alexa-tracking

Saatnya Jokowi - Ahok "Balas Budi"?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/511b0d59197608296800000e/saatnya-jokowi---ahok-quotbalas-budiquot
Saatnya Jokowi - Ahok "Balas Budi"?
Edward Soeryadjaya Gusur Peluang Hadji Kalla Group

Rabu, 13 Februari 2013 | 08:02 WIB
Penulis: Fahriyadi

Quote:
Edward Soeryadjaya Gusur Peluang Hadji Kalla Group

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek pembangunan moda transportasimassal monorel segera dijalankan lagi, setelah Ortus Group yang menjadi pemegang saham pengendali PT Jakarta Monorail (JM) siap mengelontorkan dana untuk seluruh kebutuhan proyek tersebut.

Ortus Group merupakan kelompok usaha dalam bidang manajemen investasi milik Edward Soeryadjaya, putra mendiang mantan pemilik raksasa otomotif Indonesia, William Soeryadjaya. Selain Ortus Group, Edward juga menjadi pemegang saham pengendali bisnis Sugih Group, kelompok bisnis yang bergerak di bidang pertambangan dan perminyakan.

Fachmi Zarkasi, Direktur Ortus Group menyatakan, dana yang akan digunakan untuk membangun proyek ini sepenuhnya dari pendanaan swasta tanpa dibiayai oleh APBN ataupun APBD. "Kami akan menyiapkan dana sebesar yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek harapan warga Jakarta ini," kata, Selasa (12/2/2013).

Direktur Utama PT JM Sukmawati Syukur memaparkan, Ortus Group akan mengambil sampai 90 persen saham PT JM. Sampai saat ini, proses akuisisi sudah masuk dalam tahap akhir. "Saat ini, Ortus Group sudah membiayai beberapa proyek infrastruktur di Indonesia," ungkapnya, kemarin.

Sekadar informasi, sebelum nama Ortus Group ini mencuat sebagai pemegang saham utama PT JM, nama Hadji Kalla Group lebih dulu digadang-gadang akan menguasai perusahaan tersebut. Medio Januari lalu, perusahaan milik keluarga Kalla itu dikabarkan akan menguasai 60 persen saham PT JM dan akan menyediakan equity sekitar Rp 2 triliun.

Aksi Ortus Group mengambil 90 persen saham PT JM, otomatis melengserkan Hadji Kalla Group dari upaya menguasai JM. Meski begitu, Sukmawati bilang, pintu masih terbuka bagi perusahaan milik mantan Presiden wakil Jusuf Kalla itu. Lagi pula, dalam setiap pengerjaan infrastruktur, Ortus Group akan mengelola dana dari banyak pihak. "Yang penting, Ortus telah membiayai proyek monorel ini di awal," tandas Sukmawati.

Melihat peluang menguasai proyek monorel mengecil, Irsal Kamaruddin, Direktur Utama PT Bukaka Teknik Utama yang merupakan anak usaha Hadji Kalla Group, mengatakan, pihaknya selama ini cuma menunggu respons dari Jakarta Monorel sebagai pemegang konsesi proyek monorel di Jakarta. "Kami kan menjual barang. Kalau dipakai silakan, tapi kalau tidak juga enggak masalah," katanya diplomatis. (Fahriyadi/Kontan)


Sumber: Kompas.com

Dulu pas Pilkada banyak yang bilang Edward salah satu penyandang dana kampanye Jokowi, sekarang sudah mulai kelihatan kan kebenarannya?

Oh iya, apa ada yang tahu sepak terjangnya Ortus Group? kok gw baru dengar ya? agak aneh perusahaan yang tidak begitu didengar langsung dapat jadi pemegang saham mayoritas PT Jakarta Monorail.
yg penting dikerjakan dengan benar aja.
jangan berkualitas rendah

emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By gratisbicara
yg penting dikerjakan dengan benar aja.
jangan berkualitas rendah

emoticon-Big Grin


Nah sepakat, tapi portfolionya Ortus sendiri gimana? hahahaha
Selama itu demi rakyat jakarta 100%

Mau proyekbalas budi, balas adi,balas ucok,balas tukimin

EGP brayyyyyyyemoticon-Embarrassment
bukannya di trit sebelah hadji kalla yg inisiatif mundur sendiri? cmiiw
Quote:Original Posted By Basandewa
bukannya di trit sebelah hadji kalla yg inisiatif mundur sendiri? cmiiw


Setahu ane perusahaan itu "ngedepak" Hadji Kalla Group di tikungan akhir gan. mungkin ada yang tahu lebih jelasnya?
Menurut ane gak ada yang salah kok, murni bisnis doank tuh emoticon-Embarrassment

Siapa yang sanggup beli saham mayoritas yah dia yang dapet emoticon-Embarrassment

Gak usah dihubung-hubungin dengan balas budi atau apaan deh kayaknya
Danai Jokowi Rp 60 Miliar, Edward Soeryadjaya Dapat Proyek Monorail Jakarta
Rabu, 13 February 2013

Saatnya Jokowi - Ahok "Balas Budi"?
Quote:
Ingin kaget dan terhenyak mendengar nama Edward Soeryadjaya, sang terduga koruptor dalam kasus Depo Minyak Pertamina di Balaraja, dadakan memenangkan tender penggarapan proyek Monorail Jakarta.

Kenyataannya, saya tidak kaget. Bahkan terhenyak pun tidak, kenapa?

Semua sudah tahu, Edward Soeryadjaya adalah salah satu donatur besar kampanye Jokowi – Ahok pada Pilkada DKI September 2012 lalu. Berita ini cukup ramai disorot pada masa Pilkada. Bahkan Edward Soeryadjaya pun mengakui adanya sumbangan dana miliaran kepada Jokowi – Ahok seperti tertuang dalam laporan Ari Purwanto dari Rakyat Merdeka dalam peliputannya pada 30 Juli 2012.

Berapa sih dana yang dikucurkan Edward Soeryadjaya untuk pasangan Jokowi – Ahok? Konon mencapai angka Rp 60 miliar, atau 25% lebih rendah dari donasi yang dikucurkan pengusaha properti yang kini menjadi Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz sebesar Rp 80 miliar untuk pasangan Jokowi – Ahok.

Hah? Masak sih untuk biaya kampanye Pilkada bisa mencapai angka ratusan miliar?

Jangan heran, untuk Pilkada atau pemilihan kepala daerah di tingkat provinsi, rata-rata dana yang dihabiskan untuk merayu massa memilih masing-masing pasangan yang maju berkisar di angka Rp 100 – 200 miliar. Untuk DKI Jakarta sebagai ibukota negara, maklum saja kalau melebihi angka Rp 200 miliar. Kalau untuk level Pilkada Bupati/Walikota angkanya berkisar antara Rp 10 – 30 miliar.

Wow !

Pertanyaannya kemudian, kenapa para pengusaha berbondong-bondong mengucurkan dana kepada pasangan-pasangan yang dijagokan? Apa yang mereka dapat nantinya?

Tak sulit menebak jawabannya. Pastilah berkenaan dengan keamanan bisnis dan peluang memperoleh proyek-proyek strategis yang sejalan dengan bisnis si donatur.

Terkait donasi Djan Faridz sebesar Rp 80 miliar dan Edward Soeryadjaya sebesar Rp 60 miliar kepada Jokowi – Ahok, terindikasi jelas sebagaimana pernah ditulis Tempo dan Kompas bahwa Djan Faridz mengincar perpanjangan kontrak Pasar Tanah Abang dan kelanjutan proyek-proyek properti miliknya di DKI, sedangkan Edward Soeryadjaya mengincar proyek pengembangan Jakarta Fair, Kemayoran dan Monorail Jakarta. Seluruh proyek-proyek yang diincar 2 donatur besar Jokowi – Ahok ini bernilai triliunan rupiah, sehingga wajar mereka berani kucurkan ratusan miliar untuk kemenangan Jokowi – Ahok di DKI.

Semula, banyak yang meragukan, apa betul Jokowi – Ahok akan melakukan itu kepada donatur-donaturnya. Tapi toh kenyataannya demikian. Pada 20 Desember 2012, atau 3 bulan usai kemenangannya di DKI Jakarta, Jokowi menyatakan kepada media bahwa Edward Soeryadjaya paling berpeluang memenangkan tender proyek Monorail Jakarta.

Dan kemarin, 12 Februari 2013, ramai pemberitaan bahwa Edward Soeryadjaya memenangkan tender proyek Monorail Jakarta.

Hmm.. Jelas !

Satu kabar kabur telah menjadi fakta. Masih ada beberapa kabar kabur lagi seperti perpanjangan kontrak Pasar Tanah Abang dan kelanjutan proyek-proyek properti di DKI untuk Djan Faridz, serta penggarapan proyek pengembangan kawasan Jakarta Fair untuk Edward Soeryadjaya.

Jika ini juga terjadi, maka benarlah asumsi yang berspekulasi sebelumnya, yaitu Jokowi – Ahok pun tunduk pada kepentingan pengusaha. Istilah kasarnya, ada paket terima kasih dari Jokowi – Ahok berupa proyek bernilai triliunan rupiah kepada para donaturnya yang telah berbaik hati memberikan dana dukungan kampanye ratusan miliar rupiah. Tentunya untuk melanggengkan kekuasaan bisnis mereka.

Sumber Dari Sini
pemikiran bagus gan..
emank di era demokrasi reformasi ini bebas sebebasnya menyatakan pendapat.

menurut gue.. kalau pun benar ini proyek balas budi, selama media dan rakyat mengawal proyek ini untuk terus transparan dan jauh dari korupsi, why not?

jangan samakan dengan kelakuan KKN pejabat/politikus yang mencari keuntungan pribadi semata gan.. beda jauh kali emoticon-Ngakak

Spoiler for :

[/QUOTE]

Lah, ini ID prime gw kali bro. main asal jeplak aja emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By [G
host;511b17f7197608bd03000010]pemikiran bagus gan..
emank di era demokrasi reformasi ini bebas sebebasnya menyatakan pendapat.

menurut gue.. kalau pun benar ini proyek balas budi, selama media dan rakyat mengawal proyek ini untuk terus transparan dan jauh dari korupsi, why not?

jangan samakan dengan kelakuan KKN pejabat/politikus yang mencari keuntungan pribadi semata gan.. beda jauh kali emoticon-Ngakak


Ane sih ga kritik keputusan Jokowi, cuma ini bukti aja untuk teori yang bilang dulu Edward itu donaturnya Jokowi, sama kaya HMP donaturnya Foke, yang keduanya berebut PRJ :|
selama semua tender dibuka secara transparan, siapapun yg menang gak jadi masalah.. yang penting gak ada yg dirugikan dari tender itu.. dan jangan lupa, tendernya utk kemaslahatan rakyat banyak..
bukan seperti yg terdahulu..
Quote:Original Posted By Basandewa
bukannya di trit sebelah hadji kalla yg inisiatif mundur sendiri? cmiiw


Sudah banyak job kali...
kalo job nya disorot jokowi ahok....
ngak menarik.....
ngak menarik dari segi korupsi emoticon-Malu (S)
Balas Budi gak masalah selama tidak Korup

Ada Ubi Ada Talas
Ada Budi ada balas
Kalau semuanya transparan ya gak pa2 gan.. yang penting rakyat gak dirugikan.. emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By jasmerah1945
Danai Jokowi Rp 60 Miliar, Edward Soeryadjaya Dapat Proyek Monorail Jakarta
Rabu, 13 February 2013

Saatnya Jokowi - Ahok "Balas Budi"?


Sebenarnya simplenya gini :
Tanpa kemenangan Jokowi-Ahok,,,apakah kepentingan" mereka jadi terhambat ??
Kalo kagak ya kagak ngaruh bro....
Selama itu jalan lurus dan gak ada praktek KKN,so what ??
Dah pasti proyek yg beliau gadang"kan berisi praktek KKN ??
Jadi juga belum,kalo hasilnya malah memuaskan pegimane gan ??
Selama pemantauan ane sih,justru proyek" yg dipegang swasta lebih kuat n up to date ketimbang pegangan Negeri,entah kenapa
Quote:Original Posted By Tamecenk
Balas Budi gak masalah selama tidak Korup

Ada Ubi Ada Talas
Ada Budi ada balas


ane setuju sama agan
Quote:Original Posted By sariflubis


Nah sepakat, tapi portfolionya Ortus sendiri gimana? hahahaha

perusahaan baru ... tp liat aja track recordnya astra gimana ... emoticon-Embarrassment emoticon-Embarrassment

jangan salah ... CV kalla itu ada hutang budi besar banget lhooo ama keluarga soerjadjaja ... emoticon-Malu emoticon-Embarrassment emoticon-Embarrassment

jadi gak heran kalo cv kalla mengalah ama astra ... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By sariflubis

Ane sih ga kritik keputusan Jokowi, cuma ini bukti aja untuk teori yang bilang dulu Edward itu donaturnya Jokowi, sama kaya HMP donaturnya Foke, yang keduanya berebut PRJ :|


sapa bilang edward rebutan prj ama hartati .... ??? yang ada hartati itu merebut prj dr edward lewat megawati ... dan langsung mengkhianati megawati dengan pindah ke demokrat ... makanya lakinya di pecat dari pdip ... emoticon-Big Grin
emoticon-Ngakak ya si fuhrer juga harus ngalahlah

udah puaskan dia pas jadi wapres ngambil semua proyek dari sabang ampe merauke.

semua orang sulawesi di kirim jadi pejabat emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

sekarang suruh ngemis lagi deh, jilat2 tanah n pantat orang
tolol nih orang kan milihna pake proses lelang siapa yang menawarkan yang terbaik dia yang menang

kalo TS bisa menawarkan yang terbaik melewati yang di kasih William Soeryadjaya. pasti TS nya yg menang


emoticon-Ngakak