alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51a02800be29a00a2000000c/kisah-orang-toraja-meninggal-siapkan-kerbau-seharga-mobil-mercy
Kisah orang Toraja meninggal siapkan kerbau seharga mobil Mercy
Kisah orang Toraja meninggal siapkan kerbau seharga mobil Mercy

Ada istilah yang lahir dari kebudayaan pesta adat kematian Rambu Solo di Toraja. Istilah tersebut adalah 'Mercy Bufallo' yang merupakan gabungan dari merek mobil mewah Mercedez dengan Bufallo yang berarti kerbau.

"Makanya ada istilah Mercy Bufallo karena setiap orang Toraja kalau meninggal harus sedia puluhan kerbau. Apalagi kerbau belang yang harganya Rp 250 juta per ekor," kata warga Toraja, Abu kepada merdeka.com saat berkunjung ke Tana Toraja, Sabtu (18/5).

Sama halnya dengan warga Toraja lainnya, Abu juga menyiapkan 40 kerbau sewaktu neneknya meninggal. Dia menganggap semakin banyak kerbau yang terkumpul maka semakin mudah neneknya mencapai Nirwana. Selain itu, banyaknya kerbau yang disembelih saat upacara itu membuktikan bahwa keluarganya adalah keluarga terpandang.

Merdeka.com kemudian berkesempatan untuk melihat kediaman nenek Abu, benar saja 40 tanduk kebau berjejer vertikal di tiang batu mengikuti atap rumah Tongkonan Toraja.

Di dalam Tongkonan tersebut, Abu mengaku sempat menyimpan jasad neneknya sembari keluarganya mengumpulkan uang. Mereka juga hidup bersama jasad neneknya yang telah mati di dalam rumah Tongkonan yang hanya terdiri dari dua ruangan sedang.

Yang menarik, meski Abu tetap menjalankan ritual atau pesta kematian Rambu Solo, Abu ternyata mengeluhkan dan mengkritik ritual yang terbilang mahal ini.

"Coba lihat kalau keluarganya seperti itu (sambil menunjuk rumah panggung kecil), kalau dipikir-pikir mau berapa lama mereka mengumpulkan uang untuk beli kerbau. Untuk menyelenggarakan upacara kematian hari ini saja jenazahnya harus disimpan selama 6 tahun, baru ada uang setelah 6 tahun," keluh Abu.

Memang sewaktu merdeka.com datang, di Tana Toraja sedang berlangsung upacara Rambu Solo. Saat itu mereka mengadakan pesta dengan memotong belasan babi dan menarikan tarian Ma'badong. Dari keterangan Abu juga, diketahui upacara kematian saat itu diperuntukkan bagi perwira polisi yang wafat 6 tahun lalu. Setelah melakukan tarian, masyarakat Toraja melakukan santap siang dengan tuak dan daging babi yang disajikan untuk para tamu.

Suku adat Toraja, menjadi salah satu suku yang masih kental dengan ritual adat dan keagamaan. Padahal sebagian besar penduduknya telah menganut agama Kristen.

Adat Rambu Solo misalnya, adat ini bisanya berlangsung selama 3 hari untuk golongan masyarakat biasa dan seminggu untuk golongan bangsawan. Sebelum dibawa ke kuburnya di tebing atau di tempat tertentu, mereka harus menyelenggarakan pesta adat yang disebut dengan Rambu Solo. Pesta tersebut menghadirkan banyak tamu, biasanya para tamu membawa babi-babi untuk diserahkan.

Setelah menerima tamu, mereka juga mengadakan pertunjukan seperti adu kerbau atau tari-tarian, hingga keesokan harinya jenazah baru dibawa ke tempat peristirahatan. Berbeda dari zaman dahulu, kini banyak orang Toraja tidak lagi menempatkan jenazah keluarga mereka di gunung atau tebing, tetapi di kubur keluarga atau suatu tempat yang dekat dengan Gereja.

sumber :
Quote:merdeka.com
udah adat kok gan emoticon-Cool
Mahal banget buat pesta adatnya
Budaya sih,udah adat mau gimana lagi
emoticon-Takut
mahal banget tuh kerbauuemoticon-Matabelo
kasian pikun tapi harusnya baik dan rajin menabung
Kalo meninggal nya barengan lbh dari 1 org , bangkrut dah pasti
sering liat nih di acara tv, kalo ga kekumpul duitnya gimana? ga dikuburin kali gan?
wuigh kerbau seharga mobil mercy, yg boneng gan emoticon-Big Grin
bujug 1 kerbau harga yeh bikin jantungan:serem
gk ada pict nya ya gan
Iya ya mahal bener. Cuman kasian aja ya kalau yang gak punya uang buat beli kerbaunya.
kan patungan sekampung gan
Sepupu Ane dah ngerasain tuh Gan...

Bantuin suaminya ngumpulin duit buat bikin upacara kaya' gitu...

emoticon-Matabelo
ahh udah pernah denger gan emoticon-Cool
tradisi
Busyet dah tuh kerbau!
Berul gan, ane orang makassar. Tapi ane belum sempat ke toraja. Tapi daei cerita dari teman ane yg krang tiraja memang betul begitu ceritanya emoticon-2 Jempol
Wah kalo gini caranya, orang miskin dilarang meninggal gan.. emoticon-Frown
udah jadi adat sih
ya muski dilestarikanemoticon-Embarrassment
×