alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51c3d83b1cd719386c000006/ada-yg-bs-bantu-ane-tanya-ke-kedubes-indo-gaane-di-indo-skg
ada yg bs bantu ane tanya ke kedubes indo ga...ane di indo skg
Agan2 sekalian...ane minta tolonnnng banget sama sesama华侨yg di indo...tolong bantu ane tny ke kedubes indo..klo mau urus surat nikah dicina ane harus bw apa aja dr indo..apa ane bs cukup selesain prosedur di indi trus lgsg ke capil setempat dicina...
Quote:Original Posted By Pandaqu
Agan2 sekalian...ane minta tolonnnng banget sama sesama华侨yg di indo...tolong bantu ane tny ke kedubes indo..klo mau urus surat nikah dicina ane harus bw apa aja dr indo..apa ane bs cukup selesain prosedur di indi trus lgsg ke capil setempat dicina...


misalnya seorang wanita WNI,
tinggal di Jakarta dan akan menikah
di luar negeri dengan pria WNA di sana ....

untuk calon mempelai wanita :

buatlah SKCK di Polres setempat :
mula-mula meminta Pengantar RT/RW,
untuk mengurus SKCK dalam rangka mau menikah di LN
dan minta Surat Pengantar (PM-1) di kantor Kelurahan,
dengan melampirkan copy KTP & KK

dari kantor Kelurahan PM-1 itu langsung
dibawa ke Polres untuk diproseskan SKCK-nya ...
selanjutnya SKCK dibawa ke kementerian Luar Negeri,
untuk mendapatkan rekomendasi dari kedutaan negara
tempat di mana akan dilangsungkan pernikahan ...

katakanlah kemudian kedutaan negara
mengizinkan calon mempelai wanita menikah di sana ...
maka kedutaan akan memberi semacam surat clearence
kepada calon mempelai wanita

setahap lagi,
calon mempelai minta pengantar RT/RW,
kali ini untuk mengurus Surat Pengantar Nikah (Form-N)
di kantor Kelurahan, dengan melampirkan copy
KTP, Kartu Keluarga, dan surat "ijin" dari kedutaan ..

pihak Kelurahan akan menanyakan,
siapa nama lengkap calon suami,
kapan rencana menikah,
di mana (nama kota) dan negara ....
serta meminta surat pernyataan belum menikah,
atau belum pernah menikah lagi (bagi janda)

Formulir-N selanjutnya di antar ke kantor Kecamatan
untuk mendapatkan legalisasi cap dan tanda tangan pejabat ...

jika calon mempelai beragama Islam,
maka Formulir-N diantarnya ke KUA sebagai pendaftaran menikah,
dan bila non-moeslem,
diantarlah ke Kantor Dinas Kependudukan & Catatan Sipil

instansi KUA dan atau Dinas Dukcapil itu,
akan membuatkan surat pengantar "numpang nikah"
di negara di mana calon suami tinggal ....

selanjutnya kasih kabar ke calon suami,
agar lembaga pernikahan di negaranya menyesuaikan ...

bila tak jelas bisa nelfon ke KUA
atau ke kantor catatan sipil

Catatan:
Bagi perkimpoian campuran yang dilangsungkan di luar Indonesia, harus didaftarkan di kantor Catatan Sipil paling lambat 1 (satu) tahun setelah yang bersangkutan kembali ke Indonesia. Bila tidak, maka perkimpoian anda belum diakui oleh hukum kita. Surat bukti perkimpoian itu didaftarkan di Kantor Pencatatan Perkimpoian tempat tinggal anda di Indonesia (pasal 56 ayat (2) UU No 1/74).

Surat-surat yang harus dipersiapkan

Ada beberapa surat lain yang juga harus disiapkan, yakni:

a. Untuk calon suami

Anda harus meminta calon suami anda untuk melengkapi surat-surat dari daerah atau negara asalnya. Untuk dapat menikah, ia juga harus menyerahkan "Surat Keterangan" yang menyatakan bahwa ia dapat kimpoi dan akan kimpoi dengan WNI. SK ini dikeluarkan oleh instansi yang berwenang di negaranya. Selain itu harus pula dilampirkan:

Fotokopi Identitas Diri (KTP/pasport)

Fotokopi Akte Kelahiran

Surat Keterangan bahwa ia tidak sedang dalam status kimpoi;atau

Akte Cerai bila sudah pernah kimpoi; atau

Akte Kematian istri bila istri meninggal

Surat-surat tersebut lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa MANDARIN/INDONESIA oleh penterjemah yang disumpah dan kemudian harus dilegalisir oleh Kedutaan Negara WNA tersebut.

b. Untuk anda, sebagai calon istri

Anda harus melengkapi diri anda dengan:

Fotokopi KTP

Fotokopi Akte Kelahiran

Data orang tua calon mempelai

Surat pengantar dari

RT/RW yang menyatakan bahwa anda tidak ada halangan bagi anda untuk melangsungkan perkimpoian
Quote:Original Posted By VIKINGDISTRI


misalnya seorang wanita WNI,
tinggal di Jakarta dan akan menikah
di luar negeri dengan pria WNA di sana ....

untuk calon mempelai wanita :

buatlah SKCK di Polres setempat :
mula-mula meminta Pengantar RT/RW,
untuk mengurus SKCK dalam rangka mau menikah di LN
dan minta Surat Pengantar (PM-1) di kantor Kelurahan,
dengan melampirkan copy KTP & KK

dari kantor Kelurahan PM-1 itu langsung
dibawa ke Polres untuk diproseskan SKCK-nya ...
selanjutnya SKCK dibawa ke kementerian Luar Negeri,
untuk mendapatkan rekomendasi dari kedutaan negara
tempat di mana akan dilangsungkan pernikahan ...

katakanlah kemudian kedutaan negara
mengizinkan calon mempelai wanita menikah di sana ...
maka kedutaan akan memberi semacam surat clearence
kepada calon mempelai wanita

setahap lagi,
calon mempelai minta pengantar RT/RW,
kali ini untuk mengurus Surat Pengantar Nikah (Form-N)
di kantor Kelurahan, dengan melampirkan copy
KTP, Kartu Keluarga, dan surat "ijin" dari kedutaan ..

pihak Kelurahan akan menanyakan,
siapa nama lengkap calon suami,
kapan rencana menikah,
di mana (nama kota) dan negara ....
serta meminta surat pernyataan belum menikah,
atau belum pernah menikah lagi (bagi janda)

Formulir-N selanjutnya di antar ke kantor Kecamatan
untuk mendapatkan legalisasi cap dan tanda tangan pejabat ...

jika calon mempelai beragama Islam,
maka Formulir-N diantarnya ke KUA sebagai pendaftaran menikah,
dan bila non-moeslem,
diantarlah ke Kantor Dinas Kependudukan & Catatan Sipil

instansi KUA dan atau Dinas Dukcapil itu,
akan membuatkan surat pengantar "numpang nikah"
di negara di mana calon suami tinggal ....

selanjutnya kasih kabar ke calon suami,
agar lembaga pernikahan di negaranya menyesuaikan ...

bila tak jelas bisa nelfon ke KUA
atau ke kantor catatan sipil

Catatan:
Bagi perkimpoian campuran yang dilangsungkan di luar Indonesia, harus didaftarkan di kantor Catatan Sipil paling lambat 1 (satu) tahun setelah yang bersangkutan kembali ke Indonesia. Bila tidak, maka perkimpoian anda belum diakui oleh hukum kita. Surat bukti perkimpoian itu didaftarkan di Kantor Pencatatan Perkimpoian tempat tinggal anda di Indonesia (pasal 56 ayat (2) UU No 1/74).

Surat-surat yang harus dipersiapkan

Ada beberapa surat lain yang juga harus disiapkan, yakni:

a. Untuk calon suami

Anda harus meminta calon suami anda untuk melengkapi surat-surat dari daerah atau negara asalnya. Untuk dapat menikah, ia juga harus menyerahkan "Surat Keterangan" yang menyatakan bahwa ia dapat kimpoi dan akan kimpoi dengan WNI. SK ini dikeluarkan oleh instansi yang berwenang di negaranya. Selain itu harus pula dilampirkan:

Fotokopi Identitas Diri (KTP/pasport)

Fotokopi Akte Kelahiran

Surat Keterangan bahwa ia tidak sedang dalam status kimpoi;atau

Akte Cerai bila sudah pernah kimpoi; atau

Akte Kematian istri bila istri meninggal

Surat-surat tersebut lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa MANDARIN/INDONESIA oleh penterjemah yang disumpah dan kemudian harus dilegalisir oleh Kedutaan Negara WNA tersebut.

b. Untuk anda, sebagai calon istri

Anda harus melengkapi diri anda dengan:

Fotokopi KTP

Fotokopi Akte Kelahiran

Data orang tua calon mempelai

Surat pengantar dari

RT/RW yang menyatakan bahwa anda tidak ada halangan bagi anda untuk melangsungkan perkimpoian


@agan viking
Kog kyknya lbh ribet lgi ya...ane sih uda minta org ngurus n1-n4...sedang dalam proses...soalnya ane di jkt..kampung ane bagansiapiapi...abis n1-n4 kan ane dpt surat pernyataan single dr capil bagan ya..abis itu diterjemahin by penerjemah tersumpah trus dilegalisir berturut2 ke deplu depham di indo..terakhir ane bw ke kedubes deh....

Nah..abis itu ane ga tau mau gimana lg...suami ane tny ke capil cina katanya cukup bw itu aja ke capil cina sesuai kk suami ane...tapi ane jg baca di thread yg uda lama2...kata some agan surat dr kedubes cina itu hrs bw ke kbri/kjri lgi dgn mrlampirkan persetujuan dr ortu buat dikeluarin surat pengantar dan diterjemahin ke mandarin or inggris gtu..baru berdasarkan surat dr kbri itu lah bisa mendaftarkan pernikahan ke capil setempat di cina...ane ga tau mana yg bner gan...sedangkan untuk surat single sampe kedubes cina aja ane uda abisin sekitar 3.5jt...gimana gan..plis dibantu gan...
Quote:Original Posted By Pandaqu


@agan viking
Kog kyknya lbh ribet lgi ya...ane sih uda minta org ngurus n1-n4...sedang dalam proses...soalnya ane di jkt..kampung ane bagansiapiapi...abis n1-n4 kan ane dpt surat pernyataan single dr capil bagan ya..abis itu diterjemahin by penerjemah tersumpah trus dilegalisir berturut2 ke deplu depham di indo..terakhir ane bw ke kedubes deh....

Nah..abis itu ane ga tau mau gimana lg...suami ane tny ke capil cina katanya cukup bw itu aja ke capil cina sesuai kk suami ane...tapi ane jg baca di thread yg uda lama2...kata some agan surat dr kedubes cina itu hrs bw ke kbri/kjri lgi dgn mrlampirkan persetujuan dr ortu buat dikeluarin surat pengantar dan diterjemahin ke mandarin or inggris gtu..baru berdasarkan surat dr kbri itu lah bisa mendaftarkan pernikahan ke capil setempat di cina...ane ga tau mana yg bner gan...sedangkan untuk surat single sampe kedubes cina aja ane uda abisin sekitar 3.5jt...gimana gan..plis dibantu gan...


itu uda bener kyknya yang dari kk suami lu.. selain surat persetujuan lu juga mesti bawa kartu KK yang diterjemahin ke bahasa mandarin, kalau masi dibawah umur harus ada surat persetujuan, lebih jelasnya seharusnya bukan tanya ke KBRI deh.. harusnya tanya di kedubes china yang di Indo.. btw.. telpon aja, ngapain sampe dateng..