alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5177d0f7631243685b000003/kontribusi-suku-dayak-dalam-expedisi-puncak-cartenz---pegunungan-jaya-wijaya-papu
Thumbs up 
Kontribusi suku Dayak dalam expedisi Puncak Cartenz - Pegunungan Jaya Wijaya Papua
Kontribusi suku Dayak dalam expedisi Puncak Cartenz - Pegunungan Jaya Wijaya Papu

Ini thread pertama ane gan... semoga gaemoticon-Blue Repost ane mau sharing tentang kontribusi suku dayak pada ekpedisi papua dan pegunungan Jaya Wijaya...emoticon-Matabelo ane sebagai keturunan Dayak biaju/ dayak ngaju semoga bisa dapat cendolnya ya gannn...emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Ekspedisi Papua Selatan (1907) adalah percobaan pertama dari 3 rangkaian ekspedisi Belanda menuju pantai selatan dari puncak gunung yang diselimuti salju abadi di Papua Tengah. Ekspedisi ini diorganisasi di bawah bantuan Indisch Comité voor Wetenschappelijke Onderzoekingen dan Maatschappij ter Bevordering van het Natuurkundig Onderzoek der Nederlandsche Koloniën.

Pimpinan ekspedisi adalah hakim dan biolog amatir Hendrikus Albertus Lorentz yang laporannya berisi tentang zoologi dan etnografi. Perwira AL Jan Willem van Nouhuys meneliti tentang geologi, topografi, dan meteorologi, dan dokter tentara Gerard Martinus Versteeg yang bertanggung jawab untuk pengawasan kesehatan dan antropologi, sementara "naturalis" J.M. Dumas juga ikut serta karena kecakapannya sebagai peserta ekspedisi penjelajahan sebelumnya di bagian Papua yang tak dapat dimasuki. Tentunya Lorentz dan Versteeg banyak membuat foto ekspedisi.

Let. C. Schultz memegang komando atas kawalan 45 militer, 60 NaPi terhukum yang dijadikan tukang angkut barang dan 60 orang Dayak dari Kalimantan, penghuni asli hutan yang bertugas sebagai pengangkut, pemasang jerat, penunjuk jalan, pembuat bivak dan tukang yang ahli. Dalam kelompok itu juga ada 3 mandor, pengawas orang hukuman, dan sejumlah staf 's Lands Plantentuin di Buitenzorg (sekarang Kebun Raya Bogor) yang ahli dalam keterampilan dan perawatan kumpulan spesimen botani.


Cartenz Piramid merupakan puncak tertinggi dari pegunungan jayawijaya yang terdapat di tanah papua. Puncak ini pertama kali di temukan oleh Jan Cartenz, ketika pelayarannya dia melihat sebuah puncak gunung yang tertutup oleh lapisan putih yang diduga adalah lapisan salju. Ada gunung salju di Khatulistiwa. Awalnya Jan Carstensz dianggap mengada-ada karena laporannya itu. Seiring waktu datanglah berita lain tentang adanya pegunungan salju di Amerika selatan, juga di tahun 1848 seorang misionaris melaporkan hal serupa di Afrika utara. Perhatian pun mulai tertuju pada puncak salju yang dilaporkan oleh Jan Carstensz. Lebih dari dua ratus lima puluh tahun lamanya, ekspedisi pendakian pertama baru dilakukan oleh H.A Lorentz di tahun1907. Ekpedisi selama 6 bulan tersebut mengalami kegagalan akibat keganasan alam Papua. Pada tahun 1913 Jan Cartenz seorang Naturalist asal Inggris A F R Wollaston berhasil mencapai hidung glasier di sisi Selatan Carstensz setelah melalui perjalanan melelahkan melewati hutan di pesisir selatan Papua. Ia membutuhkan 92 hari untuk mencapai 50km terakhir Kegagalan demi kegagalan terus dialami dalam pencapaian puncak Cartenz, akhirnya seoarang pendaki berkebangsaan Austria H. Herrer bersama beberapa rekannya berhasil mencapai puncak tertinggi di kawasan Oceania ini, Cartenz akhirnya ditaklukkan.

Tetapi dibalik gemilangnya keberhasilan pendakian cartenz pyramid, hanya sedikit orang yang mengetahui sebuah kenyataan bahwa peran suku dayak sebagai kaum perintis sangat vital. Suku asli Kalimantan ini adalah orang-orang yang diberi karunia dan anugrah oleh sang pencipta sebagai kaum-kaum yang memiliki tenaga kuat dan tahan terhadap siksaan alam. Mereka juga terkenal sebagai kaum perintis sungai, dengan pakaian seadanya mereka berhasil menghantarkan H. Herrer dan rekan-rekannya menuju puncak cartenz. Penghargaan yang diberikan atas besarnya jasa suku dayak dalam pendakian Cartenz piramind ditandai dengan menamai salah satu jalur pendakian nya yaitu Dayak Pass. Sebuah jalur untuk mereka yang pemberani.

Itulah sekarang menjadi Freeport
Kontribusi suku Dayak dalam expedisi Puncak Cartenz - Pegunungan Jaya Wijaya Papu
Kuat2 gan...emoticon-Matabelo
Ya gan kuat2 orang zaman dulu.... padahal masih menggunakan ewah - sejenis cawat... dan tanpa alas kakiemoticon-Matabelo
jadi pengen emoticon-Sorry
hebat lah gan suku dayak
gw salut sama suku yg satu ini..
salut deh emoticon-Big Grin
kuat" banget yak emoticon-Matabelo
picnya mana gan emoticon-Bingung (S) hha baru nongol ni dasar koneksi lemot emoticon-Hammer2
keren, mereka gak perlu peralatan outdoor yg mahal2.. emoticon-Matabelo

"semoga coboy junior bubar beneran..!!! amin ya Alloh...
anak kecil koq lagunya pacar-pacaran, perusak generasi bangsa!!"
kuat karena biasa sih kyaknya gann emoticon-Cool
ternyata Suku Dayak Berkontribusi juga yah gan
wahh habatemoticon-I Love Indonesia
Orang dayak menyatu dgn alam gan bukan melawan alam... bantu dukung stop ekspansi sawit di kalimantan gan sebelum hutan asli suku dayak tinggal cerita...
wah batu tau ane suku dayak yang bantuin emoticon-Traveller