepada penumpang (dalam Bahasa Khmer, Viet dan English) tentang rencana perjalanan, kapan perkiraan nyampe, nomor bus, apa yang harus dilakukan dll. Penumpang gratis dibagikan snack, air minum dan tisu, Gratis Wifi onboard jadi bisa browsing2 selama perjalanan. Tiket mereka online, saya mesan tiket PP-HCMC di kantor mereka di seputaran Pub Street di SR. Mereka juga punya situs sendiri, tapi rasanya gak perlulah mesan lewat internet. Layanan jemputan di penginapan,
ulasan dari frequent customer bisa dibaca disini
Spoiler for link:


Kesimpulan : sangat saya rekomendasikan bagi yang pertama kali melakukan perjalanan rute ini atau sebaliknya, agar tidak blank samasekali terutama bagi solo traveller seperti saya.
: cenderung selalu penuh (terutama di akhir pekan) karena sangat populer bagi orang-orang lokal sendiri dan direkomendasikan banyak backpacker dari seluruh dunia. Armada busnya sudah tua walau ada fasilitas toiletnya, saya gak tau persis apakah makan siang sudah termasuk tiket karena memang gak makan di perhentian (baik dari FR ke PP dan PP ke HCMC masing2 berhenti sekali). Tempat duduk kecil dan agak sempit, pas pasan buat ukuran orang Asia, tapi saya pikir semuanya bisa dikompensasi dengan pelayanan yang sangat baik. Bus ini dioperasikan oleh orang Cambodia. Untuk ulasan lengkap bisa liat di link yang sangat informatif ini
Spoiler for link:

-
Poto : cekidaut ...............
Spoiler for Mekong Express:


Begitulah ulasan singkatnya. Untuk rute HCMC-Manila dan Manila-Jkt saya menggunakan cebu pacific (www.cebupacificair.com). Murah meriah, tapi jam terbangnya yang larut malam, dari HCMC ke Manila berangkat jam 1 pagi dan dari Manila ke Jakarta jam 10 malam.

Ulasan khusus: Halal Food for Moslem
Ini ulasan tambahan buat teman2 yang beragama Islam yang biasanya kerepotan mencari makanan halal.
Sebenarnya letak restoran halal di tiap kota bisa ditanya ke mbah Gugel, cukup mengetikkan “halal food in (nama kota/negara)” maka akan muncul nama restoran/penjual halal food.
Situs www.zabihah.com misalnya menawarkan informasi yang sama.

SR :
ada beberapa misalnya, saya mencoba di seputaran pub street. Untuk kawasan SR bisa dibaca di sini....
Spoiler for link:


PP :
saya juga menemukan dekat penginapan 88 backpackers yaitu di jalan 90 dan 61, keduanya orang Champa (kerajaan yang memang dari dulu beragama Islam, sekarang menjadi wilayah Vietnam bagian selatan).
Saya sempat mencicipi hidangan “buffet” di cafe Malaya dekat Central Market/Phsar Thmei. Makanannya cukup enak, harganya ber-2 dengan si supir tuk-tuk 10 USD. Kasirnya keturunan Malaysia dan cantik sekali.
Ini ulasan dan Link:
Spoiler for link:

Catatan: menarik sekali bahwa beberapa kata bahasa Melayu masih digunakan sampai sekarang di Cambodia seperti “phsar” dan “kampong”. Tidak sulit menebak apa artinya.

Spoiler for Kampong Thom:


HCMC :
saya menemukan di seputaran Ben Than Market (Malaysian and Champ cuisine) dan dekat New World Hotel depan taman jalan Pham Ngu Lao, harga relatiflah, silahkan coba sendiri, di dekat hostel saya nginap juga ada yaitu Maharaja.

Spoiler for Halal Resto di HCMC:



Manila :
yang dekat dengan penginapan saya adalah shawarma. Mungkin agan/wati masih ingat satu adegan di film “Avengers” dimana Iron Man setelah jatuh dari luar angkasa dan ditangkap Hulk mengatakan ingin makan Shawarma. Di after credit scene para Avengers berkumpul menikmati Shawarma.
Spoiler for link:


Spoiler for Halal Manila:



Liputan Khusus:
Pahiyas Festival (http://pahiyasfestival.com/home/)

Pahiyas berasal dari kata “hias” yang artinya “to decorate”. Jelas sekali ini berasal dari bahasa melayu. Harap maklum bahwa cukup banyak kata-kata bahasa Melayu yang diadopsi oleh orang Filipina. Sebagai contoh, mereka mengatakan “salamat” sebagai ucapan yang artinya “terima kasih”. Salah satu teman kita membahasnya disini
Spoiler for link:


Menarik sekali bahwa masing-masing rumah dihiasi berbagai produk( pertanian dll.) sesuai dengan apa yang ditanam/diusahakan oleh masing2 keluarga tersebut, sebagai contoh salah satu rumah dihiasi dengan dengan ginger alias jahe karena tuan rumahnya berkebun jahe, ada juga yang menghiasi dengan topi karena pengrajin topi.

Poto2
Spoiler for Pahiyas Festival:


Kamay ni Hesus Healing Centre
Spoiler for Kamay ni Hesus:

Sebagai seorang muslim, ini untuk kedua kalinya saya masuk ke kawasan relijius Katolik, yang pertama adalah beberapa tahun lalu waktu masuk Basilika St.Peter di Vatikan City, Roma.
Teman2 yang Katolik kalau merasa ke Vatikan terlalu jauh mungkin bisa ke Filipina karena atmosfirnya juga sangat kental. Mal Robinson di Ermita misalnya lantai paling atasnya pada hari minggu dijadikan tempat sebagai tempat kebaktian.
Pada saat saya ke sini kebetulan ada juga rombongan dari Indonesia (liat Poto).
Poto2
[spoiler[/youtube]
FR: AKOMODASI DAN LAPORAN KHUSUS DI CAMBODIA, VIETNAM DAN FILIPINA
FR: AKOMODASI DAN LAPORAN KHUSUS DI CAMBODIA, VIETNAM DAN FILIPINA
FR: AKOMODASI DAN LAPORAN KHUSUS DI CAMBODIA, VIETNAM DAN FILIPINA
FR: AKOMODASI DAN LAPORAN KHUSUS DI CAMBODIA, VIETNAM DAN FILIPINA
FR: AKOMODASI DAN LAPORAN KHUSUS DI CAMBODIA, VIETNAM DAN FILIPINA [/spoiler]

Catatan : karena pengaruh bahasa Spanyol, orang Filipina mengganti pengucapan huruf “J” dengan “H”, jadinya Kamay ni Jesus langsung diubah menjadi Kamay ni Hesus. Ucapan yang sama berlaku untuk kata “Raja” yang mereka ucapkan menjadi “Raha”, misalnya pada tulisan Raja Soleiman di situs Intramuros (lihat di bawah), walaupun mereka paham bahwa artinya adalah “King”.

Intramuros, Manila

Sebagai bagian dari konperensi, UST menyelenggarakan Manila city tour salah satunya ke Intramuros. Tentang Intramuros bisa dibaca di sini
Spoiler for link:

Lalulah sekitar 140 peserta konperensi dari 24 negara di berbagai belahan dunia dan kepercayaan yang berbeda2 masuk ke gereja St. Paul di kawasan Intramuros.
Setelah itu dilanjutkan ke bagian lain dari Intramuros yaitu bekas barak dan sel penjara Dr Jose Rizal, tokoh pejuang kemerdekaan Filipina.
Menarik sekali bahwa Pemerintah Filipina memelihara dengan baik situs peninggalan bernilai sejarah tinggi ini. Kawasan kota lama Jakarta harusnya bisa dibuat seperti ini.

Spoiler for Intramuros:


Demikianlah laporan singkat saya semoga berguna bagi agan/aganwati sekalian. Saya sebenarnya menulis FR sejak 2009 pada saat travelling 6 negara Eropa Barat selepas belajar di salah satu PT di Amsterdam. Namun tritnya sudah hilang membuat saya agak2 males buat nulis FR. Padahal banyak sekali informasi yang berharga di situ, seperti juga FR saya ke Tembok China/Great Wall di Mutianyu Section yang belum pernah ditulis oleh kaskuser lain sebelumnya.
Cambodia, Vietnam dan Filipina adalah negara ke 19,20 dan 21 yang saya kunjungi. Saya juga merekomendasikan negara2 ini bagi para backpacker pemula ketimbang yang jauh2 karena relatif lebih murah dan ga perlu visa.



sori kalo ada yang salah link atau ga nyambung, ntar dah sy cek lagi nanti, masih sibuk banget soalnya.....
makasih gan..

nambah info2 coz kami rencana jalan feb besok ke HCMC dan PP.. tapi kalau dari FR agan, sbaiknya langsung ajah yah dari HCMC ke SR baru balik ke PP utk terbang pulang..

emoticon-2 Jempol
INTERESTED GAN! oya yg Filipina detailnya yak, pengen maen ke Boracay dan skitarnya, jd butuh inpox sbanyak²nya emoticon-KissFR: AKOMODASI DAN LAPORAN KHUSUS DI CAMBODIA, VIETNAM DAN FILIPINA
wuuiihh mantap gan...
next trip saya ini gan... emoticon-Big Grin
Quote:

kayaknya TS ke manila dlm rangka konperensi, jadinya transportasi dsb udah diatur ama pihak univ, jdnya ga banyak yg bisa digali.
pdhl ane jg lagi butuh yg manila emoticon-Smilie

Quote:


betul saya memang menghadiri undangan konperensi di Manila, tapi soal akomodasi n transportasi, kecuali di Manila saya atur sendiri. Seperti yang saya sebutkan di atas saya memang hanya ingin mengulas tentang akomodasi dan hal-hal lain yang bersifat khusus yang belum pernah diulas di forum ini. Sayang sekali memang saya tidak bisa menggambarkan lebih detil soal transportasi di Manila/Filipina, saya pikir cukup banyak FR tentang Filipina dan agan/aganwati yang lain bisa membantu. Selamat membuat rencana perjalanan.