alexa-tracking

|Setelah Daging Sapi Impor| Dua Direktur Kementan Diperiksa Terkait Korupsi Benih

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/511ce8c94f6ea13e22000003/setelah-daging-sapi-impor-dua-direktur-kementan-diperiksa-terkait-korupsi-benih
Thumbs down 
|Setelah Daging Sapi Impor| Dua Direktur Kementan Diperiksa Terkait Korupsi Benih
Kamis, 14 Pebruari 2013
Dua Direktur Kementan Diperiksa Terkait Korupsi Benih


Untuk mendalami keterlibatan tiga tersangka kasus korupsi proyek pengadaan benih di Kementerian Pertanian (Kementan), tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa empat orang saksi dari Kementan. Dua di antaranya menjabat sebagai Direktur di Kementan.

Empat pegawai Kementan itu adalah mantan Direktur Perbenihan yang sekarang menjabat Direktur Budidaya Serelia Rahman Pinem, Kepala Sub Bidang Perbendaharaan Yusman, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Bambang Budianto, serta Kepala Subdit Benih Kacang dan Umbi Widjatmiko.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Setia Untung Arimuladi mengatakan, keempat saksi datang memenuhi panggilan pemeriksaan sekitar pukul 09.00 WIB. “Pemeriksaan mereka pada pokoknya mengenai perencanaan alokasi kebutuhan kegiatan yang berhubungan dengan program BLBU,” katanya, Kamis (14/2).

Pemeriksaan keempat orang saksi tersebut tentunya sesuai dengan tugas dan kewenangan jabatan mereka. Sebelumnya, penyidik menetapkan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) Kaharudin, karyawan PT Sang Hyang Seri Subagyo, dan Manajer Kantor Cabang PT Sang Hyang Seri Hartono sebagai tersangka.

Penetapan ketiga tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : print-16/F.2/Fd.1/02/2013, print-17/F.2/Fd.1/02/2013, dan print-18/F.2/Fd.1/02/2013 tanggal 8 Februari 2013. Ketiga tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi pengadaan benih di Kementan tahun 2008-2012.

Proyek pengadaan benih di Kementan ini dalam rangka program benih bersubsidi, cadangan benih nasional, dan bantuan langsung benih unggul. Mengingat telah terdapat bukti permulaan yang cukup adanya peristiwa tindak pidana korupsi, maka penyidik meningkatkan kasus pengadaan benih itu ke tahap penyidikan

Code:
hxxp://www.hukumonline.com/berita/baca/lt511cb6cd9cf36/dua-direktur-kementan-diperiksa-terkait-korupsi-benih


Di bawah kepimimpinan Suswono lagi2 Kementan menorehkan prestasi setelah kasus suap daging sapi impor. emoticon-2 Jempol
KORUPSI BIBIT: Kejaksaan Agung Periksa RAHMAN PINEM & BAMBANG YUDIANTO

Oleh adminkepri on Feb 14th, 2013

JAKARTA—Kejaksaan Agung memeriksa dua pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Pertanian, Kamis (14/2/2013), terkait dugaan korupsi pengadaan bibit tanaman hibrida periode 2008-2012.

Dua pejabat tersebut, yakni, Rahman Pinem, mantan Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan yang saat ini menjabat Direktur Budidaya Serelia dan Bambang Yudianto, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan.

“Tim penyidik telah memeriksa dua orang itu dan dua pegawai Kementan lainnya, yakni Yusman (Kepala Sub Bidang Perbendaharaan pada Ditjen Tanaman Pangan) dan Widjatmiki (Kepala Subdit Benih Kacang dan Umbi,” kata Kapuspenkum Kejagung, Untung Setia Arimuladi, Kamis (14/2/2013).

Pokok pemeriksaan tersebut, kata dia, untuk mengetahui rencana alokasi kebutuhan kegiatan yang berhubungan dengan program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dijabat oleh masing-masing saksi.

Sebelumnya, Kejagung menetapkan tiga tersangka dugaan korupsi pengadaan bibit tanaman hibrida di Kementerian Pertanian selama periode 2008-2012.

Ketiga tersangka itu, yakni, inisial K, Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-16/F.2/Fd.1/02/2013, tanggal 08 Februari 2013, S, Karyawan PT. Sang Hyang Seri (Persero) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-17/F.2/Fd.1/02/2013, tanggal 08 Februari 2013; Serta H, Manajer Kantor Cabang PT Sang Hyang Seri (Persero) Tegal berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-18/F.2/Fd.1/02/2013, tanggal 08 Februari 2013.

Kapuspenkum menjelaskan pengadaan benih itu untuk keperluan program benih bersubsidi, Cadangan Benih Nasional (CBN) dan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU).

“Penyidik meningkatan kasus itu ke penyidikan karena telah cukup memiliki bukti permulaan adanya peristiwa tindak pidana korupsi (bervariasi),” katanya.

Bukti tindak pidana korupsi itu, berupa rekayasa proses pelelangan/tender memenangkan PT Sang Hyang Seri (Persero), Biaya Pengelolaan Cadangan Benih Nasional sebesar 5% dari nilai kontrak tidak pernah disalurkan kepada Kantor Regional di daerah, dan rekayasa penentuan harga komoditi sehingga terjadi kemahalan harga.

Serta pengadaan benih untuk program cadangan benih nasional fiktif atau setidaknya tidak sesuai, pengadaan benih kedelai fiktif, mark up volume maupun harga benih kedelai, dan penyaluran subsidi benih tidak sesuai peruntukan melainkan ke perorangan dan ke kios-kios.

Tim Penyidik yang menangani kasus itu, beranggotakan sembilan orang, yang dikoordinatori oleh Aditia Warman saat ini sedang menyusun langkah-langkah bagi pelaksanaan Penyidikan tersebut seperti menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi dan lain-lainnya sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku.

Program untuk pembibitan tanaman hibrida di sejumlah daerah di tanah air, seperti Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di dalam pelaksaan program tersebut, Kementerian Pertanian menggandeng perusahaan BUMN, Sang Hyang Sri. Kenyataan di lapangan, pengadaan bibit tanaman hibrida ditemukan adanya penyimpangan.(antara/yop)

Code:
hxxp://www.bisnis-kepri.com/index.php/2013/02/korupsi-bibit-kejaksaan-agung-periksa-rahman-pinem-bambang-yudianto/


KORUPSI PROYEK BENIH: Dirut PT Sang Hyang Sri Dipecat DAHLAN ISKAN

Oleh adminkepri on Feb 12th, 2013

BISNIS-KEPRI.COM, JAKARTA–Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencopot Direktur Utama PT Sang Hyang Sri (Persero) Kaharuddin karena telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan Kaharuddin diminta berkonsentrasi menyelesaikan kasus yang sedang dihadapinya.

“Kami mencopot Dirut Sang Hyang Sri karena telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung,” ujarnya di Kementerian BUMN, Selasa (12/2/2013).

Kaharuddin dicopot mulai hari ini. Surat pencopotan sedang dipersiapkan dan segera diteken pada hari ini juga.

Selain itu, Dahlan sedang mempersiapkan pengganti Kaharuddin agar kegiatan bisnis perusahaan pelat merah itu tidak terganggu.

Sebelumnya Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menerbitkan surat perintah penyidikan untuk kasus korupsi proyek pengadaan benih di Kementerian Pertanian.

Surat perintah ini diterbitkan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Setia Untung Arimuladi mengatakan penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan masing-masing Nomor : print-16/F.2/Fd.1/02/2013, print-17/F.2/Fd.1/02/2013, dan print-18/F.2/Fd.1/02/2013 tanggal 8 Februari 2013.

Ketiga orang tersangka itu adalah Direktur Utama PT Sang Hyang Sri (Persero) Kaharudin, karyawan PT Sang Hyang Sri Subagyo dan Manajer Kantor Cabang PT Sang Hyang Sri Hartono.

Ketiganya diduga melakukan tindak pidana korupsi pengadaan benih di Kementan tahun 2008-2012.(Hanum KD/Herdiyan/yus/yop)

Code:
hxxp://www.bisnis-kepri.com/index.php/2013/02/korupsi-proyek-benih-dirut-pt-sang-hyang-sri-dipecat-dahlan-iskan/
heran bumn aja mesti nyuap gimana yg swasta?tapi emang yg brengsek sebenarnya ya pejabat. Orang usaha cuma cari untung. Kalau pejabatnya kebal dari suap semua pengusaha mau gak mau mesti berusaha dgn bersih bukan dgn cara kotor.
KASKUS Ads
bagaimana perrtanian mau maju ? kalau pejabatnya parah semua seperti ini. Ayo gasak semua pejabat korup
semuanya dikorupsi,,,hadeh,,,emoticon-No Hopedwa

Thumbs up 
jokowi dan Indonesia

Presidenkan JOKOWi di 2014
insya Allah amanah....emoticon-Kiss
kayaknya masih banyak celah buat melakukan korupsi2 .. perlu segera dibenahi tuh
Korupsi Benih Kementan, Jaksa Geledah Kantor PT SHS
Jumat, 15 Februari 2013, 06:02 WIB


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kejaksaan Agung melalui Tim Penyidik Pidana Khusus dan Satuan Petugas Intelijen melakukan penggeledahan di Kantor PT Sang Hyang Seri (SHS), Jakarta.

Sejumlah perangkat elektronik dan beberapa dokumen diangkut dalam mobil box berwarna biru milik petugas.

"Untuk sementara sejumlah barang yang kami angkut akan dipelajari dalam beberapa waktu ke depan," kata Jaksa Aditya Warman usai penggeledahan di halaman kantor SHS, Kamis (14/2) malam.

Aditya merinci, sejumlah barang yang diangkut meliputi perangkat elektronik seperti beberapa laptop karyawan, sejumlah CPU, dan beberapa lembar dokumen lainnya.

Menurutnya, penggeledahan telah dilakukan sejak pukul 09.00 WIB dengan menyisir empat lantai bangunan tersebut. Penggeledahan berjalan lancar mengingat pihaknya juga telah mengantongi izin dari pengadilan.

"Dokumen-dokumen serta arsip komputer itu penting untuk pengembangan penyidikan," tambahnya.

Menurutnya, penggeledahan itu dilakukan pihaknya untuk memperkuat bukti-bukti kasus penyalahgunaan wewenang direksi PT SHS yang kini tengah dalam kajian Kejaksaan Agung.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka yaitu Kaharuddin (Direktur utama PT SHS), Subagyo (karyawan PT SHS), dan Hartono (manajer PT SHS Cabang Tegal).

Ketiga nama tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan pengadaan bibit tanaman hibrida yang digagas Kementan.

Code:
hxxp://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/02/15/mi8g0v-korupsi-benih-kementan-jaksa-geledah-kantor-pt-shs
Alhamdullilah, dibukakan juga jalan keadilan dan kelapangan untuk kebenaran emoticon-Cendol (S)

Bersihkan satu kementrian yang sudah diacak2 untuk kepentingan golongan bathil emoticon-Cendol (S)
kayanya untuk kasus daging ini bakal makin banyak yang terlibat deh
semua berawal dari PKS ckckckckc... emoticon-Cape d...
partai korupsi segala soliiiid sekali dalam beraksi muwaaaahemoticon-Ngakak
BUMN aja dipaksa menyuap gimana yg swasta? hadeh emoticon-Cape d...
Dah lengkap flora dan fauna... emoticon-Big Grin
PKS hebat bisa mensinkronkan korupsi hewan dengan tumbuhan.. emoticon-Big Grin emoticon-Hammer
Quote:

Belum tentu PKS, gan. Cuma bawahan Suswono yang dari PKS. emoticon-2 Jempol

MentaL maLing!
Indon mental maling termasuk moderator kaskus bp
kesibukan KaPeKa berikutnya:

----> korupsi pupuk
----> korupsi anggaran penelitian