alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5177b2396212434e7000000b/un-bukan-akhir-dari-segalanya
UN bukan akhir dari segalanya
buat agan-agan yang kemaren atau sekarang lagi menghadapi UN. ane mau ngasih semangat buat ente semua sekaligus mendoakan agar semuanya lulus.

jujur ane cukup kecewa dengan UN kali ini yang berantakan, bahkan dari dahulu selalu menimbulkan masalah terutama psikologi dari seseorang yang menjalaninnya. kemaren malem ane nonton IL* yang ditayangkan di tv on* . dari salah satu narasumber mengatakan bahwa disuatu daerah ada yang sampai ingin bunuh diri karena stress menghadapi UN. sungguh tragis ada yang sampai begitu... emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)

pandanga un sendiri menurut ane itu y seperti membuat lamaran kerja, kalo gak lulus y cari aja yang lain, atau fokuskan diri untuk memperdalami keahlian toh nantinya juga akan sukses dengan keahlian kita tersebut.

berikut ane kasih artikel yang diambil dari thread kaskuser lain :
[URL="Profil 7 Tokoh Dunia yang Berhasil Bangkit Dari Kegagalan"]http://www.kaskus.co.id/post/5155ffd78227cf0131000005#post5155ffd78227cf0131000005[/URL]

yang isinya :
Quote:
1. Bill Gates
UN bukan akhir dari segalanya


William Henry Gates III, atau yang lebih dikenal Bill Gates adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates. Ia menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007). Siapa sangka dia dulunya DO dari Harvard dan sebelumnya pernah bekerja sebagai Office Boy.


2. Mark Zuckerberg

UN bukan akhir dari segalanya

Mark Zuckerberg dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri. Bagaimana tidak, dimulai dari sebuah situs penghubung mahasiswa Harvard, ternyata banyak yang menyukainya, dengan nekat ia mengikuti jejak seniornya, Bill Gates, DO dari Harvard untuk mengembangkan situs tersebut menjadi Facebook yang kita kenal sekarang. Tahukah Anda? Mark pernah menolak tawaran Friendster yang ingin membeli Facebook 10 juta US$, artinya sekitar Rp. 9,500,000,000 (kurs Rp. 9,500), tawaran dari viacom 750 juta dolar (Rp. 7,125,000,000,000) dan yang paling mengagetkan tawaran dari yahoo sebesar 1 miliar dolar (Rp. 9,500,000,000,000).


3. Abraham Lincoln
UN bukan akhir dari segalanya


Abraham Lincoln merupakan contoh klasik orang-orang yang benar-benar berani gagal.
Gagal dalam bisnis pada tahun 1831.
Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832.
Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun 1833.
Mengalami patah semangat pada tahun 1836.
Gagal memenangkan kontes pembicara pada tahun 1838.
Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840.
Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843.
Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848.
Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855.
Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856.
Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.
Akhirnya pada tahun 1860, ia dilantik sebagai presiden Amerika yang ke-16 dan menjadi salah seorang presiden yang sukses dalam sejarah Amerika.


4. Ludwig Van Beethoven

UN bukan akhir dari segalanya

Ludwig Van Beethoven, jika anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil yang telah mempunyai 8 anak, 3 di antaranya tuli, 2 buta, 1 mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri mengidap sipilis, apakah anda akan menyarankannya untuk menggugurkan kandungannya? Jika anda menjawab ya, maka anda baru saja membunuh salah satu komponis termahsyur di dunia. Karena anak yang dikandung oleh sang ibu tersebut adalah Ludwig Van Beethoven. Ketika Beethoven berumur di ujung 20an, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak, tapi akhirnya ia menjadi Komponis yang terkenal dengan karya 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi.


5. Thomas Alva Edison
UN bukan akhir dari segalanya

Suatu hari, seorang bocah bernama Thomas Alva Edison yang berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya pun membaca kertas tersebut yang berisi, “Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.” Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ”anak saya Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia. ”Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. Dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju. Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.


6. Aristotle Onassis

UN bukan akhir dari segalanya

Aristotle Onassis saat di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi guru guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang. Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini. Akhirnya dia menjadi seorang milyuner.


7. Adam Khoo

UN bukan akhir dari segalanya

Adam Khoo adalah orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV. Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas 4 SD, ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh 6 SMP terbaik di sana. Akhirnya ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis. Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki 4 bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta. Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.



jadi gak semua orang sukses, sukses juga di bidang pendidikannya. terus usaha dengan kemampuan mu emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Komeng ane : (Kalo bermutu pasti ane edit)

Gagal UN bukan berarti gagal segalanya

Spoiler for UNTUK TUKANG IKLAN & JUDI BUKA INI:


Musuh Hari ini : Tukang Judi Poker
jadi intinya kalo pengen sukses jangan sekolah emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
kidding
mo gmn lagi gan.. udah soal 20 pket... telat pula ujiannya... stress menumpuk bgt gan..
Quote:Original Posted By rizaltvtx
jadi intinya kalo pengen sukses jangan sekolah emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
kidding


hahahhaha menurut ane sih lebih baik gitu emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Hahhaa... Tergantung usahanya gan....
bener gan....
UN aja dibikin pusing
begitulah negeri yang penuh dagelan ini
ya itu kan mereka yang mau berusaha gan...
terus mereka juga mikir kalo tetep sekolah...
mereka akan kehabisan waktu untuk membuat idenya...

jadi, selain mereka pada kenyataanya cerdas, mereka tetep semangat...
gak kayak Indonesia, belon dilakuin aja udah tereak2, di kaskus pula...

*no offens, but true...
Quote:Original Posted By loungepeople
ya itu kan mereka yang mau berusaha gan...
terus mereka juga mikir kalo tetep sekolah...
mereka akan kehabisan waktu untuk membuat idenya...

jadi, selain mereka pada kenyataanya cerdas, mereka tetep semangat...
gak kayak Indonesia, belon dilakuin aja udah tereak2, di kaskus pula...

*no offens, but true...


y kalo kita mau berusaha dengan sepenuh hati bakalan bisa seperti mereka gan