alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5161984a20d719187e000000/kisah-inspirasi--pak-tua-penjual-amplop
Kisah Inspirasi , Pak Tua Penjual Amplop
Mudahan" ane gk emoticon-Blue Repost
Yang Udh ISO Monggo Timpukiin ane Pake cendol emoticon-Blue Guy Cendol (L)
yang belom ISO bantu Rate Aje emoticon-Rate 5 Star
tpi jangan nimpukiin ane pake emoticon-Blue Guy Bata (L)

Nih gan jujur ane baca ini terharu



Kisah Inspirasi , Pak Tua Penjual Amplop


Cuaca hari itu sedang terik. Darta (78), bapak tua dengan gembolan keresek besar mencoba mencari tempat untuk menjajakan jualannya. Mengenakan baju putih dan penutup kepala merah kusam, Darta membuka lapak tepat di seberang pintu utama kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).



Darta adalah penjual amplop. Jika kebetulan melintas di sekitar Masjid Salman ITB, ada sosok kakek renta yang sangat setia dengan 'profesinya'. 12 Tahun sudah bapak tiga anak ini menjual lembaran demi lembaran kertas segi empat, yang kini sebenarnya sudah tergerus zaman.

Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu. Kini serba praktis. Amplop pun kini bukan jadi pilihan utama bagi kebanyakan orang.

Cukup ternganga memang, ketika di sekitaran Jalan Ganeca, Bandung orang menjajakan dengan barang serba bernilai, Darta hanyalah menjual kertas amplop.

Merdeka.com, saat itu mencoba menghampiri bapak tua tersebut. Tak kuasa melihat kondisinya. Tangannya gemetar, kakinya kusam, pendengaran pun sudah tak sempurna.

"Ini amplop cep (panggilan buat orang yang lebih muda)," kepada merdeka.com, saat menanyakan barang apa saja yang dijual.

Dia menjual amplop ukuran kecil 5x3 cm dan besar 10x9 cm. Kertas amplop berisi 10 itu dibungkus ke dalam plastik. "Yang besar Rp 1.000 isinya 10, kalau yang kecil Rp 2.000 isinya 20," terangnya.

Sungguh terkaget mendengar harga yang ditawarkan. Mengapa kakek menjual semurah itu? "Saya masih dapat untung kok," jawab kakek.

Kata dia, dalam satu bungkus plastik yang berisikan 10 amplop, bisa meraup untung Rp 200. begitu juga dengan yang amplop kecil berisi 20.

Berarti kakek hanya ambil untung Rp 200 saja? "Iya bapak beli Rp 800, jual Rp 1.000 Itu juga patut disyukuri. Bapak masih bisa makan, dan yang pasti bapak sehat," ucap kakek yang enggan menaikkan harga amplopnya lantaran takut tidak laku.

Mengharukan memang mendengar jawaban jujur Darta. Keuntungan yang tidak seberapa, tapi dirinya berjuang untuk hidup. Istrinya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Sedangkan anak-anaknya, terlalu sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

"Dari pada saya mengemis, lebih baik saya berjualan, bapak masih kuat kok," jawab Darta dengan senyum.

Kebetulan hari itu Darta cukup laris jualan amplopnya. "Sudah 20 plastik habis," ungkapnya sembari mengucapkan Alhamdulilah. 20 Bungkus dikalikan Rp 1.000 berarti, sudah mendapatkan Rp 20 ribu.

Paling banyak kakek ini pernah mendapatkan Rp 50 ribu. "Alhamdulilah itu juga, suka ada yang ngasih lebih," ujarnya.

Tapi, jika belum rezekinya, Darta tidak pernah mendapatkan uang sama sekali. "Pernah muter-muter tidak laku dijual, atau ya kadang dapat Rp 10 ribu atau Rp 15 ribu," ujarnya dengan suara lirih.

Tak selalu rezekinya di dapat di sekitaran kampus ITB, Darta pun mencoba peruntungannya di tempat lain. Biasanya dia membuka lapak di Simpang Lima, Dago, Bandung.

Atau di sekitaran Jalan Sukajadi, tepatnya di depan Rumah Sakit Sukajadi. Besar perjuangan Darta. Semua dia lakukan dengan berjalan kaki. Jarak ketiga tempat itu berjauhan. Diperkirakan Jalan Ganeca-Simpang Lima 2 kilometer, Jalan Ganeca-Sukajadi sekitar 5 kilometer.

"Bapak kuat kok, kalau pakai angkot uangnya nanti gak bisa buat makan," imbuhnya.

Tak ada raut pesimis dalam wajah Darta. Meski hari demi hari dilaluinya dengan sulit, tapi dirinya yakin bahwa Tuhan telah memberikan jalan terbaik.

"Dulu bapak pernah jadi tukang sapu di SMA 3 dan 5 Bandung, tapi Bapak memutuskan untuk jualan saja, yang penting bapak tidak minta-minta," ujarnya.

Tampak raut wajah sumringah di sela-sela obrolan. Sebab beberapa pembeli ada yang memborong amplopnya. Dia mengaku ingin pulang bisa lebih sore.

"Pengen pulang cepat," singkatnya, yang sudah mengantungi Rp 30 ribu hari itu. Darta bertempat tinggal di Desa Cipicung, RT 6/RW1, Kabupaten Bandung. Jarak desa ini ke tempat kakek berjualan diperkirakan mencapai 20 kilometer.

"Bapak berangkat jam setengah 5 subuh. Di jalan bisa sampai dua jam. Ongkosnya bisa mencapai Rp 12 ribu, bolak-balik," katanya.

Sungguh perjuangan luar biasa. 12 tahun lebih menjual amplop, Darta tak pernah mengeluh. "Tuhan punya jalan bagi orang yang mau berusaha," ujarnya menutup pembicaraan.

Spoiler for nitip lapak ane:

keren ni bapak2..udah tua tapi masih punya malu buat ngemis..banyak yang masih muda lebih milih ngemis di jalan noh soalnya..

mampir di thread ane gan..
Quote:TOP 8 LAPTOP-TABLET HYBRID WINDOWS 8
udah pernah baca gan kayaknya..mantep banget inspiratif bgt
maaf gan ente emoticon-Blue Repost

dulu udah ada yang bikin tapi pengalaman pribadi bukan dari berita koran

but nice gan, keep posting
Ane harus belajar banyak dari bapak penjual surat itu gan
Wew...keren tuh bapak, nice share gan emoticon-thumbsup
udah pernah ada nih gan... emoticon-Repost (S)
nice share gan, kli aja ada yang blum pernah baca...
ini kisah memang menyedihkan...
sekaligus membuktikan. . .

allah maha adil dan maha kuasa. . .
allah akan memudahkan jalan nya seseorang yang mau berusaha emoticon-Matabelo
Repost gan, tapi tetep Inspiratif qo
sedih ane gan liatnya.
padahal disekitar doi masih banyak orang2 yang mampu dengan gaya hidup yang berlebihan,apa mereka itu ga malu sama si bapak ini. emoticon-Sorry
ane jadi sedih bacanya, harus berjalan 20km untuk membeli sesuap nasi emoticon-Mewek
perjuanganya sungguh patut di tiru, semoga kake selalu di beri kemudahan dalam segalahal
patuh jadi contoh nih emoticon-2 Jempol
kalo agan ts ketemu beliau lagi jangan sungkan cobalah untuk salam salim cium tangn mungkin agan akan mencium bau wangi yang tiada duanya,di akhir percakapan mintalah di do`akan.siapa tau agan beruntung jika beliau salah seorang wali.
kalau ane emoticon-Blue Repost maaf yahh gan

Spoiler for nitip lapak ane:

keren nih bapak, nice share gan
kita para anak-anak muda harus banyak belajar pada bapak tua ini.. masih mengandalkan tenaganya yg ud renta dg berjualan drpd mengemis.. salute
ikut nimbrung ya gan...emoticon-Toast
wuuih emoticon-Matabelo
menikmati pahitnya kehidupan emoticon-Peace

atas ane mahoo, tiap trid komen ny sama smua emoticon-Ngakak Ngejer ISO y gan emoticon-Big Grin
sangat menginspiratif sekali emoticon-Smilie