alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5161365de574b41231000002/cerpen-kisah-noura
[Cerpen] Kisah Noura
[Cerpen] Kisah Noura

OLEH : ROMANIAR RUDIAWATY

Di sebuah sekolah swasta di Mojokerto ada seorang siswi SMA yang memiliki paras
yang cantik dan hati yang baik. Dia adalah primadona sekolah. Namanya adalah Noura. Begitu
banyak prestasi yang dia dapat. Prestasi akademis maupun prestasi non akademis. Jadi tidak
heran kalau dia memiliki banyak penggemar. Bukan hanya dari siswa dan siswi melainkan juga
dari guru-guru. Dia lebih suka menyendiri sambil membaca buku di tempat yang sepi. Karena
dia kurang suka dengan suasana yang ramai dan riuh.

“Eh... coba deh kamu lihat cewek itu ! Belagu banget sih dia ? Mentang-mentang
primadona sekolah terus dia jadi seenaknya saja.” celetuk Neira. Neira adalah sepupu
primadona sekolah, yaitu sepupu Noura. Sejak kecil Neira tidak pernah menyukai Noura. Karena
apa pun yang dilakukan Neira pasti akan di banding-bandingkan dengan sepupunya. Bahkan
saat mereka berumur 6 tahun, Neira pernah mendorong Noura ke jurang di belakang rumah
Neira yang saat itu masih berada di Bandung. Walau apapun yang dilakukan Neira, Noura tidak
pernah marah apa lagi menyimpan dendam pada Neira. Karena Noura selalu beranggapan
kalau Neira adalah sepupu satu-satunya yang dia miliki dan yang paling dia sayang. Kedua
orang tua Noura meninggal dunia sejak Noura berumur 6 tahun karena kecelakaan. Jadi
sejak di tinggal kedua orang tuanya Noura harus bisa mandiri, walau kedua orang tua Noura
memberikan warisan yang tidak sedikit jumlahnya, yaitu 2 rumah mewah di Mojokerto dan
di Bandung, apartemen di Jakarta, perkebunan teh di Malang yang berhektar–hektar luasnya,
dan juga perusahaan yang sekarang sedang dipegang oleh ayah Neira setelah ayah Noura
meninggal.

“Memang kenapa sama Noura ? Seenaknya gimana ? Diakan cuma duduk dan membaca
buku saja.” jawab Raina heran. Raina adalah teman dekat Neira.

“Iya bener. Kenapa sih kamu kok enggak suka banget kalau liat Noura ? Padahal dia enggak
pernah nyakitin kamu.” timpal Raini. Raini adalah saudara kembar Raina yang juga teman dekat
Neira.

“Iya memang dia tidak pernah nyakitin aku dari luar. Tetapi dia selalu nyakitin aku dari
dalam.” jawab Neira dingin.

“Nyakitin dari dalam ? Maksud kamu apa sih ? Aku enggak ngerti.” tanya Raina bingung.

“Kamu enggak bakal tau apa yang aku rasain selama ini. Sudah aku mau ke sana, kalau
kalian enggak mau ikut, yasudah.” jawab Neira dingin sambil berjalan kearah Noura yang
sedang asyik membaca buku di belakan sekolah.

“Tunggu Neira. Kami ikut !” teriak Raina dan Raini serempak.

Sesampainya di depan Noura. Dengan kasar Neira mengambil buku yang dibaca Noura lalu
melemparkannya begitu saja.

“Dasar cupu ! Bisanya cuma membaca buku saja. Kenapa... enggak punya teman ?
Kasian !” ejek Neira.

“Ayo pergi !” sambung Neira mengajak kedua temannya pergi meninggalkan Noura
sendirian.

“Yang sabar ya Noura.” kata Raina ke Noura lalu bergegas berjalan di belakang Neira.

“Jangan dendam dengan Neira ya, Noura !” pinta Raini ke Noura lalu bergegas menyusul
Neira dan saudara kembarnya.

Noura hanya tersenyum dengan perkataan Raina dan pinta Raini. Noura tau kalau
sebenarnya Neira adalah anak yang baik. Hanya saja dia kurang mendapat perhatian dari
kedua orang tuanya dan keluarga mereka. Apapun yang dilakukan Neira pada Noura walaupun
sampai melukain Noura. Namun, Noura hanya tersenyum dan selalu memaafkan apapun yang
dilakukan sepupunya itu.

Setelah memperhatikan Neira berjalan pergi sampai tak terlihat lagi bayangannya baru dia
mencari bukunya yang tadi sempat di lempar Neira. Ternyata bukunya terlempar tidak jauh dari
tempat yang ia duduki. Saat ia hendak mengambil bukunya yang jatuh ada sebuah tangan yang
sudah memungut bukunya terlebih dahulu.

“Ini buku kamu kan ?” tanya Ardiansyah. Ardiansyah adalah siswa yang paling populer
di sekolah. Ardiansyah juga kapten tim basket di sekolah. Tubuhnya yang ideal dan wajahnya
yang tampan membuat banyak siswi yang suka. Bukan hanya itu Ardiansyah juga pintar dalam
bidang akademis dan memiliki keluarga yang kaya raya. Ayahnya adalah pemilik sekolah ini.
Hampir seluruh siswi di sekolah suka dengan Ardiansyah tidak terkecuali Noura. Sejak pertama
bertemu, Noura sudah jatuh hati pada Ardiansyah.

“I... i... iya.” jawab Noura gugup. Mimpi apa dia semalam ? Ardiansyah berada sangat
dekat dengan dirinya. Noura jadi bisa melihat Ardiansyah dari dekat dengan matanya sendiri.
Padahal dari dulu Noura hanya memperhatikan Ardiansyah dari jauh.

“Kamu kenapa ? Kenapa kamu diam saja saat di ganggu Neira ?” tanya Ardiansyah prihatin
sambil mengembalikan buku Noura yang dia pungut tadi.

“Neira tidak mengganggu kok. Dia hanya menyapaku saja.” jawab Noura pelan sambil
menerima bukunya. “Terimakasih ya.” ucap Noura malu-malu. Membuat Ardiansyah
tersenyum.

“Hanya menyapa ? Dia sudah melempar buku kamu begitu saja sambil memaki kamu. Apa
kamu hanya diam saja ?” tanya Ardiansyah heran setelah sempat tersenyum melihat tingkah
Noura.

“Apapun yang dia lakukan padaku, aku tidak keberatan. Karena dia adalah sepupuku yang
aku sayang.” jawab Noura sambil tersenyum.

‘Krinnnnggggg... krinnnngggg...’ bel berbunyi. Itu tandanya jam istirahat telah usai dan
pelajaran ke 5 sampai ke 8 akan segera di mulai.

“Sudah bel. Masuk kelas yuk !” ajak Ardiansyah. Ardiansyah juga satu kelas dengan Noura
yaitu di kelas XI-1. Yaitu kelas yang isinya siswa-siswi yang cerdas dan memberikan banyak
prestasi untuk sekolah.

“Iya” jawab Noura malu-malu sambil mengikuti Ardiansyah berjalan menuju kelas XI-1.

Neira yang melihat kedekatan Noura dengan Ardiansyah menjadi marah. Sebenarnya
Ardiansyah adalah kekasih Neira. Sejak kelas X awal masuk sekolah Neira telah resmi menjadi
kekasih Ardiansyah. Bukan Ardiansyah yang menyatakan perasaannya ke Neira. Namun
Neiralah yang dengan berani dan tidak tahu malu menyatakan perasaannya pada Ardiansyah di
depan teman–teman Ardiansyah saat Ardiansyah latihan basket. Sebenarnya Ardiansyah tidak
ingin menerima Neira namun saat itu dia dipaksa oleh kakak–kakak seniornya. Sehingga dengan
berat hati dia menerima Neira sebagai pacarnya. Yang ada di hati Ardiansyah bukanlah Neira
melainkan sepupunya, yaitu Noura.

Sepulang sekolah Neira bergegas ke kelas XI-1. Seperti biasa dia pergi menemui
Ardiansyah. Setelah mendapati Ardiansya sedang merapikan buku pelajaran dan memasukkan
ke tasnya Neira seperti tidak tau malu berlari menuju Ardiansyah dan memeluk Ardiansyah
dari belakang. Sikap Neira tersebut seketika membuat kelas XI-1 ramai dan riuh. Noura yang
melihat Neira memeluk Ardiansyah menjadi salah tingkah dan dia bergegas keluar kelas dan
pulang. Ardiansyah yang melihat Noura pergi begitu saja langsung melepaskan pelukan Neira
dan berlari mengejar Noura. Sebelum mengejar Noura Ardiansyah dengan marah berkata “Apa
yang kamu lakukan ? Kita putus.” Kepada Neira. Neira yang ditinggalkan oleh kekasih yang
amat dia cinta begitu saja menjadi marah dan jengkel, bukan kepada Ardiansyah namun pada
sepupunya, yaitu Noura.

“Noura tunggu !” teriak Ardiansyah sambil berlari mengejar Noura yang sedang berjalan
cepat seolah–olah dia sedang dibakar oleh rasa cemburu.

“Noura... tunggu... !” teriak Ardiansyah lagi. Karena seakan–akan Noura tidak
mendengarkan teriakkannya padahal siswa–siswi yang ada di dekat Noura langsung menoleh ke
arah Ardiansyah.

“Aku bilang tunggu !” kata Ardiansyah sambil memegang tangan kanan Noura setelah dia
berhasil mengejar Noura di tengah-tengah lapangan basket.

“Ada apa ? Kenapa kamu mengejarku ? Berani sekali kamu meninggalkan Neira begitu
saja ? Apa yang mau kamu...” belum sampai selesai Noura mengomel tiba–tiba Ardiansya
mencium pipi kanannya. Membuat siswa–siswi di sekitarnya ramai dan riuh seperti di kelas XI-1
tadi.

“Aku bilang tunggu ! Aku sudah putus dengan Neira. Aku tidak peduli dengannya. Aku
hanya peduli denganmu.” kata Ardiansyah setelah membuat Noura salah tingkah dengan
sikapnya tadi.

Setelah berkata begitu Ardiansyah menekuk lutut kirinya seperti sedang memberi
hormat pada tuan putri dan memegang kedua tangan Noura. Lalu dia berkata “Noura, aku
mencintaimu. Maukah kamu menjadi kekasihku ?”

Noura tidak berkata apapun namun dia tersenyum dan menganggukkan kepala. Itu
tandanya Noura menerima Ardiansyah menjadi kekasihnya. Dengan reflek Ardiansyah memeluk
Noura dengan wajah berseri karena bahagia. Sekolah menjadi lebih ramai dan riuh karena
tingkah Ardiansyah yang dengan berani menyatakan cintanya ke primadona sekolah di tengah-
tengah lapangan basket.
Lanjut Di Bawah emoticon-Malu (S)
Setelah menyatakan perasaannya Ardiansyah mengantarkan Noura pulang dengan motor
ninja birunya. Noura memeluk erat Ardiansyah. Tidak seperti saat dia membonceng Neira
dan Neira memeluk erat dirinya, Ardiansyah pasti akan langsung mengerem motornya dan
menyuruh Neira turun dari motornya lalu meninggalkannya begitu saja. Ardianyah malah
mempercepat laju motornya membuat Noura lebih erat lagi memeluk dirinya.

Saat mendengar bahwa Ardiansyah menyatakan cinta pada Noura membuat Neira
semakin marah dan benci pada Noura. Dengan sinis dan kasar dia mengambil ponselnya lalu
membuat sebuah pesan singkat untuk Noura lalu mengirimkannya. Isi pesan itu adalah:

‘Belum puaskah kamu membuatku di pojokkan oleh keluarga ? Sekarang kamu malah
merebut kekasih yang aku cinta. Apa sebenarnya maumu ? Apa kamu ingin melihatku mati
karna kesepian atau apa ? Aku sangat membencimu. Seperti maumu aku akan pergi dari

hidupmu. Bahkan aku akan pergi dari dunia ini untuk selamanya.’

Setelah mengirimkan pesan tersebut Neira bergegas pulang. Sesampainya di rumah dia
berlari menuju kamarnya yang berada di lantai atas. Saat dia memasuki kamarnya dia bergegas
menuju laci di samping tempat tidurnya dan dia ambil sebuah botol kecil dari laci itu. Ternyata
botol itu berisikan racun. Ibu Neira adalah seorang dokter jadi Neira sedikit tau tentang
berbagai macam obat dan racun. Racun yang ia pegang adalah racun yang membuat orang
meninggal dalam waktu 5 menit setelah pemakaian. Racun itu adalah racun yang tidak beredar
di Indonesia. Melainkan hanya beredar di Amerika Serikat. Dan harganya tidaklah murah.

Sesampainya Noura di rumah, ia mendapatkan pesan baru yang masuk. Setelah ia
membaca isi pesan tersebut Noura langsung berlari keluar rumah dan menuju rumah di
sampingnya, yaitu rumah Neira. Dengan terburu–buru dia menggedor–gedor pintu rumah
Neira. Dan dibuka oleh Bi Mun. Bi Mun adalah pembantu rumah tangga keluarga Neira.

“Bi... apa Neira sudah pulang ?” tanya Noura panik.

“Sudah, non. Baru saja pulang. Mungkin sekarang non Neira ada di kamarnya.” jawab Bi
Mun. “Memang ada apa ya non ?” tanya Bi Mun bingung.

Setelah mendengar bahwa Neira ada di kamarnya Noura bergegas lari menuju kamar
Neira tanpa menghiraukan pertanyaan Bi Mun.

“NEIRA !” teriak Noura setelah sampai di kamar Neira dan memergoki Neira membawa
sebuah botol kecil di tangannya.

“Jangan mendekat ! Bukankah ini maumu ? Kau sudah menghancurkan hidupku. Aku
benci padamu. Kalau aku tidak bisa melenyapkanmu dari dunia ini biar aku saja yang lenyap
dari dunia ini untuk selamanya.” Teriak Neira seperti sedang kehilangan akal. Kemudia Neira
tumbang di atas kasurnya.

“NEIRA !” teriak Noura panik sambil berlari menuju Neira yang tumbang.

“Bi... cepat panggil ambulan !” perintah Noura ke Bi Mun dengan panik.

“Ba... ba... baik non.” jawab Bi Mun dengan gugup dan bergegas menuju ruang tengah
untuk menelepon selah satu rumah sakit terdekat.

Tidak lama kemudian ambulan datang dan Neira berhasil tertolong. Dan untuk kesekian
kalinya Nouralah yang menjadi penyelamat hidup Neira. Tidak jarang Neira berusah bunuh diri
namun selalu gagal. Dan tidak jarang pula Neira berusaha membunuh Noura namun itu semua
sia-sia.

Untung racun yang di minum Neira masih sempat di netralisirkan. Setelah beberapa
jam Neira di dalam ruang UGD akhirnya Neira di pindahkan ke ruang pasien. Semua keluarga
menunggu Neira sadar. Tidak tertinggal pula Ardiansyah yang dengan setia mendampingi
Noura. Setelah Neira di pindahkan ke ruang pasien Nouralah yang menunggu Neira. Karena
kedua orang tua Niera harus kembali bekerja. Hanya ada Ardiansyah sekarang yang dengan
setia menemani Noura menunggu Neira sadar.

“Ardiansyah... coba kamu lihat Neira ! Dia cantik ya ? Bulu matanya indah dan bibirnya
sempurna. Tetapi mengapa dia tidak sadar kalau dirinyalah yang sempurna bukannya aku.”
Kata Noura ke Ardiansyah sambil memandang wajah Neira. Air mata Noura tak bisa terbendung
lagi. Dia menangis tersedu – sedu. Ardiansyah yang melihat kekasihnya bersedih dengan reflek
memeluk erat Noura. Dan Noura menangis di dalam pelukan Ardiansyah.

“Iya... Neira memang cantik. Namun sayang iri hati telah merusak kecantikannya.” Kata
Ardiansyah sambil mengelus – elus kepala Noura. Berusaha menenangkan hati Noura.

Tanpa mereka ketahui Neira telah sadar dan dia mendengar pembicaran Noura dengan
Ardiansyah. Air mata Neira pun tak bisa terbendung ia juga menangis. Namun, tidak seperti
Noura yang menangis di dalam pelukan Ardiansyah. Neira menangis sambil memejamkan
matanya.

“Nourora...” kata Neira lirih. Tidak biasanya di memanggil nama Noura seperti itu. Nama
lengkap Noura adalah Nourora Primasta.

“Iya, Neira. Aku Nourora.” Kata Noura sambil memegang tangan kanan Neira dengan
panik.

“Maafkan aku. Karena selama ini aku sudah berulang kali memcoba menyakitimu.”

“Tidak Neira. Kamu tidak perlu minta maaf karena kamu tidak salah.”

“Tolong jangan mengalah lagi Noura. Sikapmu yang suka mengalah itulah yang membuat
aku ingin menyingkirkanmu. Sejak dulu aku selalu berfikir kalau kau hanya ingin membuatku
lemah dan memojokkan aku di depan keluarga. Namun, sekarang aku sadar betapa besarnya
rasa sayangmu padaku. Akan aku relakan Ardiansyah untukmu kalau itu membuatmu bahagia.”
Kata Neira sambil meneteskan air mata. “Noura...” kata Neira sambil memegang pipi Noura dan
menghapus air mata di pipi Noura. “Noura... aku ingin istirahat bisakah kalian tinggalkan aku
sendiri ?” pinta Neira.

Nourapun menurut. Dia mengajak Ardiansyah keluar dari ruangan Neira. Dan tanpa
Noura sadari permintaan Neira tersebut adalah permintaan terakhir Neira sebelum dia
menghembuskan nafas terakhirnya. Ternyata racun yang di minum Neira sangat banyak

sehingga walaupun sudah di netralisirkan namun inti dalam racun tersebut sudah masuk ke
organ–organ inti dalam tubuh Neira.

Kematian Neira membuat Noura sangat terpukul. Disaat acara pemakaman Neira, Noura
tak henti-hentinya menangis sampai pemakaman selesai namun Noura tidak mau pergi dari
makam Neira. Hanya ada Noura sendiri di makam Neira. Kedua orang tua Neira harus kembali
bekerja. Dan Ardiansyah tidak berani mengganggu Noura yang sedang bersedih saat ini,
sehingga dia pamit pulang dan meninggalkan Noura sendiri.

“Ardiansyah... aku sangat mencintaimu. Terimakasih karena selama ini kau selalu ada di
saat aku butuh.” kata Noura sebelum Ardiansyah pulang.

“Aku juga mencintaimu.” Jawab Ardiansyah sambil tersenyum lalu ia berjalan menjauh dari
makam Neira.

“Neira... kau adalah sepupu yang baik. Aku sangat menyayangimu. Aku sudah menganggap
kamu seperti adikku sendiri. Disaat kamu sedih aku pun turut sedih. Di saat kamu bahagiah
aku pun turut bahagia. Maaf kalau aku telah merebut Ardiansyah darimu. Aku hanya tidak
ingin kamu bersama orang lain selain diriku. Sekarang kamu telah tiada. Tidak ada artinya pula
aku untuk hidup. Karena sesungguhnya aku hidup untuk menemanimu. Lebih baik aku ikut
denganmu ke alam sana. Apa kau tidak keberatan kalau aku menemanimu untuk selamanya ?
Aku mohon, terimalah aku di sisimu sekali lagi seperti dulu. Neira... aku menyayangimu.” Kata
Noura sambil menangis dan dia pun bersandar di atas makam Neira sambil memejamkan
matanya dan tersenyum bahagia. Ternyata sebelum acara pemakaman Noura sudah meminum
racun seperti Neira untuk bunuh diri yang terakhir kalinya. Hanya saja, racun yang di minum
Noura adalah racun yang akan bereaksi 1-2 jam setelah pemakaian.

Seperti keinginan Noura, ia telah menemani Neira dimanapun Neira berada. Noura apa
sekarang kau senang ? “Aku sangat bahagia. Karena bisa bersama Neira untuk selamanya.”
jawab arwah Noura sambil tersenyum dan di sebelahnya juga ada Neira yang sedang
tersenyum mendengar jawaban sepupunya. kemudian arwah Noura menghilang dari muka
bumi ini bersam arwah Neira untuk selamanya.

TAMAT.
lumayan bagus critanya.. nice
nice gan.. kreatif..
bagus gan,,lanjutkan emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By ilfeels
nice gan.. kreatif..


Quote:Original Posted By MADDICK
bagus gan,,lanjutkan emoticon-I Love Indonesia (S)


Dia Cewek gan .. panggilnya jangan Agan
ane bantu rate thread gan emoticon-Angkat Beer
males bace novel, trlalu bnyak ngayalnya.
ok sip bree
ntar dibaca deh
saya bookmark dulu emoticon-Toast
nyimak kisah noura dan neira
Puanjangnya..
Mirip SFTH yah..









Nyimak dulu bray.. [Cerpen] Kisah Noura
numpang lewat bray .... kepanjangan .
ntar ane baca emoticon-Traveller
emoticon-Salah Kamar cerpen ko pajang di lonje gan
Bangkit dari kubur emoticon-Takut
mantap... baru baca yg atas. nanti lanjut lagiemoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By zikrierdiansyah
ok sip bree


Mantap bre, kisahnya memang orang di dunia ini berbeda-beda. Ada yang kisah unik, ada yang tidak unik. Sehingga harus benar-benar waspada dengan kisah-kisah.
[Cerpen] Kisah Noura
trit lawas bang