alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51a06da94f6ea12a5500000b/maximilians-short-story-collection
Breaking News! 
Maximilian's Short Story Collection
Index

Story of A Girl and A Street Ruffian (Short Story)

Garden of Life (Short Story)

The Experiment (Flash Fiction)

An Alchemist Abomination (Flash Fiction)

The Call of Murder (Short Story)

The Ugly Otter (Short Story)

Story of A Girl and A Street Ruffian

Sebuah usaha untuk menciptakan Slice of Life dengan backgroung fantasy membuahkan karya ini. Inspirasi utamanya adalah kombinasi antara dunia Ravnica, Sin City, dan Jonah Hex emoticon-Stick Out Tongue

Universe setting: Combination between Ancelot and Ravnica I guess.
Spoiler for :
Wogh kebayang kaya kejadian sehari-hari di tavern-tavern warcraft 3. Dengan lantai dari batu-batu dan sebagian besar bangunan dari kayu emoticon-Belo

Maximilian's Short Story Collection

Dan Arya emoticon-Belo "seekor merpati yang berani masuk ke kandang elang bukankah seekor merpati yang badass ??"
Pertanyaan aku cuma satu sih, how they still can running on bussiness emoticon-Hammer

mau diliat gimana juga rasanya gak aneh kalo meja-kursi ancur tiap hari :v

but still, nice writing indeed
lebih enak dibaca ketimbang tulisanmu yang dulu dulu

and lol, ini one shot kan ya
somehow aku ngerti maksud utama cerita ini
"even deliquents reeks for home"

tapi kalo boleh jujur sih ceritanya gak sebagus itu juga, since gak terlalu ninggalin kesan dan plotnya juga rada lembek
cuma sehari hari yang futsu, di universe yang twisted (i prefer the other way around actualy)
Quote:Original Posted By ucokberingas
Wogh kebayang kaya kejadian sehari-hari di tavern-tavern warcraft 3. Dengan lantai dari batu-batu dan sebagian besar bangunan dari kayu emoticon-Belo

[img]http://warcraft.ingame.de/das_spiel/exp/img/tavern.jpg[img]

Dan Arya emoticon-Belo "seekor merpati yang berani masuk ke kandang elang bukankah seekor merpati yang badass ??"


Well dilihat dari satu sudut pandang, dia memang didesign untuk jadi char cewe yang unik emoticon-Stick Out Tongue

Terima kasih sudah membaca emoticon-Belo/

Quote:Original Posted By UchaUcha
Pertanyaan aku cuma satu sih, how they still can running on bussiness emoticon-Hammer

mau diliat gimana juga rasanya gak aneh kalo meja-kursi ancur tiap hari :v

but still, nice writing indeed
lebih enak dibaca ketimbang tulisanmu yang dulu dulu

and lol, ini one shot kan ya
somehow aku ngerti maksud utama cerita ini
"even deliquents reeks for home"

tapi kalo boleh jujur sih ceritanya gak sebagus itu juga, since gak terlalu ninggalin kesan dan plotnya juga rada lembek
cuma sehari hari yang futsu, di universe yang twisted (i prefer the other way around actualy)


Bisnis minuman keras itu menguntungkan loh ~emoticon-Belo~

Cuma simple story yang dibikin dalam 2 hari doang ini (dan tanpa revisi, walau intronya sampe ngulang 2 kali sebelum ketemu yang pas), jadi ya kalo kurang berkesan, masuk akal lah. Gw juga ga terlalu mikirin plot dll, cuma mikir bikin cerita dengan setting bar dan cowo badass model Jonah Hex emoticon-Hammer

Dan terima kasih sudah mampir ~emoticon-Belo/
Cerita yang simpel, namun sesungguhnya menarik karena memperlihatkan keseharian di dunia yang jarang diperlihatkan, bagus emoticon-Add Friend (S)
saya melihat cerita seperti ini jadi sering berpikir, kenapa fantasi, baik game maupun cerita yang ditulis sering menjatuhkan ceritanya ke ranah ambisius atas monomyth seperti menyelamatkan dunia yang udah bener-bener overused, sedangkan cerita sederhana seperti kseharian, katakanlah mercernary yang disewa untuk pekerjaan, hingga pedagang yang berkeliling untuk menemui banyak hal jauh lebih menarik dan dapat memberikan kita lebih banyak gambaran dunianya daripada cerita-cerita big quest
dari penulisannya sih saya rasa bagus, gak ada repetisi kali ini. Dan cara berbicaranya Gregor menjadi distingsi yang cukup unik
Quote:Original Posted By Shangar
Cerita yang simpel, namun sesungguhnya menarik karena memperlihatkan keseharian di dunia yang jarang diperlihatkan, bagus emoticon-Add Friend (S)

saya melihat cerita seperti ini jadi sering berpikir, kenapa fantasi, baik game maupun cerita yang ditulis sering menjatuhkan ceritanya ke ranah ambisius atas monomyth seperti menyelamatkan dunia yang udah bener-bener overused, sedangkan cerita sederhana seperti kseharian, katakanlah mercernary yang disewa untuk pekerjaan, hingga pedagang yang berkeliling untuk menemui banyak hal jauh lebih menarik dan dapat memberikan kita lebih banyak gambaran dunianya daripada cerita-cerita big quest
dari penulisannya sih saya rasa bagus, gak ada repetisi kali ini. Dan cara berbicaranya Gregor menjadi distingsi yang cukup unik


Karena pengaruh game di mana selalu ada ancaman alien yang hendak menghancurkan dunia, mungkin emoticon-Hammer

Ya, untuk orang dengan anatomi rahang seperti Gregor, memang saya rasa pasti dia bakal punya gangguan bicara. Jadi saya buat gaya bicaranya gitu. Syukurlah kalo ga terlalu mengganggu pembacaan emoticon-Belo/

Garden of Life

Dibuat untuk cerbul kasfan bulan Juni. Sebuah cerita pendek setelah hiatus menulis satu bulan lebih emoticon-Hammer Selesai dalam waktu satu malam.

Universe: pseudo-Ravnica I guess

Spoiler for story:


Spoiler for additional Note:

The Experiment

Flash Fiction (109 kata) nuff said

Quote:"Kalung pengendalinya rusak."

"Apa maksudmu rusak!? Cepat gunakan mantramu untuk mengendalikannya!"

"Tentu saja kita dapat melakukan itu... tapi apakah kau tidak ingin melihatnya beraksi?"

Kalimat itu menghantamnya dengan keras. Tentu saja akan banyak kerusakan yang terjadi, tetapi jauh di lubuk hatinya ia tahu ia ingin melihat hasil eksperimennya bekerja secara langsung.

Suara teriakan panik menjalar layaknya wabah.

"Apapun keputusanmu, itu sudah terlambat. Ia sudah beraksi. Sekarang ia menjadi masalah para penjaga, bukan kita."

Ia hanya dapat membeku di tempatnya berdiri. Sebuah gumpalan lendir berwarna merah dengan mudah melahap bulat-bulat benda di sekitarnya. Mulai dari kios-kios pasar, hingga para pedagangnya.

"Ia begitu indah," bisiknya diam-diam dengan sebuah senyum di wajahnya.

An Alchemist Abomination

199 kata, sedikit panjang untuk ukuran flash fiction. Another scientist theme, tapi kali ini dengan bumbu film horror klasik.

Quote:Suara massa yang marah dapat terdengar dari balik pintu gerbangnya. Gerbangnya masih dapat bertahan untuk dua atau tiga hari, tapi suara yang mereka timbulkan, sungguh mengganggu konsentrasinya. Seandainya ia dapat melakukan sesuatu mengenai hal itu.

Tanpa ia sadari, pikirannya tengah berputar dengan rencana yang megah dan sebagai seorang alkemis ia tahu ia harus mewujudkannya.

"Iglor! Ambil telur buaya, darah troll, dan kulit werewolf yang kusimpan di ruang bawah! Setelah itu naikkan penangkap petir di atas! Kita mempunyai eksperimen malam ini!"

Sang asisten, Iglor, hanya dapat mencicit ketakutan sambil menjalankan instruksi tuannya. Ia tahu seberapa brilian pria itu dan ia juga tahu pria itu tidak pernah berpikir apa yang akan terjadi bila ide gilanya benar-benar berhasil.

Setelah melalui hari-harinya tanpa tidur, sang alkemis akhirnya dapat mengeluarkan tawa keberhasilan. Bersamaan dengan suara gerbangnya yang didobrak paksa, halilintar menggelegar. Massa yang marah membanjiri kastilnya, tapi ia telah menemukan solusinya. Ia hanya perlu menciptakan monster yang berpikir bahwa massa dengan obor dan sabit adalah sebuah hidangan mewah.

Ia kelelahan, tapi wajahnya dihiasi oleh senyum damai. Ia duduk di kursinya dan mendengarkan bagaimana teriakan kasar penuh amarah berubah menjadi teriakan panik, sebelum akhirnya semuanya berubah menjadi kesunyian. Sunyi dan damai.

"Akhirnya aku bisa beristirahat."
udah baca semua yang dipost diatas. overall ceritanya menarik, pembawaannya enak, tapi yang paling gw suka itu pesan yang tersirat dalam cerita nya emoticon-Cendol (S)

buat flashfict juga dibawakan dengan baik, dan seperti cerpen2 yang lain, twist yang terjadi pada akhir cerita selalu ada kesan tersendiri. emoticon-Big Grin

Story of A Girl and A Street Ruffian -> hmm...tentang seorang bandit. berada dalam tempat tersendiri dimana ia dapat diperlakukan layaknya manusia terhormat. pembawaan enak, suasana yang tercipta juga hidup. meski ini lebih berat di slice of life, tetap suasana gritty dan konflik yang disajikan cukup mendukung. endingnya juga heartwarming.

"There's nothing like a place that could be called home." -> probably this quote surmises the story.

Garden of Life -> favorit gw sejauh ini. inti ceritanya gak gitu bisa dijelaskan sama gw sih. tapi yang gw tangkep itu ada pada si Irina. mungkin dia itu salah satu penghuni garden yang ditangkap sebelumnya. Dimasukkan ke garden, dan dibiarkan begitu aja sampai dia pada akhirnya berubah jadi ghoul, dan terus menunggu di tempat ini untuk sekian lama sampai kedatangan Kristie.

ngebaca cerita ini gw jadi ingat suatu quote.

"you only realize the value of something once you've lost it."

dalam perspektif Irina, yaitu kehidupan itu sendiri, sewaktu ia melihat Kristie yang masih hidup dengan penuh energi, ia jadi begitu merindukan kehidupannya sendiri yang telah hilang dan tak dapat kembali lagi. gw gak terlalu ngerti sih kenapa mencuri dikit aja bisa dapat hukuman seberat itu, dan cara bagaimana orang2 disitu bisa bebas 'menurut aturan yang berlaku' itu gimana.

tapi yah, intinya tetep dapet sih kalo dilihat dari sudut pandang Irina. mungkin, arti kehidupan itu sendiri baginya adalah self-sacrifice, dengan mengorbankan diri sendiri yang telah rapuh sedemikian rupa, sehingga orang yang mereka kasihi dapat tetap hidup dalam kebebasan. dirinya yang telah mati pada akhirnya dapat menemukan kehangatan yang ia cari, meski ia pada dasarnya sudah mati, dengan memberikan yang terbaik untuk Kristie.

it's happy ending for both ways. a really heartwarming story.

The Experiment - > gw gak gitu ngeh sih buat ngereview flashfict. cuman yah, dua kalimat terakhir lumayan terasa jleb. well done. the sense of corruption and madness in this one really gets to me.

An Alchemist Abomination -> mirip flashfict sebelumnya, cuman kali ini feel gritty nya lebih klop. a sense of redemption for the masses, and the craving for utter destruction for mundane creatures. the definition of misanthropy. ini sama the Experiment sama2 menceritakan tentang penggunaan monster ciptaan for wreaking havoc.

mungkin semacam simbolisme seorang seniman yang menggunakan karyanya sebagai metode untuk melampiaskan stress dan kekesalan? hohoho emoticon-Ngakak (S)

anyway, nice job for writing, ditunggu karya2 selanjutnya emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By VermilionHelix
Spoiler for :


Di cerita garden of life, Irini dari awal itu udah ghoul koq. Tamannya bukan taman necromancer, cuma taman kelompok pecinta bumi versi komunis fantasy. Kesadaran bahwa Irina sendiri ga mungkin bisa keluar dari taman itu mungkin salah satu hal yang mendukung pengorbanan dirinya.

Soal flash fiction yang ada. Saya ga mikir sampe sejauh itu koq emoticon-Hammer

Oke, makasih udah mampir emoticon-Belo/

The Call of Murder

Sebuah cerita pendek yang mengangkat cukup banyak horror tropes.

genre: fantasy-horror

Spoiler for :

The Ugly Otter

Dibuat sebagai salah satu cerita dalam acara fikbul FS. Sebuah cerita fantasi lainnya dengan pembawaan bernuansa komedi (tetapi tentu saja memiliki pesannya sendiri)

Spoiler for The Ugly Otter:
lol wat epic ini bapaknya emoticon-Ngakak

really amusing to read. jokenya gak ada terkesan maksa & masih enak buat diikutin jalan ceritanya.

tapi itu yang ending "gap"nya perasaan rada terlalu jauh IMO. tau tau kok langsung jadi petualang baru so' keren kea gitu emoticon-Hammer

The True Conqueror (part I)

genre: fantasy-action

Spoiler for :

The True Conqueror (part II)

Spoiler for :
Baru baca yang empat awal. Untuk yang flashfic karena endnya bisa punya arti luas, yang terbayang di kepala jadi kegilaan dituangin dalam bentuk tulisan aja.

Jadi komen yang dua fic pertama saja.
Yang fic pertama hubungan kedua karakternya ngena banget. Interaksinya alami dan dialognya juga lancar. Suasana hidup ringannya jadi kerasa, padahal ada kekerasan loh.

Buat yang kedua, kerasa kurang di endingnya. Alasan buat Irina bantu kabur kayak lemah gitu, mungkin kalau dikasih sedikit obrolan sama roh penjaganya tentang, mungkin masa lalu si Irina, bisa kasih impact yang lebih. Sisanya luar biasa emoticon-thumbsup

Sekian pendapat pribadi saya emoticon-Belo/
The True Conqueror; epic!
lanjutkan...

fic yg ngena bgt bagi gue yg alchemist, itu dapet bgt endingnya
pacenya agak aneh sih yang true conqueror, awal awal ngeliatin orang stress yang teriak teriak di tengah kota. lalu jadi novel battle yang sebenernya kita kurang tau pihak protagonist dan antagonis itu maunya apa, untung aja gak ada special effect jedar jeder yang bikin pembaca jadi ngernyitin alis.

lebih cocok jadi script film indie sih ketimbang novel ceritanya, since porsi battle sama porsi pengenalan characternya disini kurang balance kalau buat novel, orang baru mulai baca pengen ngerti ini ada apaan malah dapet politik ruwet dan langsung ke bagian battle. kontentnya terlalu berat ini kalau buat oneshot, jadinya kayak dipendek pendekin biar bisa ngepas 3 halaman A4.

ah and btw ini sebenernya gak terlalu penting sih, tapi claymore itu nama buat sejenis bom loh, dari awal cuma disebut claymore aku malah sempet ngira dia pake bom gitu.
dan motong partnya kurang enak itu sebenernya, yes i know ini 2 part dipostnya bareng. tapi tetep aja kalo di post di forum dengan limit character kayak gini jadinya bikin "rest point" pas perpindahan part. daaan kalo dibikin kayak gini malah jadi gak enak aja keliatannya