alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51607e0d0c75b40e2a000007/ketika-3-pasukan-elit-indonesia-bersatu
KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATU
sebelumnya bantu rate KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATU gan
semoga aja gak emoticon-Blue Repost

Quote:PRAJURIT KOPASSUS INDONESIA
SANG PENJAGA KEPULAUAN INDONESIA

KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATU

Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi KOPASSUS adalah bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.

Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya. Dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas daripada satuan KOPASSUS tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi KOPASSUS yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik seperti: Penyusupan ke pengungsi Vietnam di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk di kordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia dan operasi patroli jarak jauh (long range recce) di perbatasan Papua nugini.

Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.

KOPASSUS VS SAS INGGRIS

Bulan April tahun 1965, ketika Indonesia sedang berkonfrontasi dengan Malingsial. Lokasi pertempuran di desa Mapu, Long Bawan, perbatasan Kalimantan Barat dan Sabah.

Saat itu batalion 2 RPKAD (sekarang Grup 2 Kopassus) baru saja terbentuk. batalion baru ini segera dikirim untuk misi khusus ke kalimantan barat. Mereka mendarat di Pontianak bulan Februari 1965, dan segera setelah itu mereka berjalan kaki menuju posnya di Balai Karangan yang jaraknya puluhan kilometer dari lapangan terbang.
Tentara SAS Gabungan
Pos Balai Karangan merupakan pos terdepan TNI yang sebelum kedatangan RPKAD dijaga oleh infanteri dari batalion asal Jatim. Sekitar 1 km di depan pos Balai Karangan adalah pos terdepan tentara Inggris di desa Mapu yang dijaga oleh satu kompi British paratrooper dan beberapa orang SAS. Menyerang pos inilah yang menjadi misi khusus batalion RPKAD. Pos Mapu tersebut sering digunakan sebagai transit bagi personel SAS yang akan menyusup ke wilayah Indonesia. TNI ingin hal ini dihentikan dengan langsung melenyapkan pos tersebut.

Pos Inggris di Mapu tersebut terletak di puncak sebuah bukit kecil yang dikelilingi lembah, sehingga pos ini sangat mudah diamati dari jarak jauh. Selain itu, pos tersebut juga cukup jauh dari pasukan induknya yang kira-kira terpisah sejauh 32 km.

Pasukan RPKAD yang baru datang segera mempersiapkan setiap detail untuk melakukan penyerangan. Prajurit RPKAD yang terpilih kemudian ditugaskan untuk melakukan misi reconnaisance untuk memastikan kondisi medan secara lebih jelas. Mereka juga memetakan pos tersebut dengan detail sehingga bisa menjadi panduan bagi penyusunan strategi penyerangan, termasuk detail jalur keluar masuknya.

Tugas recon ini sangat berbahaya, mengingat SAS juga secara rutin melakukan pengamatan ke posisi-posisi TNI. Jika kedua recon tersebut berpapasan tanpa sengaja, bisa jadi akan terjadi kotak tembak yang akan membuyarkan rencana penyerangan. Oleh karena itu, recon RPKAD sangat berhati-hati dalam menjalankan misinya. Bahkan mereka menggunakan seragam milik prajurit zeni TNI AD untuk mengelabui musuh apabila terjadi kemungkinan mereka tertangkap atau tertembak dalam misi recon tersebut.

Setelah sebulan mempersiapkan penyerangan, pada 25 April 1965 gladi bersih dilakukan. Dari tiga kompi RPKAD yang ada di pos Balai Karangan. Komandan batalion, Mayor Sri Tamigen, akhirnya memutuskan hanya kompi B (Ben Hur) yang akan melakukan penyerangan. Sementara 2 kompi lainnya tetap berada di wilayah Indonesia untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu.

Dalam penyerangan ini, kompi B diharuskan membawa persenjataan lengkap. Mulai dari senapan serbu AK-47, senapan mesin Bren, peluncur roket buatan Yugoslavia, dan Bangalore torpedoes, mainan terbaru RPKAD waktu itu, yang biasanya digunakan untuk menyingkirkan kawat berduri atau ranjau.

Selesai mengatur perbekalan, Ben Hur mulai bergerak melintasi perbatasan selepas Maghrib. Karena sangat berhati-hati, mereka baru sampai di desa Mapu pada pukul 0200 dini hari. Setelah itu mereka segera mengatur posisi seperti strategi yang telah disusun dan dilatih sebelumnya.

Pos Mapu berbentuk lingkaran yang dibagi ke dalam empat bagian yang masing-masing terdapat sarang senapan mesin. Perimeter luar dilindungi oleh kawat berduri, punji, dan ranjau claymore. Satu-satunya cara untuk merebut pos ini adalah dengan merangsek masuk kedalam perimeter tersebut dan bertarung jarak dekat. Menghujani pos ini dengan peluru dari luar perimeter tidak akan menghasilkan apa-apa karena didalam pos tersedia lubang-ubang perlindungan yang sangat kuat.

Beruntung, malam itu hujan turun dengan deras seolah alam merestui penyerangan tersebut, karena bunyi hujan menyamarkan langkah kaki dan gerakan puluhan prajurit komando RPKAD yang mengatur posisi di sekitar pos tersebut.

Setelah dibagi ke dalam tiga kelompok, prajurit komando RPKAD berpencar ke tiga arah yang telah ditetapkan. Peleton pertama akan menjadi pembuka serangan sekaligus penarik perhatian. Kedua peleton lainnya akan bergerak dari samping/rusuk dan akan menjebol perimeter dengan bagalore torpedoes agar para prajurit RPKAD bisa masuk ke dalam dan melakukan close combat.

Pada jam 0430 saat yang dinanti-nanti tiba, peleton tengah membuka serangan dengan menembakkan senapan mesin Bren ke posisi pertahanan musuh. Segera setelah itu, dua peleton lainnya meledakkan bangalore torpedoes mereka dan terbukalah perimeter di kedua rusuk pertahanan pos tersebut. Puluhan prajurit RPKAD dengan gagah berani masuk menerjang ke dalam pos untuk mencari musuh.

Prajurit Inggris berada pada posisi yang tidak menguntungkan karena tidak siap dan sangat terkejut karena mereka tidak menduga akan diserang pada jarak dekat. Apalagi saat itu sebagian rekan mereka sedang keluar dari pos untuk berpatroli. Yang tersisa adalah 34 prajurit Inggris. Hal ini memang telah dipelajari recon RPKAD, bahwa ada hari-hari tertentu dimana 2/3 kekuatan di pos tersebut keluar untuk melakukan patroli atau misi lainnya. Dan hari itulah yang dipilih untuk hari penyerangan.

Dengan susah payah, akhirnya ke-34 orang tersebut berhasil menyusun pertahanan. Beberapa prajurit RPKAD yang sudah masuk ke pos harus melakukan pertempuran jarak dekat yang menegangkan. Dua prajurit RPKAD terkena tembakan dan gugur. Namun rekan mereka terus merangsek masuk dan berhasil menewaskan beberapa tentara Inggris dan melukai sebagian besar lainnya. Tentara Inggris yang tersisa hanya bisa bertahan sampai peluru terakhir mereka habis karena mereka telah terkepung.

Diantara yang terbunuh dalam pertempuran jarak dekat yang brutal tersebut adalah seorang anggota SAS. Ini adalah korban SAS pertama yang tewas ditangan tentara dari ASEAN. Namun sayangnya Inggris membantah hal ini. Bahkan dalam buku karangan Peter Harclerode berjudul "Para! Fifty Years of the Parachute Regiment halaman 261 pemerintah Inggris malah mengklaim mereka berhasil menewaskan 300 prajurit RPKAD dalam pertempuran brutal tersebut. Lucunya klaim pemerintah Inggris ini kemudian dibantah sendiri oleh penulis buku tersebut di halaman 265, ia menyebutkan bahwa casualties RPKAD hanya 2 orang. Secara logis memang angka 300 tidak mungkin karena pasukan yang menyerang hanya satu kompi. Pemerintah Inggris melakukan hal tersebut untuk menutupi rasa malu mereka karena dipecundangi tentara dari dunia ketiga, bahkan salah satu prajurit dari kesatuan terbaik mereka ikut terbunuh dalam pertempuran tersebut.

Pertempuran itu sendiri berakhir saat matahari mulai meninggi. Prajurit RPKAD yang sudah menguasai sepenuhnya pos Mapu segera menyingkir karena mereka mengetahui pasukan Inggris yang berpatroli sudah kembali beserta bala bantuan Inggris yang diturunkan dari helikopter. Mereka tidak sempat mengambil tawanan karena dikhawatirkan akan menghambat gerak laju mereka.


Sekembali di pos Balai Karangan, kompi Ben Hur disambut dengan suka cita oleh rekan-rekannya. Para prajurit yang terlibat dalam pertempuran mendapatkan promosi kenaikan pangkat luar biasa. Mereka juga diberi hadiah pemotongan masa tugas dan diberi kehormatan berbaris di depan Presiden Soekarno pada upacara peringatan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1965.
SUMBER

Spoiler for KOPASSUS:


Spoiler for 3 PASUKAN ELIT:


Spoiler for "tambahan":

DENJAKA

Quote:PRAJURIT MARINIR INDONESIA
SANG PENJAGA AMBALAT

KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATU


Detasemen Jala Mangkara (disingkat DENJAKA) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut. Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL. Anggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut). Lama pendidikan ini adalah 6 bulan. Intinya Denjaka memang dikhususkan untuk satuan anti teror walaupun mereka juga bisa dioperasikan di mana saja terutama anti teror aspek laut. Denjaka dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984. Denjaka memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin aspek laut.

Untuk menjaga wilayah laut dari aksi teror, TNI AL memiliki sebuah pasukan khusus bernama Detasemen Jala Mangkara atau disingkat Denjaka.

Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL. Anggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut).
Denjaka memang dikhususkan sebagai satuan antiteror walaupun mereka juga bisa dioperasikan di mana saja terutama antiteror aspek laut. Denjaka dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984.

Pasukan khusus ini memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin aspek laut. Pola rekrutmen Denjaka dimulai sejak pendidikan para dan komando. Selangkah sebelum masuk ke Denjaka, prajurit terpilih mesti sudah berkualifikasi Intai Amfibi.

Dalam menjalankan aksinya, satuan khusus ini dapat digerakkan menuju sasaran baik lewat permukaan atau bawah laut maupun lewat udara. Pasukan Denjaka telah memiliki pengalaman tinggi dalam melakukan berbagai operasi militer.

Bahkan Denjaka mendapat kehormatan beberapa kali diundang mengikuti latihan tempur bersama pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat, US NAVI SEAL.

DENJAKA VS BAJAK LAUT SOMALIA

Tak hanya diberangkatkan untuk operasi pembebasan awak Kapal Kargo Sinar Kudus, Satuan Tugas "Merah Putih" TNI yang dipimpin Komandan Marinir Mayor Jenderal (Mar) Alfan Baharudin ternyata juga menyiapkan strategi "psy war" alias perang urat syaraf menghadapi para perompak.

Strategi ini sebenarnya akan dilakukan setelah pasukan elite TNI, gabungan Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) Marinir TNI Angkatan Laut, dan Satuan Penanggulangan Teror Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat berhasil menduduki kampung perompak Ceel Dhahanaan (El Dhanan). Kampung yang menjadi basis para bajak laut itu akan diduduki untuk mencegah mereka mengerahkan bantuan saat kapal Sinar Kudus disergap pasukan TNI.

“Jaraknya sangat dekat untuk mengerahkan bantuan,” ujar Alfan kepada Tempo, Jumat 13 Mei 2011. Jarak Sinar Kudus yang tengah lego jangkar hanya sekitar 3,5 Nautical Mile saja dari bibir pantai El Dhanan. Hanya sekitar 15 menit, bala bantuan perompak bisa mencapai Sinar Kudus.

Selain untuk menutup bantuan, menduduki kampung perompak yang hanya berjarak 500-600 meter saja dari bibir pantai itu juga sebagai langkah mengambil bargaining position (posisi tawar) dengan para perompak. Apalagi, menurut Alfan, jika perompak sampai menggunakan 20 awak kapal Sinar Kudus menjadi tameng hidup saat pasukan TNI menyerang.

Seperti apa pernyataan provokasi itu? "Bodoh-bodohnya begini, elu mau bunuh 20 orang Indonesia di kapal? gue habisin nih satu kampung," kata Alfan. "Di sini ada anak, istri lu di situ. Saya yakin dia punya rasa kemanusiaan juga, ada rasa takut.”

Menurut Komandan Korps Marinir TNI AL ini, “Saya ambil (cara) psikologis itu. Kami akan punya posisi tawar yang sangat tinggi apabila El Dhanan diduduki. Sayangnya itu tidak terjadi.”

Menurut Alfan, pasukan di bawah pimpinannya tak akan menghancurkan kampung perompak El-Dhanan. Kampung itu hanya akan diduduki untuk memberi ultimatum kepada para perompak agar membebaskan kapal Sinar Kudus dan 20 awaknya. “Saya yakin, saya manusia, kalau disuruh milih antara (melepas) keluarga atau sandera, saya pilih (melepas) sandera,” ujar Alfan.

Menurut Alfan, secara taktis militer, menduduki daratan itu dibenarkan sebagai upaya menutup bantuan dari darat. “Karena pasti mereka (perompak) akan memberikan bantuan,” ujarnya. Lagi pula, Pemerintah Somalia juga sudah mengizinkannya.

Untuk mendukung strategi pendudukan Pantai El Dhanan dan menjalankan "psy war" itu, Satgas TNI juga membawa sejumlah peralatan tempur di KRI Yos Sudarso dan KRI Halim Perdana Kusuma yang diberangkatkan ke Somalia. Dua kapal perang TNI AL ini di bawah pimpinan Komandan Gugus Tempur Laut Armada Barat TNI AL, Kolonel (Laut) Taufikurrahman.

Peralatan tempur yang dibawa itu antara lain lima unit tank BNP3F buatan Rusia dan empat unit artileri holitzer milik Marinir. “Semuanya peralatan berat,” kata Komandan Denjaka, Kolonel (Mar) Suhartono, pemimpin operasi.
SUMBER

DEJANKA VS MALAYSIA

Pada waktu konflik ambalat pertama kali tahun lalu ada cerita yang cukup menarik mengenai aksi tentara kita terhadap kapal patroli malaysia. Pada saat itu di perairan karang unarang ambalat, kita sedang membangun mercu suar sebagai bukti kedaulatan kita disana. Pembangunan mercu suar tersebut tidaklah mudah mengingat kapal malaysia sering mengganggu dengan sering mendekati mercu suar lalu mengerem mendadak sehingga ombak cukup besar menghantam mercu suar. Hal ini sangat menyulitkan para pekerja dalam menyelesaikan pembangunan. Sebenarnya di mercu suar tersebut ada dua tentara marinir yang berjaga dengan senjata lengkap dengan posisi senjata diarahkan pada Kapal Patroli Malaysia tersebut. Namun mereka tidak bisa berbuat banyak mengingat tidak ada perintah menembak kecuali ditembak terlebih dahulu.
Tentunya bisa dibayangkan betapa jengkelnya tentara kita melihat gangguan tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa melihat para pekerja berbasah-basah dan nyaris jatuh ke laut terkena terjangan ombak kapal. Mereka berpikir kalau begini terus caranya kapan bisa selesai pembangunan mercu suar tersebut sementara mereka harus berjaga kepanasan, kehujanan dengan pemandangan laut sejauh mata memandang.
Setelah kelelahan menganggu dengan ombak buatannya, Kapal Perang malaysia beristirahat di tengah laut dekat mercusuar. Sementara itu awak kapalnya tidur-tiduran dan duduk2 sambil baca koran di atas dek kapal. Terkejutnya mereka tiba-tiba di atas kapal sudah berdiri seorang tentara Indonesia dengan senjata mengarah pada mereka sambil membentak “siapa pemimpin disini”. Seseorang perwira kapal malaysia keluar dari kapal sambil mengangkat tangan “saya” jawabnya dengan sedikit gugup. “Pergi dari sini jauh jauh atau saya tembak” perintah Tentara Indonesia. Tanpa berpikir panjang Kapal Malaysia segera menarik sauh, menghidupkan Kapal dan menjauh dari Mercu suar. Sementara itu tentara kita langsung meloncat ke laut untuk kembali ke mercu suar. Sejak insiden tersebut tidak ada lagi kapal malaysia berani mendekat Mercu suar, sehingga pembangunan bisa lebih cepat.
Kejadian ini sempat jadi pembicaraan hangat di Kota Tarakan dan sempat diberitakan pada koran lokal. Walaupun insiden ini cukup beresiko tapi masyarakat di perbatasan cukup mengapresiasi keberanian tentara tersebut.
Berdasarkan cerita tersebut, menurut pemikiran saya Malaysia sebenarnya mengajak adu nyali tapi tidak ada niat untuk berperang. Saya merasa khawatir adu nyali ini diarahkan untuk tawaran perundingan yang akhirnya berujung kembali di Mahkamah Internasional seperti sipadan ligitan. Mengingat lobi-lobi Malaysia bisa dimainkan disana dan peluang mendapatkan ambalat bisa 50%:50%. Seharusnya Pemerintah jangan terpancing untuk berunding apalagi maju ke Mahkamah Internasional. Selesaikan saja secara fisik di perbatasan tersebut. Saya yakin tidak akan ada perang di ambalat kecuali hanya adu syaraf dan nyali. So… peluang Malaysia 0%.
SUMBER

Spoiler for DENJAKA:

emoticon-Matabelo

DEN BRAVO-90

Quote:
PRAJURIT PASKHAS INDONESIA
SANG PENJAGA LINTAS UDARA INDONESIA

KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATU

Detasemen Bravo 90 (disingkat DEN BRAVO-90) terbilang pasukan khusus Indonesia yang paling muda pembentukannya. Baru dibentuk secara terbatas di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada 1990, Bravo berarti yang terbaik. Konsep pembentukannya merujuk kepada pemikiran Jenderal Guilio Douchet: Lebih mudah dan lebih efektif menghancurkan kekuatan udara lawan dengan cara menghancurkan pangkalan/instalasi serta alutsista-nya di darat daripada harus bertempur di udara. Motto: Catya Wihikan Awacyama Kapala artinya Setia, Terampil, Berhasil

Anggota-anggota Den Bravo ini juga nggak direkrut sembarangan, mereka punya kualifikasi dan merupakan prajurit terbaik dari beberapa Skuadron dari Paskhas TNI-AU.

Keanggotaan Detasemen Bravo Korpaskhas TNI-AU diambil dari personel melalui seleksi ketat berperingkat tinggi lulusan Sekolah komando Paskhas dan personel aktif dari Skuadon atau Wing di Lingkungan TNI-AU. Para personel pilihan ini kemudian penempuh pendidikan selama 6 bulan di Wing III/Diklat Paskhas Satdik 02 untuk dasar dan Lanjutan kemudian di Satdik 03 dengan materi Khusus. Dalam pendidikan ini para prajurit digembleng menjadi prajurit terbaik dengan materi mulai dari combat free fall, scuba diving, pendaki serbu, teknik terjun HALO (High Altitude Low Opening) atau HAHO (High Altitude High Opening), para lanjut olahraga dan para lanjut tempur (PLT), dalpur trimedia (darat, laut, udara), menyelam dalam kedalaman tertentu, menembak kelas 1, komando lanjut serta mampu menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi dengan sarana multimedia.

Untuk menghasilkan prajurit berkualifikasi tinggi, para personel dalam pasukan elit ini juga kebagian jatah untuk berlatih menembak kelas 1 dengan menggunakan peluru tajam tiga kali lipat lebih banyak dari pasukan reguler lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk melatih para personelnya dalam ketepatan dan kecepatan mereka untuk bertindak dalam waktu sepersekian detik.

DEN BRAVO-90 VS SNIPER

serbuan ke hotel wijaya sktr januari 2001,yg mimpin serbuan kasi ops sektor, nyoman cantiasa. setelahdari ambon sempet jadi danyon 811 AK Gultor,dan Seko btjajar,sekarang jadi DanDenma kopassus .saat itu msh kapten.
karna gemes ketika baru tugas disana kok sepertinya tdk sulit menekan penembak2 gelap tsb,tapi pasukan TNI seperti kurang berani.
klo lg patroli tiap liat tembakan gelap biasanya langsung memerintahkan satu regu terdekat secara serempak menebak ke arah tembakan gelap dan biasanya besok paginya ada acara berkabung.

diteliti ternyata banyak tembakan gelap berasal dari hotel wijaya,maka disusun kekuatan utk menyerbu,unsur utamanya dikumpulkan dari personel2 sat 81 yg sedang tugas disana.
serbuan waktu subuh,pihak lawan tdk menduga sebuan sehingga banyak yg tewas. ditemukan banyak uang dan miras,diduga malam itu lawan banyak yg mabuk.
kondisi bangunan banyak dilubangi,lobang2 tsb menghadap ke pos2 pengamanan utk memudahkan penembakan.
setelah serbuan usai diketahui pihak lawan banyak anggota Polri bahkan sampai dgn pangkat pamen ada juga anggota TNI (kita anggap semuanya desertir)
setelah kejadian itu ambon berangsur aman.
pasi ops sektor/arjuna 2, kepalanya dihargai ratusan juta saat itu.

jam 2 malem laporan ke pangdam (made yase) bahwa akan diadakan serbuan. pangdam agak kaget tapi diizinkan.serbuan akan dilaksanakan saat subuh,terang tanah. karna kondisi sangat gelap klo malem kawatir friendly fire.

sebelumnya sudah disiapkan pasukan..
selaku kasi ops sektor mencari pasukan yg kualifikasi perang kota..yonif2 yg ada agak meragukan.
minjam pasukan ke dan yongab (riki samuel,skrg danpusdik passus),permintaan spesifik anggota sat 81 ( 1 ton ) ditambah parako (karna kurang) ada yg dukungan kendaraan berat utk bantuan tenbakan dan perlindungan.

sniper ada 5 pucuk (semua kopassus),ditaruh di 2 titik.

walau lawan tdk siap,saat serbuan tetap terjadi kotak tembak..lumayan sulit karna lawan diposisi ketinggian.
begitu berhasil pertahanan didobrak masuk,yg memegang senjata dan melawan langsung mati,yg tdk bersenjata ditahan.
korban tewas lawan klo 20 orang sih lebih..

yg ditahan jg banyak,banyak jg yg anggota. diantaranya perwira polri ( 1 letkol,2 mayor,4 kapten) tni 2 orang perwira.
ada banyak juga cewe2. diduga malemnya pesta miras dan seks.
diserahkan ke PM semua urusannya.
SUMBER

DEN BRAVO VS TERORIS DI BALI

Setelah teroris berhasil menguasai satu pesawat penumpang di B 1 dengan sejumlah penumpang dijadikan sebagai sandera, bersamaan dengan itu teroris dengan kelompok yang sama juga telah menguasai gedung VIP 2 Bandara Ngurah Rai dengan sejumlah orang yang berada di dalam dijadikan sandera. Dalam kondisi yang cukup genting tersebut pasukan anti teror Detasemen Bravo 90 Paskhasau mendapatkan perintah tugas untuk menghadapi teroris dimaksud dan menyelamatkan para sandera.

Simulasi latihan dengan sandi “Albara” (Anti Lawan Bajak Udara) diawali dengan penerjunan pasukan Combat Free Fall sebanyak 15 personel di pantai ujung landasan dengan jarak lebih kurang satu kilometer dari tempat teroris melakukan penyanderaan. Setelah mendarat, pasukan dengan mengendap-endap mendekati lokasi, terlebih dahulu mengeksekusi dengan aksi bunuh senyap teroris yang bertugas berjaga-jaga di luar area lokasi. Setelah itu negosiator melaksanakan negosiasi dengan pimpinan teroris dimana para teroris menuntut supaya rekan-rekannya yang dipenjara oleh pemerintah dapat dibebaskan. Untuk menunjukkan keseriusannya teroris menembak salah satu sandera yang selanjutnya dievakuasi oleh tim medis.

Melanjutkan aksinya, teroris meminta pesawat yang dikuasainya untuk direfuel, dan pada saat itu juga negosiasi terus berlangsung, dan disaat bersamaan unit Aksus (Aksi Khusus) Den Bravo 90 Paskhasau yang dikomandani oleh Letkol Psk M. Juanda, mendekati dua sasaran sekaligus dan melaksanakan aksi di pesawat maupun di VIP room 2 yang terlebih dahulu diawali dengan tembakan Sniper dan bunyi ledakan. Beberapa saat kemudian, unit Aksus berhasil melumpuhkan teroris baik di pesawat maupun di VIP 2, selanjutnya para pelaku teroris diserahkan kepada Pomau. Setelah menguasai situasi, unit aksus melaksanakan evakuasi terhadap para sandera baik di pesawat maupun di VIP room 2. Karena diduga para teroris telah memasang bahan peledak di pesawat, maka unit EOD merapat ke pesawat dan melaksanakan IED di tempat yang aman. Demikian secara umum skenario simulasi latihan Albara yang dilaksanakan di bandara Ngurah Rai.

Hadir menyaksikan latihan secara langsung yaitu, Pangkoopsau II, Marsda TNI Ismono Wijayanto, Muspida provinsi Bali dan para pimpinan komunitas bandara Ngurah Rai. Di sela-sela acara, Komandan Lanud Ngurah Rai, Letkol Pnb Jumarto saat diwawancara mengatakan bahwa Latihan Albara dilaksanakan di Bali dengan maksud untuk meyakinkan masyarakat Nasional dan Internasional bahwa bandara Ngurah Rai sebagai pintu utama wisata di Bali dalam kondisi aman sekaligus menunjukkan tentang kemampuan Detasemen Bravo 90 Paskhasau dalam menghadapi kemunkinan aksi teror yang terjadi di bandara. Akhir dari kegiatan dilaksanakan upacara penutupan latihan di B 1 Bandara Ngurah Rai dengan Inspektur Upacara oleh Komandan Lanud Ngurah Rai.
SUMBER

Spoiler for DEN BRAVO-90:

Ane Kalah Cepet Sama Yang Diatas
Merdeka -semoga- untuk Indonesia

Semoga pucuk pimpinan berfikir dan bertindak bijak sehingga 3 pasukan elit tersebut semakin baik..
Mana bergabungnya gan?
pasukan kaskus bersatu juga keren gan



Quote:
mampir di trit ane gan


Fakta Ilmiah Seputar Ka'bah dan Kota Suci Mekkah

[Inna Lillah Wainna Ilaihi Roji'un] Telah wafat ulama besar Syeikh Prof. Dr. Muhammad

“Curhatan” Syeikh Buty (Repost in memory of his late)

Dimanakah beli suami dan istri ideal?

KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATUBeberapa menit yang lalu via Blackberry Pinjaman KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATUSuka . KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATUTambahkan sebagai Teman

TRI MATRA GABUNGAN 3 KEKUATAN MILITER INDONESIA

Quote:TRI MARTA
KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATU

Denjaka Korps Marinir TNI AL bersama Sat-81 Gultor Kopasus TNI AD dan Den Bravo KopaskasTNI AU melaksanakan Latihan Penanggulangan Teror dengan sandi “Latma Gultor Trimatra- VII tahun 2012”. Latihan bersama tersebut telah dibuka oleh Kasum TNI Mayjen TNI Daryatmo di Markas Sat 81 Gultor Kopasus TNI AD tepatnya di lapangan Apel Ahmad Kirang Mako Kopasus TNI AD Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2012).

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington bersama dengan Danjen Kopasus, Komandan Kopaska serta Pejabat teras Mabes TNI dan pejabat teras ketiga Pasukan Khusus TNI hadir dalam acara pembukaan tersebut. Upacara ini dipimpin oleh Asops Danjen Kopasus Kolonel (Inf) Yusran Yusuf.

Dalam amanatnya, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. yang dibacakan oleh Kasum TNI menyampaikan, latihan anti teror merupakan latihan untuk menghadapi kemungkinan gangguan anti teror di seluruh Tanah Air. Disamping itu juga guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bagi setiap satuan anti teror dilingkungan TNI.

Dengan tegas Panglima TNI mengatakan, kunci mencegah aksi terorisme adalah keterpaduan dan koordinasi antara matra dan intitusi terkait harus terjalin kuat.

Sebagai pedoman dalam melaksankan latihan tersebut Panglima TNI memberikan beberapa penekanan.

Pertama, laksanakan latihan ini sebaik-baiknya, guna menyempurnakan dokumentasi strategis yang bersifat operasional bagi TNI serta komunikasi saling mendukung diantara sesama satuan penenggulangan anti teror.

Kedua, sebagai sarana untuk menguji prosedur dan mekanisme operasi terpadu, kembangkan Tactical Floor Game (TFG), Table To Game Dan Tactical Air Manouver Game (TAGM).

Ketiga, jadikan latihan ini sebagai aplikasi prosedur tetap dan tolok ukur terhadap kemampuan TNI dalam mengaplikasikan doktrin operasi penanggulangan teror.

Keempat, jadikan media untuk menguji analisis data terkait kemungkinan variatif modus aksi teror, serta menilai kemampuan teknis, taktis, respon dan naluri setiap personil.

Kelima, jadikan latihan ini sebagai momentum semangat kebersamaan dan keterpaduan sesama satuan TNI dalam mendukung tercapainya tugas pokok TNI.

Latihan diawali dengan pelaksanaan geladi posko dan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) di Markas Sat-81 Gultor Kopasus TNI AD. Latihan ini akan digelar hingga 17 Oktober 2012 dengan menggunakan medan berpindah-pindah sesuai dengan problem latihan darat, laut dan udara.
SUMBER

Spoiler for TNI:


youtube-thumbnail


coba perang sama malaysia kalau berani
ih kopassus tuh KEREN emoticon-Cool
mw ane jadi kopassus
Maju terus TNI ,,jaya selalu !!!!!!!!!!!!!
emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
Ih keren baru tau ane gan, calon2 HT ini
ane emoticon-Rate 5 Star nanti gan kalau on di pc
Waaaah ane pekiwan emoticon-Matabelo

Waah gak kalah sama US Army-nya america gan emoticon-Kiss

Salut dan bangga gan emoticon-Smilie. Apaalagi bisa lawan SAS emoticon-Matabelo. Jaya TNI indonesia emoticon-I Love Indonesia. emoticon-thumbsup
Wah, keren ya gan....
wew keren gan emoticon-Matabelo
itu ada pasukannya polisi jg ya
karena baretnya miring kiri emoticon-Big Grin
waw dejanka gan emoticon-Matabelo tuh sniper besar amat yah gan emoticon-Matabelo







LOOK THIS !! : emoticon-Add Friend (S)
KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATU

Aksi-Aksi Pasukan Elite Indonesia

Quote:Aksi-Aksi Pasukan Elite Indonesia
Aksi kopral 'terkuat' TNI Subagyo Lelono mengundang decak kagum. Prajurit Polisi Militer TNI AD ini pernah lari 24 jam non stop. Dia juga koprol 5 Km tanpa henti dan push up 21 jam 40 menit. Aksinya ini diganjar rekor MURI.

Bagi prajurit TNI, kuat adalah sebuah kebutuhan. Kalau tidak kuat bagaimana mau melindungi bangsa dan negara.

Apalagi pasukan elite TNI, yang kemampuannya di atas rata-rata prajurit reguler. Latihan mereka pun dibuat ekstra keras hingga menghasilkan prajurit yang memiliki otot kawat dan tulang besi.

Indonesia memiliki banyak satuan elite yang memiliki kemampuan tempur terbaik. Di TNI AD ada Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Sat 81 Penanggulangan Teror (Gultor), Peleton Intai Tempur (Tontaipur), dan Raider. TNI AL punya Pasukan Intai Amfibi (Taifib), Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka). Sementara TNI AU punya Pasukan Khas dan Detasemen Bravo 90 di dalamnya.

Berikut aksi-aksi pasukan elite TNI yang bikin geleng-geleng kepala.

1. Minum darah ular kobra

Dalam materi pasukan elite ada jungle survival, atau bertahan hidup di hutan. Mereka harus makan apa saja demi mempertahankan hidup.

Salah satu menu favorit saat survival adalah ular kobra yang banyak di hutan tropis. Mereka pun makan daging ular kobra dan meminum darahnya. Hal ini dipercaya bisa menambah kekuatan dan membuat tubuh agak kebal terhadap bisa ular.

Caranya, kepala ular dipotong. Darahnya diminum dan dagingnya dibakar.
KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATU

2. Bernafas dua jam dalam air

Pasukan Peleton Intai Tempur (Tontaipur) punya kemampuan bernafas dalam air. Cuma berbekal sebuah buluh bambu, mereka bisa tahan dua jam dalam air.

Jika musuh melihat dari atas, tak akan ketahuan ada Tontaipur yang sedang bersembunyi dalam air.

Dengan gerakan senyap, para prajurit ini pun akan melakukan serangan mendadak ke pertahanan musuh. Para prajurit ini pun bisa bergerak jauh ke daerah musuh untuk melakukan pengintaian.
KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATU

3. Jalan kaki ratusan kilometer

Dalam latihan pasukan komando, ada tahapan long march atau perjalanan jauh ratusan kilometer. Tak cuma jalan kaki, mereka harus siap menerima serangan dari para pelatih.

Kopassus TNI AD melakukan long march dari Batujajar, Kabupaten Bandung ke pantai Cilacap, Jawa Tengah. Sementara Paskhas TNI AU berjalan dari Margahayu Bandung ke Pamengpeuk di Garut Selatan.

Begitu sampai di tujuan, bukan berarti bisa santai-santai. Materi terberat medan rawa laut siap menguras fisik mereka habis-habisan.
KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATU

4. Disiksa di kamp tawanan

Salah satu tahapan paling menakutkan dalam latihan pasukan elite adalah kamp tawanan. Hampir semua pasukan elite memiliki tradisi masing-masing soal kamp ini.

Di kamp ini mereka diibaratkan ditangkap oleh pihak musuh yang diperankan oleh para pelatih. Berbagai siksaan pun harus diterima, mulai dari dipukuli, ditendangi hingga disetrum. Para siswa benar-benar diperlakukan seperti musuh yang ditangkap.

Latihan terakhir ini benar-benar menguras fisik dan stamina habis-habisan. Bahkan tak jarang tentara yang bertubuh besar sampai menangis dan meminta ampun saking beratnya siksaan.
KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATU

5. Renang melintasi Selat Sunda dan Madura
Buat Prajurit Intai Amfibi TNI AL, berenang melintasi Selat Sunda yang jaraknya 19,2 mil laut atau kurang lebih 38 kilometer hal biasa. Mereka juga rutin berenang menyeberangi Selat Madura.

Selain harus jago berenang, mereka juga harus kuat mendayung perahu karet berkilo-kilo meter. Perahu karet merupakan pilihan terbaik untuk penyusupan dari laut karena tidak menimbulkan suara.
KETIKA 3 PASUKAN ELIT INDONESIA BERSATU

SUMBER
Den Bravo 90 Keren lhoo gan emoticon-Cool
walaupun pasukan muda emoticon-Malu (S)