alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/518f0f9a3c118e140c000014/pemerintahan-mafia
Pemerintahan Mafia
Pemerintahan Mafia

kali ini saya akan mengulas tentang sebuah gangster yang umumnya sekelompok orang yang berketurunan orang italia tapi menetap di (umumnya) amerika dan membuat organisai yang baernamakan "Mafia"
langsung aja cekidot bro


Mafia berasal dari sebuah pulau di Negara Italia bernama Sicilia. Sicilia merupakan wilayah yang tidak pernah tenang. Mereka selalu dianggap biang kerok oleh pemerintah pusat apakah itu penjajah dari negara lain atau pemerintah Italia. Seiring dengan berjalannya zaman, Mafia menjadi kata yang identik dgn pulau Sicilia. Ia menjadi simbol pemberontakan rakyat Sicilia melawan pemerintah pusat

Mafia muncul sebagai organisasi “pemerintah bayangan” sejak jatuhnya penjajahan Perancis. Rakyat yang tidak puas dengan pemerintahan pusat lebih mempercayai mafia ketimbang aparat keamanan untuk mengatasi masalah-masalah mereka sehingga di antara petani-petani Sicilia--khususnya anggota Mafia--terbentuk kode etik yang disebut Omerta. Yang artinya rahasia. Rahasiakan segalanya dari pemerintah pusat dan aparat.

Saat Mussolini memegang tampuk pemerintahan, Mafia menjadi gerakan bawah tanah. Di perang dunia II, Mafia membantu pasukan sekutu sehingga mereka bisa merebut Sicilia tanpa jatuh banyak korban. Setelah kejatuhan Mussolini, Mafia kembali tumbuh subur di Sicilia. Bahkan kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui imigran-imigran italia. Pimpinan dari keluarga mafia disebut “The Godfather” (Bapak baptis) atau biasa dipanggil “Don” anggotanya disebut “Mafioso” yang berarti “pria terhormat”. Keluarga Mafia bukan hanya organisasi kejahatan tapi seperti suatu perusahaan dengan managemen yang tertata rapi mulai dari algojo, ahli keuangan sampai pengacara.





Kekuatan Mafia mencapai puncaknya di AS pada pertengahan abad ke-20, hingga rentetan penyelidikan FBI pada tahun 1970-an dan 1980-an agak mengurangi pengaruh mereka. Meski kejatuhannya tersebut, Mafia dan reputasinya telah tertanam di budaya populer Amerika, difilmkan di televisi dan bahkan iklan-iklan. Begitu menariknya dunia mafia, sehingga membuat Mario Puzo menuliskannya dalam sebuah novel berjudul “The Godfather” yang kemudian diangkat dalam film berjudul “The Godfather” terdiri dari tiga sequel atau Trilogy.

Film “The Godfather” ini menggambarkan secara utuh bagaimana keluarga-keluarga mafia Italia menjalankan kehidupan bisnis dan pribadinya. Seorang Vito Corleone yang mengawali karirnya dengan membunuh seorang tukang peras yang selalu minta hasil besar dari bisnis mencurinya, yang ia jalankan pada mulanya atas dasar tuntutan kebutuhan ekonomi keluarganya.

Dalam dunia Mafia, balas dendam, pembunuhan dan narkotika adalah hal biasa. Tapi tidak dengan tokoh mafia bernyali tinggi dari Sisilia -Italia bernama Don Vito Corleone. Bagi pemimpin mafia ini yang menguasai New York dan beberapa wilayah di Amerika yang sangat menghargai komitmen juga sangat menjunjung tinggi arti persahabatan dengan tegas menolak narkotika dalam bisnisnya. Meskipun pembunuhan karena pengkhianatan masih menjadi tradisi. Bagi seorang Vito Corleone, membunuh untuk keadilan adalah sesuatu yang pantas dan halal. Sebagai seorang kepala keluarga, Vito adalah seorang ayah dan suami yang baik yang tak pernah melewatkan akhir pekan bersama keluarganya. Bahkan Vito tidak pernah membicarakan bisnis di meja makan.

Perbedaan besar dunia mafia yang ia geluti adalah cara mendapatkan dan mempertahankannya. Seorang mafia tidak akan sungkan-sungkan menggunakan cara-cara kotor demi meraih keuntungan termasuk kekerasan apabila bisnisnya terganggu atau terhalang. Persaingan bisnis mafia sering berakhir dengan pertumpahan darah antar sesama keluarga mafia. Terkadang perang antar mafia juga melibatkan aparat keamanan bahkan pemerintah.

Politisi Mafia
Sesungguhnya apa yang dijalani oleh mafia adalah prinsip-prinsip Machiavelli. Dalam dunia politik seringkali politisi-politisi tidak segan untuk menghalalkan segala cara. Dengan menyaksikan dunia politik baik di pentas Aceh ataupun nasional kita dapat melihat dengan mata telanjang praktik tata cara mafia berlaku dalam pentas politik.

Kaum politisi yang menggunakan segala cara dalam meraih kekuasaan atau kepentingan politik dan bisnisnya, disadari atau tidak, telah menjadi mafia dalam panggung kekuasaan yang seharusnya digunakan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Hal ini belum seberapa jika tidak dibumbui kekerasan sebagaimana mafia sesungguhnya. Namun pada praktiknya di Aceh pun sering terdengar tentang kasus kekerasan yang berkaitan dengan politik dan bisnis yang melibatkan “oknum” aparat keamanan, seperti yang terjadi baru-baru ini.

Sebuah buku yang mengupas tentang teori bisnis mafia adalah “The Mafia Manager, A Guide to the Corporate Machiavelli.” kalimat pembuka dalam buku tersebut adalah “Kamu bisa mendapatkan hasil lebih banyak dengan kata-kata manis dan sepucuk senjata daripada hanya dengan kata-kata manis. Penulis buku ini juga seorang mafia yang mencantumkan satu huruf saja sebagai nama yaitu “V”. Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah jalan mafia hanya tersedia bagi orang-orang yang menginginkan keuntungan yang lebih dari sekadar uang dan materi saja, yaitu orang-orang yang menginginkan prestasi tertinggi dan ambisius. Di sinilah letak perbedaan mendasar dibandingkan dengan teori-teori bisnis lain yang hanya mengejar keuntungan dari segi materi dan finansial saja.

terimakasih yang udah menyempatkan diri untuk membaca thread ane

jangan lupa gan yang berbaik hati timpuk ane pake emoticon-Blue Guy Cendol (L) emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L) tapi jangan ditimpuk pake emoticon-Blue Guy Bata (L)

emoticon-Ngakak
wuih mafia gan emoticon-Belo
berasa di Lounge emoticon-Ngakak biasanya yg bikin trit ginian trus ditinggal pergi emoticon-Cape d... (S)
×