alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/518e073c6012435d6700000a/penipuan-berkedok-syariah-islam-masuk-gan
Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan
Mohon Bantu rate ma sundul ya gan, supaya ga jatuh korban lagi. Udah banyak korbannya, termasuk tsemoticon-Mewek

Mungkin anda pernah menerima tawaran investasi dengan prinsip syariah yang menjanjikan suatu return tertentu dan dengan jaminan emas fisik ataupun semacam Buy Back Emas, dan biasanya returnnya adalah sekitar 2% – 4% per bulan selama periode tertentu.

Untuk mendapatkan jaminan emas fisiknya tersebut, kita diharuskan membeli emas di mereka dengan harga emas hari itu tetapi LEBIH MAHAL ratenya sekitar 20% – 30% dari harga emas di pasaran. (Contoh: harga emas normal di pasaran sebenarnya adalah Rp.500 ribu per gram, tapi mereka menawarkan kepada anda Rp.650 ribu / gram). Dan biasanya mereka menggunakan acuan harga Emas LM (Logam Mulia) atau Emas Antam tetapi di mark up 30% lebih mahal.

Banyak orang awam yang tertarik dan akhirnya ikut dengan program investasi emas seperti ini, karena merasa tergiur dengan returnnya dan juga merasa aman karena terdapat sertifikat halal dari MUI, mengandung prinsip syariah, mengaku bekerja sama dengan Bank Syariah, ada jaminan emas nya, ataupun guarantee buy back. TETAPI sebenarnya hal itu adalah suatu Trik Belaka.

Ok, sekarang akan kami BONGKAR kenapa hal itu sebenarnya berbahaya dan lebih baik tidak ikut ?

Begini, anggap saja anda berinvestasi Rp.100 juta di sana. Anda akan diberikan jaminan emas fisik oleh mereka seharga Rp.70 juta, Return pendapatan per bulannya yang dijanjikan yaitu sebesar 2% nya dari Rp.100 juta yaitu Rp. 2 juta / bulan. Nah disini permainannya: Sebenarnya anda berinvestasi emas Rp.100 juta maka harusnya anda mendapatkan emas senilai Rp.100 juta juga kan… tetapi disini tidak, karena mereka harus ada Spare sekitar 30% untuk diputar sebagai HYIP ataupun Ponzi (yaitu Rp.30 juta dari 100 juta tersebut). Jadi sisa uang anda yang Rp.30 juta tersebut lah yang diputar di suatu program HYIP ataupun skema Ponzi. (yaitu skema gali lubang tutup lubang dari dana yang didapat dari member baru untuk membayar member lama), selain itu bisa juga sisa dananya adalah benar-benar ditradingkan, tetapi sangat beresiko sekali untuk loss jika menjanjikan fix return tinggi seperti itu.

Jadi ibaratnya disini anda sebetulnya berinvestasi di HYIP atau Money Game yang ber-return sekitar 6% atau 7% per bulan dengan modal Rp.30 juta tersebut (tidak ada bedanya kan), tetapi karena penyampaiannya yang berbeda yang seolah-olah anda diberi jaminan emas tersebut yang membuat orang-orang menjadi tertarik, padahal sama saja bohong

Memang daripada anda ikut HYIP yang tanpa jaminan maka program investasi dengan jaminan emas ini TERLIHAT lebih menarik dan lebih bertahan, padahal kalau kita Jeli mempelajarinya sebenarnya juga sama saja, hanya cara trik penyampaiannya yang membuat orang jadi berminat mengikutinya.

Apalagi ditambahkan dengan suatu embel-embel skema MLM / Cari Downline , atau penghargaan dan sertifikat halal, legalitas PT, MUI, Testimoni, Kantor-kantornya dan sebagainya sebagai bumbu-bumbunya yang terkadang dapat membius kita, padahal semuanya itu hanya TRIK, dan bisa didapatkan dengan “Sogokan” !
(anda tahu sendiri Indonesia ini bagaimana…. tetapi kalau di negara maju seperti Amerika Serikat maka jenis investasi seperti ini pasti dilarang karena memang menipu)

Berikut ane informasikan beberapa perusahaan yang terlibat

GTI Syariah sertifikat halal MUI



Emas Bodong GTI Syariah Dianggap Ranah Kepolisian
JUM'AT, 01 MARET 2013 | 14:59 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Emas bodong dianggap sebagai kasus yang bukan dalam ranah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. "Sebenarnya ini ranah pidana, jadi di Kepolisian," kata Kepala Bappebti, Syahrul R. Sempurnajaya, dalam konferensi pers di kantornya, Jumat, 1 Maret 2013. Ia menjelaskan, belakangan memang marak adanya laporan mengenai perusahaan investasi yang merugikan masyarakat. Perusahaan-perusahaan itu bergerak di bidang perdagangan emas. Beberapa di antaranya adalah Raihan Jewellery, Golden Trader Indonesia Syariah (GTIS), Virgin Gold Mining Corporation, serta Trimas Mulia. Raihan beroperasi di Aceh, Medan, Riau, hingga Surabaya.

Syahrul mengatakan, sebenarnya kebanyakan perusahaan itu merupakan rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebenarnya, kata dia, transaksi tersebut merupakan kegiatan jual-beli biasa. Namun, Bappebti menilai kegiatan jual-beli oleh perusahaan-perusahaan itu tidak sesuai dengan skema transaksi dalam perdagangan berjangka komoditas. Misalnya, Raihan Jewellery melakukan transaksi emas fisik biasa. Namun, harga yang ditawarkan 20-25 persen lebih mahal daripada harga di pasar fisik biasa atau dari harga logam mulia Antam. Dalam skema ini, kata Syahrul, perusahaan menawarkan bonus atau fixed income tiap bulan dalam periode tertentu kepada tiap investor.

Skema selanjutnya adalah investasi emas nonfisik. Syahrul menjelaskan, dengan skema ini, emas yang sudah dibeli investor dititipkan kembali kepada Raihan Jewellery. Sebagai bukti, nasabah memegang bukti pembayaran serta surat perjanjian investasi. Kontrak investasi memiliki jangka waktu 6-12 bulan. Nasabah dijanjikan menerima bonus tetap bulanan sebesar 4,5-5,4 persen dari investasi. Jika masa kontrak berakhir, nasabah bisa menjual kembali emas tersebut kepada Raihan Jewellery dengan harga pembelian awal. "Saya tidak bisa mencokok dia, karena dia punya izin resmi," kata Syahrul.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...nah-Kepolisian

Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan
Ketua Bidang Fatwa MUI Ma'ruf Amien (kanan) didampingi Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan (tengah) dan Wakil Sekjen MUI Natsir Zubaidi (kiri) memberi keterangan mengenai adanya pernyataan tentang pelarangan khitan perempuan di kantor MUI, Jakarta, Senin (21/1). ANTARA/M Agung Rajasa

Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan

MUI Akan Ambil Alih Saham PT GTI Syariah
JUM'AT, 01 MARET 2013 | 10:55 WIB

TEMPO.CO, Yogyakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengambil alih saham PT Golden Traders Indonesia (GTI) Syariah yang sebagian besar milik warga negara Malaysia. "Agar tidak menimbulkan persoalan bagi nasabah," kata konsultan PT GTI Syariah Yogyakarta, BRAy Joyokusumo, kepada Tempo, Kamis, 28 Februari 2013. Menurut dia, para pemegang saham perusahaan itu telah membahasnya. Saham GTI Syariah dimiliki oleh perorangan dan lembaga. MUI memiliki saham sebesar 10 persen, Ketua DPR Marzuki Alie 10 persen, sisanya dikuasai dua warga Malaysia. Salah satunya Ong Han Cun. Ong diduga melarikan emas dan uang nasabah sebesar Rp 10 triliun. Namun, Joyokusumo membantah Ong kabur ke luar Indonesia. "Ini hanya persoalan internal dan ada pembenahan sistem pendataan nasabah GTI Syariah."

Joyokusumo mengatakan MUI sebagai Dewan Penasehat PT GTI Syariah juga telah mengeluarkan pengumuman perusahaan itu tetap menjalankan mekanisme perusahaan. Surat tertanggal 28 Februari 2013 itu berisi seruan agar seluruh staf, karyawan, dan agen PT GTI Syariah tetap bekerja seperti biasanya dengan alasan perusahaan itu dalam pengawasan MUI. Surat ditandatangani oleh Dewan Penasehat dan Pengawas PT GTI Syariah, KH. Aziddin. GTI Syariah memiliki lebih dari 100 nasabah. GTI Syariah menjual emas batangan produk PT Aneka Tambang dengan harga 20 persen lebih mahal ketimbang harga emas di pasaran. Nasabah setiap bulan mendapatkan bonus sebesar 1,5-2 persen dari harga pembelian emas.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...PT-GTI-Syariah

Marzuki Alie Pernah Testimoni Soal GTI Syariah
JUM'AT, 01 MARET 2013 | 16:35 WIB

Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan
Ketua DPR RI, Marzuki Alie

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie memastikan tak terlibat dalam PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) yang bergerak di bidang investasi emas. Marzuki menegaskan ia hanya beberapa kali bertemu dengan manajemen GTIS. Pertemuan itu pun tak ada kaitannya dengan keikutsertaan dia, namun murni sebagai ajang silaturahmi. Sebelumnya, saham GTI Syariah disebut-sebut dimiliki oleh perorangan dan lembaga. Majelis Ulama Indonesia memiliki saham sebesar 10 persen. Sedangkan Ketua DPR Marzuki Alie 10 persen. Sisanya dikuasai dua warga Malaysia. Salah satunya adalah Ong Han Cun. Marzuki sudah membantah kebenaran informasi kepemilikan saham tersebut.

Meski begitu, laman GTI Syariah di Banjar Baru masih mencantumkan nama Marzuki bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah di GTIS. Dari laman itu, ada testimoni Marzuki dan Ma'ruf soal bisnis perusahaan investasi emas tersebut. Berikut pernyataan Marzuki dan Ma'ruf yang disebarluaskan seolah sebagai promosi GTI Syariah itu.

Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan

DR.H.MARZUKI ALIE.SE.MM /Ketua DPR RI
"Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah SWT. Investasi emas merupakan investasi yang paling aman di dunia, apalagi investasi tsb dilakukan dengan syariat Islam. GTIS adalah unit usaha perdagangan emas yang dilakukan dengan melaksanakan syariat Islam sesuai dengan sertifikat syariah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional MUI. Saya mengucapkan selamat kepada GTIS yang telah memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk berinvestasi emas. Pesan saya, laksanakan usaha perdagangan emas tersebut dengan berpegang teguh kepada syariat Islam dan peraturan perdagangan yang berlaku di Indonesia."

Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan

K.H MA’RUF AMIN/Ketua MUI
"Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Di tengah situasi dan kondisi keuangan global yang tidak menentu seperti terlihat beberapa waktu terakhir. Setiap orang dituntut untuk pintar-pintar memilih investasi yang tepat sebagai upaya memberikan rasa aman terhadap kondisi keuangan di masa berikutnya. Banyak pilihan untuk menentukan jenis investasi apa yang menwarkan imbal balik tinggi, namun untuk menentukan jenis investasi yang memberikan rasa aman dan sekaligus rasa nyaman sungguh tidak mudah. Kondisi keuangan global yang tidak menentu memberikan andil terjadi fluktuasi yang tidak menentu pada sektor investasi, sehingga sulit memberikan rasa aman terhadap para investor. Pada saat yang sama, jenis investasi yang ditawarkan saat ini masih sedikit yang sesuai dengan sistem syariah, sehingga belum memberikan rasa nyaman terutama bagi investor muslim.

Di tengah kondisi yang demikian, Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) menawarkan jenis perdagangan yang memberikan rasa aman dan sekaligus rasa nyaman, yaitu berinvestasi melalui emas. Dari dulu sampai hari ini masyarakat masih tertarik untuk berinvestasi melalui emas karena dianggap sebagai jenis investasi yang paling stabil dibandingkan dengan yang lainnya. Oleh karenanya emas dianggap sebagai investasi yang memberikan rasa aman dan sekaligus rasa nyaman. Di sisi lain, GTIS merupakan lembaga jual-beli emas yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang sudah memperoleh sertifikat kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Karena itu memberikan rasa nyaman, terutama bagi investor muslim.

Berinvestasi dengan emas melalui Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) merupakan pilihan rasional saat ini untuk berinvestasi yang memberikan rasa aman sekaligus rasa nyaman. Karena itu diharapkan berjalan sesuai dengan ketentuan syariah dan memperoleh sambutan dari masyarakat. Diharapkan pula agar GTIS membangun kerja sama dengan perbankan syariah atau pegadaian syariah, karena keduanya beroperasi sesuai prinsip-prinsip syariah, sehingga bisa menjangkau lapisan masyarakat luas dan sekaligus bisa saling menunjang dan mendukung di antara lembaga keuangan syariah tersebut. Demikian dan terima kasih."

http://www.tempo.co/read/news/2013/0...al-GTI-Syariah

------------------------------

MUI kok bisnis emas, bisnis sertifikat HALAL, lalu apa lagi?

Raihan Jewellry

JAKARTA. Pihak yang bisa dikenai ancaman pidana dalam kasus investasi emas illegal tak cuma pengurus perusahaan. Tenaga pemasar dan agen yang menjajakan produk tersebut juga bisa diseret dengan pasal pidana karena terlibat sebagai pelaku tindak pidana.
Menurut pakar hukum pidana Ganjar Laksmana, tenaga marketing memang bertindak untuk dan atas nama si perusahaan, dan diperintahkan oleh atasannya. Termasuk teknik dan strategi pemasaran produknya juga diajarkan oleh perusahaan.
Namun mereka menjadi aktor penting dalam menggaet nasabah hingga mencemplungkan dananya di perusahaan tersebut. Selain itu mereka juga ikut menikmati keuntungan berupa komisi dari setiap dana klien yang masuk. "Tenaga marketing itu pelakunya, yang berhadapan dengan kliennya," tandas Ganjar.
Sementara untuk menjerat pengurus perusahaan termasuk pemilik perusahaannya ke ranah pidana, digunakan konsep penyertaan. Artinya, mereka ini tidak melakukan tindak pidana itu sendirian, melainkan menggunakan orang lain untuk melaksanakannya. "Masak marketingnya doang yang bersalah. Perusahaan kan terlibat dong," ujarnya.
Pemilik dan pemimpin perusahaan, termasuk agen dan marketing bisa saja dikenai pasal pidana penipuan berdasarkan KUHP pasal 378. Bunyinya; barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Sumber: http://nasional.kontan.co.id/news/ma...-bisa-dipidana

Golden Bullion Indonesia

Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan




ULTAH PERTAMA :
Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan

PEMBUKAAN CABANG MALANG
Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan

TALK SHOW RADIO SONORA JAKARTA
Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan

PEMBUKAAN CABANG MEDAN
Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan

SKEMA SYARIAH
Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan

PEMBUKAAN CABANG SURABAYA
Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan

PEMBUKAAN CABANG MAKASAR
Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan

Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan

World Achievement Association dan Rajasa Event Organizer baru baru ini memberikan Penghargaan kepada PT. Gold Bullion Indonesia yaitu CERTIFIED INTERNATIONAL GOOD COMPANY AWARD 2013 untuk katagori " The Most Trusted Company Of The Year " dimana Award tersebut ditanda tangani oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bapak Ir. M. Hatta Rajasa, dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Bapak Dr. H.R Agung Laksono.


Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan

WEBSITE : GBI WEBSITE

Golden Bullion
Ga ngerti ane gan emoticon-Ngacir
makin banyak aje penipu di dunia ini emoticon-Cape d...

PT Lauran Emas Mulia


Baban Gandapurnama - detikNews
Penipuan berkedok Syariah Islam. Masuk Gan
Bandung - Seratusan nasabah PT Lautan Emas Mulia (LEM) cemas
lantaran perusahaan investasi emas tersebut mendadak kolaps. Para
nasabah dari berbagai kalangan itu pun menggeruduk kantor PT LEM
di Jalan Pasirkaliki No 18, Kota Bandung, Selasa (30/4/2013).
"Anah PT LEM ini. Pada 28 Februari lalu pengelolanya bilang sehat.
Tapi 11 Maret kemarin dikatakan kolaps. Wajar kalau nasabah gusar
dengan kabar tersebut," jelas pengacara nasabah, Jefri M Hutagalung,
kepada wartawan di kantor PT LEM.
Nasabah makin geram karena kantor tersebut tertutup rapat. Tidak
ada aktivitas sama sekali. Pintu rolling door kantor terkunci. Hanya
ada satu kertas berisi pengumuman tertempel di pintu yang bertulis,
'Pengumuman. Kami memohon maaf bahwa sehubungan dengan
habisnya masa kontrak ruko PT Lautan Emas Mulia Cabang Bandung,
maka kami mememberitahukan seluruh operasional PT LEM Bandung
dipindah alihkan pusat berlamat di PT Lautan Emas Mulia, Menara
Global Lantai 12 Suiete B, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 27,
Jakarta 12950. Terimakasih PT Lautan Emas Mulia'.
"Perusahaan tidak menjelaskan alasan kolaps. Karena itu nasabah
mempertanyakan uang yang dinvestasikan di LEM. Kemana larinya
uang? Bayangkan, ada sekitar 400 nasabah asal Kota Bandung yang
investasi di LEM ini," ujar Jefri.
PT LEM cabang Bandung sudah tiga tahun beroperasi. Tawaran
mereka kepada nasabah antara lain berupa investasi emas berupa
fisik dan non fisik. Perusahaan mengiming-imingi keuntungan 2
hingga 4,5 persen per bulan kepada nasabah yang berinvestasi emas.
Untuk investasi emas fisik, nasabah harus membeli minimal 100
gram. Investasi emas non fisik, nasabah membeli minimal 25 gram.
Emas dijual PT LEM ini lebih mahal atau selisihnya ditinggikan sekitar
30 persen dari harga pasaran. Misalnya satu gram di pasaran seharga
Rp 500 ribu, nasabah membeli dari PT Lem senilai Rp 700 ribu.
Nasabah tak masalah lantaran emas dinvestasikan dan dijanjikan
mengantongi keuntungan.
"Pada akhir 2011 lalu, saya investasi emas fisik senilai 70 juta rupiah
untuk mendapat 100 gram emas. Tiap bulan memang mendapat
keuntungan dua persen. Lalu menginjak enam bulan, sesuai
perjanjian, PT LEM membeli emas itu sesuai harga waktu membeli
atau 70 juta rupiah. Memang benar uangnya cair," kata salah satu
nasabah, Wawan (32).
Wawan tak merasa curiga karena PT LEM sudah menepati janji. Ia
makin tergiur dan kembali investasi emas fisik sebanyak 1 kilogram
emas atau seharga Rp 700 juta. "Tapi kok perusahannya bilang
kolaps. Saya mencoba menagih, tapi mereka bilang agar menunggu.
Berulang kali tetap begitu. Kerugian dialami saya yakni 300 juta
rupiah. Itu angka selisih 30 persen dari 700 juta yang
diinvestasikasikan," kata Wawan.
Seratusan nasabah bernasib serupa dengan Wawan itu tak bisa
berbuat banyak. Raut kecewa tergambar di wajah mereka karena tidak
bisa bertemu pengelola atau manajeman PT LEM. Aksi nasabah
mendatangi kantor investasi emas ini dijaga sejumlah polisi
berpakaian preman. Sebagian nasabah membubarkan diri sekitar
pukul 12.00 WIB. Sebagian lagi menunggu kepastian.
[url]http://m.detik..com/bandung/read/2013/04/30/125343/2233963/486/mendadak-kolaps-seratus-nasabah-geruduk-kantor-investasi-emas-di-bandung[/url]


PT. Primaz

JAKARTA. Kasus gagal bayar perusahaan investasi emas kembali terjadi. Kali ini, korbannya adalah nasabah PT Peresseia Mazekadwisapta Abadi atau yang lebih dikenal dengan nama Primaz.
Terhitung sejak 18 April 2013 lalu, sejumlah nasabah perusahaan investasi yang berkantor pusat di Kawasan Mega Grosir Cempaka Mas Blok F No. 14 tersebut sudah tidak lagi menerima bonus 2,5% per bulan seperti yang dijanjikan Primaz. Nasabah juga tidak mendapatkan kejelasan atas nasib dana investasi mereka.
Puluhan nasabah yang mendatangi kantor Primaz harus kecewa. Andreas, nasabah Primaz, harus gigit jari setelah sejak, Jumat (26/4) pagi sampai sore, menunggu tidak mendapatkan hasil apapun. Tidak satu orang pun dari pihak Primaz yang mau menemui nasabah. "Saya kena Rp 300 juta," kata Andreas yang mengaku sudah berinvestasi di Primaz setahun lalu.
Asep, bukan nama sebenarnya, juga resah atas keamanan dana investasinya di Primaz. Pasalnya sejak pertengahan April lalu, nasabah dari Bandung ini tak menerima hasil dari investasi sebesar Rp 420 juta. Bukan hanya itu saja, pembayaran bunga perpanjangan kontrak yang harusnya diterima di awal kontrak juga tidak diberikan lagi. Ia berinvestasi di Primaz sejak Desember 2012.
Marketing Primaz yang dimintai keterangan tidak mau menjelaskan kenapa Primaz tidak mau menjalankan kewajiban mereka lagi. "Mereka malah mengatakan semua nasabah juga mengalami nasib seperti saya," kata Asep.
Sugianto, salah satu agen Primaz yang berasal dari Jakarta mengatakan, dirinya sudah mencoba minta penjelasan atas keberadaan dana Rp 35 miliar milik 70 nasabahnya ke Primaz. Namun, manajemen Primaz terkesan lari dari tanggung jawab. "Mereka tidak memberikan kepastian, mereka hanya bersumpah atas nama tuhan kalau mereka telah bersalah," kata Sugianto.
Hingga kini, ujar dia, para nasabah belum bisa menghubungi Budi Laksono, Komisaris Utama Primaz. Rumah Budi yang terletak di kawasan Sunter juga sudah kosong.
Manajemen Primaz yang mencoba untuk dikonfirmasi mengenai keluhan para nasabah dan agen tersebut sampai saat ini belum bisa ditemui. KONTAN yang sejak Jumat pagi sampai siang menyambangi kantor pusat Primaz tidak berhasil menemui satu pun karyawan atau manajemen Primaz. Padahal, kantor tersebut buka sejak pukul 10.00 WIB. Chandra, yang mengaku sebagai kurir Primaz juga tidak bisa menjelaskan dimana karyawan dan manajemen Primaz.
Mantan petinggi Primaz yang menolak disebut namanya mengatakan, Primaz memang telah gagal bayar sejak 18 April. Gagal bayar tersebut dalihnya karena jatuhnya harga emas global, dua pekan lalu. "Primaz kesulitan beroperasi sehingga berimbas pada pembayaran berkala ke nasabah," katanya.
Primaz menawarkan investasi emas dengan sistem bagi hasil di tahun 2011. Primaz menawarkan dua skema investasi, yaitu perdagangan emas fisik dan gadai emas. Primaz mematok harga emas Rp 700.000 per gram. Dengan minimal pembelian 100 gram, Primaz akan membayar imbal hasil 2,5% setiap bulan untuk tenor enam bulan.
Sugianto memperkirakan, dana nasabah yang terkumpul mencapai triliunan rupiah. Hitungan ini didasarkannya pada jumlah dana dan nasabah yang berhasil dia himpun dalam waktu enam bulan yang mencapai Rp 35 miliar. "Dengan jumlah agen ratusan, ini bisa lebih besar dari Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS)," kata dia.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/p...-bonus-nasabah
Reserved
ijin nyimak dulu gan,ane baru denger soalnya ada kasus ginianemoticon-Bingung (S)
harus diwaspadai
Quote:Original Posted By nishikunigawa
harus diwaspadai


Iya gan, banyak yg kena nih
Temwn ane dulu sering bgt posting ttg investasi emas lewt Virgin Gold. Ane jg udah curiga ini ga beres. Kalo ada tlg dibahas gab ttg Virgin Gold
kagak ngerti gan emoticon-Bingung (S)emoticon-Bingung (S)

Virgin Gold Mining Corperation (VGMC)

Quote:Original Posted By bidun27
Temwn ane dulu sering bgt posting ttg investasi emas lewt Virgin Gold. Ane jg udah curiga ini ga beres. Kalo ada tlg dibahas gab ttg Virgin Gold


Hati hati, VGMC Penipuan!

JAKARTA. Masih saja ada yang terjebak tawaran investasi semu. Nyatanya, itu pula yang dialami sejumlah investor yang membenamkan dana ke Virgin Gold Mining Corperation (VGMC). Lantaran mulai melihat gelagat tak beres, investor mengadukan praktik VGMC ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tim call centre OJK sudah menerima pengaduan tersebut, Rabu (30/1). Seorang pejabat OJK menyatakan, laporan itu sudah diteruskan kepada Satgas Waspada Investasi. OJK berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK Nurhaida enggan membeberkan persoalan ini. Alasannya, dia belum tahu detailnya. "Nanti pelapornya akan kami panggil untuk menjelaskannya," tandas Nurhaida, Kamis (31/1).
Anggota Satgas Waspada Investasi dari Bareskrim Mabes Polri, Martireni, mengakui mendengar kejanggalan investasi VGMC. "Tapi kami tak bisa memproses jika belum ada laporan masuk," ucapnya.
Berdasarkan websitenya, VGMC berpusat di Panama. Perusahaan ini mengklaim memiliki pertambangan emas di Afrika dan Amerika Latin. Tapi tak jelas siapa pemilik dan pengelolanya.
Di Indonesia, tak jelas di mana kantor dan siapa pengelolanya. Walau tampak janggal, toh, kabarnya sekitar 40.000 orang sudah membenamkan dananya di VGMC.
Sebagian dari


mereka adalah orang-orang di daerah dan kota-kota kecil. Taksiran total dana yang terkumpul tak kurang dari Rp 500 miliar.
Asal tahu saja, VGMC menawarkan investasi emas dan platinum dengan iming-iming dividen yang menggiurkan. Dengan membeli saham satu lot seharga Rp 14 juta, investor bisa meraih dividen tetap setiap bulan.
Persoalannya, kini sejumlah investor VGMC mengaku tak lagi menerima dividen. Investor asal Bondowoso yang minta namanya hanya disebutkan dengan inisial M, mengaku bergabung di VGMC sejak Desember 2011. Ia mendapat dividen selama 10 bulan. Kini, setoran itu sudah macet dan modalnya terancam hilang.
Awalnya, M membeli dua lot seharga Rp 16 juta per lot. Percaya akan dividen per bulannya, M menambah tiga lot lagi. Total dananya yang terbenam di VGMC sekitar Rp 80 juta. "Uang saya yang balik hanya 67%," ujarnya.
Tak semua investor bernasib serupa dengan M. Investor lain yang berinisial YP asal Bandung, mengaku masih menerima dividen sampai sekarang. YP memiliki 65 lot saham emas dan 20 lot saham platinum. "Saya tak menganggap ini penipuan," tandasnya.
Di mata pengamat pasar modal, Yanuar Rizky, investasi VGMC itu bodong. Pasalnya, institusi maupun produk yang ditawarkan termasuk ilegal karena tanpa izin. Dus, sepantasnya OJK bertindak sebelum menimbulkan korban yang lebih besar.

sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/w...investasi-vgmc
Sundul dulu gan
Sundul malam
sundul lagi
sundul sundul sundul
kualat gan