alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/518e37f0532acfc01e000005/nominasi-aga-khan-award-bidang-arsitektur-2013--lestarikan-budaya-indonesia
Cool 
BANGGA GAN, SALAH SATU ARSITEKTUR BUDAYA INDONESIA MASUK NOMINASI AGAK HAN AWARD
HORAY

Quote:
SEMOGA MENAMBAH WAWASAN UNTUK MELESTARIKAN DAN MENCITAI BUDAYA INDONESIA
JANGAN LUPA GAN
emoticon-Blue Guy Cendol (L) / emoticon-Rate 5 Star


Quote:
20 karya arsitektur terpilih menjadi finalis Aga Khan Award for Architecture tahun 2013. Penghargaan arsitektur tiga tahunan ini diberikan kepada karya arsitektur di dunia, yang mencerminkan pluralitas di tempat komunitas dan masyarakat Muslim tinggal.

Para pemenangnya akan diumumkan pada September 2013, dengan total hadiah sebesar 1 juta dollar AS. Preservasi Mbaru Niang, desa Wae Rebo, Flores, terpilih sebagai salah satu kandidat.


Quote:
1. Mbaru Niang, desa Wae Rebo, Flores
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Pelestarian Mbaru Niang, desa Wae Rebo, Flores, dimulai oleh arsitek Yori Antar. Rumah kerucut warisan kebudayaan Manggarai ini masih dihuni oleh masyarakat setempat, tetapi berada dalam kondisi yang rentan. Proses pelaksanaan preservasi dilakukan dan dipimpin oleh masyarakat setempat. (AKAA / Courtesy of Architect)

2. Salam Centre for Cardiac Surgery
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Salam Centre for Cardiac Surgery merupakan rumah sakit jantung di Khartoum, Sudan. Massa bangunannya seperti paviliun di tengah taman luas. Ventilasi dan pencahayaan yang baik membuat pasien di rumah sakit ini merasa seperti sedang di rumah—intim dan aman. (AKAA / Raul Pantaleo)


3. Akademi bola Mohammed VI, Maroko
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Akademi bola Mohammed VI, Maroko, diperuntukkan untuk siswa 13-18 tahun. Bangunannya diatur seperti dusun tradisional, yang menghadirkan perasaan berkomunitas. (AKAA / Cemal Emden)


4. Mapungubwe Interpretation Centre, Limpopo, Afrika Selatan.

Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Mapungubwe Interpretation Centre terletak di Limpopo, Afrika Selatan. Inspirasinya diambil dari motif ukiran pada bebatuan yang ditemukan di bukit Mapungubwe, sebuah situs Warisan Dunia. Ruang pameran dan pelatihan mengambil bentuk kubah, dengan bentang paling besar mencapai 14,5 meter. (AKAA / Obie Oberholzer)

5. Museum of Handcraft Paper berada di Gunung Gaoligong, Yunnan, China

Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Museum of Handcraft Paper berada di Gunung Gaoligong, Yunnan, China. Yunnan merupakan salah satu provinsi di China yang memiliki banyak penduduk Muslim. Bangunan ini menyediakan ruang pameran untuk kerajinan tangan antik dan artefak-artefak lokal. Material yang digunakan antara lain kayu lokal, bambu, dan kertas kerajinan tangan. (AKAA / Shu He)

6. Jembatan Hassan II,Maroko
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Jembatan Hassan II menghubungkan antara Rabat dan Salé, Maroko. Rancangannya menghormati visual lingkungan sekitar yang cenderung mendatar. Selain menyediakan koneksi transportasi, struktur jembatan ini juga menjadi atap untuk tanah aluvial dari sungai Bouregreg. (AKAA / Marc Mimram)

7. Preservasi situs-situs oasis di Guelmim, Maroko
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Preservasi situs-situs oasis di Guelmim, Maroko, ini dikerjakan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Salima Naji, arsitek dan antropolog yang bertanggung jawab melakukan preservasi, memberikan pelatihan teknik-teknik pembangunan tradisional kepada para pekerja. Komunitas-komunitas setempat juga turut dilibatkan. (AKAA / Cemal Emden)


8. Benteng Thula
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Setelah sempat terancam rusak karena pembangunan jalan, komunitas di Thula melakukan restorasi Benteng Thula. Prosesnya antara lain dengan membangun kembali dinding-dinding yang sebelumnya sudah terkubur beserta beberapa bangunan pendukung lainnya. Thula dikenal dengan arsitektur yang menggunakan bebatuan masif. (AKAA / Cemal Emden)

9. Benteng Ahhichatragarh, Nagaur
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Benteng Ahhichatragarh yang terletak di jantung kota Nagaur merupakan salah satu pusat permukiman Muslim pertama di India utara. Rehabilitasi benteng ini melibatkan penemuan material dan teknik konstruksi era awal dan pelestarian lukisan-lukisan serta fitur arsitektur lainnya. (AKAA / Minakshi Jain)

10. Birzeit Historic Centre, Palestina
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Revitalisasi Birzeit Historic Centre, Palestina, melibatkan banyak pihak antara lain komunitas setempat, LSM, sektor swasta, pemilik, dan pengguna. Setelah direvitalisasi, tempat ini menjadi pusat aktivitas komunitas. (AKAA / RIWAQ)

11. Tabriz Bazaar
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Kompleks Tabriz Bazaar merupakan situs bersejarah yang sudah dilindungi sejak 1975. Tempat ini direhabilitasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masa sekarang. Kualitas infrastruktur ditingkatkan dan ruang-ruang publik dibangun untuk menyegarkan kawasan ini. (AKAA / Amir Anoushfar)

12. Kirinda, Sri Lanka
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Shigeru Ban, arsitek Jepang ternama, merancang prototipe rumah untuk desa nelayan Muslim di Kirinda, Sri Lanka, yang hancur karena tsunami tahun 2004. 100 rumah dibangun, dengan memanfaatkan tenaga kerja dan material lokal. (AKAA / Dominic Sansoni)

13. Tripoli, Libya
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Akibat perang tahun 2007, sebuah kamp di Tripoli, Libya rusak total dan membuat 27.000 orang kehilangan tempat tinggal. Rekonstruksi kamp tersebut dilakukan sejak 2008, dengan melibatkan komunitas setempat dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan. (AKAA / Abdelnaser Ayi)

14. Mahallat, Iran
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Proyek apartemen kecil di kota Mahallat, Iran, ini menggunakan material batu-batu bekas, baik untuk eksterior maupun interior. Mayoritas matapencaharian penduduk di kota ini bergantung pada bisnis batu. Berkat ide dalam proyek ini, banyak pembangun setempat yang terdorong untuk melakukan hal serupa. (AKAA / Omid Khodapanahi)



SUMBER

Cool 

Quote:
Quote:
15. Gedung Institut Film dan Animasi Kantana, Thailand
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Gedung Institut Film dan Animasi Kantana, Thailand, didominasi oleh dinding masif delapan meter yang menggunakan bata. Ini membuat ruang dalam gedung ini terlindung dari cuaca panas. (AKAA / Pirak Anurakyawachon)

16. Makam Muslim di Altach, Austria
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Makam Muslim di Altach, Austria, dirancang oleh Bernard Bader Architects. Makam ini melayani populasi Muslim di Voralberg, negara bagian Austria, yang mencakup 8 persen dari seluruh penduduk. Rancangan makam ini tampak puitis. Warna materialnya tampak lembut dan senada, sementara rangkaian ruang-ruang di dalamnya justru terasa kuat. (AKAA / Adolf Bereuter)


17. Herat, Afganistan
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Sekolah ini dibangun untuk menghormati Maria Grazia Cutuli, jurnalis Italia, yang mati dibunuh di Afganistan tahun 2001. Ia terletak di Herat, Afganistan. Warna biru yang mendominasi eksterior bangunan ini merefleksikan pigmen yang sering digunakan pada tembikar lokal. (AKAA / Nazes Afroz)


18. Sekolah Lycée Français Charles De Gaulle
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Sekolah Lycée Français Charles De Gaulle ini terletak di Damaskus, Suriah. Bangunan di iklim gurun ini menggunakan ventilasi natural. Dengan menata hubungan ruang luar dan bangunan, tercipta iklim mikro yang menjaga suhu ruang dalam bangunan ini. (AKAA / Alhadi Albaridi)

19. Sekolah Umubano, Kigali, Rwanda
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

Sekolah Dasar Umubano, Kigali, Rwanda, terdiri dari tujuh bangunan yang di dalamnya terdiri dari 9 kelas dan satu perpustakaan. Lokasinya terletak di lahan miring. Materialnya menggunakan bata dan bambu. (AKAA / Jean-Charles Tall)

20. The Met Tower
Nominasi Aga Khan Award Bidang Arsitektur 2013 : Lestarikan Budaya Indonesia

The Met Tower, bangunan apartemen 66 lantai di Bangkok, tidak menggunakan pendingin ruangan. Karya WOHA Architects ini menggunakan ventilasi natural. Setiap lima lantai, terdapat teras terbuka untuk barbekyu, perpustakaan, dan spa. (AKAA / Patrick Bingham-Hall)

HEBAT,,,, mantep dech emoticon-Rate 5 Star