alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51624a6f4f6ea19120000002/seri-perpajakan--apakah-sudah-waktunya-kita-menjadi-wajib-pajak
Smile 
Seri Perpajakan : Apakah sudah waktunya kita menjadi Wajib Pajak?
Seri Perpajakan : Apakah sudah waktunya kita menjadi Wajib Pajak?
Banyak dari kita mungkin yang belum memahami, kapakah waktunya ketika kita sudah harus membayar pajak ke negara? Mungkin masih ada yang berpikir di usia 18 tahun, atau 21 tahun, atau waktu berkeluarga dan lain sebagainya. Dirjen Pajak memiliki kriteria kepada setiap Warga Negara Indonesia saat dimana mereka sudah harus menunaikan kewajbannya sebagai Wajib Pajak.

Kriteria Wajib Pajak dibedakan menjadi :
1. Wajib Pajak Orang Pribadi.
2. Wajib Pajak Badan.

ad.1. Wajib Pajak Orang Pribadi.
Seseorang dapat dikatakan menjadi Wajib Pajak Orang Pribadi dan wajib untuk mengurus serta memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bila seseorang tersebut memenuhi ukuran sebagai subjek dan objek pajak. Ketentuan Subjek Pajak sendiri secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut :

1. Orang atau badan yang menurut undang-undang dikenakan pajak (Pasal 1 UU PPh no. 36/2008).
2. Menerima atau memperoleh penghasilan.
3. Dikenakan pajak atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya selama tahun pajak, atau bagian tahun pajak.
4. Subyek Pajak Orang Pribadi dibedakan Subyek Pajak OP Dalam Negeri dan Subyek Pajak OP Luar Negeri.

Subjek Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri.
1. Bila bertempat tinggal di Indonesia / berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan atau berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.
2. Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak, dimana pemenuhan kewajiban perpajakannya digantikan oleh warisan tersebut sampai dengan terbagi kepada yang berhak (ahli waris).
3. Dasar Pengenaan Pajak dari Penghasilan Netto dan mengikuti tarif PPh pasal 17.
4. Wajib menyampaikan SPT Tahunan.

Subjek Pajak Orang Pribadi Luar Negeri.
1. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia / berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, tapi memperoleh penghasilan dari Indonesia.
2. Dasar Pengenaan Pajak dari Penghasilan Bruto dan mengikuti tarif PPh pasal 26 / Tax Treaty.
3. Tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan.

Perkecualian Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri.
1. Pejabat perwakilan diplomatik, konsulat / pejabat lain dari negara asing, dan staff yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama dengan syarat bukan WNI & tidak menerima atau memperoleh penghasilan di Indonesia, contoh: duta besar, konsulat, beserta keluarga.
2. Pejabat perwakilan organisasi Internasional yang ditetapkan Menkeu dengan syarat bukan WNI, tidak menjalankan usaha / melakukan kegiatan usaha untuk memperoleh penghasilan di Indonesia. Contoh : WHO, ILO, Unesco, dsb.

Objek PPh Orang Pribadi.
1. Penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima / diperoleh orang pribadi, baik yang berasal dari Indonesia / dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi / menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun.
2. Penghasilan sudah melebihi Pendapatan Tidak Kena Pajak selama setahun. (Tahun 2012 sebesar Rp. 15.840.000,- untuk tahun 2013 dan sesudahnya minimal sebesar Rp. 24.300.000,-)

ad.2. Wajib Pajak Badan.
Subjek Pajak Badan dapat dikategorikan :
1. Sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun tidak melakukan usaha.
2. Badan yang tidak didirikan / bertempat kedudukan di Indonesia dan beroperasi melalui Bentuk Usaha Tetap (BUT).

Perkecualian Subjek Pajak Badan.
1. Badan Perwakilan Negara Asing.
2. Organisasi Internasional.
3. Unit tertentu dari Badan Pemerintah Daerah dengan syarat : dibentuk berdasarkan UU, dibiayai APBN / APBD, penerimaan dimasukkan anggaran Pemerintah Pusat / Daerah dan pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara.

Objek PPh Badan.
1. Laba usaha.
2. Royalti, Sewa dan penghasilan lain sehubungan penggunaan harta.

Secara singkat, bilamana rekan sekalian memenuhi kriteria subjek dan objeknya, maka kita sudah menjadi Wajib Pajak dan harus mengurus NPWP.

Sumber :
http://www.solusibijak.com/kriteria-wajib-pajak

Smile 

reserved emoticon-shakehand

Smile 

Selamat sore, Indonesia emoticon-shakehand

bermanfaat bgt nih gan, smoga org2 semakin taat bayar pajak emoticon-Malu (S)





Best Regards,
WSSChanger

Smile 

Quote:Original Posted By wsschanger

bermanfaat bgt nih gan, smoga org2 semakin taat bayar pajak emoticon-Malu (S)

Best Regards,
WSSChanger


makasih banyak gan udah mampir dan drop comment emoticon-shakehand

salam sukses yah

Warga negara bayar pajak
Quote:Original Posted By taxigelap
Gan, nanya dong.
Krja di luar negeri.. Tapi rutin bolak balik Indonesia.. Total dalam setahun mungkin sekitar 200 hari berada di luar negeri.

Penghasilan diterima dgn transfer langsung dari perusahaan yg di luar negeri, perusahaan tersebut tidak ada cabang di Indonesia.

Bayar pajak di Indonesia atau tidak bayar?


Akhirnya ketidakpastian perlakuan Pajak Penghasilan bagi WNI yang bekerja di luar negeri berakhir dengan terbitnya Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-2/PJ/2009 tanggal 12 Januari 2009. Peraturan ini mengakhiri kebimbangan dan simpangsiur tentang bagaimana perlakuan PPh atas tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Berdasarkan peraturan ini, setiap warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri melebihi batas waktu 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, maka ia “dianggap” sebagai subjek pajak luar negeri. Konsekuensinya, penghasilan yang diterimanya dari hasil bekerja di luar negeri bukanlah objek Pajak Penghasilan.
Konsekuensi lain lagi, jika ia memiliki penghasilan yang bersumber dari Indonesia maka penghasilan tersebut seharusnya adalah objek PPh Pasal 26. Tarif yang dikenakan pada umumnya adalah 20% dari penghasilan bruto.

Jika keberadaannya di luar negeri lebih dari 183 hari, maka Anda dianggap sebagai subjek pajak luar negeri sehingga semestinya Anda tidak perlu ber NPWP apalagi menyampaikan SPT. Saran saya sebaiknya Anda mengajukan penghapusan NPWP saja, agar nantinya tidak perlu menyampaikan SPT. Kalaupun Anda menyampaikan SPT, penghasilan Anda dari bekerja di LN tidak termasuk objek pajak penghasilan.

sumbernya gan http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-p...ar-negeri.html
Quote:Original Posted By gapakecerita


Akhirnya ketidakpastian perlakuan Pajak Penghasilan bagi WNI yang bekerja di luar negeri berakhir dengan terbitnya Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-2/PJ/2009 tanggal 12 Januari 2009. Peraturan ini mengakhiri kebimbangan dan simpangsiur tentang bagaimana perlakuan PPh atas tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Berdasarkan peraturan ini, setiap warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri melebihi batas waktu 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, maka ia “dianggap” sebagai subjek pajak luar negeri. Konsekuensinya, penghasilan yang diterimanya dari hasil bekerja di luar negeri bukanlah objek Pajak Penghasilan.
Konsekuensi lain lagi, jika ia memiliki penghasilan yang bersumber dari Indonesia maka penghasilan tersebut seharusnya adalah objek PPh Pasal 26. Tarif yang dikenakan pada umumnya adalah 20% dari penghasilan bruto.

Jika keberadaannya di luar negeri lebih dari 183 hari, maka Anda dianggap sebagai subjek pajak luar negeri sehingga semestinya Anda tidak perlu ber NPWP apalagi menyampaikan SPT. Saran saya sebaiknya Anda mengajukan penghapusan NPWP saja, agar nantinya tidak perlu menyampaikan SPT. Kalaupun Anda menyampaikan SPT, penghasilan Anda dari bekerja di LN tidak termasuk objek pajak penghasilan.

sumbernya gan http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-p...ar-negeri.html

Terima kasih buat penjelasannya gan....
Seandainya kurang dari 183 hari... Berarti penghasilan dari luar negeri akan kena pajak ya? Apakah ada peraturan yang mengatur ttg pendapatan dari luar negeri dikenai pajak? Terima kasih utk respons nya
Bersyukurlah jika kau sudah di titik terendah dalam hidup, karena tidak ada pilihan lain selain menuju titik tertinggi.

Smile 

Quote:Original Posted By taxigelap
Gan, nanya dong.
Krja di luar negeri.. Tapi rutin bolak balik Indonesia.. Total dalam setahun mungkin sekitar 200 hari berada di luar negeri.

Penghasilan diterima dgn transfer langsung dari perusahaan yg di luar negeri, perusahaan tersebut tidak ada cabang di Indonesia.

Bayar pajak di Indonesia atau tidak bayar?


Tetap harus bayar gan di Indonesia kecuali kalau sudah dikenai pajak di luar negeri, kalau agan memang ingin menjadi Warga Negara yang baik. Kewarga negaraan agan itu yang akan menentukan. Kecuali agan kemudian melepaskan kewarga negaraan agan dan pure menjadi warga negara asing.

Rincian singkat : WNI bekerja di luar negeri, lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, memperoleh penghasilan semata-mata dari pekerjaannya di luar negeri, telah dikenai pajak di luar negeri, tidak dapat penghasilan dari Indonesia.

Salam sukses yah emoticon-shakehand

Smile 

Quote:Original Posted By gapakecerita


Akhirnya ketidakpastian perlakuan Pajak Penghasilan bagi WNI yang bekerja di luar negeri berakhir dengan terbitnya Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-2/PJ/2009 tanggal 12 Januari 2009. Peraturan ini mengakhiri kebimbangan dan simpangsiur tentang bagaimana perlakuan PPh atas tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.


- jawaban bagus gan, terima kasih udah dibantu jawab

Quote:Original Posted By taxigelap

Terima kasih buat penjelasannya gan....
Seandainya kurang dari 183 hari... Berarti penghasilan dari luar negeri akan kena pajak ya? Apakah ada peraturan yang mengatur ttg pendapatan dari luar negeri dikenai pajak? Terima kasih utk respons nya


- System Pajak kita menganut asas (tempat tinggal), dan jika bekerjanya kurang dari 183 hari, maka statusnya masih WP Dalam Negeri. Atas penghasilan yang sudah dikenakan pajak di luar negeri tersebut, dapat dikreditkan terhadap pajak terutang di Indonesia, sesuai Pasal 24 UU PPh.
gan, ane awam tentang perpajakan, dan ane mo belajar tentang perpajakan sebuah perusahaan.
kira2 hal apa yang wajib kita pelajari? seperti PPh Badan, dan PPN
hmm.. kemungkinan sih gan emoticon-Embarrassment
tapi jangan ampe diselewengkan aja
Quote:Original Posted By inebasik
gan, ane awam tentang perpajakan, dan ane mo belajar tentang perpajakan sebuah perusahaan.
kira2 hal apa yang wajib kita pelajari? seperti PPh Badan, dan PPN

-- pph badan dan ppn. untuk jelasnya silakan mampir ke website resmi kami gan. http://solusibijak.com khusus perpajakan. sudah kami sediakan linknya di sana.

Quote:Original Posted By ibes.21
hmm.. kemungkinan sih gan emoticon-Embarrassment
tapi jangan ampe diselewengkan aja


thanks buat agan semua yang sudah mampir dan drop comment

salam sukses semua
Gan nanya dong, untuk business start-up gitu minimal pendapatan berapa pertahun baru kena pajak? Kalo perseorangan berapa? Kalo secara company berapa? Kalo bermain forex juga kena pajaknya bagaimana gan? tolong di jawab hehehe

emoticon-Traveller