alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/511cafd7eb74b4f43400000c/4-hari-koma-thintin-korban-rampok-meninggal
Sedih 
4 Hari Koma, Thintin Korban Rampok Meninggal
Setelah empat hari koma di RS Materna Medan, Thintin alias Tini (27), korban perampokan jelang Imlek di Jalan Ahmad Yani, Selasa (12/2) meninggal dunia. Rentan waktu tersebut, polisi malah tak bertindak apapun. Alasannya korban tidak melapor. Oalah..!

Tini menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 10.00 Wib di rumah sakit yang terletak di Jalan Teuku Umar, Medan. Sang ayah. Long San (70) pun tak sanggup menahan kesedihan. Satu-satunya anak dan anggota keluarganya telah pergi untuk selamanya. Tak ada lagi sandaran hidupnya dimasa tua. Pasalnya, sebelumnya Long San telah ditinggal istri dan dua anaknya. Kini Long San hidup sebatang kara.

Siang itu juga jenazah Tini disembahyangkan di lantai empat ruang 4060. Para kerabat dan keluarga terlihat memberikan doa perpisahan kepada Tini secara bergantian. Sementara itu, ayah Tini, Long San(70) masih berada di lantai dua kamar 2020. Ditemani kerabatnya, pria tua berkacamata itu terlihat duduk di kursi sambil menatap kosong ke arah reporter POSMETRO MEDAN, yang sejak 4 hari terakhir menemaninya.

Tidak seperti biasanya. Long San hanya diam saja saat reporter mengajaknya berbicara. Rene (39) salah seorang kerabat korban, terus berusaha menabahkan hati orangtua itu. “Ya, mau apalagi. Kita sudah mengusahakannya sembuh. Kami hanya berharap agar Polisi segera menangkap pelakunya,” ujarnya dan berencana membawa Long San tinggal di kediaman mereka di Binjai.

Sementara itu, Kanit Reskrim Medan Barat, Iptu Syarifur saat dikonfirmasi mengenai kasus perampokan yang merenggut nyawa Tini, mengaku belum dapat bekerja lantaran korban belum membuat pengaduan resmi ke polisi. “Belum ada laporannya kesini sampai sekarang,” ucap Syarifur.

Pihaknya hanya baru sebatas melakukan olah TKP dan menanyakan saksi mata, salah seorang pemilik warung kopi di kawasan Jalan Ahmad Yani. “Cuma kita lakukan olah TKP dan menanyakan saksi mata, pemilik warung kopi si tengku yang mengambilkan tas dia dan barang-barangnya dua hp serta surat-surat di dalam tasnya ditemukan si Tengku ini dan dimasukkan ke dalam taxi waktu membawa korbannya ke rumah sakit,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai CCTV dari lokasi kejadian, perwira dua balok emas dipundaknya ini mengatakan rekaman CCTV dari sebuah toko ponsol tidak mengarah ke badan jalan melainkan mengarah ke toko. “CCTV nya tidak terlihat karena cctv dari toko ponsel mengarah ke tokonya tidak mengarah ke jalan,” tandasnya mengakhiri perbincangan pada POSMETRO.

Mendengar jawaban Kanit Reskrim Medan Barat, Ketua Umum Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan Peradilan (Puspha) Sumut, Muslim Muis SH, sontak mengkritisi kinerja polisi. “Itu bukan delik aduan yang harus melapor korbannya. Yang dilapor itu seperti kasus perkosaan,” katanya menjelaskan terkait aturan harus melapor atau tidak.

Dengan alasan tersebut, Muslim Muis menyebut polisi tak bekerja dan terkesan membodoh-bodohi masyarakat. “Kalau dia (polisi) buat seperti itu berarti dia membodohi dirinya sendiri. Atau dia pura-pura nggak ngerti atau memang bodoh,” tandasnya

============
http://bit.ly/UhNhIm
============

pulisi sialan... pasti karena tak ada duitnya.

itu yg di bold, KANIT RESKRIM yang ngomong lohhh

jangan salahkan masyarakat marah dan mainin pak hakim sendiri
Turut Berduka Cita........emoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berduka
Pemerkosaan, Pembunuhan, pencurian itu delik aduan. Sampah ni polshit
Biadab banget rampoknya

emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S)

Spoiler for Jual Kunci Pintu Digital gan:


Moga2 dia dibunuh orang dengan perlahan dan menyakitkan
emoticon-Mad (S)
Quote:Original Posted By maslakone
Pemerkosaan, Pembunuhan, pencurian itu delik aduan. Sampah ni polshit


maklum gan, masuk polisinya nyogok.. jadi ya gitu lah
Quote:Mendengar jawaban Kanit Reskrim Medan Barat, Ketua Umum Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan Peradilan (Puspha) Sumut, Muslim Muis SH, sontak mengkritisi kinerja polisi. “Itu bukan delik aduan yang harus melapor korbannya. Yang dilapor itu seperti kasus perkosaan,” katanya menjelaskan terkait aturan harus melapor atau tidak.

Dengan alasan tersebut, Muslim Muis menyebut polisi tak bekerja dan terkesan membodoh-bodohi masyarakat. “Kalau dia (polisi) buat seperti itu berarti dia membodohi dirinya sendiri. Atau dia pura-pura nggak ngerti atau memang bodoh,” tandasnya


polisinya ga pro
dan melindungi rakyat

emoticon-Marah
wajib dihukum mati tuh rampok yg makin merajalelasekarang
Quote:Original Posted By ramademonic
wajib dihukum mati tuh rampok yg makin merajalelasekarang


betul gan... keterlaluan memang...
POLISI IDIOT.... GAK ADA RASA KEMANUSIAANNYA...

UDAH JELAS-JELAS KASUS KRIMINAL, MASIH AJA NUNGGUIN LAPORAN....

KALIAN ITU DIGAJI BUKAN BUAT BENGONG...

TIAP ADA KASUS, YG "AGRESIF" DOONNKKK...


emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S)

TURUT BERDUKA CITA BUAT KORBAN...emoticon-Berduka (S)
APA KARENA GA ADA DUITNYA??POLISHITTTT MAKIN ANJ1N9 AJA LAMA2
Quote:Original Posted By maslakone
Pemerkosaan, Pembunuhan, pencurian itu delik aduan. Sampah ni polshit


Delik aduan apa ya gan? emoticon-Embarrassment
Kalau cuma ada aduan aja, percuma aja
Maunya polsit, ada aduan lalu wani piro
"Gw lg males, kebanyakan kasus", kata wereng coklat
Gila...enak amat jawabnya karena blom ada laporan..emang klo ga lapor trs ga di usut, katanya melayani dan melindungi masyarakat...
Pada dasarnya, dalam suatu perkara pidana, pemrosesan perkara digantungkan pada jenis deliknya. Ada dua jenis delik sehubungan dengan pemrosesan perkara, yaitu delik aduan dan delik biasa.

Dalam delik biasa perkara tersebut dapat diproses tanpa adanya persetujuan dari yang dirugikan (korban). Jadi, walaupun korban telah mencabut laporannya kepada pihak yang berwenang, penyidik tetap berkewajiban untuk memproses perkara tersebut.

Berbeda dengan delik biasa, delik aduan artinya delik yang hanya bisa diproses apabila ada pengaduan atau laporan dari orang yang menjadi korban tindak pidana. Menurut Mr. Drs. E Utrecht dalam bukunya Hukum Pidana II, dalam delik aduan penuntutan terhadap delik tersebut digantungkan pada persetujuan dari yang dirugikan (korban). Pada delik aduan ini, korban tindak pidana dapat mencabut laporannya kepada pihak yang berwenang apabila di antara mereka telah terjadi suatu perdamaian.

nahh...secara garis besarnya itulah bedanya delik mendelik
utk meningkatkan kinerja dan profesionalitas kepolisian baiknya di tiap kantor polisi dipasang list tarif layanan kepolisian.
mau diusut?
wani piro....?
Polisi itu memang setan. Yang penting duit. Dulu pernah toko ku kemalingan. melapor ke polisi pagi2 untuk membuat surat laporan.kita yang lagi panik mana bisa secara detail memberitahukan apa saja yang hlang, secara gw cuman mau minta surat laporan bahwa memang ada terjadi pencurian. malah gw di bentak2 kalau buat laporan itu harus detil.... gila ya polisinya.

tapi karma itu kadang datangnya cepat. sekarang polisi nya kena serangan jantung... naik motor sendiri aja gak bisa sekarang.
Quote:Original Posted By studiopitoe
POLISI IDIOT.... GAK ADA RASA KEMANUSIAANNYA...

UDAH JELAS-JELAS KASUS KRIMINAL, MASIH AJA NUNGGUIN LAPORAN....

KALIAN ITU DIGAJI BUKAN BUAT BENGONG...

TIAP ADA KASUS, YG "AGRESIF" DOONNKKK...


emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S)


TURUT BERDUKA CITA BUAT KORBAN...emoticon-Berduka (S)




Bener banget gan
percuma gw bayar pajak ama ppn

dah jelas kriminal murni nih emoticon-Cape d... (S)

gimana mau laporan, lah korbannya aja koma