alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5177e49a601243b97a000002/share-otobiografi
share otobiografi
Saya ingat sewaktu kelas 4 saya mendapat wali kelas. Ibu Nunuk. Saat ibu nunuk menjadi wali kelas saya ia, adalah seorang wali kelas yang baik. Ia memiliki sifat keibuan yang kuat dan ia juga memiliki sifat yang tegas dalam mengambil suatu keputusan.
Saat kelas 4 saya masuk kelas IV A. Disana saya sekelas dengan Marcel, Edwin, Darent, Fano. Saya merasa kelas aya pada saat itu adalah kelas yang menyenangkan. Disana kami sering mengobrol dan bercanda canda. Saya dulu saat kelas empat terlalu sering bercanda dan tidak serius saat belajar. Karena tidak serius saat belajar. Saya memiliki merah 8 di semester 1. Karena saya sadar bahwa nilai saya parah parah saat semester satu. Saya bertekad memperbaiki nilai. Hasilnya tidak ada nilai merah di rapor semester kedua saya.

Pengalaman SD Kelas 5
Saat dikelas 5 saya masuk kelas V B dengan wali kelas Bu Nunuk. Saat kelas V saya sekelas dengan Christo, Julian, Michael, Alvin, dan Albert.
Pada saat saya kelas 5 pelajarannya sangat sulit. Bisa dibilang pelajaran dikelas 5 lebih sulit daripada pelajaran kelas 6. Hal ini mungkin disebabkan karena saya terlalu asyik dengan ekstrakulikuler.
Saya juga hampir tidak naik kelas saat kelas 5. Saat kelas 5 saya memiliki 5 nilai merah di rapor. Akhirnya saya khilaf dan akhirnya saya kembali lagi mengejar defisit nilai saya dan hanya 1 nilai merah di semester kedua.

Pengalaman Kelas 6
Pada saat kelas 6 saya masuk kelas VI A. Dan wali kelas saya lagi lagi adalah Ibu Nunuk. saat itu saya sekelas dengan Michael, Ansel, Toto, Christian, Aldo, Ivan. Arnold.
Saat kelas 6 saya mengalami retret. Retret kami dilaksanakan didaerah Bogor. Tepatnya didaerah Curuq Panjang. Selama tiga hari kami retret di curuq panjang hari hari disana kami lalui dengan bermain. Hari pertama kami melakukan meditasi. Lalu bermain games dari panitia. Hari kedua kami bermain Flying Fox lalu bermain didaerah sekitar air terjun. Pada hari ketiga kami berkemas dan bersiap siap pulang.
Nilai nilai saya di kelas 6. Terjadi kenaikan. Nilai saya jauh lebih baik dibanding nilai nilai saya dikelas 5 dan kelas 4. Nilai saya di semester satu hanya memiliki merah satu. Sedangkan nilai ujian nasional saya juga termasuk tinggi. Mendapat NEM ( Nilai Evaluasi Murni) 25,5.
Akhirnya saya bisa lulus. Dan selanjutnya masuk ke SMP st. Vincentius
Setelah selesai pembagian wali kelas, kami naik kekelas kami. Kelas untuk kelas VIII ada dilantai dua jadi kami harus naik tangga terlebih dahulu. Kami masuk kekelas 8.1 dan mendapat salam dari Ibu Lidia. Setelah salam ia memberitahu kami tentang apa apa saja kegiatan dan proses belajar dikelas VIII. Setelah pengarahan Bu Lidia mengajak kami untuk memilih pengurus kelas. Saat itu yang maju menjadi calon ketua kelas adalah Anya, Vena, Evodie. Dan yang terpilih menjadi ketua kelas adalah Vena dengan wakil ketua kelas Evodie. Evodie sebenarnya tidak berniat menjadi ketua kelas, tapi karena anak yang laki laki ingin menjahili Evodie dan membuatnya menjadi ketua kelas. Tapi justru hanya menjadi wakil ketua kelas. Selesai penunjukan ketua kelas, kami melanjutkan dengan pemilihan kepengurusan kelas. Sekertari I dan II adalah Anya dan Aji. Aji menjadi sekertaris karena lagi lagi anak laki laki kelas saya ingin menjahilinya. Akhirnya Aji menerimanya dengan ikhlas bahwa ia telah menjadi sekertaris. Selanjutnya untuk posisi bendahara I dan II adalah Yessica dan Naomi.
Selanjutnya saya ingat ketika itu kami disuruh membawa kelereng untuk praktikum fisika. Setelah itu kelerengnya dibuat mainan dikelas maupun saat istirahat. Saat itu ruang kelas VIII ada di lantai dua dan ada tangga menuju kebawah. Ditengajh tangga itu ada kaca yang melindungi sebuah papan pengumuman. Jadi ceritanya kelereng yang tadi dipakai saat praktikum fisika kami buat menjadi mainan, oleh beberapa orang dipakai untuk main lempar lemparan. Nah teman saya Ivan pernah iseng melempar kelereng yang dipegangnya kebawah menuruni tangga. Karena patulannya yang keras kelereng itu melambung tinggi dan akhirnya mengenai kaca dan kaca itu pecah. Saya dan teman teman saya yang ada disitu lalu menakut-nakuti Ivan, bila nanti bila ada guru yang tahu. Ivan memecahkan kaca. Ivan akan diberi Surat Peringatan 1. Ivan yang takut langsung kabur. Ada lagi peristiwa si Ivan yang lagi lagi memecahkan kaca, tapi kaca yang ia pecahkan kali ini adalah kaca ruang kelas SD. Jadi ceritanya saat hari Rabu, siang harinya ada ekskul futsal. Selesai pelajaran kami bermain main dilapangan menunggu ekskul dimulai. Karena saat itu Evodie bawa bola, kami langsung pergi bermain futsal. Ivan rencananya akan mengambil tendangan bebas, tapi tendangannya justru melenceng jauh. Kami melihat bolanya mengarah kekomplek SD. Lalu kami mendengar suara kaca pecah dan jatuh. Setelah kami melihat ternyata kaca ruang kelas I yang baru saja Ivan pecahkan. Ivan lalu dipanggil oleh suster kepala sekolah SD. Lalu oleh guru ekskul bola Evodie lalu disita dan oleh guru dianggap bola itu adalah bola sial. Evodie lalu tidak pernah membawa bola "sial" itu kesekolah lagi.
Ada cerita dimana Michael dipaksa potong rmbut oleh Bu Lidia. Tapi karena tidak menuruti kata kata Bu Lidia. Michael dipotong rambutnya. Lebih jelasnya pada hari selasa ada pelajaran Bahasa Indonesianya Bu Lidia, lalu ia mengadakan inspeksi yang kukunya panjang disuruh memotong kukunya, yang rambutnya panjang (laki laki) disuruh potong rambut. Saat itu yang disuruh potong rambut antara lain saya, Evodie, Michael, Darent, dan Aji. Kami (saya, Evodie,Darent, dan Aji menuruti perintah dari Bu Lidia untuk potong rambut. Tapi Michael yang juga disuruh untuk memotong rambut, tidak melaksanakan perintah Bu Lidia, akhirnya pada hari Rabu, pada jam pelajaran ke 5, Bu Lidia datang kekelas dan memanggil Michael keluar. Michael kembali ke kelas dengan rambut yang acak acakan, karena sehabis dipotong oleh Bu Lidia. Kami sekelas menertawakan rambut Michael yang acak acakan sehabis dipotong oleh Bu Lidia.
Ada cerita tentang meja VIP, dimana yang mengisi tempat itu adalah Michael, Evodie, dan Darent. Jadi ceritanya saat pelajaran PKN Bu Woro tidak masuk sehingga Bu Lidia datang dan memberi tahu tugas tugas yang harus dikerjakan. Selesai memberitahu tugas apa yang harus kami kerjakan, Bu Lidia lalu pergi kebawah. Setelah Bu Lidia turun kemudian kami diam mengerjakan tugas. Kemudian Darent menghampiri meja Michael kemudian mereka berdua asik mengobrol, walau sudah ditegur oleh beberapa orang. Setelah itu Evodie bergabung dengan Michael dan Darent. Mereka seperti sedang asik asiknya mengobrol dan suasana kelas saat itu juga ramai, karena semuanya sudah selesai mengerjakan tugas PKN. Suasananya saat itu berisik, tapi kami tidak ada yang pindah pindah tempat duduk. Saya saat itu juga sedang mengobrol dengan Aji dan Bradley. Tapi mereka berdua saat itu duduknya tepat dibelakang tempat saya. Tiba tiba Bu Lidia naik ke atas, dan masuk kekelas. Lalu ia mermergoki Michael, Evodie, dan Darent yang berpindah tempat duduk. Lalu Bu Lidia bertanya "Mengapa kamu pindah tempat duduk ?". Darent memiliki alasan kepanasan duduk dibelakang, sehingga ia berpindah tempat kedekat Michael yang saat itu pas dibawah kipas angin. Evodie juga ditanya hal serupa lalu menjawab bahwa ia mau mengobrol dengan Darent dan Michael. Akhirnya mereka bertiga dibuatkan kursi VIP dibelakang kelas. Dimana mereka akan duduk seperti itu selama semester satu sampai penerimaan Rapor.
Cerita berikutnya adalah tentang Michael yang disebut tukan bohong oleh teman teman saya. Jadi saat itu masih hangat dalam pembicaraan tentang gempa bumi dan tsunami di Jepang. Yang efek dari tsunami di Jepang itu sendiri menyebabkan kerusakan parah pada reaktor nuklir di Fukushima. Saat itu dunia tengah digemparkan dengan kejadian krisis nuklir di Fukushima, Jepang. Jadi pada saat siang, kira kira hari Selasa. Hari itu hujan turun dengan lebat. Lalu Michael ngomong, bila air hujan yang turun ini telah terkena radiasi nuklir. Jadi saat itu disekolah, tidak ada yang berani pulang, karena takut terkena radiasi. Kira kira setengah jam teman saya namanya Jodiawan pergi keluar menembus hujan. Teman teman saya memperhatikan, dan tidak ada apa apa yang terjadi pada Jodi. Akhirnya kami meneriakan kata kata bahwa Michael adalah pembohong. Kami teriak teriak keliling lapangan.
Saya ingat suatu hal tentang guru musik dan guru ekskul Marching Band. Nama gurunya sendiri Pak Firman. Orangnya sendiri berbadan besar, gemuk, dan sudah berusia tua. Ia adalah guru yang (menurut saya) paling disukai gaya mengajarnya. Ia sendiri menerapkan belajar di seni musik, dengan cara 1 jam belajar, sedangkan 1 jam sisanya adalah jam bebas, di jam bebas ini kami boleh bermain musik sesuka hati. Atau jika materi yang ia ajarkan pada hari itu telah selesai, kami diberi waktu bebas.
Menurut saya Pak Firman adalah tipe guru yang mengerti perkembangan anak anak muda di zaman sekarang, dan memberikan kebebasan kepada mereka untuk berekspresi. Materi yang ia ajarkan sendiri, menurut saya sangat mudah dipahami. Ia sendiri dulu merupakan teman Ibu saya, karena Pak Firman dulunya adalah seorang guru di Abdi Siswa. Dalam pengambilan nilai ia juga tidak pernah mau repot. Ia memberikan materi yang mudah untuk pengambilan nilai.
Ia juga mengajarkan saya tentang alat musik terompet di ekskul Marching Band. Pada awalnya saya masuk ekskul Marching Band untuk mengisi kuota ekskul wajib yang harus terisi. Saya bersama teman saya Aji mengisi daftar ekskul wajib kami Marching Band. Hari pertama kami diajarkan tentang baris berbaris di Marching Band dan ditampilkan video tentang perjalanan tim tim Marching Band yang dilatih Pak Firman yang bisa bersaing di level internasional.
Saya sendiri juga tidak niat ikut ekskul Marching Band sehingga hampir 3 pertemuan saya absen. Dipertemuan keempat karena saya diajak oleh Aji, makanya saya ikut Marching Band kembali. Saat masuk saya diberi tugas dialat musik pianika lebih dulu. Kebetulan dirumah saya ada 2 buah pianika. Selanjutnya disemester kedua awal saya bersama Aji diajarkan bermain alat musik terompet. Cara belajar terompet awalnya sangat sulit karena harus memperhatikan gerak bibir. Untuk membuat terompet berbunyi, gerakan bibir harus pas, sehingga terompet dapat berbunyi. Akhirnya setelah dua kali pertemuan saya berhasil membunyikan terompet dengan nada do sampai do tinggi. Setelah bisa, saya langsung ke barisan pemain terompet untuk ikut berlatih. Saya ingat saat itu ia pernah bilang bahwa kertas catatan saya yang berisi catatan lagu ekskul, karena kertasnya lecek, lalu ia bilang bahwa kertas ini kertas cebok.
Pengalaman yang selanjutnya adalah pengalaman yang cukup menyedihkan bagi saya karena saat kelas VIII semester I saya hampir tidak naik kelas. Hal ini disebabkan karena pada saat kelas VIII saya terlalu sering bermain main sehingga nilai saya anjlok. Nilai yang paling menyesakan hati saya yaitu nilai Jasa Pembukuan dimana saat penerimaan rapor semester 2 nilai rapor saya 74, jasa pembukuan sendiri memiliki KKM 75. Hal ini disebabkan pada awal semester 1 saya tidak mengerti pelajaran jasa pembukuan. Jasa pembukuan itu sama seperti akuntansi. Jadi nilai nilai akuntasi saya diawal semester 1 jelek, tapi saat diperintahkan mengerjakan remedialnya, saya tidak mengerjakan. Setelah itu nilai nilai akutansi saya naik drastis, dari awalnya 55 menjadi 96 karena saya diajari oleh teman saya yang lebih pandai, sehingga saya bisa mendapat nilai 96, dua ulangan berikutnya saya mendapat nilai 98 dan 87. Tapi saat pembagian rapor nilai saya hanya 74. Ternyata karena dua nilai yang bernilai 46 dan 55. Akhirnya rata rata saya hanya 74. Padahal saya sudah disuruh remedial, tapi saya malas. Seandainya saya remedial pasti lain ceritanya. Jadi mulai saat itu saya mulai memperbaiki cara belajar saya, dan sejak saat itu pula nilai saya naik. Dari semester 1 yang merah empat, disemester 2
menjadi hanya merah satu.
Cerita selanjutnya adalah cerita study tuor saya didaerah Bogor, kalau tidak salah. Jadi kami berkumpul disekolah sekitar jam 06.30 kami berkumpul disekolah. Saat jam 07.00 kami berangkat ke tujuan. Kami dibagi dalam 2 bus. Saya berada di bus 2 bersama dengan Christo, Jodi, Edwin, Stefanus, Mario, Marcel, dan Bradley. Dibus kami saling bencengkrama satu sama lain. Ada yang main kartu, ada yang bermain gitar, dan ada yang nyanyi nyanyi. Saya sendiri saat itu ikut main kartu bersama Jodi, Christo, dan Edwin. Jalan menuju lokasi kami study tour sendiri sangat terpencil, tapi pemandangan disekeliling jalan menuju lokasi cukup indah. Akhirnya kami tiba dilokasi. Tempat kami melakukan study tour sendiri tempat asri dan sejuk. Kami lalu berkumpul disebiah daerah yang lapang untuk mendapatkan pengarahan. Selesai diberi pengarahan kami lalu menuju ke sebuah aula, disana kami berkumpul kembali untuk meletakan tas. Karena ditempat itu sendiri ditutup rapat. Tujuannya agar saat kami melakukan kegiatan kami tidak membawa beban berat, karena tas sudah ditinggal di aula. Kami lalu diberi jam bebas, saat jam bebas ini, kam(anak laki laki) membagi kelompok untuk bermain bola. Sekitar 20 menit kami berhenti main, karena acara sudah akan diimulai. Saat itu kami dibagi dalam kelompok. Saya sekelompok dengan Jodi, Christo, Mario, Astari,Vena, Naomi, Ekel, Anya, Riri, Tasya, dan Elen. Dalam kelompok itu kami akan melaksanakan kerja tim, untuk bermain games dari panitia, bermain alat musik tradisional sunda, membuat wayang dari batang bayam, dan menghias caping. Sebelum memulai kegiatan kami makan siang terlebih dahulu. Setelah menyelesaikan acara dari panitia, kami melanjutkan acara dengan pergi ketambak ikan dan disana ada sebuah arena permainan lain. Dimana seperti permainan halang rintang yang dibawahnya berisi lumpur basah. Saya mencoba bermain halang rintang dan seluruh rintangannya dapat saya lewati, tanpa saya tercebur kelumpur. Selanjutnya saya pergi ketambak ikan, disana kami menangkap ikan dengan tangan, tapi saya membuka kaos saya dan mengikatnya sehingga menjadi seperti jaring untuk memerangkap ikan, hasilnya saya berhasil menangkap satu ikan. Setelah dari tambak karena mungkin masih ingin bermain air kami pindah kesebuah kolam didekat aula. Puas main air kami lalu bergegas membersihkan badan. Setelah selesai mandi kami berkumpul di lapangan untulk mengucapkan salam perpisahan kepada panitia, setelah berpisah kami lalu bergegas menuju kebus dan kemudian kembali ke SMP Vincentius, lalu pulang kerumah masing masing.

Masa Kelas 9 :
Kelas 9, bisa dibilang saat kelas 9 inilah adalaj fase yang sangat menyenangkan. Dikelas 9 ini saya merasakan sesuatu yang berbeda, entah karena sudah mulai dewasa atau teman teman saya yang menyenangkan.
Dikelas 9 ini saya masuk kelas 9.1 lagi lagi bersama Evodie selama 3 tahun kami satu kelas. saya sudah bosan melihat Evodie, setiap hari sekelas lagi. Selain bersama Evodie lagi saya juga 3 tahun sekelas dengan Naomi dan Maya. Dikelas 9.1 saya juga sekelas dengan Jodi, Jojo, Christo, Edwin, Bradley, Ronald, Fransis, Markus, Resa, Luisa, Richard, Gea, Agatha, Ekel, Tika, dll. Wali kelas saya dikelas 9.1 lagi lagi Ibu Woro. Saat penghitunga suara untuk pemelihan ketua kelas, kami lagi lagi menjahili Evodie dan mencalonkan Evodie menjadi wakil ketua kelas. Akhirnya Evodie menjadi wakil ketua kelas untuk kedua kalinya. Kali ini ketua kelasnya Resa.
Saat dikelas 9, kami sudah jarang dihukum oleh guru. Malah kami lebih sering bercanda canda dengan guru. Tapi yang paling saya ingat adalah Mam Yovita. Dia adalah guru bahasa inggris. Usianya mungkin sudah tua, tapi ia tipe guru yang sensitif sekali terhadap hal hal yang terjadi di kelas. Ada dua cerita yang pertama adalah saat Evodie, Edwin, Jodi, dan Bradley menyanyi nyanyi lagu lagu punk rock jalanan. Punk rock itu orang yang sering mengamen dengan kesan kumuh, rambut acak acakan, dan kasar. Jadi ceritanya saat itu kelas sedang ramai saat mengerjakan tugas yang diberikan Mam Yo, Mam Yo tahu kami berisik, tapi ia mungkin bepikir bahwa kami saat itu berisik karena sedang mengomongkan soal pelajaran. Sedangkan saya lihat saat itu Jodi, Evodie, Edwin, dan Bradley sudah mulai menyanyikan lagu lagu yang aneh aneh. Tapi mungkin saat itu Mam Yo belum mendengar mereka bernyanyi. Kemudian saat mereka mulai bernyanyi lagu yang lain suara mereka lebih besar daripada suara muris lainnya satu kelas, sehingga Mam Yo mendengar mereka bernyanyi dan menyuruh mereka maju kedepan. Didepan kelas mereka lalu disuruh Mam Yo untuk bernyanyi dengan suara yang keras, atau mereka akan belajar diluar kelas. Karena mereka tidak menyanyi juga, Mam Yo lalu menyuruh mereka keluar. Pertemuan berikutnya mereka diberitahu oleh Mam Yo, jika mereka mau mengikuti pelajarannya kembali mereka harus bernyanyi di ruang guru.
Saya juga punya cerita dimana saya saat itu dimarahi dan dinasehati oleh Pak Iwan. Jadi ceritanya saat itu kami sedang dijam pelajaran matematika Pak Iwan. Saat itu saya sedang meraut pensil. Saat saya kira sudah runcing saya lalu pergi mau membuang ampas rautan pensil ketempat sampah yang berada di ujung kiri kelas. Saat itu Pak Iwan sedang mengajar serius, tiba tiba saya lewat didepannya. Setelah saya membuang sampah, saya menghadap belakang dan Pak Iwan memanggil saya. Ia lalu memarahi saya karena lewat didepannya yang tengah serius mengajar.
Cerita selanjutnya adalah cerita bagaiman papan tulis kelas saya bolong karena dipukul oleh Evodie dan dilempar kelereng oleh Markus. Kejadiannya Evodie terjadi saat kami masuk kekelas untuk menunggu guru yang mengajar dijam pertama. Karena lama menunggu kami lalu bermain main, ada yang lempar lempar penghapus, ada yang main kartu, dan ada yang sekedar mengobrol. Saat itu saya sedang main kartu dikelas, saat itu juga Evodie datang dan berencana mengagetkan kami dengan cara memukul papan tulis dengan tangannya, mungkin supaya kami kaget dan mengira ada guru dibelakang kami. Lalu Evodie memukul papan tulis, karena kaget kamipun langsung menghadap kebelakang dan melihat Evodie yang sudah menjahili kami. Tapi setelah kami perhatikan titik papan tulis yang dipukuk Evodie ternyata bolong. Evodie lalu panik, karena ia telah membuat papan tulis bolong. Kami lalu menakut nakuti Evodie kalau ia telah keterlaluan sudah merusak properti sekolah.
Untuk kejadian bolongnya papan tulis untuk kedua kalinya. Pelakunya adalah Markus. Jadi ceritanya saat itu sedang kami sedang istirahat kedua, saat istirahat kedua kelas saya memang ramai oleh anak anak laki laki dari kelas lain yang ingin bermain main dikelas saya. Karena saat itu kelas saya bisa dibilang pusat dari kelas 9 yang lain. Jadi ceritanya saat istirahat kedua Aji (9.3) masuk kekelas saya membawa kelereng. Lalu kelerengnya itu sendiri dibuat mainnan oleh teman teman saya, teman saya sih, saya tidak main kelereng, tapi sedang mengobrol dengan Christo dan Edwin. Saat kelerelng itu dilempar lempar oleh teman teman saya kebelakang kelas yang saat itu ada Markus dibelakang. Saat Markus melempar kelerengnya, ia melemparnya dengan cara memantul kebawah, dimelempar kelereng itu sangat kencang hingga memantul. Sialnya patulannya itu mengenai papan tulis, dan papan tulis dikelas saya bolong untuk kedua kalinya. Sebenarnya guru guru yang mengajar dikelas saya sudah sadar bila papan tulis dikelas saya bolong, tapi justru dibiarkan saja malah waktu itu ada guru yang mau menulis dipapan tulis, dan menyadari bahwa papan tulis kami bolong. Tapi ia tidak peduli dan bisa dibilang acuh dengan kondisi papan tulis yang bolong.
Ada cerita tentang Evodie yang patah hati. Jadi awalnya Evodie tertarik dengan salah satu anak perempuan. Namanya Resa. Saya tahu Evodie sudah tertarik dengan Resa sudah dari akhir kelas VIII, karena yang saya lihat, frekuensi bicara dan bertemu mereka semakin sering. Apalagi saat kelas 9 mereka sekelas. Jadi menurut cerita teman saya Evodie sudah mendekati Resa dari lama, sejak Resa putus dengan Darent. Semenjakl itu Evodie mulai tertarik dengan Resa. Dikelas saya sering melihat mereka semakin lama semakin akrab. Akhirnya Evodie memutuskan untuk menyatakan perasaan yang sebenarnya ke Resa, tapi sayangnya Resa menolak cinta Evodie, karena sudah mau Ujian Nasional, padahal setau saya Ujian Nasional masih bulan April, sedangkan saat itu masih bulan September. Kami awalnya tidak tahu kenapa Resa menolak Evodie. Tapi akhirnya kami mengetahui bahwa Evodie sudah "ditikung" lebih dulu oleh Fransis. Sehingga Resa akhirnya berpacaran dengan Fransis bukan dengan Evodie. Evodie yang kesal dengan Fransis. Evodie lalu menyebut Fransis dengan sebutan Dajjal. Padahal Dajjal itu sendiri adalah sebuah tokoh dalam agama Islam. Dimana Dajjal adalah manusia yang buta sebelah matanya, dan didahoinya tertulis kata kafir. Dajjal sendiri merupakan tokoh yang menjadi tanda kiamat dalam agama islam. Dimana nantinya Dajjal akan dibunuh oleh Nabi Isa as. Fransis mungkin disebut Dajjal oleh Evodie mungkin karena ia telah tega menyakiti hati temannya sendiri.
Cerita berikutnya adalah tentang Vincentius Day. Vincentius Day adalah acara berupa lomba lomba olahraga, seni, cerdas cermat, dan komputer. Saya sendiri saat itu mengikuti lomba dicabang olahraga, yaitu futsal. Tim Futsal untuk Vincentius Day sendiri ada 8 tim dimana 3 timnya adalah tim dari Vincentius. SMP Vincentius sendiri dibagi 3 tim, Vincent A, Vincent B, dan Vincent C. Saya sewaktu itu masuk tim vincenti C, hal itu dikarenakan kekuatan disama ratakan. Artinya kekuatan antar tim Vincent tidak ada yang lebih kuat. Hal itu berlaku untuk vincent B dan vincent C. Sedangkan vincent A sendiri berisi pemain pemain yang tingkat permainannya diatas tim B dan C, sehingga tim A vincent inilah yang diharapkan bisa menjadi juara. Grup satu terdiri dari Vincent B, SMPN 36, SMP Pamardi, dan SMP AL Hidayat. Sedangkan grup dua berisi Vincent A, Vincent C, Jubile Internasional school, SMP St. Maria Fatima. Sedangkan cabang basket lebih menyedihkan karena hanya tiga tim yang berpartisipasi. Dua tim itu sudah termasuk Vincent A dan B. Sedangkan satui tim lainnuya berasal dari SMP Cahaya Sakti. Tapi saat pertandingan SMP Cahaya Sakti tidak hadir sehingga di anggap kalah. Jadi yang bertanding Vincent A dan B. Sama saja seperti latihan.
Pertandingan Futsal yang pertama adalah pertandingan antara Tim Vincent A vs Tim SMP St. Maria Fatima. Pertandingan berlangsung seru. Jual beli serangan antar kedua kubu terus berlangsung sampai peluit tanda akhir pertandingan dibunyikan. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan Vincent A 6 - 2. Selanjutnya adalah pertandingan antara Vincent C vs Jubile. Pada pertandingan ini, sempat telontar berbagai ucapan berbau rasisme dari siswa Vincentius. Saya sih tidak melakukan hal itu. Sempat beberapa kali siswa Vincent mencoba untuk membamntu meruntuhkan mental kubu Jubile, yang dihujani oleh perkataan perkataan rasisme. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Vincent C 3-1. Saat melawan Jubile saya menjadi kiper utama. Pertandingan kedua saya hari itu adalah pertandingan antara Vincent A melawan Vincent C. Pertandingan itu dikuasai oleh tim Vincent A. Pertandingan yang tidak seimbang itu akhirnya berakhir dengan skor 5-0 untuk kemenangan Vincent A.
Klasmen akhirnya adalah grup satu : Pamardi ( 9 poin), AL Hidayat (6 poin), Vincent B (3 poin), SMPN 36 (0). Sementara di grup dua : SMP St. Maria Fatima (6 poin), Vincent A (6 poin), Jubile (3 poin), Vincent C (3 poin).
Disemifinal Vincent A vs Pamardi, dan SMP St. Maria Fatima vs SMP AL Hidayat. Pamardi melawan Vincent A berlangsung sengit diawal laga, tetapo semenjak Pamardi mencetak gol keduanya, berangsur angsur Pamardi menguasai pertandingan. Pada akhirnya Pamardi menang 6-1. Difinal Pamardi akan menghadapi AL Hidayat yang menang melawan SMP St. Maria Fatima 1-0. Pamardi akhirnya menjadi juara setelah mengalahkab AL Hidayat 3-0.
Pengalaman menarik selanjutnya adalah classmeeting terakhir di Vincentius. Dimana kami berhasil menjuarai lomba futsal. Jadi awalnya kami dibagi dalam 2 Grup. Grup A diisi oleh 9.2, 9.1, 8.3, dan 7.3. Sedangkan di grup B 9.3, 8.1, 7.1,8.2, dan 7.2. Pertandingan pertama kami adalah pertandingan melawan kelas 8.3, secara garis besar kami lebih unggul dari kelas 8.3 yang saat itu pemain yang hebat dalam bermain bola hanya dua yaitu Ronald dan David. Pada awal pertandingan kami hampir mencetak gol, tapi sayang tendangan Christo masih melebar keatas gawang. Gawang saya kemudian dibobol oleh Ronald, skor 1-0 untuk 8.3 selanjutnya kami langsung menggepur pertahanan 8.3, hasilnya Evodie berhasil memborong 2 gol untuk kelas kami. 2-1 kami berbalik memimpin. Setelah itu mungkin karena meremehkan lawan dan kami terlalu asyik menyerang. Akhirnya gawangya saya dibobol dua kali. Kali ini yang mencetak gol Ronald dan David. 3-2 untuk keunggulan 8.3. Kami berusaha menyamakan kedudukan, tapi waktu sudah selesai. Kami akhirnya menyerah 3-2. Sementara 9.2 menang 2-0 melawan 7.2. Pertandingan kedua kami melawan kelas 7.2 kali ini kami tidak meremehkan lawan. Sehingga kami berhasil mengalahkan 7.2 2-0. Sementara itu pertandingan antara 8.3 melawan 9.2 dimenangkan oleh kelas 8.3 dengan skor 2-0. Untuk sementara klasmen grup a. 8.3 (9 poin), 9.1 (6 poin), 9.2 (6 poin), 7.2 (0). Kelas saya unggul agregat gola atas kelas 9.2. Pada pertandingan terakhir, adalah pertandingan penentuan. Karena lawan kami 9.2 memiliki jumlah poin yang sama dengan kelas saya. Yang membedakan hanyalah selisih gol. Dimana kelas saya memiliki koefisien gol yang lebih banyak dibanding kelas 9.2, sehingga kelas saya hanya butuh hasil imbang untuk lolos. Pertandingan melawan 9.2 sendiri kelas saya berhasil unggul lebih dulu melawan 9.2 melalui tendangan keras Evodie. Menjelang akhir babak pertama 9.2 berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Awal babak kedua sundulan bola dari kepala Stefanus yang menerima umpan dari Mario, berhasil menjebol gawang saya. Selanjutnya giliran Christo yang membobol gawang Julio. Kedudukan 2-2. Menjelang akhir pertandingan Ivan mencetak gol. Skor 3-2. Saya sudah pesimistis akan bisa lolos kebabak selanjutnya. Menjelah akhir babak Evodie dilanggar Ivan didaerah penalti, dimana membuahkan tendangan penalti untuk kelas kami. Eksekusinya berhasil dijalankan dengan baik oleh Evodie. Skor akhir 3-3. Saat Evodie berhasil menjebol gawang Julio saya dan Christo sudah sujud ketanah atas rasa syukur, terciptanya gol. Akhirnya kedudukan tidak berubah sampai akhir babak. Kelas saya lolos ke semifinal karena menang selisih gol. Disemifinal kami melawan kelas 8.1. Saat melawan 8.1 kami unggul cepat dari gol Jodi. Gol yang dicetak oleh Jodi adalah satu satunya gol dibabak pertama. Diawal babak kedua kelas saya berhasil menggandakan skor menjadi 2-0 melalui sepakan Christo. Kelas 8.1 lalu membalas dengan gol dari Samuel Malan. Akhirnya kedudukan tidak berubah dan kelas saya berhak masuk final. Difinal kami berjumpa dengan kelas 9.3 yang berhasil lolos ke final setelah mengalahkan kelas 8.3. Difinal pertandingan berlangsung ketat. Kelas saya berhasil unggul 2 gol lebih dahulu dibabk pertama. Kelas 9.3 lalu meningkatakan intensitas serangan. Sehingga mereka berhasi menyamakan kedudukan 2-2. Karena imbang maka harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Kami berhasil memenangi adu penalti dan layak mendpatkan juara futsal dengan hadiah Rp. 10.000,-. Hanya 10.000 itu hadiah kepada pemenang lomba.
Jadi setelah mendapat pengarahan tentang MOPD, kami lalu kembali kerumah masing masing. Saya tahu bahwa masa MOPD di SMA tidak mungkin lebih ringan dari MOS di SMP. Tapi justru sebaliknya MOPD di SMA lebih sadis lagi daripada MOS SMP.
Hari pertama MOPD kami dikumpulkan di aula seminari, lalu didudukan sesuai dengan huruf depan nama depan kami. Saya duduk bersama Julio dan Evodie, karena sama sama berhuruf depan A. Kami lalu masul dalam acara MOPD hari pertama dimana saat MOPD hari pertama kami diberitahu tentang budaya budaya yang ada di Gonzaga. Kami juga diberitahu tentang akar dari permasalahan dengan Pangudi Luhur. Kami juga diberitahu, bagaimana biasanya Gonzaga dan Pangudi Luhur menyelesaikan masalah antar du sekolah dengan partai. Partai artinya bertarung 1 vs 1. Tanpa tawuran, yang menurut kami tawuran merupakan hal yang kampungan. Bila ingin berkelahi, ya berkelahilah yang benar. Jangan justru teriak teriakan massal di jalanan sambil lempar lemparan batu. Gonzaga juga menolak vandalisme, yaitu perusakan atau pengotoran fasilitas sekolah oleh siswa. Menurut kami vandalisme itu merupakan sikap yang kekanak kanakan. Karena kami merusak fasilitas sekolah yang bukan milik kita, tapi milik bersama. Kami juga diajarkan oleh Bu kristal tentang Mars Kolese Gonzaga. Kesan saya saat menyanyikan Mars. Saya merasa bangga dan merasa semangat yang membara dalam jiwa saat menyanyikan Mars Kolese Gonzaga.

Selesai MOPD hari pertama, kami lalu kembali kerumah. Kami sebelumnya diberi tugas untuk membuat rute perjalanan dari rumah kami ke Gonzaga. Selain itu kami juga harus membuat refleksi tentang kegiatan kami pada hari itu ( MOPD hari pertama.). Saya merasa sangat bosan saat MOPD pertama.
besok harinya saya kembali ke Gonzaga untuk mengikuti MMOPD hari kedua, dihari kedua ini kami diberi label yang bertuliskan nama kami. Lalu kami masuk kembali ke aula seminari. Kami lalu duduk selonjor dilantai. Saya ingat pada saat itu saya mengentuti Riyano, Wens, dan Kenan. Kemudian kami dibagi menjadi 7 divisi. Saya masuk divisi 2 saat itu bersama Michael. Karena saat itu saya hanya mengenal Michael. Saat itu saya ingat yang membacakan nama yang tertera dikertas itu Bagus.
Kami lalu disuruh untuk duduk sesuai dengan divisi kami. Lalu kami diberi berbagai pertanyaan, ada tiga buah pertanyaan. Dimana berupa sikap sikap kita nantinya di Gonzaga. Seperti bagaimana bila kita bertemu anak SMA lain yang menjelek jelekan Gonzaga. Bagaimana sikap kami saat itu. Lalu saya saat itu menjawab bahwa sebaiknya kita biarkan saja anak itu, karena sebenarnya kita harus menunjukan kedewasaan kami dalam bersikap sehingga kita tidak terpancing emosinya.
Selesai berdiskusi kami lalu diperintahkan untuk memberitahu hasil dari diskusi kami didepan. Saat itu yang maju kedepan adalah Adit. Saat itu saya ditunjuk untuk memilih salah satu orang. Selesai berdiskusi kami lalu berkumpul kembali untuk membuat yel yel divisi. Saya masih ingat lagu yang diambil berasal dari lagu Doraemon, dan Garuda didadaku. Begini liriknya :
Kami Divisi 2
Angkatan 26
Siap sedia mengikuti
MOPD
Angdiv Pangdivnya keren
Anak anaknya keren keren
Itulah kami
DIVISI 2
Pok ame ame
Belalang kupu kupu
Divisi 2 memang yang nomor satu.

Lalu ada lagi lagu divisi 2 yang berasal dari lagu Garuda Didadaku. Begini Liriknya :
Gonzaga didadaku
Divisi 2 kebanggaanku
Kuyakin divisi 2 nomor satu
Gonzaga didadaku
Divisi 2 kebanggaanku.
Kuyakin divisi 2 nomor satu

Selesai membuat yel yel kami laludiperlihatkan video yang berusaha untuk menjatuhkan atau memojokan angkatan kami. Akhirnya Endruw Atmaja muncul dan berteriak, saya tidak ingat pasti apa yang ia katakan. Tapi intinya ia kesal dengan angkatan kami yang baru masuk Gonzaga, tapi tidak menghargai budaya budaya Gonzaga. Kami lalu pergi keluar dan diperintahkan untuk mencari Pangdiv kami. Tapi entah kenapa kebanyakan dari kami justru berlari meninggalkan kompleks Gonzaga. Bahkan kata teman saya. Sudah ada beberapa orang yang menyetop Angkutan Kota ( Angkot). Setelah itu kami berbaris dilapangan untuk melaksanakan pelatihan baris berbaris. Diaman setiap lima kesalahan, kami harus turun 1 seri. 1 seri itu dihitung 15 kali push up. Saya sempat curi pandang kearah divisi satu. Belum apa apa divisi satu sudah diperintahkan turun satu seri maklum Pangdivnya Aldo dan keamanannya Ilyas.
Selesai melakukan PBB, kami lalu kembali lagi ke aula untuk diberitahu apa apa saja yang harus kami bawa besok. Sial bagi saya karena saya belum sempat mencatat dan sudah lebih dahulu diusir. Karena tidak tahu besok harua membawa apa. Yang saya ingat hanya topi 26 warna dengan angka dua diatasnya. Sebenarnya saya berniat untuk kabur dari MOPD hari ketiga, tapi saya merasa tidak tega untuk meninggalkan teman teman saya berjuang di MOPD hari ketiga. Sehingga saya memilih untuk mengikuti MOPD hari ketiga.
Pagi hari benar saya berangkat kesekolah. Saya datang kesekolah sekitar jam 05.02 telat 2 menit dari jadwal yang diperintahkan. Karena saya tidak membawa atribut, saya merasa dipojokan oleh Angdiv dan Pangdiv saya, ditambah dengan kakak kelas yang lain yang melihat saya tidak beratribut lengkap. Akhirnya saya dibawa untuk menghadap Endruw, disana saya benar benar merasa dipojokan. Endruw menyuruh saya untuk membuka kemeja putih saya, menaikkan celana menjadi setinggi lutut dan topi yang saya pakai harus terus melekat dikepala. Setelah itu saya lalu bergabung dengam yang lain. Lalu diacara perang yel yel, saya berusaha bernyanyi sekeras mungkin, walaupun nadanya menjadi tidak jelas. Selesai perang yel yel kami lalu melanjutkan acara menjadi membersihkan lapangan danarea di sekitar Gonzaga. Selesai membersihkan lapangan kami lalu memulai game. Setelah games kami lalu masuk kesesi tanda tangan. Disana saya benar benar merasa dikerjai oleh kakak kelas. Terutama saat meminta tanda tangan Leon. Saya disuruh melakukan selebrasi mencetak gol, lalu ditiban oleh teman teman saya yang lain. Untungnya Teo waktu itu tidak ikut. Kalau ikut habislah saya. Selesai sesi tanda tangan kami lalu memulai games kembali. Games sesi kedua ini kami diuji kekompakan kami. Selesai games kami lalu masuk kekelas kelas. Saya sempat nyasar dua kali. Keruang 5 dan ruang tiga sedanglka divisi saya ada diruang 2.
Dikelas kami merasa benar bemar dipojokan dalam situasi yang tidak mengenakan. Mulai dari masalah kami kurang kompak. Atribut, dll. Ditambah lagi Endruw dan Okta ketua dan wakil MOPD masuk kekelas dan mencaci maki kami. Rasanya seperti berada dalam siksaan yang sangat mengerikan. Setelah itu kami diperintahkan pergi keluar dan akhirnya pergi keluar. Saya tidak tahu akan dibawa kemana. Dan saat membuka mata. Rasanya haru dan bangga. Endruw mengucapkan selamat kepada kami, karena kami telah diterima dalam komunitas Kolese Gonzaga.
Selanjutnya saya akan menceritakan pengalaman jambore saya. Saya saat jambore, satu kerajaaan dengan Alvin, Bryan, Mario, Sonny, Rendra, Andi, Setyo, dan Ardias. Itu yang laki laki. Yang perempuan saya satu kerajaan dengan Pitta, Wikan, Kenny, Aida, Sitta, Loraoine. Selain itu mentor saya saat Jambore yaitu Richard ( Dodot) dan Kanya. Pertemuan pertama saya saat itu hanya mengenal Alvin, Wikan, dan Sonny. Akhirnya kami bersama sama saat jambore. Saat ingin berangkat Jambore di tronton Bryan Gurki takut saat tronton yang kami lalui melalui jalanan yang menikung. Disana kami satu tronton dengan kerajaan Olympus. Setelah sampai di Jatiluhur kami lalu beristirahat sejenak untuk melepas capek saat dijalan dan makan. Tentunya sebelum makan kami diajari oleh panitia Jambore tentang Mars Jambore, dimana Mars Jambore ini sama sakralnya dengan Mars Kolese Gonzaga. Selesai menyanyikan mars jambore kami lalu dibagikan makanan. Stelah makan kami lalu melaksanakan tracking, disaat tracking kami hanya diberi petunjuk petunjuk untuk menentukan jalan mana yang kami ambil. Disaat awal perjalanan, kami tidak merasakan ada masalah. Masalah muncul ketika ada disebuah persimpangan. Kami berhenti sejenak untuk berpikir. Lalu kami memilih jalan kekiri. Ternyata jalan yang kami pilih salah. Kami lalu kembali lagi dan melanjutkan perjalanan. Setelah itu kami tidak salah lagi dalam melanjutkan perjalanan kami.
Selesai tracking, kami lalu membawa tas kami dan juga tas yang berisi perlengkapan perlengkapan kami, yang akan kami bawa disaat Jambore. Ditas itu berisi baju, alat mandi, dan ponco.
Selanjutnya kami mulai mempersiapkan tenda. Kami membuat tenda, sesuai dengan apa yang pernah diajarkan oleh mentor kami. Anak anak perempuan sudah selesai memasang tenda sedangkan yang laiki laki kesulitan mendirikan tenda. Akhirnya kami meminta bantuan dari anak perempuan untuk membantu mendirikan tenda. Selanjutnya kami melakukan refleksi tentang kegiatan yang saya sudah lakukan pada hari itu. Mentor saya (yang laki laki) memang malas, dikerajaan lain refleksi dilakukan selama lima kali, sedangkan untuk kerajaan saya cukup satu kali. Setelah refleksi selesai kami lalu makan malam bersama setelah itu jam bebas. Lalu kami tidur. Pada malam yang pertama saya setenda dengan Bryan dan Alvin, ditenda kami terus bercanda canda, dan sering mengganngu mentor saya Dodot. Kami juga sering berbicara dengan tetangga kerajaan sebelah kami dragon fire.
Keesokan harinya kami bangun sekitar jam 5, saya saat itu mata saya masih berkunang kunanga karena masih ngantuk. Akhirnya dengan rasa mengantuk yang masih ada saya mengikuti games yang diadakan panitia. Selesai games kami melakukan senam pagi. Setelah senam kami lalu kembali lagi ketenda untuk mengambil baju ganti untuk pergi mandi. Selesai mandi kami lalu makan pagi kemudian disaat ada jam bebas, saya sengaja mampir ketendanya dragon fire untuk bercanda canda dengan mereka. Akhirnya kerajaan kami disuruh pergi ke lapangan bawah. Untuk memulai kegiatan hicking dan rafting. Kami berkumpul dulu dilapangan untuk. Bermain games. Dari 3 games. Kami berhasil memenangi 2 diantaranya. Lalu kami berangkat melaksanakan hicking lebih dahulu. saat hicking kami diberikan kompas untuk menentukan kearah mana kami harus pergi. Dan dibatu atau pohon ada suatu petunjuk berupa arah kompas yang akan menuntun kami menuju petunjuk berikutnya sampai ke tepi waduk. Kami selama melakukan hicking tidak mengalami kendala yang berarti. Perjalanan kami berlangsung lancar, tanpa hambatan. Selesai Hicking kami lalu melanjutkan acara dengan rafting. Saat rafting, kami harus mengikatkan ban dengan bambu dengan tali, dimana tali yang diberikan ada enam buah. Saya bertugas mengambil air dari waduk lalu menyirami air ke ban. Agar bannya tidak meletus. Saya sempat terkena jebakan. Diamana saya menginjak lumpur basah. Akhirnya setelah kami selesai membuat rakit kami lalu memulai rafting. Dengan posisi 3-3-3. Tiga orang ditengah,didepan dam dibelakang. Pada awal rafting saya berada dibelakang membantu
mencpeatkan rakit dengan menganyun ngayunkan kaki. Saat rakit kerajaan kami didekati oleh kerajaan Amber. Saya memutuskan untuk berenang dan membantu mendorong rakit supaya lebih cepat. Akhirnya terbalap juga. Saya akhirnya mendapat giliran mendayung. Karena Loraine merasa kecapean. Mendkati garis akhir Sita teman kami terjatuh kewaduk untuk yang kedua kalinya.
Selesai rafting kami lalu membereskan rakit dan kembali keatas. Kami lalu diberi waktu untuk mandi dan jam bebas.
Keesokan harinya kami melakukab treasure hunt. Dimana kami melakukan pencarian terhadap beberapa baranga lalu kami mencarinya, barng barang itu disembunyikan oleh panitia. Akhirnya kami selesai melakukan treasure hunt dan kembali ke lapangan belakang. Disana kami menunggu kerajaan lain yang masih melakukan treasure hunt. Saat kerajaan lain datang, saya dan Dipta, karena inisiatif sendiri menolong teman teman saya menurunkan batang bambu. Selesai treasure hunt kami lalu makan siang.
Kami lalu mulai mengerjakan apa yang disebut final project tower dimana kami bekerja bersama sama membuat tower untuk nantinya akan diadakan acara final project. Saya dari awal sampai tower itu berdiri, saya bekerja membantu pengerjaan tower. Selesai membuat tower kami lalu melanjutkan acara berikutnya yaitu final project itu sendiri. Hal yang paling saya takutkan adalah acara final project angkatan kami gagal. Akhirnya acara final project itu berlangsung, walau berjalan seadanya. Akhirnya hujan turun dan kami harus kembali ketenda masing masing. Saat hujan berhenti kami lalu merefleksikan acara fpj yang jauh dari kata bagus.
Selesai refleksi kami lalu mandi. Selesai mandi kami diberi jam bebas. Lalu kami makan malam dengan cara berbeda. Kali ini kami makan, tapi disuapi oleh orang lain. Aneh tapi menyenangkan. Membuat kami lebih akrab dan suasana menjadi hangat. Selesai makan kami lalu kembali ketenda. Kami kembali ketenda untuk mempersiapkan diri untuk solo night. Solo night adalah suatu kegiatan dimana kami tidur sendiri dihutan. Tidur dengan membuat bivak, sesuai dengan yang telah diajarkan mentor kami. Saya bisa membiat bivak, walau tidak sempurna. Yang penting bisa dipakai untuk tidur. Sebelum tidur, saya menulis refleksi sebelum tidur.
Saya terbangun dari tidur saat saya mendengar adzan sholat subuh dari masjid. Saya lalu bangun dan tidak bisa tidur lagi, karena sudah bangun saya lalyu membereskan bivak, sebelum dibangunkan oleh mentor. Jadi saat mentor saya Dodot hendak menuju tempat saya, saya iseng mengarahkan senter saya ke mukanya. Dan dia melihat, tenda saya yang sudah rapi dibereskan. Tapi saya memiliki satu masalah. Pasak saya hilang satu. Selesai acara solonight kami lalu bergegas pergi ke lapangan bawah. Disana awalnya kami dipuji karena berhasi menyelesaikan solonight. Akhirnya kami dimarah marahi. Karena sudah berpengalaman dimarah marahi saat MOPD saya hanya diam saja. Pada akhirnya panitia juga minta maaf telah memarah marahi kami, dengan tujuan hendak menguji kekompakan kami.
Selesailah acara jambore dan lalu kami kembali ke tronton untuk pergi pulang ke Gonzaga.
PERTAMAX dulu ye gan
apa ini gan emoticon-Bingung (S)
ijin nyimak dulu gan emoticon-Smilie
apa tuhhh>>>

Spoiler for the best poker online INDONESIA- tournament gratis setiap hari total hadiah 120jt (april):


:ane emoticon-Bingung bacanya gan , formatnya di bagusin emoticon-Jempol
baru kali ini ane lihat TS berhasil reserved page one untuk sebuah thread dan tanpa kalimat sakti untuk mem book page (untuk update kemudian) emoticon-Matabelo