alexa-tracking

Nuh / Noah Pembuat Kapal Kayu Tercanggih Jaman Nabi dan Asal mula Repopulasi Manusia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51589cc8db92488e47000007/nuh---noah-pembuat-kapal-kayu-tercanggih-jaman-nabi-dan-asal-mula-repopulasi-manusia
Nuh / Noah Pembuat Kapal Kayu Tercanggih Jaman Nabi dan Asal mula Repopulasi Manusia
Halo teman2 kaskus .. kali ini saya ingin membahas tuntas masalah awal sejarah asal usul repopulasi manusia dan timbul nya beberapa ras di dunia dari kulit putih, hitam hingga berwarna ..

semoga thread ini dapat menjadi bagian pelajaran edukasi untuk memajukan lounge kaskus menjadi lebih edukatif dan berbobot .. dan memajukan pengetahuan bangsa..

Nuh / Noah Pembuat Kapal Kayu Tercanggih Jaman Nabi dan Asal mula Repopulasi Manusia

Riwayat Nuh / Noah

Quote:


Nuh / Noah Pembuat Kapal Kayu Tercanggih Jaman Nabi dan Asal mula Repopulasi Manusia

Nuh bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi dari bahasa Syria yang artinya “bersyukur” atau “selalu berterima kasih”. Hakim berkata dinamakan Nuh karena seringnya dia menangis, nama aslinya adalah Abdul Ghafar (Hamba dari Yang Maha Pengampun).

Jika menurut Kristen Nuh adalah anak laki-laki Lamekh, yang dilahirkan pada saat Lamekh berumur 182 tahun (Kej. 5:28; 1Taw 1:4)). Ia dilahirkan 1.056 tahun setelah Adam. Dari 10 generasi setelah Adam, Nuh adalah orang ketiga yang memiliki umur terpanjang, mencapai 950 tahun (Kej. 9:28-29). Namanya juga tercatat dalam silsilah Yesus di Lukas 3:36.

Sedangkan menurut kisah dari Taurat nama asli Nuh adalah Nahm yang kemudian menjadi nama sebuah kota, kuburan Nuh berada di desa al Waqsyah yang dibangun didaerah Nahm.

Dari Ibnu Katsir bahwa Nuh diutus untuk kaum Bani Rasib. Dia lahir 126 tahun sepeninggal Nabi Adam AS, sedangkan menurut Ahli Kitab dia lahir 140 tahun sepeninggal Nabi Adam. Dia adalah utusan yang pertama yang diutus untuk umat manusia. Penduduk yang diserunya dikenal dengan Banu Rasib. Nuh mendapat gelar dari Allah dengan sebutan Nabi Allah dan Abdussyakur yang artinya “hamba (Allah) yang banyak bersyukur”


Nuh hidup selama 950 tahun. Dalam agama Islam, Nuh adalah nabi ketiga sesudah Adam, dan Idris. Ia merupakan keturunan kesembilan dari Adam. Ayahnya adalah Lamik (Lamaka) bin Metusyalih|Mutawasylah (Matu Salij) bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusyi bin Syits bin Adam. Antara Adam dan Nuh ada rentang 10 generasi dan selama periode kurang lebih 1642 tahun.

Ia mempunyai istri bernama Wafilah, sedangkan beberapa sumber mengatakan istri Nuh adalah Namaha binti Tzila atau Amzurah binti Barakil dan memiliki empat orang putra, yaitu Kan??n, Yafith, Syam dan Ham.

Namun pada Nama istri Nuh tidak disebut dalam Alkitab, menurut Kitab Yobel (termasuk dalam kanon Gereja Ortodoks Ethiopia) namanya adalah Emzara. Tulisan-tulisan Midras memberinya nama Naamah, yang juga disebutkan dalam Kitab Yasar.

Alkitab mencatat Nuh memiliki tiga orang anak, Sem, Ham dan Yafet yang dilahirkan setelah Nuh berumur 500 tahun, sebelum air bah terjadi. Ketika Sem berusia 100 tahun, dua tahun setelah air bah, ia dikaruniai Arpakhsad. Oleh karena itu Sem hanya berusia 98 ketika banjir datang. Ham dikatakan sebagai yang termuda.


Bersambung ke bawah
Kenabian NUH

Quote:


Nuh mendapat gelar dari Allah dengan sebutan Nabi Allah dan Abdussyakur yang artinya “hamba (Allah) yang banyak bersyukur.” Dia adalah utusan yang pertama yang diutus untuk umat manusia. Penduduk yang diserunya dikenal dengan Banu Rasib.

Banjir Nuh, yang disebutkan dalam hampir seluruh kebudayaan, adalah satu contoh yang paling banyak diuraikan dalam Al Quran. Berikut adalah beberapa petikan ayat dalam Al-Quran :

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?

Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya men-jawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.

Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu. Nuh berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendusta-kanku.” (QS. Al Mu’minuun, 23: 23-26) !

Menurut kitab kejadian Nuh digambarkan sebagai orang yang benar di antara orang-orang lain yang hidup di zamannya. Kejadian 6:8 mencatat, “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan”. Pada saat itu, manusia hidup bergelimang dosa sehingga Allah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman dengan bersabda “Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi”. Akan tetapi, Allah tidak menghancurkan segala-galanya. Dia memerintahkan Nuh untuk membangun sebuah bahtera besar untuk menyelamatkan sebagian makhluk ciptaan-Nya.

Bersambung ke bawah
Nuh / Noah Pembuat Kapal Kayu Tercanggih Jaman Nabi dan Asal mula Repopulasi Manusia

Proses Pembuatan Bahtera

Ketika masa azab yang telah ditentukan oleh Allah SWT itu hampir tiba, Allah mengutus Malaikat Jibril as untuk menemui Nabi Nuh as mengajarkan kepada beliau cara-cara menukang kayu, dan Jibril mengatakan bahawa Allah menyuruh Nabi Nuh membuat sebuah kapal.


Firman Allah SWT yang bermaksud:

“Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami.”(Hud: 37)

Kemudian Nabi Nuh berkata: “Bagaimana cara membuat kapal tersebut? Jibril menjawab: “Potonglah 124000 keping papan, dan pada tiap-tiap keping papan itu tertulis nama Nabi.” Nabi Nuh menjawab: “Sesungguhnya saya tidak mengetahui seluruh nama-nama Nabi tersebut? Allah berfirman: “Wahai Nuh, tugas memotong papan itu adalah tugasmu, sedangkan menyatakan nama-nama nabi itu, Akulah yang akan melakukannya.”

Kemudian Nabi Nuh pun memotong kepingan papan yang pertama, maka kelihatan nama Nabi Adam as. Pada kepingan yang kedua nampak nama Syaits as. Pada kepingan papan yang ketiga nampak nama Idris as. Pada kepingan papan yang keempat nama Nuh as. Demikianlah seterusnya, setiap kali Nabi Nuh selesai memotong papan tersebut maka nampaklah nama seorang Nabi pada papan itu. Yang paling akhirnya adalah Nabi Muhammad SAW, sebagai penutup nabi-nabi, penghias orang orang suci dan penyuluh para wali.

Setelah itu Allah memerintahkan Nabi Nuh as untuk menyiapkan paku-pakunya. Pada setiap paku tercantum nama salah seorang Nabi. Setelah Nabi Nuh as menyiapkan paku, lalu beliau menyatukan kepingan-kepingan papan tersebut dan memakunya. Orang-orang kafir yang melihat pekerjaan Nabi Nuh itu mengejek dan menghinanya. Hal ini dinyatakan Allah SWT dalam firmanNya yang bermaksud:

“Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatlah Nuh: “Jika engkau mengejek kami, maka sesungguhnya kami pun mengejekmu sebagaimana kamu sekalina mengejek (kami).”
(Hud: 38)


Nuh / Noah Pembuat Kapal Kayu Tercanggih Jaman Nabi dan Asal mula Repopulasi Manusia

Segeralah Nabi Nuh Alaihissalam dan pengikutnya membuat perahu di atas bukit. Kaumnya yang keras kepala, termasuk seorang anaknya yang bernama Kana’an , terus mengolok-olok perbuatan Nabi Nuh Alaihissalam dan kaumnya ini. Di antara mereka bahkan ada yang berani buang kotoran di dalam kapal yang belum selesai dibuat itu ketika Nabi Nuh dan pengikutnya sedang tidak ada disana. Namun akibatnya perut mereka yang buang kotoran itu menjadi sakit. Tak seorang pun bisa menyembuhkannya. Dengan merengek-rengek mereka meminta Nabi Nuh untuk mengobatinya. Nabi Nuh hanya menyuruh mereka membersihkan kapal yang mereka kotori, setelah itu mereka pun sembuh dari sakit perutnya.

Setelah perahu Nabi Nuh Alaihissalam selesai, Nabi Nuh mengajak seluruh pengikutnya naik ke atas kapal. Nabi Nuh juga membawa seluruh jenis binatang masing-masing sepasang untuk tiap jenis. Ini supaya kelak jenis hewan tsb bisa berkembang biak kembali dan tidak ikut punah.
Setelah itu, azab Allah Subhanahu Wa Ta’ala berupa banjir besar yang dahsyat menghanyutkan seluruh kaumnya. Putra Nabi Nuh Alaihissalam, Kan’an, termasuk diantara mereka. Dari atas geladak kapal, didorong oleh hati kecilnya, Nabi Nuh Alaihissalam berteriak memanggil anaknya dan menyuruhnya bertobat, namun Kana’an tetap menolak sehingga akhirnya ia pun tenggelam.

Nabi Nuh Alaihissalam sangat bersedih dan menyesali sikap putranya yang tetap keras kepala sampai saat terakhir menjelang ajalnya. Ia menyampaikan kegundahan perasaannya ini pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Namun Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberinya peringatan, bahwa meskipun putranya itu adalah keturunannya sendiri, tapi ia termasuk kafir karena mengingkari ajarannya.

Setelah kaum yang durhaka itu musnah, azab Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun berhenti. Kapal Nabi Nuh Alaihissalam tertambat di sebuah bukit. Kisah Nabi Nuh Alaihissalam termuat di Al Qur’an dalam 43 ayat, 28 ayat diantaranya terdapat dalam surat Nuh .


Bersambung ke bawah
Nuh / Noah Pembuat Kapal Kayu Tercanggih Jaman Nabi dan Asal mula Repopulasi Manusia

Quote:


Menurut kitab kejadian Setelah bahtera itu selesai, Kitab Kejadian menggambarkan bahwa air merendam bumi selama 150 hari lamanya dan setelah itu air mulai surut. Nuh menunggu hingga bumi benar-benar kering sebelum membuka pintu bahtera. Nuh kemudian keluar bersama keluarga dan semua binatang yang ada di dalam bahtera tersebut.

Nuh / Noah Pembuat Kapal Kayu Tercanggih Jaman Nabi dan Asal mula Repopulasi Manusia

Setelah Nuh diselamatkan, Allah mengadakan perjanjian dengan Nuh dan memberkatinya. Inilah perjanjian yang pertama dikenal dan bersifat universal karena meliputi seluruh umat manusia. Di kemudian hari, Allah mengadakan perjanjian pula dengan Abraham, tetapi perjanjian itu dianggap bersifat lebih khusus.

Di dalam Alkitab menyebutnya terdampar di Gunung Ararat Turki. Para arkeolog Cornuke dan tim mengatakan bahwa bahtera Nuh diduga telah ditemukan di Iran. Lokasinya tidak sesuai seperti yang dijelaskan dalam kitab Kejadian; Bahtera ini telah melakukan perjalanan dari timur mengarah ke Mesopotamia. Cornuke dan tim berpikir bahwa Gunung Ararat adalah kemungkinan besar sebagai sebuah pengalihan saja. “Alkitab memberikan petunjuk di sini tetapi ini bukanlah mengarah ke Turki, tetapi mengarah langsung ke Iran.”[10]

Berdasarkan foto yang dihasilkan dari gunung Ararat, menunjukkan sebuah perahu yang sangat besar diperkirakan memiliki luas 7.546 kaki dengan panjang 500 kaki, lebar 83 kaki dan tinggi 50 kaki dan masih ada tiga tingkat lagi di atasnya.

  • Tingkat pertama diletakkan binatang-binatang liar dan yang sudah dijinakkan

  • Tingkat kedua ditempatkan manusia

  • Tingkat ketiga burung-burung


Nuh / Noah Pembuat Kapal Kayu Tercanggih Jaman Nabi dan Asal mula Repopulasi Manusia

Studi arkeologis, geologis, dan historis menunjukkan bahwa peris-tiwa tersebut terjadi sebagaimana diceritakan Al Quran. Banjir tersebut juga digambarkan secara hampir serupa pada banyak catatan peradaban-peradaban masa lalu dan dalam banyak dokumen sejarah, meski ciri-ciri dan nama-nama tempat beragam, dan “semua yang terjadi pada manusia yang salah” disajikan untuk manusia saat ini sebagai peringatan.
Nuh / Noah Pembuat Kapal Kayu Tercanggih Jaman Nabi dan Asal mula Repopulasi Manusia

Repopulasi Manusia

Ibnu Thabari menceritakan setelah kapal berlabuh di pegunungan Ararat, ia kemudian membangun suatu kota di daerah Ararat (Qarda) di suatu areal yang termasuk Mesopotamia dan menamakan kota tersebut Themanon (Kota delapan Puluh) karena kota tersebut dibangun oleh orang yang beriman yang berjumlah 80 orang. Sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama Suq Thamanin.

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Nuh mendoakan ketiga putranya. Nuh mendoakan keturunan Sam menjadi nabi-nabi dan rasul. Nuh mendoakan keturunan Yafith untuk menjadi raja-raja, sedangkan dari keturunan Ham dia doakan agar menjadi abdi dari keturunan Yafith dan Sam.

Ketika Nuh menginjak usia lanjut, ia mendoakan agar keturunan Gomer dan Kush menjadi raja-raja, karena mereka berdua ini melayani kakeknya disaat usianya lanjut.

Ibnu Abbas menceritakan bahwa keturunan Sam menurunkan bangsa kulit putih, Yafith menurunkan bangsa berkulit merah dan coklat, Sedangkan ham menurunkan bagsa Kulit hitam dan sebagian kecil berkulit putih.


Bersambung ke bawah
Nuh dari berbagai sejarah dan kebudayaan


Nuh / Noah Pembuat Kapal Kayu Tercanggih Jaman Nabi dan Asal mula Repopulasi Manusia

Mitos Sumeria

SUmeria juga menceritakan kisah seperti ini, namun ia agak berbeza dengan agama Abrahamik, kerana tokoh dalam kisah Sumeria tidak bernama Nuh tetapi Ziusudra. Kisah Sumeria mengisahkan bagaimana Ziusudra diperingatkan oleh para dewa untuk membangun sebuah kapal untuk menyelamatkan diri dari banjir yang akan menghancurkan umat manusia. Tidak hanya dalam agama Ibrahamik dan Sumeria, kisah hampir serupa juga ditemukan di banyak kebudayaan di seluruh dunia. Memang kisah tentang banjir ini adalah salah satu cerita rakyat yang paling umum terkenal di seluruh dunia.


Agama Samawi,

Kisah Bahtera ini telah diuraikan secara panjang lebar di dalam berbagai teks Agama samawi, yang mencampurkan solusi-solusi teoretis dengan masalah-masalah praktis semisal bagaimana cara Nuh membuang kotoran-kotoran binatang, atau dengan penafsiran-penafsiran alegoris yang mengajak manusia menuju kejalan lurus dan benar dengan mematuhi perintah Tuhan.

Pada awal abad ke-18, perkembangan geologi dan biogeografi sebagai ilmu pengetahuan telah membuat sedikit sejarawan alam yang merasa mampu membenarkan penafsiran yang harafah keatas kisah Bahtera ini. Namun demikian, para pakar kitab terus meneliti gunung dimana kapal tersebut berlabuh. Namun begitu, Alkitab menyatakan bahawa kapal itu berlabuh di daerah timur laut Turki dan Al-Quran berpendapat bahawa kapal itu mendarat di kawasan sekitar Pergunungan Judi, Cizre di sempadan Iraq-Turki. Namun sesetengah pendapat lain menyatakan Bahtera itu mendarat di sekitar kawasan Pergunungan Ararat Turki.

Tanggal 25 April 2010, kelompok “Noah’s Ark Ministries International” yang merupakan gabungan dari kelompok Ilmuwan Turki dan China mengklaim telah menemukan perahu Nabi Nuh yang legendaris. Sisa-sisa perahu Nabi Nuh yang mereka temukan berada pada ketinggian 4000 meter di gunung Ararat atau gunung Agri, Turki.

Berdasakkan pengecekan usia spesimen yang mereka ambil dari sisa perahu nabi nuh tersebut, usianya adalah 4800 tahun dan hal ini cocok dengan data sejarah.


bersambung ke bawah
NUH Menjadi Inspirasi

Kisah Nuh telah menjadi inspirasi banyak orang, beberapa di antaranya industri film, music dan industry lainnya.

Film NOAH Judul film baru garapan Sutradara Darren Aronofsky (Sutradara yang sebelumnya akan menggarap film The Wolverine) Film ini merupakan film terbaru yang dibintangi oleh Russel Crowe yang mengisahkan tentang sejarah kapal (bahtera) Nabi Nuh yang menyelamatkan hewan-hewan dari bencana banjir besar.

FILM 2012 adalah sebuah film bencana tahun 2009 yang disutradarai Roland Emmerich. Film ini terinspirasi oleh ide peristiwa hari kiamat global yang bersamaan dengan akhir putaran Kalender Hitungan Panjang Maya pada atau sekitar 21 Desember 2012 (titik balik matahari musim dingin belahan Bumi utara).

Detective Conan Movie – The Phantom of Baker Street. Menceritakan tentang sebuh permainan yang diciptakan dengan nama Bahtera Noah.

Noah Ark From China Perusahaan bernama Atlantis asal Cina menciptakan sebuah bola raksasa dengan diameter 4 meter.Bola tersebut dapat digunakan untuk bersembunyi ketika kiamat melanda. Hasil ciptaan tersebut terinspirasi dari kapal Nabi Nuh, maka disebutnya sebagai Noah Ark From China.

Dari berbagai proses pengujian, bola yang mempunyai berat 6 ton ini mampu menahan benturan, air dan api bersuhu ratusan derajat celcius. Nah, untuk menebusnya perusahaan tersebut melepasnya seharga $236.000 (sekitar Rp 2 miliar).

Replika Perahu Nabi Nuh di Belanda Johan mengaku terinspirasi dari mimpinya. Dia bermimpi belanda terendam banjir seperti yang terjadi dalam alkitab. Dari situlah Johan mulai terobsesi untuk membuat replika perahu nabi nuh.

Replika perahu Nabi Nuh yang dibuat oleh Johan Huibers memiliki panjang 137 meter dan berat mencapai 3000 ton. Perahu replika ini juga benar-benar bisa berlayar di laut.

Hotel Anti Bencana Dalam program arsitektur penanggulangan bencana International Union of Architects, Remistudio merancang sebuah hotel yang bisa berperan sebagai bahtera penyelamat, kalau-kalau bencana dahsyat terjadi. Namanya, Ark Hotel. Bisa didirikan di laut atau darat.Bahtera Nuh yang berwujud hotel ini, dalam konsep yang ditunjukkan


Kesimpulanya :

1. Sejak dahulu Tuhan itu tidak menyukai adanya nepotisme. Kan’an yang jelas-jelas anak Nabi kalau ia tidak beriman tetaplah dihukum.

2. Hasil diskusi ini tidaklah mutlak dibenarkan dan menjadi patokan untuk sebuah kebenaran tentang kisah Nuh. Ini hanya berbagai macam pandangan tentang kisah Nuh. karena kebenaran itu hanya milik Tuhan.
wahh reserved nya kebanyakan nih
error lg kah emoticon-Matabelo
Tidak menolak cendol emoticon-Blue Guy Cendol (L)

kalo tidak berkenan tolong jangan di bata emoticon-Blue Guy Bata (L)


kalo suka tolong di comment dan di rates gan emoticon-Cendol (S)
panjang bener emoticon-Belo
izin nyimak dulu dah emoticon-Embarrassment
Calon HT....
Mejeng dulu sapa tau bisa eksis emoticon-Big Grin

sepertinya sih memang benar...
Tidak mungkin mayoritas peradaban yg berbeda bisa menceritakan yg sama persis...
Kecuali itu beneran terjadi.
emoticon-Ngakak
parah ente, masa nge-risep pake jurus emoticon-Ngakak (S)
emoticon-Matabelo


mantapp gan infonya
pengen cepet liat film noah nya gan

SUBHANALLAHHH
Inspiring.. Semoga trit macam ini banyak nongol di kaskus sehingga ane mau comment nya..
Ijin Nyimak mumpung Page one
nyimak dulu bos

Hebbaaattt

TS-nya mantap nih,,
Tau semua dari Taurat, Alkitab sampai qur'an,,
Klo ane dah iso dah ane cendolin nih Agan emoticon-thumbsup
emoticon-Shakehand2
hebat , awesome , nice trit TS emoticon-Matabelo
Luar biasa, apa yang diturunkan Allah SWT akan selalu benar adanya. emoticon-Smilie
×