alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
APAKAH TAHLILAN WARISAN AGAMA HINDU?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5158f0300b75b4a42f00000c/apakah-tahlilan-warisan-agama-hindu

APAKAH TAHLILAN WARISAN AGAMA HINDU?

Hadits Nabi:
عن أبى هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صل الله عليه وسلم: إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah R.A berkata, Rasulullah SAW bersabda : jika anak adam (manusia) meninggal dunia maka terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang selalu mendoakannya (H.R. Muslim)
Bahwasanya 3 perkara diatas bukanlah harga mati bagi manusia yang telah meninggal untuk mendapat kebaikan dari manusia lain yang masih hidup, Rasulullah bersabda dalam hadits diatas dengan perkata’an انقطع عمله (terputus amal perbuatannya) dan bukan berkata انقطع العمل له (terputus amal perbuatan untuknya) maka dari itu do’a saudara seiman bermanfaat untuk muslim yang lain meskipun telah meninggal dunia, Allah SWT berfirman dalam surat Al Hasyr ayat 10:
''Dan orang -orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) mereka berdo’a: wahai Tuhan kami ampunilah kami dan saudara – saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhdap orang orang yang beriman, ya tuhan kami sesungguhnay engkau maha penyantun lagi maha penyayang". Berikut kutipan fatwa Ibnu Taimiyah mengenai masalah ini dan Hadits 3 amal perbuatan diatas diatas dalam Kitab Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah jilid 24 halaman 170
ليس فى الحديث أن الميت لا ينتفع بدعاء الخلق له, وبما يعمل عنه من البر, بل أئمة الإسلام متفقون على انتفاع الميت بذالك, وهذ مما يعلم بالإضطرار من دين الإسلام, وقد دل عليه الكتاب والسنة و الإجماع, فمن خالف ذالك كن من أهل البدع
Hadits diatas tidak bermakna bahwa mayit tidak mendapat manfaat dari do’a orang lain untuknya, serta amalan baik yang ditujukan kepadanya, bahkan Imam umat Islam sepakat bahwasanya mayyit mendapat manfaat dari itu semua, dan hal ini termasuk kedalam idtiror agama Islam, dan mereka (imam- imam umat Islam) berdalil dari Kitab, Sunnah, dan Ijma’ barang siapa yang mengingkari itu semua maka mereka termasuk ahli bid’ah
Dihalaman 178 Ibnu Taimiyah ditanya tentang menghadiahkan baca’an Qur’an, Dzikir dan Shodaqoh untuk orang yang telah meninggal, dan beliau menjawab:
يجوز إهداء ثواب العبادات المالية, والبدنية إلى موتى المسلمين. كما هو مذهب أحمد, و أبى حنيفة, و طائفة من أصحاب المالك والشافعى
“Boleh menghadiahkan pahala dari ibadah harta benda (shodaqoh, zakat) dan ibadah badaniyah (sholat, dzikir, baca’an Al Qur’an, puasa) sebagaimana madzhabnya imam Ahmad, imam Abu Hanifah, dan sebagian ulama madzhab Maliki dan Syafi’ie”.
Di halaman 180 Ibnu Taimiyah ditanya bagaimana jika seseorang membaca kalimat Tahlil (la ilahaillallah) kemudian dihadiahkan kepada orang lain yang telah meninggal, dan beliau menjawab :
إذا هلل الإنسان هكذا: سبعون ألفا, أو قل, أو أكثر, و أهديت إليه, نفعه الله بذالك
Jikalau seseorang bertalil seperti ini : 70 ribu kali, atau lebih sedikit, atau lebih banyak, kemudian dihadiahkan untuknya (si mayyit) dan seperti itu Allah memberikan manfaat untuk si mayyit dengannya (tahlil 70 Ribu kali).
Islam tidak hanya menganjurkan untuk mendoakan si mayyit, bahkan disetiap amalan ibadah kita, Islam menganjurkan untuk menghadiahkan pahalanya kepada saudara -saudara kita, Sebagaimana perkataan Imam Nawawi dalam kitab Futuhat Robbaniyah Syarhul Adzkar Nawawi Juz 4 hal 205
وقال الإمام النووي في كتابه الأذكار: فالإختيار أن يقول القارئ بعد الفراغ اللهم أوصل ثواب ما قرأته إلي فلان
Imam Nawawi berkata: menjadi pilihan untuk orang yang membaca Qur’an berdo’a di akhir baca’annya: “ya Allah sampaikanlah pahala dari apa apa yang telah aku baca untuk si fulan”
Banyak sekali ayat Al Qur’an yang memerintahkanuntuk memohon ampunan bagi saudara -saudara kita seiman yang masih hidup atau yang telah meninggal, diantaranya:
واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات
Dan mintalah ampunan untuk dosamu dan orang orang yang beriman laki laki dan perempuan (Q.SMuhammad:19)
ربنا اغفرلى ولوالدي وللمؤمنين يوم يقوم الحساب
Wahai Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan orang orang yang beriman di hari perhitungan (Q.S.Ibrahim:19)
رب اغفرلى ولوالدي ولمن دخل بيتى مؤمنا وللمؤمنين والمؤمنات
Ya Tuhanku ampunilah aku, kedua orang tuaku,orang orang yang memasuki rumahku dengan beriman dan orang -orang yang beriman laki -laki ataupun perempuan. (Q.S.Nuh:28)
وَالذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلذِينَ آمَنُوا رَبنَا إِنكَ رَءُوفٌ رَحِيم
Dan orang orang yang dating sesudah mereka (muhajirin dan anshar) mereka berdo’a: ya tuhan kami beri ampunlah kami dan saudara – saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhdap orang orang yang beriman, ya tuhan kami sesungguhnay engkau maha penyantun lagi maha penyayang (Q.S.Al Hasyr Ayat 10)
Pahala shodaqoh yang dihadiahkan untuk si mayyit pun akan sampai kepada tujuannya, Berikut ini kami paparkan Hadits -Hadts yang menerangkan bahwasanya pahala shodaqoh yang dihadiahkan untuk si mayyit juga bermanfaat untuk si mayyit:
Shohih Muslim Hadits ke 1630:
عن أبى هريرة : أن رجلا قال للنبي صل الله عليه وسلم: إن أبى مات ولم يوص, أينفعه إن تصدقت عنه؟ قال نعم
Dari Abu Hurairah R.A. bahwasanya seorang laki -laki bertanya kepada Nabi S.A.W, sesungguhnya ayaku meninggal dan belum berwasiat, bolehkan aku bershodaqoh untuknya? Nabi S.A.W. Menjawab: Iya Boleh
وفى سنن دار القطنى : أن رجلا سأل النبى صل الله عليه و سلم فقال: يا رسول الله, إن لى أبوان وكنت أبر هما حال حياتهما. فكيف بالبر بعد موتهما؟ فقال النبى صل الله عليه وسلم: إن من بعد البر أن تصلى لهما مع صلاتك, و أن تصوم لهما مع صيامك, وأن تصدق لهما مع صدقتك,
Dan di dalam Sunan Darul Quthniy disebutkan: ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi S.A.W: wahai Rasulullah sesungguhnya saya memiliki kedua orang tua yang sangat aku patuhi, maka bagaimana cara berbakti kepda keduanya ketika mereka telah meninggal? Maka Nabi S.A.W. bersabda: sesungguhnya salah satu dari bentuk kebaktian adalah sholat untuk mereka diantara sholatmu, dan bershodaqoh untuk mereka diantara shodaqohmu.
Saudara saudara kita berpendapat bahwa do’a sealain dari anak si mayyit atau selain dari keluarga si mayyit tidak akan sampai kepada si mayyit, pendapat mereka sepertinya harus dibenahi, karena Rasulullah juga berdo’a kepada si mayyit meskipun bukan dari keluarga Beliau, Berikut Hadits- hadits Rasulullah yang mengisahkan bahwasanya Rasulullah SAW juga berdo’a untuk orang yang telah meninggal meskipun bukan dari saudara Rasul.
Dari Jami’ Shohih Bukhori juz 1 Hadits ke 218 halaman 87 cetakan Maktabah Salafiyah Kairo Mesir
عَنِ ابْنِ عَباسٍ، قَالَ مَر النبِي صلى الله عليه وسلم بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ ‏”‏ إِنهُمَا لَيُعَذبَانِ، وَمَا يُعَذبَانِ فِي كَبِيرٍ أَما أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَما الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنمِيمَةِ ‏”‏‏.‏ ثُم أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً، فَشَقهَا نِصْفَيْنِ، فَغَرَزَ فِي كُل قَبْرٍ وَاحِدَةً‏.‏ قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ ‏”‏ لَعَلهُ يُخَففُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا ‏
Dari Ibnu Abbas R.A berkata : suatu hari Rasulullah SAW melewati dua kuburan kemudian berkata : sesungguhnya mereka (yang ada dalam kedua kuburan ini) disiksa didalam kuburnya, dan siksa itu dikarenakan dosa besar, salah satu diantara keduanya tidak mencegah cipratan air kencing ketika buang air kecil, yang satu lagi adalah pengadu domba. kemudian beliau mengambil pelepah kurma kering dan mematahkannya menjadi dua bagian dan menancapkannya kepada masing masing kuburan tersebut. kami bertanya : wahai Rasulullah kenapa engkau melakukan itu? beliau menjawab, “semoga keduanya diringankan dari adzab kubur”..
Dari kitab Is’adur Raaiy Bi Afrad Warawaid Annasa’I juz 1 halaman 136 dalam bab permohonan ampunan untuk orang orang yang beriman, terbitan Darul Kutub Al Ilmiyyahbeirutlebanon:
عن أبى هريرة قال: لما مات النجاشي قال النبى صل الله عليه و سلم: “استغفروا له”
Dari Abu Hurairah R.A. berkata : ketika salah seorang Najasyi meninggal, Rasulullah SAW bersabda: “kalian semua mintalah ampunan untuknya”.
Dari kitab Addibaaj Ala Shohihi Muslim Juz 3 halaman 38 cetakan Dar Ibnu Affan tentang Do’a Rosulullah SAW. Untuk mayyit
اللهم اغفرله واعف عنه وعافيه واكرم نزله ووسع مدخله واغسله بماء وثلج وبرد ونقه من الخطايا كما ينق الثوب الأبيض… من الدنس وأبدله دارا خيرا من داره واهلا خيرا من أهله وزوجا خيرا من زوجه وقه فتنةالقبر وعذاب النار
Ya Allah ampunilah dia, maafkanlah, sejahterakanlah dia, muliakanlah tempatnya, perluaslah tempat masuknya, mandikanlah dia dari kotoran dengan air dan es, gantikanlah dia dengan tempat yang baik, dinginkanlah, dan sucikanlah dia dari kesalahan kesalahan sebagaimana sucinya pakaian yang putih dari rumahnya, dan keluarga yang baik dari keluarganya, dan istri yang baik dan peliharalah dia dari fitnah qubur dan adzab neraka
Dari Shohih Muslim Hadits no 1695, dikisahkan bahwa seorang bernama Maiz Bin Malik mengaku telah berzina, kemudian Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk merajamnya, dua atau tiga hari kemudian Rasulullah S.A.W menyapa segerombolan orang yang merajam Maiz kemudian bersabda :
استغفروا لماعز بن مالك, فقالوا : غفر الله لماعز بن مالك, فقال رسول الله صل الله عليه و سلم :” لقد تاب توبة لو قسمت بين أمة لوسعتهم”
Mintalah kalian semua ampunan untuk maiz, mereka berkata : Allah telah mengampuni Maiz Bin Malik, kemudian Rasulullah SAW bersabda: telah bertaubat dengan taubat jikalau dibagikan kepada suatu umat akan terpenuhi semua.
Saudara -saudara kita yang berpendapat bahwa baca’an Al Qur’an, baca’an Tahlil, Tahmid, dan shodaqoh makanan dalam Tahlilan yang dihadiahkan untuk si mayyit tidak bermanfaat untuk si mayyit jelas bertentangan dengan Al Qur’an, Hadits Nabi, dan Ijma’ ulama’ maka yang demikian itu sungguh pendapat yang perlu diluruskan karena bertentangan dengan Al Qur’an, Hadits, dan Ijma’ Ulama’.
by :galangahmand

Read more: http://aswaja.webnode.com/news/apaka...ada-si-mayit-/
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
jadi gimana gan?
Pertamik ga ni?
Ninggalin jejak dulu gan emoticon-Paw


ijin baca2 dulu ya gan emoticon-Malu (S)




Best Regards,
WSSChanger
hidangan Tuhan itu banyak macemnya, bagi yang suka tahlilan monggo merapat, yang gak suka gak papa, yang penting niatnya bener.
mampir juga ke trit ane yang ini
Spoiler for filosofi tahlilan:
jadi gii gan,
kalau menurut ane sih tahlilan itu termasuk adat
jadi adat sendiri agama sendiri, gk bisa dijadiin satu
mari kita tawasul, mari kita maulid, mari kita tahlilan, mari kita yasinan..
semua itu halal... persatukan hati walau kita tidak ada tali persaudaraan... inti ajaran mereka kan satu ingin memisah misahkan orang mukmin yang suka berjama'ah... agan tau ada hadits yang menyatakan setan itu ada pada satu orang dan setan kedua ada pada orang lainnya... semakin sendirian semakin mudah dikuasai setan... anti sosial lebih mudah untuk diprovokasi... kikir akan memudahkan kita ke neraka, jauh dari tetangga, anti tahlilan membuat kita jarang mengucap Laa ilaaha illallah... kita tak maulid, semakin lupa dengan pribadi Makhluk mulia sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan semakin lupa perjuangannya membela umat ini... anti tawasul membuat kita semakin sombong akan ilmu... padahal orang mati pun dapat memberi manfaat melalui amal solih nya... jika mereka tidak tawasul amat sombong dan tidak tahu terima kasihnya mereka kepada orang orang salih terdahulu... subhanallah, mencap kafir dan musrik dari bibir sesama mukmin padahal jika tuduhannya dusta apa yang ia ucapkan akan berbalik padanya.
YANG PENTING TUJUANNYA...emoticon-2 Jempol
tidak perlu diperdebatkan mas..

lelah saya melihat umat muslim saling berdebat masalah ini..

kadang2 msalahnya hanya pada beberapa point saja tapi menjadi melebar dan gneralisir yang memperburuk pertentangan..sama2 membuka hati dan bertabayyun saja..itu lebih baik..kadang2 pertentangan seperti ini membuat hati keruh dan mnyempitkan dada kita sehingga lupa mendakwahi ammah di sekitar kita


saya termasuk yang berbeda pendapat dengan TS..dalam beberapa hal..dan setuju pada beberapa hal lainnya...tapi tidak dalam tingkatan takfiri, lebih kepada pilihan pada apa yang saya pelajari dan perbandingkan antara satu dengan yang lain dan juga berdsar apa yang yakini

jangan sampai kita terjebak pada perdebatan yang sunnah lalu meninggalkan yang wajib..yaitu
Persatuan umat Islam
Diubah oleh kurutaku
Fakta Mengejutkan Tentang Tahlilan yang Dianggap Haram Oleh Salafi Wahabi
APAKAH TAHLILAN WARISAN AGAMA HINDU?
7 hari wafatnya KH. Abdulah Faqih “Pengasuh Pondok Pesantren Langitan dirangkai dengan susunan acara Khotmil Qur’an bilghoib serta Pembacaan surat yasin dan surat Al Muluk dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil.
--------------------------------------------------------------------------------
Dari sejak kemunculannya di bumi Nusantara Indonesia, Salafi-Wahabi paling demen mengumbar vonis atas haramnya (bid’ah) tahlilan. Mungkin mereka tidak menyadari bahwa tindakannya itu terlalu berlebihan yang bisa berakibat merusak Islam. Bagaimana tidak, bukankah itu berarti Salafi-Wahabi dan pengikut-pengikutnya mengharamkan yang halal atas tahlilan? Bahkan saking rusaknya pemahaman mereka terhadap Islam, mereka tak segan-segan pamer slogan batil: “Pelacur Lebih Mulia daripada Orang-orang Bertahlil (tahlilan). “

Bahkan demi memperkuat vonis Salafi-Wahabi atas haramnya tahlilan, mereka dengan gegabah membayar seorang Ustadz dari Pulau Bali untuk membuat klaim bahwa tahlilan adalah tradisi Hindu. Hanya orang-orang bodoh yang bisa dikibuli oleh trik-trik dan rekayasa kebohongan Salafi-Wahabi. Cara membantah klaim tersebut cukup kita ajukan pertanyaan kepada para pemeluk agama Hindu: “Sejak Kapan di agama Hindu Ada Tradisi Tahlilan?”. Pastilah mereka para pemeluk agama Hindu akan bengong karena tidak kenal apa itu tahlilan.

Fakta Mengejutkan Tentang Tahlilan yang Dianggap Haram Oleh Salafi Wahabi

APAKAH TAHLILAN WARISAN AGAMA HINDU?
*7 hari wafatnya KH. Abdulah Faqih “Pengasuh Pondok Pesantren Langitan dirangkai dengan susunan acara Khotmil Qur’an bilghoib serta Pembacaan surat yasin dan surat Al Muluk dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil.


Untuk lebih mengenal tradisi tahlilan yang diharamkan Salafi-Wahabi, mari kita simak paparan artikel ilmiyyah tentang fakta-fakta tahlilan berikut ini….

Tahlilan sampai tujuh hari ternyata tradisi para sahabat Nabi Saw dan para tabi’in
Oleh: Ibnu Abdillah Al-Katibiy

APAKAH TAHLILAN WARISAN AGAMA HINDU?

Siapa bilang budaya berssedekah dengan menghidangkan makanan selama mitung dino (tujuh hari) atau empat puluh hari pasca kematian itu budaya hindu ?

Di Indonesia ini banyak adat istiadat orang kuno yang dilestarikan masyarakat. Semisal Megangan, pelepasan anak ayam, siraman penganten, pitingan jodo, duduk-duduk di rumah duka dan lainnya. Akan tetapi bukan berarti setiap adat istiadat atau tradisi orang kuno itu tidak boleh atau haram dilakukan oleh seorang muslim. Dalam tulisan sebelumnya al-faqir telah menjelaskan tentang budaya atau tradisi dalam kacamata Syare’at di ; http://warkopmbahlalar.com/2011/stra...ali-songo.html atau di ; http://www.facebook.com/groups/14928...roup_activity.

Tidak semua budaya itu lantas diharamkan, bahkan Rasulullah Saw sendiri mengadopsi tradisi puasa ‘Asyura yang sebelumnya dilakukan oleh orang Yahudi yang memperingati hari kemenangannya Nabi Musa dengan berpuasa. Syare’at telah memberikan batasannya sebagaimana dijelaskan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib saat ditanya tentang maksud kalimat “ Bergaullah kepada masyarakat dengan perilaku yang baik “, maka beliau menjawab: “Yang dimaksud perkara yang baik dalam hadits tersebut adalah :

هو موافقة الناس في كل شيئ ما عدا المعاصي

“ Beradaptasi dengan masyarakat dalam segala hal selain maksyiat “. Tradisi atau budaya yang diharamkan adalah yang menyalahi aqidah dan amaliah syare’at atau hukum Islam.

Telah banyak beredar dari kalangan salafi wahhabi yang menyatakan bahwa tradisi tahlilan sampai tujuh hari diadopsi dari adat kepercayaan agama Hindu. Benarkah anggapan dan asumsi mereka ini?
Sungguh anggapan mereka salah besar dan vonis yang tidak berdasar sama sekali. Justru ternyata tradisi tahlilan selama tujuh hari dengan menghidangkan makanan, merupakan tradisi para sahabat Nabi Muhammad Saw dan para tabi’in.

Perhatikan dalil-dalilnya berikut ini :

Imam Suyuthi Rahimahullah dalam kitab Al-Hawi li al-Fatawi-nya mengtakan :

قال طاووس : ان الموتى يفتنون في قبورهم سبعا فكانوا يستحبون ان يطعموا عنهم تلك الايام

“ Thowus berkata: “Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabt Nabi) gemar (bersedekah) menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut “.

Sementara dalam riwayat lain :

عن عبيد بن عمير قال : يفتن رجلان مؤمن ومنافق, فاما المؤمن فيفتن سبعا واماالمنافق فيفتن اربعين صباحا

“ Dari Ubaid bin Umair ia berkata: “Dua orang yakni seorang mukmin dan seorang munafiq memperoleh fitnah kubur. Adapun seorang mukmin maka ia difitnah selama tujuh hari, sedangkan seorang munafiq disiksa selama empat puluh hari “.

Dalam menjelaskan dua atsar tersebut imam Suyuthi menyatakan bahwa dari sisi riwayat, para perawi atsar Thowus termasuk kategori perawi hadits-hadits shohih.
Thowus yang wafat tahun 110 H sendiri dikenal sebagai salah seorang generasi pertama ulama negeri Yaman dan pemuka para tabi’in yang sempat menjumpai lima puluh orang sahabat Nabi Saw. Sedangkan Ubaid bin Umair yang wafat tahun 78 H yang dimaksud adalah al-Laitsi yaitu seorang ahli mauidhoh hasanah pertama di kota Makkah dalam masa pemerintahan Umar bin Khoththob Ra.

Menurut imam Muslim beliau dilahirkan di zaman Nabi Saw bahkan menurut versi lain disebutkan bahwa beliau sempat melihat Nabi Saw. Maka berdasarkan pendapat ini beliau termasuk salah seorang sahabat Nabi Saw.

Sementara bila ditinjau dalam sisi diroyahnya, sebgaimana kaidah yang diakui ulama ushul dan ulama hadits bahwa: “Setiap riwayat seorang sahabat Nabi Saw yang ma ruwiya mimma la al-majalla ar-ra’yi fiih (yang tidak bisa diijtihadi), semisal alam barzakh dan akherat, maka itu hukumnya adalah Marfu’ (riwayat yang sampai pada Nabi Saw), bukan Mauquf (riwayat yang terhenti pada sahabat dan tidak sampai kepada Nabi Saw).

Menurut ulama ushul dan hadits, makna ucapan Thowus ;

ان الموتى يفتنون في قبورهم سبعا فكانوا يستحبون ان يطعموا عنهم تلك الايام

berkata: “Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabt Nabi) gemar (bersedekah) menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut “, adalah para sahabat Nabi Saw telah melakukannya dan dilihat serta diakui keabsahannya oleh Nabi Saw sendiri.

(al-Hawi) li al-Fatawi, juz III hlm. 266-273, Imam As-Suyuthi).

Maka tradisi bersedekah selama mitung dino / tujuh hari atau empat puluh hari pasca kematian, merupakan warisan budaya dari para tabi’in dan sahabat Nabi Saw, bahkan telah dilihat dan diakui keabsahannya pula oleh beliau Nabi Muhammad Saw.

(Ibnu Abdillah Al-Katibiy)

APAKAH TAHLILAN WARISAN AGAMA HINDU?
*Tahlilan UJE

APAKAH TAHLILAN WARISAN AGAMA HINDU?


Waspadai Dirimu, Siapa Tahu Anda Termasuk Penjahat Terbesar Bagi Kaum Muslimin

Sebagai seorang Muslim, maukah anda menjadi Penjahat Besar bagi kaum Muslimin? Pastinya anda tidak mau kan? Tapi secara tidak sadar selama ini mungkin anda sudah termasuk bagian dari Penjahat-penjahat Besar terhadap kaum muslimin. Cobalah teliti apakah anda hobby mempermasalahkan amal-amal shalih kaum muslimin? Misalnya, apakah anda gemar meneriaki muslimin yang sedang baca surat Yasin (Yasinan) di malam jum’at sebagai Ahli Bid’ah sesat dan masuk neraka? Banyak isu-isu bid’ah yang disebarkan di tengah ummat Islam yang kesemuanya menimbulkan fitnah terhadap Islam. Akibat dari tersebarnya isu-isu bid’ah mampu merubah persepsi yang Mubah jadi haram bahkan yang halal pun jadi haram, inilah fitnah kepada Islam dan sekaligus menjadi kejahatan terbesar. Pernyataan ini bukan ngawur lho, sebab yang mengatakan demikian adalah Rasulullah Saw. Mari kita simak dan hayati perkataan Rasul Saw berikut ini….


قال رسول الله صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ : إِن أَعْظَمَ
الْمُسْلِمِينَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرمْ فَحُرمَ
مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ

(صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah saw :
“Sebesar – besar kejahatan muslimin (pada muslim lainnya) adalah yang
mempermasalahkan suatu hal yang tidak diharamkan, namun menjadi haram
sebab ia mempermasalahkannya (Shahih Bukhari)


Berdasar pada hadits Shahih di atas sangat jelas, bahwa mempermasalahkan amalan muslimin yang tidak haram dikatakan haram (bid’ah terlarang) itu adalah kejahatan terbesar. Itu Nabi Saw yang mengatakannya. Tahlilan, Maulid Nabi, Dzikir Berjama’ah, Yasinan, sesungguhnya adalah amal-amal shalih kaum muslimin, tetapi karena dipermasalahkan membuatnya menjadi haram karena dianggap bid’ah terlarang (dosa bagi pengamalnya).

Kaitannya dengan itu, dalam melancarkan missi dakwahnya Kaum Wahabi di Indonesia sangat gemar mempermasalahkan Tahlilan yang tidak haram dikatakan haram (pengertian bid’ah menurut Wahabi adalah: berdosa jika melakukan hal bid’ah. Ini artinya tidak lain adalah haram). Maulid Nabi tidak haram dikatakan haram, Tawassul dengan Nabi Saw tidak haram dikatakan haram bahkan pelaku Tawassul dikatakan Musyrik oleh kaum Wahabi. Kenapa Kaum Wahabi hobby berbuat demikian, tidak sadarkah mereka telah melakukan kejahatan terbesar kepada Ummat Islam menurut pandangan Nabi saw?

Bagi yang merasa pengikut Wahabi mari kita simak kembali dan renungkan sedalam-dalamnya hadits yang mulia ini agar sembuh dari Maksiat Kejahatan Terbesar kepada Kaum Muslimin:

قال رسول الله صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ : إِن أَعْظَمَ الْمُسْلِمِينَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرمْ فَحُرمَ مِنْ
أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ
(صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah saw :
“Sebesar – besar kejahatan muslimin (pada muslim lainnya) adalah yang mempermasalahkan suatu hal yang tidak diharamkan, namun menjadi haram sebab ia mempermasalahkannya (Shahih Bukhari)

Dari penjelasan analisa singkat di atas dapat kita katakan bahwa setiap yang haram itu dosa akan tetapi bid’ah itu tidak selalu haram. Semoga kita selamat dari pengaruh fitnah Wahabisme, dan yang selama ini sudah terlanjur jadi Tukang Fitnah kepada ajaran Islam semoga sadar dan tidak enggan bertaubat. Wallohu a’lam….

ummatipress.com

Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr. Disahihkan oleh Albani dalam ash-Shahîhah, no. 3201).
Firman Allah: “…Bertanyalah kepada Ahli Zikir (Ulama) jika kamu tidak mengetahui” [An Nahl 43]


waullahualam bisowab

Subhanallah.... mencerahkan..emoticon-Kiss][/size][/B]
baiknya kembali pada pada keyakinan masing masing saja, yang penting agan ini sudah mengingatkan emoticon-Traveller
isi tahlilan tidak salah tetapi pengkhususannya pada hari-hari tertentu seperti 7 hari, 100 hari, 500 hari, dan 1000 hari. itulah yg tidak dibenarkan dalam Islam karena mengikuti umat agama lain dalam hal ini agama Hindu.

jika ingin mendoakan kerabat yg sudah wafat, silahkan doakan beliau setelah sholat, doakan saat sujud. atau jika ingin dibuatkan acara bersama warga, silahkan..tetapi tidak perlu dikhususkan berdasarkan jumlah hari kematian.

Wallahu alam
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di