alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/511bc27f532acfcd63000005/6-perbedaan-perlakuan-rasyid-rajasa-dengan-jamal-bin-syamsuri
6 Perbedaan perlakuan Rasyid Rajasa dengan Jamal bin Syamsuri
6 Perbedaan perlakuan Rasyid Rajasa dengan Jamal bin Syamsuri
Rabu, 13 Februari 2013 07:33:00
Jamal bin Syamsuri kini hanya bisa meratapi nasibnya di dalam sel Sat Lantas Jakarta Barat. Sopir angkot KWK-U 10 ini harus mendekap di balik jeruji besi tanpa tahu kesalahan yang dituduhkan kepadanya.
Jamal bin Samsuri (37) dikenakan pasal pelanggaran lalu lintas karena meninggalnya mahasiswi Universitas Indonesia (UI) yang loncat dari angkotnya. Polisi pun langsung menetapkan Jamal sebagai tersangka tak berapa lama setelah Annisa, meninggal dunia.
Polisi terkesan bergerak cepat dalam kasus ini. Namun cerita berbeda terjadi dalam kasus kecelakaan yang menimpa anak sulung Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa.
Polisi awalnya tidak berani terbuka dalam kasus BMW maut tersebut. Hingga kini Rasyid juga tidak ditahan meski berkasnya sudah dilimpahkan dan kasusnya segera dimejahijaukan. Beda dengan Jamal yang langsung merasakan dinginnya teralis besi di tahanan Polres Jakarta Barat.
Berikut enam perbedaan perlakuan polisi kepada Rasyid Rajasa si sopir BMW maut dengan Jamal bin Syamsuri, si sopir angkot:
1. Jamal langsung ditahan
Sopir angkot KWK-U 10 Jamal bin Syamsuri langsung ditahan oleh Polres Jakarta Barat saat setelah melaporkan penumpangnya lompat dari angkot yang dia kendarai. Hingga saat ini Jamal masih meringkuk di tahanan. Pengacara kondang, Hotma Sitompul sedang mengusahakan penangguhan penahanan Jamal.
Namun perlakuan berbeda diterima anak bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa. Meskipun berkasnya sudah dilimpahkan, Rasyid tetap bebas. Rasyid beralasan masih menjalani terapi.
2. Identitas langsung dibuka
Saat kasus lompatnya mahasiswi Universitas Indonesia Annisa Azward (20) terungkap, polisi langsung mengumumkan siapa sopir angkot. Bahkan sang sopir langsung ditahan oleh Polres Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan.
Namun saat kecelakaan di Tol Jagorawi yang menewaskan dua orang di tahun baru 2013, polisi terkesan menutupi siapa identitas BMW maut. Sejak pagi hingga sore Polda Metro Jaya menutup rapat siapa sopir BMW maut itu.
Bahkan pejabat Polri yang berani mengungkap siapa identitas adalah Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius. Suhardi terang benderang menyebut bahwa sopir BMW maut itu adalah anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Amrullah Rajasa.
3. Polisi tak sembuyikan Jamal
Diduga karena takut, Annisa akhirnya memilih melompat dari angkot KWK-U 10 yang dikemudikan. Melihat penumpangnya lompat, Jamal bergegas menolong korban dan melarikannya ke rumah sakit.
Namun nahas, mahasiswi Universitas Indonesia itu akhir meninggal di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara. Polisi pun langsung memeriksa Jamal di Polres Jakarta Barat
Namun hal yang sama tidak berlaku bagi Rasyid. Sesaat setelah kejadian Rasyid langsung menghilang. Polisi pun tutup mulut soal keberadaan Rasyid. Polisi hanya menyebut Rasyid sedang dirawat di rumah sakit.
Baru belakangan kemudian diketahui bahwa Rasyid di rawat di RS Pusat Pertamina. Rasyid dirawat di kamar VIP di RS PP.
4. Angkot jamal langsung diamankan
Angkot yang dikemudikan Jamal langsung digelandang ke Polres Jakarta Barat tak lama setelah kasus Annisa mencuat. Tak butuh waktu lama bagi kepolisian untuk membawa angkot merah itu.
Namun saat BMW tipe SUV X5 warna hitam menabrak Daihatsu Luxio bernomor polisi F 1622 CY di KM 3+400 Tol Jagorawi, Polda Metro Jaya terkesan menyembunyikan mobil mewah tersebut. Polisi tidak terbuka soal keberadaan BMW maut bernopol B 272 HR itu.
Bahkan saat dipamerkan di Unit Laka Polda Metro, BMW Rasyid juga ditutupi oleh polisi. Entah apa maksudnya, namun tidak dengan Luxio yang ditabrak Rasyid.
5. Lie detector untuk Jamal
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Edi Saputra Hasibuan meminta pihak kepolisian mengusut hingga tuntas kasus tewasnya Annisa Azward (20). Agar kasus ini menjadi terang, sebaiknya sopir angkot KWK U10, Jamal diperiksa menggunakan lie detector (alat kebohongan).
"Kami usulkan agar Jamal diperiksa menggunakan lie detector," ujar Edi saat dihubungi, Selasa (12/2).
Edi mengatakan, hal tersebut bisa dijadikan sebagai petunjuk untuk memastikan apakah Jamal terindikasi melakukan tindak pidana atau tidak. "Kompolnas sendiri mendukung Polri yang sudah menetapkannya dengan pasal 310 ayat 4, UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," tuturnya.
Namun Kompolnas tidak mengusulkan hal yang sama kepada Rasyid Rajasa. Rasyid lagi-lagi seolah mendapat perlakuan istimewa.
6. Petisi adili Rasyid
Meski sudah berstatus tersangka akibat kasus tabrakan maut yang menewaskan dua orang, M Rasyid Rajasa sampai saat ini masih menghirup udara bebas. Putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini masih mengalami trauma akibat insiden mematikan yang dihadapinya itu.
Berawal dari keprihatinan tersebut, muncul petisi untuk menahan, serta mengadili Rasyid Rajasa sesuai dengan hukum yang mencerminkan rasa keadilan masyarakat. Petisi tersebut dimuat dalam situs [url=http://www.change.org.]www.change.org.[/url] Situs tersebut memang dikhususkan untuk memuat petisi-petisi yang dibuat oleh masyarakat.
"Pada saat penyidikan, Polda Metro Jaya tidak melakukan penahanan. Setelah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI, Kejaksaan pun tidak melakukan penahanan sama sekali. Padahal nyata akibat perbuatan Rasyid Rajasa telah mengakibatkan meninggalnya 2 orang. Tentu Pasal yang dikenakan secara memenuhi syarat objektif untuk ditahan sesuai dengan Pasal 21 KUHAP," kata penggagas petisi, Muhamad Isnur yang dimuat dalam situs [url=http://www.change.org,]www.change.org,[/url] Selasa (12/2).
Sedangkan Jamal yang notabenenya sopir angkot tersebut justru sebaliknya. LBH Mawar Saron yang merupakan binaan pengacara kondang Hotma Sitompul justru akan membela Jamal. Bahkan 22 pengacara Mawar Saron siap dikerahkan membantu Jamal.
sumber :
http://www.merdeka.com/peristiwa/6-p...-syamsuri.html

Hukum Ibarat Pisau Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Atas emoticon-Berduka (S)
di indonesia hukum tidak berlaku bagi pejabat atau pengusaha beserta keluarganya..

masih percaya sama "penegak hukum"???
gan kalo menurut saya kasus pembandingnya beda jauh. terlepas dari R adalah anak pejabat ya. j kan mengarah ke tidak pidana kriminal bukan murni kecelakaan.
yah begitulah cerita HUKUM di Indonesia .
standar janda sih uda biasa emoticon-Embarrassment
tenang aja gan Allah Maha Adil ko emoticon-Toast
Ya iyalah beda, ini Indonesia gt
Pak jamal semoga cepet beres yah cobaannya
Saya bantu do'a aja
Quote:Original Posted By srandaljepit
gan kalo menurut saya kasus pembandingnya beda jauh. terlepas dari R adalah anak pejabat ya. j kan mengarah ke tidak pidana kriminal bukan murni kecelakaan.


kriminal yang mana ya gan? siapa yang bilang ada indikasi kriminal?
dia menolong kok, dan si korban sempat telpon tantenya. kejadian sore hari bukan malam.
jadi dimananya yang kriminal?

kita gak bisa langsung bilang jamal salah atau tidak, krn semua belum jelas.

tambahan : si korban meninggal dirumah sakit kedua, jadi bukan meninggal saat lompat dari angkot
makanya antek cikeas yg koar2 supremasi hukum, persamaan hukum dll mendingan suruh ngomong ama tai kucing aja
Quote:Original Posted By srandaljepit
gan kalo menurut saya kasus pembandingnya beda jauh. terlepas dari R adalah anak pejabat ya. j kan mengarah ke tidak pidana kriminal bukan murni kecelakaan.


gimana mau berbuat kriminal? dengan situasi dan kondisi saat itu
Kasatlantas juga udah putuskan ini murni kecelakaan, tidak ada unsur kriminal


HUKUM
Tumpul ke atas
Nuncep ke bawah emoticon-Hammer
enak bener dah jd anaknye si uban emoticon-Berduka (S)
emang bener hukum di negara ini udah ga adil ma orang2 kecil
kan si keluarga korban R udah disuap bpaknya, anaknya yg paling kecil dibiayain pendidikan sampe bres kuliah emoticon-Malu (S)

kalo si jamal bisa apa? cmn supir angkot emoticon-army
hatta rajasa bener ngga nih beritannya emoticon-Ngakak (S)
6 Perbedaan perlakuan Rasyid Rajasa dengan Jamal bin Syamsuri
Quote:Original Posted By faizhart

HUKUM
Tumpul ke atas
Nuncep ke bawah emoticon-Hammer


Ini INDONESIA bung

Tahu dirilah aparatnya kaya gimana emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By srandaljepit
gan kalo menurut saya kasus pembandingnya beda jauh. terlepas dari R adalah anak pejabat ya. j kan mengarah ke tidak pidana kriminal bukan murni kecelakaan.


emoticon-Bingung emoticon-Mad (S)
====


saking enegnya sampe gak bisa komen...
ah elahh...
tapi agan diatas kyaknya bakal di bantai, saya mah gak berani bantai2an.... emoticon-Big Grin

hukum [bukan hukumnya sebenarnya, tapi penegak hukumnya] kita mungkin sedang/ bakal kena karma ,

kalo bapak itu dan bapak2 yang lain sebagai kepala keluarga di penjara dan dia tidak benar2 salah, bagaimana nasib istrinya anak2nya, bagaimana mereka makan sehari2, bagaimana anak2nya membiayai sekolah,,,,
dilanjutin sendiri dah,...

gondok bener dah saya...
Kok media juga gak pernah lagi ngeluarin berita anak mentri ini yak?
gimana kelanjutannya biar masyarakat bisa tau.
Quote:Original Posted By srandaljepit
gan kalo menurut saya kasus pembandingnya beda jauh. terlepas dari R adalah anak pejabat ya. j kan mengarah ke tidak pidana kriminal bukan murni kecelakaan.


akibat kelalaian Rasyid nyang mengemudi dalam keadaan mengantuk akhirnya mengakibatkan kecelakaan nyang menelan korban jiwa 2 orang.

akibat kelalaian Jamal nyang tidak menutup pintu angkotnya, akhirnya mengakibatkan kecelakaan nyang menelan korban jiwa 1 orang....

bedanya??? kalo gw pikir jelas di jumlah korban jiwanya... lagian belum bisa dipastikan kan kalo memang si jamal ada niat jahat kepada si korban...
yah itu lah wajah hukum di negeri kita ini yang hanya berlaku kepada rakyat biasa tapi tidak berlaku untuk orang2 ningrat emoticon-Cape d... (S) emoticon-Cape d... (S)
coba pak jamal ada ubannya, ga bakal ditahan emoticon-Angkat Beer
6 Perbedaan perlakuan Rasyid Rajasa dengan Jamal bin Syamsuri