alexa-tracking

Ketika Waisak Jadi Objek Wisata

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51a0b7560c75b4605d00000c/ketika-waisak-jadi-objek-wisata
Ketika Waisak Jadi Objek Wisata
Langsung aja ya gan, silakan ini direnungkan.

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:


Spoiler for jangan buka:


Quote:


Spoiler for sumber:
amankan dari iklan peninggi badan
sepi juga ya...


ijin nyimak dulu gan emoticon-Malu (S) emoticon-Malu (S)




Best Regards,
WSSChanger
Orang2 udah pada ngerti ternyata..
semoga tahun depan diberlakukan peraturan baru dimana wisata tetep jalan tapi ritual tidak terganggu
saya bukan penganut Budha saja miris ngeliatnya
MAGELANG - Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Waisak di Candi Borobudur tahun ini menarik banyak wisatawan. Sayangnya, kesakralan hari suci umat Budha ini menjadi ternodai karenanya.

Tahun ini, Candi Borobudur tetap dibuka untuk umum saat prosesi Waisak. Ribuan turis, baik lokal maupun mancanegara, memadati candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, ini. Kebanyakan turis mengaku menanti ritual pelepasan seribu lampion, yang menjadi penanda berakhirnya prosesi Waisak tahun ini.

Menurut pantauan Okezone pada Sabtu, 25 Mei 2013, pukul 14.00 WIB, jalanan menuju Taman Wisata Candi Borobudur sudah padat dan macet. Padahal, saat itu sedang ada prosesi kirab biksu dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, salah satu bagian dari prosesi Waisak.

Memasuki kawasan Candi, antrean gerbangnya mengular. Tampaknya, tahun ini adalah tahun teramai perayaan Waisak di Borobudur. Sebagian turis berasal dari Jakarta dan sekitarnya, tak hanya dari Jawa Tengah atau Yogyakarta.

Pelataran Candi Borobudur sudah dialasi karpet kuning. Karpet yang seharusnya menjadi tempat duduk para umat Budha justru dipenuhi turis, sebagian besar anak muda yang tidur-tiduran sambil bercanda ria. Jumlah turis bahkan lebih banyak dibandingkan umat Budha yang ingin beribadah hingga cukup mengganggu kekhusyukannya.

Pukul 17.00 WIB, para biksu dari majelis-majelis yang sudah dua hari melakukan prosesi Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur sudah berkumpul di panggung pelataran. Hujan rintik-rintik turun, membuat para turis mengembangkan payungnya selama menunggu acara dimulai.

Hingga pukul 19.00, acara masih belum juga dimulai, padahal para biksu dan biksuni sudah berkumpul di panggung, siap untuk memanjatkan doa bersama. Hujan turun semakin deras, membuat pengunjung semakin resah.

"Maaf, acara belum dapat kami mulai karena masih menunggu kedatangan Menteri Agama, Suryadarma Ali," kata pembawa acara. Sontak, pengunjung menyoraki dengan teriakan "huuuu" panjang. Tak sedikit yang memaki. "Kami sudah menunggu lama!" "Kapan acara lampionnya?," begitu teriak turis-turis itu. Pembawa acara pun mencoba menenangkan pengunjung dengan menggunakan kata-kata mutiara dari kitab ajaran Budha.

Sekira pukul 20.00 WIB, akhirnya Menteri Agama datang. Kedatangannya disambut sorakan kecewa yang panjang. Sorakan ini juga terdengar saat Suryadarma membacakan sambutan dan saat pemuka agama Budha menyebutkan namanya.

Saat sambutan dari pemuka agama Budha, pengunjung pun terdengar tak bisa tenang. Di sana-sini terdengar suara teriakan dan tawa mereka.

Usai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dari biksu-biksu sembilan majelis yang hadir saat itu. Hujan masih turun deras, dan mirisnya pada saat pembacaan doa, pengunjung meringsek naik ke panggung.

Mereka naik ke panggung, berusaha berada sedekat mungkin dengan para biksu dan memotretnya. Hal ini tentu mengganggu panjatan doa mereka, apalagi pengunjung-pengunjung ini memotret dengan menggunakan flash.

"Tolong jangan naik ke altar, ini tempat yang tidak boleh dinaiki," kata seorang biksu kepada pengunjung. "Bila ingin berfoto, tolong memoto dari jauh, para biksu sedang berdoa," imbuhnya.

Namun peringatan itu tidak dipatuhi pengunjung. Kejadian lebih ricuh lagi terjadi saat ritual Pradaksina, yaitu ritual para biksu mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali. Pengunjung semakin mendekat ke arah biksu, mencoba mengikuti mereka melakukan Pradaksina.

"Tolong, bagi pengunjung yang ingin juga melakukan Pradaksina, harap tertib. Jangan menghalangi jalannya biksu," demikian peringatan dari pembawa acara. Namun lagi-lagi diabaikan, bahkan seorang biksu terinjak-injak kakinya oleh pengunjung.

Usai Pradaksina, harusnya dimulai acara yang ditunggu-tunggu, yaitu pelepasan 1.000 lampion. Namun sayang, karena hujan masih turun dengan derasnya, pelepasan lampion terpaksa dibatalkan.

Teriakan dan keluhan marah dari pengunjung segera terdengar. Sebagian meninggalkan area candi, sebagian lagi ada yang naik ke panggung, mengambil bunga-bunga dan hiasan panggung. Area Borobudur menjadi sangat kotor oleh botol minuman, tisu, dan bekas bungkus makanan.

Waisak, yang seharusnya menjadi momen sakral ibadah umat Budha, justru sebaliknya. Umat Budha tidak dapat beribadah dengan tenang lantaran para turis penasaran menunggu pelepasan lampion, yang perhelatannya diadakan berbarengan.

Sumber
ini salah siapa gan ??
salah wisatawan atau salah penyelenggaranya ??? emoticon-Cape d... (S)
kemarin kan hujan...masa masih juga ramai ???
Harusnya saling menghormati dan menghargai satu sama lain walaupun ada perbedaan..
kalo boleh jujur,saya bukan orang yang taat sama agama saya sendiri,tapi saya paling nggak suka kalo satu sama lain berselisih begini,apalagi kalo kaum saya yang memulai emoticon-No Sara Please

beberapa hari lalu sebelom sabtu temen2 saya ngajakin untuk ke borobudur "liat lampion,keren" tapi saya menolak,awalnya saya pikir mereka2 ini cuma mikirnya 1,cuma mau nyari momen yg keren,tanpa mikirin mereka bakal ngeganggu acara keagamaan tersebut

sempat terpikir juga kemaren2 gimana kalo di balik gimana kalo ritual agama saya dijadikan objek wisata juga,pasti banyak yg marah,apalagi lumayan terkenal dengan ormas garis kerasnya yg biasa anarki mengatas namakan agama.di indonesia memang sulit bagi kaum minoritas untuk sekedar mendapatkan hak mereka,ane turut prihatin gan
memang gan dimana lagi letak tenggang rasa dan toleransi antar saudara sebangsa dan senegara???
bukan artnya phk minoritas nuntut2 sgala macem ya, tapi tolong kt berpikiran terbuka dan objektif tanpa mikirin agama ap atau mayoritas/minnoritas apakah pantas g kalau waktu ibadah aplg d saat hari raya agama itu diganggu2 dgn keramaian? kalau ramai krn banyak umat yang beribadah gpp, nah ini? kayak pasar saja macet dimana2, kotor, sesak dll de kayak ad acara konser saja emoticon-Hammer (S)emoticon-Hammer (S)emoticon-Hammer (S)
sangat ironis dan memalukan d negara ini begitu ada saudara seagamanya terjd seuatu atau konflik d negara lain, bangsa ini langsung ribut dan rusuh dimana2 sambil menuntut dan tak jarang menimbulkan kemacetan dan meresahkan, triak2 dan maki2 koar2 pokoknya ud tau de gimana (aplg dgn gampangnya ditipu2 media, padahal yang mermslh antar etnis tetapi malah dikait2kan dgn agamaemoticon-Ngakak)
apa jadinya kita di mata internasional??? malu gan malu!!!! dicap munafik, kepo, sok2an kalau rupanya negri sendiri masi g beres ttg toleransi dan tenggang rasa antar umat beragama tapi ud bs demo2 tuntut dan urs negara lain dengan alasan "seagama"!!!
emoticon-No Sara Pleaseemoticon-No Sara Pleaseemoticon-No Sara Pleaseemoticon-No Sara Please
kebiasaan orang indo lah gan, gak tau diri,
eke renungkan dulu gan dalam hati
Masuk akal jg sih gan emoticon-Thinking
Miris banget dah
mungkin karena setahun sekali gan emoticon-Matabelo
semua yg berbau unik atau aneh pasti bisa dibuat jadi objek wisata
Org2 kdng gq beradat n bermoral
Wah pelecehan agama