alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Soal Santet, DPR Tak Perlu studi banding Keluar Negeri
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/514f2256db9248332300000d/soal-santet-dpr-tak-perlu-studi-banding-keluar-negeri

Soal Santet, DPR Tak Perlu studi banding Keluar Negeri

SEMOGA AJA NGGA emoticon-Blue Repost



JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat akan kembali ke keluar negeri. Kini, mereka berencana berkunjung ke empat negara Eropa, yakni Rusia, Inggris, Perancis, dan Belanda. Alasannya, studi banding dalam rangka penyusunan RUU Kitab Undang- undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
Uchok Sky Khadafi Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA mengatakan, jika kunjungan ke empat negara di Eropa direalisasikan, Komisi III DPR akan menghabiskan uang negara sekitar Rp 6,5 Miliar. Angka itu dihitung berdasarkan Peraturan Menteri Keuangaan Nomor 37/PMK. 02/2012 Tentang Standar Biaya Tahun 2013 . "Kami meminta Komisi III membatalkan perjalanan dinas itu," kata Uchok di Jakarta, Minggu ( 24/3/2013 ).

Uchok merinci, biaya ke Prancis dengan asumsi 13 anggota Dewan ditambah 2 staf dibutuhkan dana sebesar Rp 1.673.226.000 . Untuk ke Rusia sebesar Rp 1.595.043.000 , ke Belanda Rp 1.330.695.000 , dan ke Inggris Rp 1.907.154.000 .

Pakar paranormal Permadi menyatakan, Dewan Perwakilan Rakyat tidak perlu repot-repot melakukan studi banding keluar negeri untuk mempelajari persoalan santet. Mereka cukup dengan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Indonesia untuk mempelajari persoalan santet itu.

"Buang-buang waktu dan biaya. Yang mau diterapkan di dalam undang-undang kan santet ala Indonesia, bukan ala barat. Tidak perlu itu melakukan kunjungan ke luar negeri hanya untuk mengetahui soal santet," katanya saat ditemui usai sebuah acara diskusi, Sabtu (23/3/2013).

Kalaupun terpaksa harus belajar santet dari luar negeri, Permadi menambahkan, sebenarnya tidak perlu anggota DPR RI itu pergi keluar negeri. "Cukup dengan meminta tolong melalui KBRI yang ada di negara perwakilan yang akan dituju untuk mengkopi aturan yang berlaku mengenai ilmu hitam tersebut," katanya.

Lebih lanjut, Permadi mengungkapkan, akan lebih bijak jika para anggota dewan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Indonesia. "Di setiap daerah itu kan punya dukun masing-masing dengan keahlian yang berbeda-beda. Belajar saja dari mereka langsung. Tidak perlu itu keluar negeri," katanya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PPP, Achmad Dimyati Natakusumah menepis bahwa kunjungan leluar negeri itu tidak penting. Menurutnya, kunjungan Komisi III perlu studi banding untuk belajar santet dari negara lain.

"Di Eropa itu banyak sekali kasus-kasus santet yang terjadi. Oleh karena itu, sangat penting kita belajar kesana," katanya.

Sementara itu, jika harus memanggil seorang pakar hukum maupun pakar paranormal dari negara luar yang telah menerapkan UU Santet, akan memakan biaya yang lebih besar daripada kunjungan keluar negeri. "Pasti biayanya lebih besar kalau kita mengundang mereka untuk datang daripada kita harus studi banding," sambungnya.

Lebih lanjut, kunjungan anggota dewan ke Eropa ini, kata Dimyati, nantinya tidak hanya akan membahas mengenai persoalan santet saja. "Masih banyak yang harus dibahas seperti UU penyadapan," katanya.


Spoiler for SUMBER:
Halaman 1 dari 2
Banyak alasan klw mau pelesiran emoticon-Big Grin
yah begitulah, ga bisa ngomong speechless ane emoticon-Matabelo
belajarnya sama harry potter kali
Mau ke Hogwarts trus nemuin DUMBLEDORE kali tuh pada... emoticon-Ngakak
malah santet sudah ada versi digitalnya
Soal Santet, DPR Tak Perlu studi banding Keluar Negeri
nah loh emoticon-Ngakak
Vote Mbah Permadi sebagai penyidik tindak pidana santet emoticon-Malu
Quote:


keren bgt semua skrg serba digital emoticon-Ngakak

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PPP, Achmad Dimyati Natakusumah menepis bahwa kunjungan leluar negeri itu tidak penting. Menurutnya, kunjungan Komisi III perlu studi banding untuk belajar santet dari negara lain.

"Di Eropa itu banyak sekali kasus-kasus santet yang terjadi. Oleh karena itu, sangat penting kita belajar kesana," katanya.


ini orang kayaknya ngebet banget pengen ke eropa.....emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
santet kayaknya banyakan disini dah, ato ngga ke afrika lah, ato pedalaman amerika selatan......emoticon-Hammer
dikit2 ke luar negri !!! emoticon-Cape d... (S)
no ujung timur indonesia aja lom pada lu samperin lum pada lu liat lom pada lu sapa emoticon-fuck
maunya ke luar ngeri mulu alesan apalah , ini alesan banding santet , noh banyak di negara kita juga masalah santet napa mesti keluar negri lagi
mang santet luar negri bisa masuk sampai disini emoticon-fuck
bilang aja mau jalan2 kau para binatang emoticon-babi
Santet disana beda ama indo goblok

Setan sono aja udah beda ama kita mereka mah mana kenal ama tante kunti

Ntar bikin UU pidana vampir, mana nyambung emoticon-Cape d...
ga pa2 koq keluar negeri, asal kewarganegaraan RI nya dicabutemoticon-shakehand:
haha.. *seuri koneng..
Duit siapa tuh pake ke LN?
Ntar pulang bawa sangu menyan emoticon-Big Grin
Quote:


Kunjungan keluar negeri Hanya Untuk Santet... emoticon-Najisemoticon-Najis
mendingan studi tuh k desa desa terpencil, biar tahu keadaan mereka sebenarnya... emoticon-Travelleremoticon-Traveller
ndak perlu lah apa itu studi banding, akan lebih efektif jika Bapak Achmad Dimyati Natakusumah bersedia jadi sukarelawan korban santet biar di santet sama perkumpulan dukun indonesia emoticon-shakehand
ikutin jokohok dunk... studi banding via teleconference saja.... mestinya anggota DPR dan pejabat yg keluar negeri hartanya harus diaudit KPK stlh kepulangan mereka... biar tau rasa... Udang_rebus bersumpah gada dr mereka yg mewakili suara ane... lalu kenapa mereka bs duduk disana padahal ga mewakili suara rakyat?! emoticon-Bingung (S)emoticon-Berduka (S)
Quote:


Sebaiknya dukun-dukun buat "Persatuan Dukun-dukun" di dunia agar profesi dukun tidak tercoreng.emoticon-2 Jempol Dukun-dukun harus buat undang-undang seperti di film Harry Potter. Jadi orang tidak bisa sembarangan pakai sihir dan nanti kena denda/hukuman karena melanggar undang-undang. Hanya menteri dukun yang tahu siapa yang pakai sihir itu.
lol, study banding santet ke luar negeri? mau nglawak kali ini anggota dewan, rasa2nya ga pernah denger ada bule maen santet, yang ada juga nyewa pembunuh bayaran kali.

kalo mau juga study banding nya ke afrika ato hutan amazon sana, bukan ke prancis, odonk ah angota dewan.
Studi banding sih cuma akal-akalan aja buat plesiran & nggembosin anggaran. Karena kalau emang serius memakai negara lain sebagai cermin, mending pakar dari negara lainnya aja yg diundang ke sini

Anyway, di negara-negara tujuannya itu emang ada UU yg ngatur soal black magic?

Quote:


Asem. Ngakak gw liatnya emoticon-Ngakak
Diubah oleh Shuma-Gorath
Kalo soal santet,bajingan2 dpr itu lebih cocok studi banding ke neraka,...lebih pas,..lebih jelas hukumnya apa,..
Quote:


Prancis itu ada orang gipsy loh gan.. mereka maen santet juga koq. UU anti tenung sudah ada di prancis sejak jaman dulu. Cuma ya itu.. ngapain kudu studi banding sih? toh yang di lihat itu kan hanya rancangan uu nya?
jadi penasaran sebenernya patokan harus studi banding itu apa ya? ada agan2x yang tau?
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di