alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5177399a8027cf8c3a00000c/kekalahan-barca-pelajaran-berharga-bagi-pks
Kekalahan Barca, Pelajaran Berharga bagi PKS
Spoiler for ilustrasi:

Quote:Skor 0-4 bukan hal yang biasa bagi kekalahan Barcelona atas Bayern Muenchen dalam pertandingan Leg pertama Semifinal Liga Champion Eropa 2013. Dengan tertunduk lesu Lionel Messi keluar lapangan. Sementara punggawa lain Barca juga berjalan gontai keluar lapangan usai laga yang berlangsung dengan tempo yang cepat ini pada dini hari, Rabu 24/4/ 2013

Saya sendiri berharap ada aksi fenomenal Messi pada laga ini. Messi yang menjadi tumpuan Barca di ajang Champion ini sama sekali tak banyak bergerak bahkan menciptakan manuver berbahaya yang mengancam gawang Neur. Messi saya katakan mati kutu di hadapan palang pintu Bayern Munchen. Lebih parahnya, lesunya Messi juga menyebar pada kelesuan semua pemain Barca. Seperti Messi adalah Barca dan Barca redup ketika Messi tidak bersinar pada pertandingan ini.

Pelajaran dalam sepak bola tersuguh pada pertandingan ini. Sepak bola adalah permainan tim, bukan mengandalkan kehebatan seorang pemain, meski ia seorang pemain terhebat di dunia.

Begitulah juga yang kita dapatkan dan selalu diajarkan dalam mengarungi jalan dakwah ini. Bahwa dakwah ini pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh satu dua orang, sehebat apapun dia. Amal jama'i menjadi kemestian dalam kerja-kerja peradaban ini. Cita-cita kita membentuk Indonesia menjadi 'sepenggal firdaus' tentu bukan sesuatu yang mustahil manakala semua kader dakwah bersinergi dan memberikan kontribusi terbaiknya. Walau kita memiliki qiyadah sehebat Anis Matta yang semua kader mengidolakannya, tapi jangan sampai kita bertumpu pada individu.

Maka penulis sepakat apa yang dikatakan Rusmini Bintis dalam tulisannya "Indonesia Sepenggal Firdaus" bahwa "Kekuatan PKS bukan berada pada Anis Matta, tetapi ada dalam setiap diri individu kader se-Indonesia. Karena kekuatan terbangun dari unsur yang membentuk kekuatan itu. Menjadikan Indonesia sepenggal firdaus bukan perkara mudah, butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun. Kemudahan dakwah yang dirasakan hari ini adalah hasil dari kerja-kerja dakwah puluhan tahun silam, yang bisa jadi para pendiri dakwah PKS di Indonesia sebagian sudah tiada." Demikian tulis pemilik akun @MinieBintis.

Kita semua sebagai kader dakwah sangat mendamba terwujudnya cita-cita mulia menjadikan "Indonesia Sepenggal Firdaus", sebuah cita-cita untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan luhur the founding fathers negeri tercinta ini. Maka selayaknya setiap kita berlomba-lomba memberikan kontribusi, menjadi part of solution dalam posisi apapun kita dalam barisan ini. Sebagai apapun atau tidak sebagai apapun.

Jadikan "jiwa kontrinbusi" sebagai akhlak kita, menjadi aktivitas spontan, suatu kebiasaan yang sudah tidak memerlukan pemikiran dan pertimbangan lagi. Semua sudah berjalan dengan sendirinya, tanpa dihitung-hitung dan diingat-ingat.

Setiap kader dakwah tidak pernah mengingat dan tidak memiliki catatan pribadi, berapa ratus ribu liter bensin telah dikeluarkan untuk kegiatan dakwah dan jamaah. Berapa juta kilometer jalan pernah ditempuh dalam menunaikan amanah dakwah. Berapa ribu kali meminjamkan motor atau mobil untuk kepentingan dakwah dan jama’ah. Berapa banyak uang telah dikeluarkan untuk kelancaran dakwah. Berapa banyak tenaga telah dikeluarkan guna menunaikan amanah dakwah. Berapa pulsa dan langganan internet untuk kelancaran dakwah di dunia maya sebagai cyber army (agak sedikit curcol #ehm).

Semua tidak dihitung, semua tidak diingat, semua tidak dicatat. Semua dikerjakan sepenuh kecintaan, sepenuh kesadaran, sepenuh kepahaman. Semua dikeluarkan dengan harapan akan mendapatkan balasan terbaik dari sisi Allah. Semua dikeluarkan tanpa perasaan menyesal. Hal ini bisa terjadi, karena kita memahami bahwa kontribusi adalah kunci keberlanjutan dakwah dan jama’ah. Kontribusi adalah jalan menuju kemenangan. Kontribusi adalah kekuatan.

Kekuatan kontribusi seluruh elemen dakwah ini -dari mulai simpatisan ecek-ecek sampai petinggi DPP, kader militan dan setengah militan, kader haroki dan kader meloki, jundiyah dan qiyadah, caleg dan bukan caleg, pegiat dunia nyata dan maya- yang bekerja tanpa merasa yang satu lebih hebat dari yang lainnya, yang terikat oleh jalinan cinta dan ukhuwah, kekuatan "Tim PKS" seperti inilah yang akan mampu mewujudkan "Indonesia Sepenggal Firdaus". Individu-individu yang berkumpul bekerja sama atas dasar ikatan cinta, yang memberikan kontribusi terbaiknya dalam harmoni kerja-kerja peradaban.

So, with love, let's work together to create harmony emoticon-Smilie

Spoiler for Komentar Ane:

Spoiler for Sumber:
apaan nih...
pertamax aja deh ane gan... hehe

bagi yang berbgai ke sesama, UKM ane ngadain baksos gan. cekihot
Quote:Original Posted By rezafre
apaan nih...
pertamax aja deh ane gan... hehe

bagi yang berbgai ke sesama, UKM ane ngadain baksos gan. cekihot

Ane juga kagak ngerti gan... emoticon-Ngakak

kaga ngerti ane.. nebeng d page one aja d emoticon-Cool
ane bantu sundul paya lebih banyak dibaca orang
Quote:Original Posted By DJhari
ane bantu sundul paya lebih banyak dibaca orang

makasih gan...
emoticon-Angel
iya, bener banget neh kata agan....
bola emang nggak ubahnya ama politik gan emoticon-Toast
Kayaknya sejak Pep pindah Barca jadi berkurang ya gan..
maksudnya gimana gan? ane kurang begitu ngerti, ane simak dulu ya gan emoticon-Blue Guy Cendol (L)
good gan emoticon-2 Jempol
Aneh juga nih, kok bisa Barca sama dengan PKS
Ijin nyimak dulu adja gan.. emoticon-Bingung (S)
ya jadikan
ini pelajaran berharga
Ane bingung bacanya gan kenapa PKS di analogi-kan dengan kekalahan Barca.
Apakah maksud si penulis mau menggunakan pelatih Bayern Muenchen untuk membina PKS.
bisa nyambung kek gitu juga ya sama politik emoticon-Ngakak
penasaran nih pas dikandang barka.. apakah barka bisa membalikkan kedudukan... hmmmm emoticon-Big Grin
apa hubungannya barca ama psk gan?emoticon-Bingung (S)
saying sekali ya juragan barca kalah