alexa-tracking

JOKOWI MUTASI PEJABAT: Walikota Jaksel Jadi Kepala Perpus dan Arsip

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/511dba5305346aa604000012/jokowi-mutasi-pejabat-walikota-jaksel-jadi-kepala-perpus-dan-arsip
JOKOWI MUTASI PEJABAT: Walikota Jaksel Jadi Kepala Perpus dan Arsip
Quote:JOKOWI MUTASI PEJABAT: Walikota Jaksel Jadi Kepala Perpus dan Arsip

JAKARTA– Gubernur DKI Jokowi kembali memutasi pejabat. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan bakal mencopot kepala SKPD maupun pejabat unit pemerintahan jika tidak mau mengikuti cara kerja pasangan Jokowi-Ahok dalam mempin Jakarta.

“Kan Pak Gubernur pernah berpesan, dua hari setelah pelantikan dulu, bahwa kita ingin melupakan masa lalu, kita tutup buku, yang tidak mau ikuti cara kami, ya terpaksa kami tinggal (copot),” ujar Ahok di Balai Kota, Kamis (14/2/2013).

Pernyataan tersebut dilontarkan Ahok terkait pergeseran sejumlah posisi pejabat eselon II lingkup Pemprov DKI.
Di mana diantaranya merupakan satuan perangkat kerja strategis dalam mendukung pembangunan ibu kota, yakni Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Badan Penanaman Modal, Dinas Perumahan, Dinas Tata Ruang, Badan Daerah dan Kerjasama Luar Negeri, Wali Kota Jakarta Selatan.

“Mau nggak mau memang harus ada perubahan (mutasi), sebenarnya kita bukan mengganti dengan muka baru, tapi hati baru. Kalo hatinya (pejabat) nggak mau baru, ya diganti dengan muka dan hati yang baru. Tapi memang beberapa posisi ada yang pensiun dan ada yang memang ingin kita perkuat,” ungkap Ahok.

Adapun dalam daftar pejabat eselon II yang di lantik hari ini, terdapat nama Wali Kota Jaksel Anas Effendi yang digeser menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Sementara untuk posisi Kadis Perumahan yang sempat kosong beberapa hari terakhir menyusul pengunduran diri Novizal, diisi oleh Yonatan Pasodung. Amri Nur Rahmat/JIBI/Bisnis

Sumber



Quote:Dari Wali Kota Pimpin Perpustakaan, Maukah Anas?

Anda mungkin masih ingat dengan kasus sebelumnya, dimana seorang Staff Ahli Walikota MENGAMUK saat dimutasi ke Perpustakaan, dan beberapa kasus serupa juga terlalu sering terjadi. Memang teramat sangat miris jika mendengar pejabat-pejabat bermasalah secara terus menerus di kirim ke perpustakaan.

Tentunya ini oleh sebagian pustakawan dianggap sebagai “penghinaan” atas profesi pustakawan dan menganggap bahwa profesi pustakawan merupakan profesi rendahan ?

Seperti dikutip dari merdeka.com (15/2/13), Jabatan wali kota dinilai lebih bergengsi dan memiliki prestise lebih, dibandingkan posisi kepala perpustakaan. Wali kota memiliki banyak pengaruh karena merupakan pimpinan di suatu wilayah, apalagi sekelas Jakarta. Tentu amat menggiurkan dan menjadi posisi yang banyak dilirik semua pihak.

Untuk potensi-potensi daerah dan sejumlah proyek-proyek yang akan dibangun, peran wali kota amatlah memiliki pengaruh. Wali kota ibarat komandan yang siap memberikan instruksi segala perintah kepada bawahannya. Camat-camat, lurah dan suku dinas tentunya tunduk dan manggut-manggut jika wali kota yang memerintah. Pimpinan ibarat komandan yang setiap kali dan setiap waktu dapat menginstruksikan perintah terhadap bawahannya, namun sekarang ini harus bergelut dengan buku-buku dan arsip-arsip daerah.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran pejabat di bawahnya. Salah satunya adalah jabatan wali kota Jakarta Selatan. Anas Effendi digeser Jokowi dari wali kota Jakarta Selatan menjadi kepala badan perpustakaan dan arsip daerah.

Dengan alasan formalitas, Jokowi mengaku jika Anas digeser karena ada kekosongan jabatan di bagian perpustakaan dan arsip daerah. Bukan karena tidak sesuai dengan visi misi Jokowi-Ahok.

“Ya karena di perpustakaannya kosong. Memang di arsip itu kosong kok, gimana sih? Kan yang di arsip sudah pensiun,” kata Jokowi usai melantik sejumlah pejabat Pemprov di Balai Kota Jakarta, Kamis (14/2).

Jokowi menilai kinerja Anas dalam penguasaan dan penanganan permasalahan Jakarta Selatan sudah dinilai bagus. Jadi Anas bukan diganti karena tidak sigap bekerja.

“Sudah bagus kok. Pak wali kota lincah,” terangnya.

Anas merupakan satu-satunya wali kota yang digeser oleh Jokowi. Sejak pelantikan dilakukan, dari awal hingga usai rangkain acara pelantikan, Anas tidak memperlihatkan diri. Anas memilih rapat dari pada menghadiri pelantikan yang dilakukan Jokowi. Namun, belum tahu rapat apa dan di mana Anas menggelarnya.

“Bapak lagi rapat,” kata asisten Anas Effendi, saat dihubungi wartawan, Kamis (14/2).

Di ruang kerja wali kota Jakarta Selatan pun terlihat sepi, Anas tidak kelihatan. Hanya salah seorang petugas berpakaian batik berwarna merah keluar dari ruangan Anas dengan membawa tas besar dan beberapa tas jinjing. Saat ditanya, petugas itu mengatakan, hanya diperintahkan oleh Anas untuk mengemasi barang-barang miliknya yang masih berada di ruangan wali kota Jakarta Selatan.

“Iya ini mau beres-beres, pindahan Bapak,” kata petugas itu.

Beberapa bulan lalu, Jokowi sempat mengunjungi Kantor wali kota Jakarta Selatan. Jokowi pernah berpesan kepada pejabat-pejabat di sana agar berubah dalam melayani masyarakat. Jokowi ingin pegawai di lingkungan Jakarta Selatan lebih melayani rakyat.

“Di Petogogan (Kebayoran Lama), kalau banjir, saya duluan yang datang, enggak ada lurahnya, awas. Gampang, paling malam-malam ini ketemu senyum-senyum, tapi besoknya hilang,” kata Jokowi di hadapan pejabat di lingkungan Pemkot Jakarta Selatan.

Mulai hari ini, Anas tidak lagi menjabat sebagai wali kota Jakarta Selatan. Dirinya harus pindah dan bergelut dengan buku-buku perpustakaan dan arsip daerah. Maukah Anas memimpin perpustakaan setelah sekian lama menjabat sebagai wali kota?
Sumber


Ane besar di jakarta juga mendukung reformasi birokrasi di jakarta ane juga kerja di perpustakaan, tp untuk keputusan pemda DKI baru2 ini ane kecewa menempati pejabat bermasalah/buangan jd kepala perpustakaan, FYI perpustakaan/librarian itu profesi butuh pendidikan profesi yg ditempuh, kalo kebiasaan buruk jadiin perpustakaan sebagai tempat mutasi pembuangan orang2 yang bermaslah/tdk produktif oleh birokrasi di Indonesia gimana perpustakaan di negara kita mau maju kyk di luar negeri? ambil contoh ada pegawai bermasalah lalu di buangnya ke departemen kesehatan yang isinya dokter & perawat sudah pasti kan di protes sm para dokter & perawat yang se-profesi di bidangnya? intinya ane berpendapat kurang setuju perpustakaan selalu jd tempat mutasi pembuangan orang bermasalah / tidak produktif di jabatan sebelumnya, karena perpustakaan/pustakawan termasuk profesi butuh orng yg paham yg mimpinya.

update:
Ini pendapat pribadi ane aja gan boleh setuju boleh jg gak ya sah2 aja emoticon-Smilie
ane melihat minat baca masy k perpust itu rendah perpustakaan jg dipandang sebelah mata parahnya lagi perpustakaan kita jadi tempat sembarang orang mutasi seenaknya mau dia studi ilmu perpustakaan atau nggak mau dia dari organisasi profesi atau bukandi campur aduk semua ya gimana gak kusut perpustakaan kita? karena yg udah2 banyak terjadi pegawai/kepala perpust yang di isi bukan dari backgroundnya di perpustakaan memiliki pemahaman kurang baik ttg perpustakaan ya mana sinkron, jd permasalahanya bukan karena bekas walkot jaksel sama2 dari pejabat eselon II setara dengan kepala Perpus dan Arsip di DKI tp menurut ane pribadi keputusan yg d ambil mengisi kekosongan kepala perpust daerah di isi dari oranga di luar background/profesi perpustakaan tdk tepat, memangnya nggak ada orang yg benar2 pantas Kepalai Perpus dan Arsip di DKI?

Kutipan: "Pasal 30
Perpustakaan Nasional, perpustakaan umum Pemerintah,
perpustakaan umum provinsi, perpustakaan umum
kabupaten/kota, dan perpustakaan perguruan tinggi
dipimpin oleh pustakawan atau oleh tenaga ahli dalam
bidang perpustakaan."


UU Tentang Perpustakaan


WALIKOTA di DKI jakarta itu eselon 2a

Kepala perpus DKI/dinas DKI itu juga eselon 2a




Sama aja ah, pas marahnya doang yg ada kameranya kesannya gahar
Quote:Original Posted By dediramone


Saya besar di jakarta & pendukung reformasi birokrasi di jakarta, tp untuk hal ini sy kecewa dengan jokowi menempatkan pejabat bermasalah sebagai kepala perpustakaan, perpustakaan/librarian itu profesi penting di masyarakat harusnya di isi oleh orang yang memiliki juga background perpustakaan kalo menjadikan perpustakaan sebagai tempat sampah pembuangan orang2 yang bermaslah gimana mau maju perpustakaan di kita Indonesia sepaerti di luar negeri? coba deh ada pegawai bermasalah di buangnya ke departemen kesehatan yang isinya dokter & perawat sudah pasti jadi masalah buat para dokter & perawat yang se-profesi di bidangnya.. emoticon-Berduka (S)

Ndak tau juga kenapa Jokowi tidak memecat orang2 lemot ini? Katanya Jokowi mereka diberi kesempatan 6 bulan, setelah itu ya good bye. emoticon-Cool
Quote:Original Posted By emperasanko

Ndak tau juga kenapa Jokowi tidak memecat orang2 lemot ini? Katanya Jokowi mereka diberi kesempatan 6 bulan, setelah itu ya good bye. emoticon-Cool


Gak mecat cuma ROTASI pas di tv tv aja gayanya sok sangar akhirnya takluk juga

Kapolda di daerah bintang 2 di masukan jadi kadiv mabes polri ya juga bintang 2, bukan mecat namanya itu ROTASI
Quote:Original Posted By dediramone


Saya besar di jakarta & pendukung reformasi birokrasi di jakarta sy juga pustakawan, tp untuk hal ini sy kecewa dengan jokowi menempatkan pejabat bermasalah sebagai kepala perpustakaan, perpustakaan/librarian itu profesi penting di masyarakat harusnya di isi oleh orang yang memiliki background perpustakaan kalo kebiasaan buruk menjadikan perpustakaan sebagai tempat sampah pembuangan orang2 yang bermaslah oleh birokrasi di Indonesia gimana mau maju perpustakaan di Indonesia sepaerti di luar negeri?isinya orang bermasalah semua? sbg contoh saja ada pegawai bermasalah lalu di buang ke departemen kesehatan yang isinya dokter & perawat sudah pasti jadi masalah buat para dokter & perawat yang se-profesi di bidangnya.. emoticon-Berduka (S)


emang agan di perpustakaan ngapain aja sih... kan cuman baca buku aja kan
kok di samakan profesi dokter sama penjaga perpus emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By emperasanko

Ndak tau juga kenapa Jokowi tidak memecat orang2 lemot ini? Katanya Jokowi mereka diberi kesempatan 6 bulan, setelah itu ya good bye. emoticon-Cool


mudaha2an 6 bulan lagi good bye emoticon-Embarrassment
Dear TS,

komeng lu dodol amat hahahha. iya aja deh bro
daripada dirumahkan nanti kasian gan
keluarganya mau makan apa ?
Quote:Original Posted By Given
Dear TS,

komeng lu dodol amat hahahha. iya aja deh bro


iya bro TS, iyain aja dari pada ntar di bilang panasbung
Quote:Original Posted By stoving


wah berarti tuh mantan walikota SAMPAHH....emoticon-Cape d... (S)

Dan sampah harus di buang pada tempatnya
Ati ati tar malah jualan buku porno di perpus
dibuang ke tempat yang gak mungkin cari duit banyak kah?
perpustakaan anggrannya berapa?
jangan2 malah ntar di perpus jualin buku2 langka? emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By dediramone


Saya besar di jakarta & pendukung reformasi birokrasi di jakarta sy juga pustakawan, tp untuk hal ini sy kecewa dengan jokowi menempatkan pejabat bermasalah sebagai kepala perpustakaan, perpustakaan/librarian itu profesi penting di masyarakat harusnya di isi oleh orang yang memiliki background perpustakaan kalo kebiasaan buruk menjadikan perpustakaan sebagai tempat sampah pembuangan orang2 yang bermaslah oleh birokrasi di Indonesia gimana mau maju perpustakaan di Indonesia sepaerti di luar negeri?isinya orang bermasalah semua? sbg contoh saja ada pegawai bermasalah lalu di buang ke departemen kesehatan yang isinya dokter & perawat sudah pasti jadi masalah buat para dokter & perawat yang se-profesi di bidangnya. intinya saya berpendapat perpustakaan bukan tempat pembuangan orang bermasalah / tidak produktif karena perpustakaan/pustakawan merupakan profesi, no offens



ada benarnya
tapi kalo ane pikir2...
kepala perpustakaan bukan jabatan yang bs membuat keputusan strategis yang berpengaruh terhadap pemerintahan... berbeda dengan walikota atau kepala dinas dll...kalopun bermasalah, paling bikin ancur perpustakaan itu sendiri... nah disini tanggung jawab jokowi - ahok buat memberikan sanksi sembari memperbaiki kerusakan yang terjadi... sama halnya ketika ybs memberikan sanksi ke kus kus margonda...
peluang korupsi tetap ada namun jumlahnya tidak terlalu masif...
CMIIW
lho kayanya jokowi menganggap sangat penting perpustakaan ... makanya sampe harus dipimpin orang sekaliber walikota emoticon-Ngakak
TS-nya tw darimana klo mantan walikota jaksel tersebut bermasalah?
Kan di artikel TS disebutkan bahwa akan ada rotasi pejabat. klo yg bermasalah emang bakal langsung diganti emoticon-Smilie
pastinya banyak pejabat2 yg ga "sehati" yg bakal menyusul
kalau dipecat semua nanti habis gan emoticon-Ngakak

Notebook Murah
Quote:Original Posted By acecom
kalau dipecat semua nanti habis gan emoticon-Ngakak

Notebook Murah


Biarin AjaH. Biar ga jd penyakit sosiaL utk org bnyk
cara halus untuk mencopot orang yang tidak bermutu ya dirotasikan secara halus.

biar sama-sama dijabat oleh golongan yang sama, sebagai walikota itu lebih bergengsi dan lebih berpeluang melakukan penyelewengan, kalau kepala perpustakaan sih ngak bakalan bisa melakukang penyelewengan.

makanya si mantan walikota ogah-ogahan waktu mau dilantik juga.

good job jokowi.
Quote:Original Posted By Faith.9
lho kayanya jokowi menganggap sangat penting perpustakaan ... makanya sampe harus dipimpin orang sekaliber walikota emoticon-Ngakak

setuju gan!