alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5176939a1dd719a37b000008/membandingkan-ebtanas-dengan-ujian-nasional
Membandingkan Ebtanas dengan Ujian Nasional
Quote:Ingin share pengalaman ane yang pernah ngalamin dua sistem kelulusan, yakni sistem Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas) dan Ujian Nasional (UN). Mungkin bagi adik adik yang sekarang mengikuti UN, agak asing ketika mendengar sistem Ebtanas.

Waktu itu, alhamdulillah ane pernah ngrasain ebtanas pas kelulusan SD. Melalui trit ini, ane mau nyoba membandingkan keduanya..

Evaluasi Belajar Tahap Nasional :
1. Ebtanas nggak ada batas nilai minimal lulus.
waktu itu, ane enjoy aja gan kalo ngadepin ebtanas, nggak ada beban nilai minimum.

2. Mengajarkan siswa untuk memahami setiap konsekuensi dengan cara yang baik.
Jaman ebtanas dulu yang nggak ada nilai minimum, setiap siswa cuma di hadapin 2 hal : lulus dengan nilai baik atau buruk. 2 hal itu punya konsekuensi masing masing, yakni kalau nilai baik berarti kemungkinan diterima sekolah favorit lebih besar dari pada nilai buruk.

3. Setiap siswa punya kesempatan yang sama untuk melanjutkan sekolah.
Karena nggak ada batas minimum nilai kelulusan, makanya setiap siswa hampir dipastikan lulus. Yang membedakan hanya sekolah mereka ntar, favorit apa nggk.

4. Semangat mengikuti ujian adalah semangat untuk dapat masuk sekolah favorit bukan semangat menghindari nilai minimum.

sekarang ane coba bandingkan dengan ujian nasional..

Ujian Nasional :
1. Menggunakan batas nilai minimum.
Siswa menjadi tertekan dalam menjalani ujian, karena harus mengejar batas nilai minimum.

2. Konsekuensi yang ditimbulkan berdampak buruk.
Nilai yang akan dihasilkan dari ujian nasional juga 2, yakni baik atau nggak baik. Konsekuensinya kalau nilai baik ya lulus, kalau nggak baik ya nggak lulus. Kalau nggak lulus ya akan ikut ujian penyetaraan (Kejar Paket), atau bagi yang males ikut ya berarti nggak bisa nglanjutin sekolah.

3. Setiap siswa memang punya kesempatan yang sama untuk melanjutkan sekolah, tapi bagi yang nggak lulus dapat dikatakan kesempatan itu menyempit.

4. Semangat mengikuti ujian adalah semangat mengejar nilai minimum kelulusan, menghalalkan segala yang ada agar bisa lulus.


Itu semua adalah pengalaman ane selama mengikuti kedua jenis sistem ujian.

ane lebih prefer ke sistem lama, yakni Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional..

Kalau menurut agan bagi yang pernah mengikuti kedua sistem tersebut, pendapatnya gimana?
Pertamax dulu gan emoticon-Ngakak
lebih mudah ebtanas ya gan
udah bubarin aja UN,, kembali ke konsep EBTANAS,,

UN sarat korupsi, siswanya diajarkan nyontek yang ujung2 cikal bakal korupsi..
Tul gan...
Ebtanas ingat zaman SD dulu....emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By d1w4
lebih mudah ebtanas ya gan


bukan lebih mudah sih gan,,tapi lebih menikmati dan enjoy dgn situasinya...tekanan yg dihadapin nggak sebesar pada saat UN,,emoticon-Smilie
Menurut ane segala bentuk ujian yang menjadi patokan untuk lulus ke kenjang yang lebih tinggi sih bukan solusi yg begitu tepa, menurut ane untuk menghasilkan out put yang berkualitas diperlukan proses yang bekualitas pula, bagaimana bisa prosesnya bisa berkualitas sedangakan kurikulumnya sendiri setiap ganti menteri selalu berbeda, ibarat kata kita sudah nanam jagung sebelum panen sudah di cabut dan di ganti dengan padi begitu seterusnya.
ane ga pernah ngalamin UN gan, dari SD sampe SMA semuanya EBTANAS... tapi ada juga temen ane yang ga lulus, dia ngulang kelas 3 soalnya nilai EBTANASnya parah banget, cuma 12 dari maksimal 30 kalo ga salah, terus dia emang jarang masuk sekolah, begajulan bgt.

aib banget tuh dulu kalo sampe ga lulus gitu, lha wong dipastikan lulus semua kalo ngga lulus kan parah.

tinggal fokus UMPTN deh abis EBTANAS
kayanya un masih lebih bagus deh gan daripada ebtanas