alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/513d7570e674b47467000007/yang-agama-islam-masokkhusus-buat-islam-mau-curhat-niieehhh
Smile 
yang agama islam masok(khusus buat islam,, mau curhat niieehhh)
ane orang jawa gan,,, jawa tulen,,,
ada ulama islam yang dateng ke tempat ane,, trus ngasih cramah gitu,, yang intinya kalo budaya jawa itu musrik, bid'ah, dan laen2nya lah gan,,,
misal ni ziarah kubur,, katanya musrik,, padal di situ mendo'akan orang yg uda meninggal,,, sebagai mana amalan yang tidak terputus walau orang yang bersangkutan uda meninggal adalah do'a anak anak yang shaleh..
trus satu lagi contohnya keduren (bahasa kampung ane kepungan) padal di situ kita mendo'akan orang yang uda meningal,, sama seperti ziarah kubur,,

kalo menurut ane musrik bid'ah dan temen2nya semua tergantung dari hati gan,, hati manusia yang buat semua jadi salah niatnya......


kalo menurut agan g'mana?????
mohon penceraham gan,,, mungkin ilmu agama ane masih kurang.
gak usah di anggep gan .... melontarkan sesat sembarangan adalah haram, apalagi sampe mengkafirkan .... ziarah kubur yg dilakukan muslimin bukan perbuatan musyrik, sebab gak ada satupun org muslim nyembah kuburan atau nyembah yg lain selain Allah, klo ada org yg nyembah kubur ya jelas bukan muslim ... ketemu org yg sok sok an membid'ahkan, atau mencap sesat mending tinggal aje wa kasih makan, itung-2 sedekah gan ....
tergantung niatnya gan..
kalo niatnya meminta sesuatu dikuburan itu.
berarti musyrik.
betul.. yang penting niatnya cuma meminta sama Allah..
semua kembali ke diri masing2 gan, tapi kalau dalam al qur'an dan hadist ga disebutin ya ga masalah. tapi kalau disebutin itu dilarang ya ga usah

kalau agan mau googling ya gpp, buat cari hadist/ayat yang menerangkan bahwa ziarah itu haram
diemin aja gan sesat._.
Quote:Original Posted By Eziolumiere
gak usah di anggep gan .... melontarkan sesat sembarangan adalah haram, apalagi sampe mengkafirkan .... ziarah kubur yg dilakukan muslimin bukan perbuatan musyrik, sebab gak ada satupun org muslim nyembah kuburan atau nyembah yg lain selain Allah, klo ada org yg nyembah kubur ya jelas bukan muslim ... ketemu org yg sok sok an membid'ahkan, atau mencap sesat mending tinggal aje wa kasih makan, itung-2 sedekah gan ....


Ane setuju saja sama agan ini.
emoticon-Ngakak
di depok pernah ada orang kaya gitu, ditarik dari masjid ditonjokin rame2.
semua selain mereka sesat, gimana gak kesel orang2.
itu ulama pasti dari PERSIS gan
jangan d anggep
aliran PERSIS mah ilmu ny cetek
owh, mungkin maksud ziarah kubur itu seperti ziarah wali, soalnya ane pernah nanya ke orang, ngapain aja ziarah wali? jawabnya minta do'a sama wali... klo gini nih baru sesat...
kecuali ente mendoakan yang udah mati, itu baru bener...
terus baca yasin tuh dikuburan atau ke mayit, Qur'an itu kan petunjuk dan peringatan bagi yang hidup, klo bisa nangis dah nangis tuh mayit, udah mati baru dikasih peringatan dengan dibacakan surah yasin...
Dalam islam ziarah kubur termasuk amal shalih..
Hukum ziarah kubur adalah sunnah, jk dikerjakan akan mendapat pahala & bila ditinggalkan tidak akan disiksa..
Quote:Original Posted By aink.aipz
itu ulama pasti dari PERSIS gan
jangan d anggep
aliran PERSIS mah ilmu ny cetek


lho ya, gak boleh ngomong gitu, klo ente Islam ente bilang gitu berarti ente menghina dan akan timbulah konflik nantinya yang agan berakibat keretakan...
hmmmm masih ada yah orang2 yang gampang banget bilang bid'ah
cara gampang nya, ente sekarang samperin tu orang, terus tanya alesan nya kenapa ziarah n doain orang meninggal itu haram trus ente bilang ke dia kaya gini
"YAUDAH KALO EMANG DOA BUAT ORANG MENINGGAL ITU G SAMPE, ANE DOAIN ORTU ENTE, KAKE NENE ENTE, MASUK NERAKA PALING UJUNG"

hahahah bidah itu ada yang baik dan buruk gan, contoh dari bid'ah yang dilakuin sampe sekarang itu ya sholat tharawih berjamaah gan,,
coba banyakin baca buku aja gan kalo blm tau,atau searching atau konsultasi online emoticon-Smilie
pada awalnya emang dilarang gan ziarah ke kuburan itu...karena takut menjurus kepada perbuatan syirik..
tapi setelah diperbolehkan oleh Allah SWT dengan tujuan untuk mengingatkan manusia akan kematian.....

ziarah kubur tentu saja boleh gan...tapi dengan cara-cara yang tidak menyimpang dari aturan syariat...sebagai contoh dikuburan tidak boleh membaca al-quran....
lagi pula kalau hanya untuk mendoakan..tidak perlu datang kekuburan gan.....apalagi nganggap kalo dikuburan doanya akan lebih afdhal.....dmna saja kita bisa mendoakannya...

Quote:Original Posted By xinthinx
owh, mungkin maksud ziarah kubur itu seperti ziarah wali, soalnya ane pernah nanya ke orang, ngapain aja ziarah wali? jawabnya minta do'a sama wali... klo gini nih baru sesat...
kecuali ente mendoakan yang udah mati, itu baru bener...
terus baca yasin tuh dikuburan atau ke mayit, Qur'an itu kan petunjuk dan peringatan bagi yang hidup, klo bisa nangis dah nangis tuh mayit, udah mati baru dikasih peringatan dengan dibacakan surah yasin...

nah pendapat ane kira2 sama kayak diatas..
Dari Ummul mukminin, Ummu ‘Abdillah, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak”.
(Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim : “Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak sesuai urusan kami, maka dia tertolak”)

[Bukhari no. 2697, Muslim no. 1718]

DALIL DARI AL QUR'AN:
Dalil dari al qur'an:
{ قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبونَ اللهَ فَاتبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ }
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." ( QS Al-Imran : 31) dalam ayat ini di perintahkan bagi kita untuk mengikuti ( itiba') Rasulullah salallahu 'alaihi wasalam.
وقوله -جل وعلا-: { وَاتبِعُوهُ لَعَلكُمْ تَهْتَدُونَ }
“Dan ikutilah Dia ( muhammad ) supaya kamu mendapat petunjuk".( QS Al-A'raf : 158 )
وقوله سبحانه: { لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ }
“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” ( QS al ahzab:21 )
وَمَا آَتَاكُمُ الرسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS Al-Hasyr : 7).
وقوله - عز وجل - { أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللهُ }
“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (Qs As-Syura' : 21 )
وأن هذا صراطي مستقيما فاتبعوه ولا تتبعوا السبل فتفرق بكم عن سبيله ذلكم وصاكم به لعلكم تتقون
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa. QS Al-An'am (6) : 153
Diriwayatkan dari Abul Hujjaj bin Jubair Al-Makky(1), menafsirkan ولا تتبعوا السبل (dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain), beliau berkata yang dimaksud dengan السبل (jalan-jalan yang lain) adalah bid’ah dan syubuhat.
B. DALIL DARI AS SUNNAH
اُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَز وَجَل وَالسمْعِ وَالطاعَةِ وَاِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيا ، فَاِنهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى بَعْدِى اِخْتِلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنتِىْ وَسُنةِ الْخُلَفَاءِ الراشِدِيْنَ الْمَهْدِييْنَ مِنْ بَعْدِى تَمَسكُوابِهَا وَعَضوْا عَلَيْهَا بِالنوَاجِذِ وَاِياكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلاُمُوْرِ فَاِن كُل مُحْدَثَةٍ بِدْعَة وَاِن كُل بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
"Aku berwasiat kepada kamu sekalian supaya bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat sekalipun diperintah oleh seorang hamba Habsyi. Sesungguhnya siapa saja yang hidup (selepas ini) di antara kamu sekalian selepasku akan melihat perselisihan yang banyak, maka kembalilah (berpeganglah) kamu kepada sunnahku dan sunnah para Khulafa ar-Rasyidin selepas peninggalanku, berpegang teguhlah dengannya, maka gigitlah dengan gigi geraham, kemudian berhati-hatilah dengan hal yang baru (dicipta dalam agama) sesungguhnya setiap ciptaan yang baru itu adalah bid'ah dan setiap yang bid'ah itu sesat". (Hadis Riwayat Ahmad (1653). At-Tirmizi (2600). Musnad Abu Daud (3991). As-Sunnan Ibn Majah (42))
كُل مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُل بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُل ضَلاَلَةٍ فِى النارِ
"Setiap yang diada-adakan itu bid'ah, setiap yang bid'ah itu sesat dan setiap yang sesat itu adalah ke dalam neraka". (Hadis Riwayat Muslim)
فِى خُطْبَةِ النبِى صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ قَالَ: اَما بَـعْدُ: فَاِن خَيْرَ الْحَدِيْـثِ كِتَابُ اللهِ عَز وَجَل ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَديُ مُحَمدٍ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَـلمَ ، وَشَر اْلاُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُل بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَكُل ضَلاَلَةٍ فِى النارِ
"Dalam khutbah Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam baginda bersabda: Kemudian dari itu, sesungguhnya sebaik-baik perkataan itu kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad sallallahu 'alaihi wa sallam dan sekeji-keji perkara (perbuatan) ialah mengada-adakan yang baru dan setiap bid'ah (yang baru itu) adalah sesat dan setiap yang sesat ke neraka". (Hadis Riwayat Muslim, Abu Daud dan Ibn Majah)

emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
emoticon-I Love Kaskus (S)emoticon-I Love Kaskus (S)emoticon-I Love Kaskus (S)
Itu tergantung niatnya gan. ikhlas yang penting.

kalo ziarah kepada sanak saudara kita yang sudah meninggal : itu dapat pahala gan, sekalian mendoakan beliau terhindar dari siksa kubur.

kalo ziarah kepada wali : ente niatnya adalah = mendoakan semua orang yang sudah meninggal yang makamnya ada disitu, dan lebih utamanya kepada wali itu, ente ngga boleh memuji / meminta pahala ato hapuskan dosa lewat wali itu gan. karena kita hanya boleh meminta kepada Allah.
kebanyakan orang memang saat ziarah ke wali pada meminta / memohon kepada wali itu gan emoticon-Cape d... (S) padahal mustinya kepada Allah SWT.
Quote:Original Posted By rudyhermawanpa
ane orang jawa gan,,, jawa tulen,,,
ada ulama islam yang dateng ke tempat ane,, trus ngasih cramah gitu,, yang intinya kalo budaya jawa itu musrik, bid'ah, dan laen2nya lah gan,,,
misal ni ziarah kubur,, katanya musrik,, padal di situ mendo'akan orang yg uda meninggal,,, sebagai mana amalan yang tidak terputus walau orang yang bersangkutan uda meninggal adalah do'a anak anak yang shaleh..
trus satu lagi contohnya keduren (bahasa kampung ane kepungan) padal di situ kita mendo'akan orang yang uda meningal,, sama seperti ziarah kubur,,

kalo menurut ane musrik bid'ah dan temen2nya semua tergantung dari hati gan,, hati manusia yang buat semua jadi salah niatnya......


kalo menurut agan g'mana?????
mohon penceraham gan,,, mungkin ilmu agama ane masih kurang.


Yang saya tahu kalau kita ingin mendoakan orang yang telah meninggal itu bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, tidak harus datang ke kuburannya, karena kita berdoa ditujukan kepada Sang Pencipta.

Silahkan kepada kaskuser lain yang ingin menyempurnakan komentar saya.

emoticon-Sundul Gan (S)
semua itu tergantung niatnya, gan.....
kalau niatnya baik akan mendapat pahala, klw niatnya jelek ya dapet dosa.....