alexa-tracking

IMPIAN menjadi KENYATAAN melalui bisnis asuransi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51775a708327cf9a1200000b/impian-menjadi-kenyataan-melalui-bisnis-asuransi
IMPIAN menjadi KENYATAAN melalui bisnis asuransi
Benar, ini bukan cuma mimpi untuk bisa mempunyai rumah mewah seharga miliaran rupiah, atau menyekolahkan anak ke luar negeri. Itu semua bisa terwujud hanya dengan menjadi seorang agen asuransi, sebuah posisi yang masih dipandang sebelah mata hingga kini.

Di samping niat baik untuk menolong orang yang kesusahan, berbagai bonus dan komisi yang menjanjikan dari menjadi seorang agen asuransi itu sempat melambungkan impian Mamiek, sebut saja demikian namanya.

Dibandingkan penghasilannya ketika masih menjadi salah satu staf di sebuah perusahaan media cetak yang baru di Jakarta, tentunya mimpi menjadi ‘jutawan’ mendadak ini sangatlah menggiurkan.

Meskipun tidak mempunyai gaji, dia tergiur oleh jam kerja yang fleksibel dan pastinya pendapatan yang tak terbatas! Mungkinkah demikian? Menurut Mamiek yang menjadi Unit Manager asuransi Prudential sejak dua tahun lalu, pendapatan komisi bisa mencapai 30% dari total premi yang dibayarkan nasabah selama dua tahun, lalu selama tiga tahun akan mendapat komisi 5%.

Ini masih belum ditambah bonus tahunan sebesar 12%! Wow! Sebagai seorang Unit Manager, dia pun masih bisa menerima komisi tapi sifatnya off-raging.

Jadi tidak heran jika ada seorang agen yang bisa mencapai penghasilan Rp100 juta per bulan dan itu bisa dicapai dalam lima tahun. “Pendapatan ini pun masih bisa terus naik. Bahkan ada agen yang bisa mencatat rekor pendapatan Rp2 miliar per bulan,” tutur Mamiek.

Tentunya bagi Mamiek, masalah pendapatan yang tak terbatas ini merupakan salah satu faktor penyemangat di samping dia juga merasakan bonus yang sifatnya non-materi, seperti penghargaan yang tiada henti bagi prestasi yang dicapai baik dari perusahaan di Indonesia maupun dari pusatnya di luar negeri.

Berbeda tiap produk Hal serupa juga bakal dialami seorang agen asuransi Manulife. Komisi dan bonus bertaburan sehingga membangkitkan semangat sang agen untuk meraih pendapatan yang lebih dan lebih lagi. Meskipun di perusahaan asuransi ini, komisi yang diterima berbeda-beda untuk tiap produknya. Secara rata-rata, untuk agen yang produktif alias rajin menjual produk asuransinya, bisa mendapat komisi Rp2 juta sedangkan untuk agen top bisa mendapat komisi di atas Rp20 juta.

Di Manulife, kompensasi penjualan yang bakal diterima sang agen berupa komisi dan bonus uang bila sang agen mampu menembus target rata-rata yang ditetapkan perusahaan. Selain itu ia juga bisa menikmati komisi dari hasil penjualannya pada tahun-tahun berikutnya.

Bonus lain yang bakal diterima bagi agen Manulife juga termasuk perlindungan kesehatan setelah bergabung selama dua bulan. Masa tua pun terjamin dengan nilai pensiun ratusan juta rupiah karena selama bekerja perusahaan ikut mensubsidi 5% di samping iuran dari karyawan itu sendiri sebesar 5%.

“Kalau ditanya pekerjaan apa yang pendapatannya tetap bertahan di saat krisis, ya asuransi,” ujar seorang agen.

Masalahnya, pekerjaan yang satu ini kadung diberi persepsi negatif sehingga ‘wibawa’nya kian luntur. Padahal, dari sisi besaran komisi sangat menjanjikan dan apa yang didapat beserta fasilitas yang diberikan bisa melebihi penghasilan seorang manajer.

“Penghasilan setingkat manajer bisa, tergantung usaha dan kerja kerasnya, komisi itu kan naik terus,” kata Venny Veronika, agen yang kini menjadi Senior Agency Manger PT Prudential Life Assurance.

Komisi agen asuransi sebenarnya bergantung pada berapa keras usaha mereka untuk merangkul banyak klien dalam mengambil premi asuransi. Pola payment seperti ini, komisi plus bonus-bonus lainnya, berbeda sekali dengan patokan gaji pokok yang biasa diterima pegawai kantoran.

Oleh sebab itu, seorang agen harus dibekali amunisi berisi kesabaran, semangat kerja keras, loyalitas, jujur, dan pantang menyerah agar mampu memberikan pemahaman-bukan hanya informasi-yang baik kepada klien mengenai asuransi.

Bila berhasil, komisi dan sederet ‘penghargaan’ lainnya sudah menanti untuk dinikmati. Kalau bonus uang mungkin sudah tidak asing seorang agen bisa jalan-jalan ke luar negeri, atau keliling dunia.

Bonus lainnya bisa saja dapat tiket spa atau sekedar tiket menonton Java Jazz Festival seperti yang dialami Luilie Retno Sawitri dari PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri. Itu soal bonus, bagaimana dengan isi dompetnya? Akan tetapi sepertinya sulit mengintip isi dompet agen asuransi karena asuransi memiliki beberapa produk yang berbedabeda komisi dan bonusnya.

Lena S Lukman, agen asuransi yang sedari 1990 bergabung dengan PT Asuranji Jiwa Manulife Indonesia menuturkan penghasilan agen memang tergantung produk apa, mau unit-link, atau produk lainnya.

Ini juga yang menyebabkan persentase komisi unit-link setiap satu premi yang tembus berbedabeda karena ada yang 10%-20%.

“Tidak bisa digeneralisasi sih, masalahnya tergantung produk,” tandas Lena yang kini didapuk menjadi Agency Director Centre Territory-nya Manulife.

Bila ‘dipaksa’ mengaku, Lena mengatakan pendapatan agen bisa mencapai tertinggi Rp100 juta satu bulan bukan per bulan. Dahsyat memang, duit segitu bukan angka tetap tetapi bisa berubah karena angka terendah Rp2 juta.

Bahkan, mantan karyawan PT AIG Life ini mengenang ada agen asuransi Manulife yang mampu mencatatkan komisi plus ecek-ecek hingga Rp400 juta dalam 8 bulan berkerja dan dia pun terhitung masih belia.

Ada juga yang bilang komisi dan embel-embel lainnya yang diterima agen asuransi setiap bulan umumnya antara Rp5 juta-Rp6 juta. Itu baru pemula dan jumlah tersebut masih bisa bertambah karena itu hanya tahun pertama, bisa dibayangkan jika agen tersebut sudah senior berapa isi dompetnya apalagi isi ‘celengannya’.

Venny menambahkan penghasilan agen asuransi atau marketer insurance ternyata besarannya tidak lebih jelek dari seorang karyawan tingkat manager. Penghasilan yang diperoleh pada tahun pertama itu setara dengan penghasilan karyawan tingkat staf yang sudah bekerja selama 5 tahun-6 tahun.

“Orang tidak mengerti betapa bisnis asuransi banyak membantu khalayak, mereka masih mengkonotasikan agen asuransi itu tidak baik,” sesalnya.

Tingkat agen asuransi pada umumnya dimulai dengan menjadi agen pemula atau Finansial Advisor, kemudian beranjak menjadi Associate Unit Manager, lalu Unit Manager, setelah itu menjadi Senior Unit Manager dan Agency Manager, hingga akhirnya didapuk menjadi Senior Agency Manager. Naik pangkat itu pun selaras dengan meningkatnya komisi yang diterima.

“Kalau naik jabatan misalnya dari agen pemula menjadi Unit Manager tentu aja dapat tambahan dan sudah otomatis, cuma besarannya relatif dan tergantung perusahaan, tidak ada yang baku di asuransi,” terang Venny.

Biasanya pergantian tersebut terjadi setahun sekali. Seseorang bisa dipanggil leader setelah yang bersangkutan sampai pada Unit Manager. Peningkatan itu artinya seorang agen mampu mengembangkan dirinya sekaligus membantu melebarkan sayap perusahaan. Perusahaan kian terbang tinggi, komisi pun terus melesat.

Jadi, berani mencoba???

hub 081 33333 8206 Surabaya

IMPIAN menjadi KENYATAAN melalui bisnis asuransi

Sumber: prudentialjakarta.multiply.com
1. Perlindungan Terhadap Kehilangan Penghasilan

Semakin besar penghasilan Anda, semakin besar pula kemungkinan Anda kehilangan. Semakin sedikit penghasilan Anda, semakin kecil pula kemampuan keluarga Anda dalam menanggung kehilangan tersebut.

Bahasa sederhananya, orang membeli Asuransi jiwa karena mereka mungkin “meninggal terlalu cepat”. Tak seorangpun mengetahui berapa lama lagi hidup mereka akan berakhir. Asuransi jiwa memberikan berbagai manfaat untuk memastikan ketika kematian terjadi di usia muda, ini bukan berarti penghasilan yang Anda sediakan untuk kelangsungan hidup keluarga juga akan sirna.

Asuransi khususnya sangat berguna bagi pria yang telah menikah, dengan beberapa anak yang masih kecil. Harapan dan impian untuk memberikan kehidupan yang memadai bagi keluarganya akan hancur karena suatu musibah – kematian.

Anak muda yang baru menyelesaikan pendidikannya biasanya juga rentan terhadap risiko ini.Mereka memiliki banyak kesempatan untuk memperoleh penghasilan yang besar, jika saja mereka hidup cukup lama. Asuransi jiwa memungkinkan para orang tua untuk mengambil satu langkah lebih maju dengan memastikan penghasilannya di masa depan...kalau-kalau....sesuatu yang tidak diinginkan terjadi......

2. Memiliki Harta dengan Cepat

Suatu hari, kita semua akan memiliki uang yang sangat banyak. Benar. Dan itu suatu saat nanti : “Suatu saat, kapal saya akan pergi berlayar”. “Suatu saat, usaha saya akan memperoleh keuntungan yang besar”. Suatu saat.

Namun asuransi jiwa adalah satu-satunya instrumen keuangan yang memungkinkan Anda untuk memiliki harta dengan cepat. Jika Anda membeli polis asuransi tabungan, katakanlah dalam waktu 20 tahun Anda akan memperoleh uang sebesar 600 juta, maka keinginan Anda dijamin akan terwujud. Jika tak terjadi apapun pada diri Anda, maka dalam waktu 20 tahun, Anda akan mendapatkan uang tersebut ditambah bonus yang terdapat pada polis Anda. Namun jika sesuatu yang tak diinginkan menimpa Anda dalam masa 20 tahun tersebut, maka tujuan Anda untuk memperoleh uang sebesar 600 juta tetap terjamin, karena asuransi jiwa telah membentuk harta sebesar 600 juta dengan cepat.

Dari cara menjelaskannya, bank beroperasi dengan prinsip yang berbeda, yaitu “Menabung dan Membentuk” (Save and Create). Kapan pun, jumlah uang yang Anda miliki di bank sama dengan

3. Untuk Mengurangi Pajak

Ini adalah alasan popular untuk membeli asuransi jiwa. Ketika saya membeli polis di akhir tahun 70-an, alasan utamanya adalah saya tidak akan mendapatkan perlindungan asuransi jiwa saja, tapi saya juga dapat mengurangi pajak! Petugas pajak tidak menganggap bahwa uang premi asuransi jiwa yang saya bayarkan sebagai penghasilan. Saya pikir, petugas pajak ini baik hati sekali. Itulah hadiahnya jia memperhatikan kebutuhan masa depan kita.

Saat ini, manfaat asuransi cukup menarik khususnya untuk kalangan wirasastawan. Oleh sebab mereka tidak memberikan kontribusi terhadap sejenis dana pensiun yang dikelola pemerintah contohnya Jamsostek, maka mereka diperkenankan untuk membayar premi asuransi sebesar (Rp 30 juta – di Singapura) dan (Rp 21 juta – di Malaysia) setiap tahunnya tanpa dikenakan pajak.

Mereka yang memiliki penghasilan lebih rendah juga berfikir bahwa alasan yang bagus unuk membeli asuransi adalah karena dapat mengurangi pajak.

4. Mempersiapkan Dana Pensiun

Kita hanya perlu melihat berapa banyak orang berusia lanjut yang masih mencari nafkah untuk membiayai kehidupan di hari tuanya, hanya karena mereka tidak menyadari betapa pentingnya mempersiapkan perlindungan asuransi yang sesuai untuk masa pensiun mereka. Seorang tua dengan pahit menyimpulkan keadaanya “ Jika Anda tidak punya uang di masa pensiun, Anda lebih baik meninggal ”.

Rata-rata orang mungkin merasa bahwa antara tabungan, Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola pemerintah dan keluarga, masa pensiun bukanlah sebuah masalah serius.Bahkan ia mungkin berkata : “ Saya punya cukup uang untuk masa pensiun”. Pertanyaan yang belum terjawab adalah : “ Untuk berapa lama Anda merencanakan masa pensiun Anda ?”

Pertanyaan ini sulit dijawab. Tak seorang pun mengetahui berapa lama mereka akan pensiun ! Memang benar, sepanjang hidup, Anda harus bekerja keras. Tetapi sangat bijaksana jika Anda bekerja dengan pandai dan membiarkan asuransi membantu Anda menjawab pertanyaan tersebut dengan : “Mengapa Anda tidak merencanakan masa pensiun Anda sekarang, sehingga Anda akan punya pilihan apakah Anda akan tetap bekerja di usia 60 atau 65 tahun nanti?”

5. Ketenangan Pikiran

“ Kematian terjadi pada manusia setiap harinya, dan suatu saat nanti pada setiap manusia.”

Kematian adalah hal yang pasti dalam kehidupan (dikehidupan modern, hal lain yang pasti adalah “pajak”). Ketika seorang yang bertanggung jawab menyadari bahwa ia telah melakukan persiapan yang memadai guna menghadapi peristiwa di masa depan, maka dirinya akan merasa tenang.

Saya masih ingat di awal tahun 80-an ketika saya sangat khawatir bahwa asuransi yang saya miliki jumlahnya sangat tidak mencukupi. Saya mengajukan sebuah aplikasi, dan selama beberapa hari kemudian saya merasa seperti berada di ujung tanduk, bertanya-tanya apakah proses persetujuannya akan mengalami kesulitan. Saya menjadi sangat berhati-hati ketika menyeberang jalan, bukan karena saya ceroboh dan sembrono. Namun akhirnya aplikasi asuransi saya disetujui dengan nilai sebesar Rp 750 juta, jelas saya sangat lega.

6. Polis untuk Pendidikan Anak

Jika anak Anda cukup pintar untuk masuk ke Perguruan Tinggi, apakah Anda juga cukup pintar untuk menyediakan dananya?

Jelas, anak Anda mendapatkan kepintarannya dari Anda ! Sangat terlambat jika Anda menunggu hingga anak Anda lulus, baru kemudian Anda membeli polis. Lima atau sepuluh tahun sebelum mereka masuk ke universitas adalah waktu yang sangat tepat bagi Anda untuk memulai menabung sehingga uang Anda akan terus bertambah.

Kadang muncul suatu situasi ketika anak Anda memilih kuliah di jurusan yang tidak tersedia di negara Anda. Pada tahun 90-an, biaya sekolah diluar negeri sudah mencapai 180 juta. Masuk universitas adalah hal penting , tetapi kuliah di jurusan pilihan juga sangat penting bagi anak Anda. Mampu menyediakan dana untuk membiayai pendidikan anak di jurusan pilihannya adalah hal yang sangat mengagumkan (biasanya anak akan belajar lebih baik lagi jika mereka menyukai bidang pelajarannya).

Namun bagaimana jika Anda telah menyiapkan dana pendidikan untuk anak Anda namum mereka tidak berhasil masuk ke universitas manapun ? Dalam situasi seperti ini, Anda dapat mencairkan polis Anda dan pergi berlibur panjang. Kalau anak-anak Anda tidak dapat menikmati dana tersebut, maka Anda pun berhak menikmatinya !

maka oleh sebab itu gan... kita harus sadar asuransi