alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
RAZIA ilegal Satlantas Restro Jakpus
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5119ff661cd719a21b000002/razia-ilegal-satlantas-restro-jakpus

RAZIA ilegal Satlantas Restro Jakpus

RAZIA Ilegal Satlantas Restro Jakpus (Jl.Kramat Raya No.61) di Jl.Industri Kemayoran.

Hari ini, Selasa 12 Februari 2013, jam 9.15 pagi, saya kenal razia ilegal di Jalan Industri, Kemayoran (pertigaan setelah rel kereta api).

Saya bisa mengatakan razia itu ilegal karena berdasarkan PP No 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan, pasal 15 ayat 1 sampai 3, disebutkan bahwa pada tempat pemeriksaan wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan bermotor. Tanda dimaksud harus ditempatkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 meter sebelum tempat pemeriksaan.

Razia polisi di jalan industri yang menilang saya, sama sekali tidak memiliki/menempatkan tanda adanya pemeriksaan kendaraan bermotor sekurang-kurangnya 100 meter sebelum tempat pemeriksaan, sesuai bunyi PP No 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan.

RAZIA ilegal Satlantas Restro Jakpus

Kedua, dalam Pasal 2, PP No 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan disebutkan: Pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dapat dilakukan oleh Polisi Negara Republik Indonesia (Polri) dan Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kualifikasi tertentu di bidang lalu lintas dan angkutan jalan

Petugas yang melakukan pemeriksaan atau razia kendaraan bermotor di jalan harus dilengkapi surat penugasan yang dikeluarkan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas polisi negara Republik Indonesia dan menteri untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa Pegawai Negeri Sipil.

Petugas yang memeriksa dan menilang saya Briptu Alfin dari kesatuan Tindak, Satlantas Restro Jakpus (Jl.Kramat Raya No.61) (sesuai yang tertulis di surat tilang) sama sekali tidak menunjukkan surat penugasan untuk melakukan pemeriksaan dan emosi ketika saya menanyakan kesalahan saya dan saya tidak bersedia menandatangani surat tilang.

RAZIA ilegal Satlantas Restro Jakpus

Dalam surat tilang saya dijerat dengan Pasal 293 UULLAJ yakni pelanggaran karena tidak menyalakan lampu motor di siang hari.

Oklah kalau saya melanggar, tapi hukum itu harus adil, masalahnya selama saya berdebat dengan polisi di razia ilegal itu, banyak kendaraan beroda dua yang tidak menyalakan lampu dibiarkan lewat begitu saja, kenapa cuma saya yang dbaikang? Saya jadi berpikir apa karena Briptu itu melihat mata saya sipit?

Rekan-rekan Briptu Alfin yang datang yang salah satunya mengaku komandanya mengatakan tenaga mereka terbatas jadi tidak bisa menghentikan kendaraan lain yang tidak menyalakan lampu, sementara di depan mata, saya perhatikan polisi lain cuma membiarkan kendaraan-kendaraan lain yang tidak menyalakan lampu lewat begitu saja.

Kalau saya memang salah, saya bersedia dbaikang, tapi hukum harus fair dan adil. Tapi mungkin saya lupa, keadilan adalah harga yang sangat mahal di negeri ini. Hukum cenderung tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Masih mengharapkan keadilan dari polisi? Lihatlah kasus anak menteri yang menabrak mati 2 orang tapi kini masih bebas tidak ditahan, bandingkan dengan kasus Apriliani atau kasus sopir angkot yang penumpangnya loncat, mati dan sopir itu langsung ditahan, dan masih banyak contoh kasus lain.

Sampai di tempat kerja, saya ceritakan ke rekan bahwa saya baru dbaikang, ia bertanya kenapa gak ‘jalan damai’ saja? Saya bilang tidak biasa. “Wah kalau ikutin prosedur sidang di pengadilan susah dan berbelat-belit,” katanya.

Yah begitulah, image hukum kita, ketika kita ingin mengikuti prosedur, taat hukum meski sudah diperlakukan tidak adil, kita dianggap menyusahkan diri sendiri dan bodoh.

Semoga Pemerintah DKI memiliki solusi untuk hal ini, sehingga seperti yang dikatakan Ahok sebagai Wakil Gubernur DKI :”Kalau ada pelanggaran, enggak ada lagi oknum polisi yang prit jigo (Rp25 ribu), prit gocap (Rp50 ribu), enggak ada lagi sistem itu. Kalau sudah kaya gitu orang jadi nyaman kan,” ujarnya, Senin (11/2/2013)-Okezone.com

Saya sendiri harus siap-siap membulatkan tekat untuk ikut sidan tilang di Pengadilan Jakarta Pusat 15 Februari nanti.

Dikatakan membulatkan tekat, karena dulu waktu dbaikang dan mau ikut sidang di Pengadilan Jakarta Selatan dalam kasus salah jalan, ketemu polisi mau tanya malah dbaikang dimana saya menolak ‘jalan damai’, mental saya down ketika setengah mati mencari lokasi pengadilan, lalu sampai di depan pengadilan Jakarta Selatan sudah dihadang para calo yang menakut-nakuti, sidang masih lama, de el el, hingga akhirnya saya memilih memakai jasa mereka.

RAZIA ilegal Satlantas Restro Jakpus

Sumber:http://metro.kompasiana.com/2013/02/12/razia-ilegal-satlantas-restro-jakpus-di-jlindustri-kemayoran-533574.html

Saya harus bijimane ye?
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 5
ga usah ikut sidang gan, datang aja sehari setelah sidang, bayar denda ambil sim
Emang bisa gitu Gan? Tadi aye ga mau tanda-tangan surat tilang itu gpp? Berapa sih yang harus dibayar nanti?
kalo dicegat polisi/razia mo lo pinter hukum sekalipun mending ngalah aja. ga usah ngebantah polisi emoticon-Big Grin, biasanya kalo nurut malah bebas langsung emoticon-Big Grin
emang bnyk mental aparat dan pejabat di negara ini sudah kacau emoticon-Sorry
yg sabar ya gan .. kalo kata orang jawa yang waras mending ngalah emoticon-Embarrassment
Klo ada razia surat2 di jalan, mendingan kita nurut aja dahh..

mau nanya surat tugas atau apalah tetep aja bakal kalah...
Quote:


difoto, ada rambu lalu lintas dilarang berhenti (S coret), ada 2 pula,
berarti polisinya harus dbaikang semua emoticon-Big Grin
agar aman maka patuhilah peraturan lalu lintas emoticon-thumbsup
tertib berlalu lintas
Gak juga Gan, pengalaman gue dulu emang tukang berantem ama polisi (karena gue ga merasa ada yang gue langgar), dan biasanya lolos. Tapi pas gue salah, gue pasrah aja karena merasa salah, seperti kejadian di lampu merah Mangga Dua depan WTC dulu, sim gue pas habis, boncengan ga pakai helm, diglandang ke pos gue pasrah aja. Polisinya nulis tilang gue liatin aja, ampe yapolisinya sok baek bilang "damai aja gimana?".

Bayangin pengalaman gue yang mau taat hukum dulu waktu nyari Pengadilan Jakarta Selatan setengah matek, ampe di tempat sidang dicegat calo, gue nyerah aja. Tuh polisi bilang helmnya ga usah didenda, ga punya sim denda 100 rebu. Gue kasih gocap dia suruh buka dompet lagi, eh duit atu-atunya gue tinggal 20 rebu diembat juga. Singkatnya hari itu seharian gue jualan pagi ampe jam 9 malam dapat 70 rebu diembat ama tuh polkis semua.

Culunnya waktu pulang gue masih bilang makasih (karena ga dbaikang,) hehe.
Quote:

polisi selalu benar emoticon-Ngakak
jangan di protes lg kl pas razia gitu....emoticon-Big Grin
Santai aja, Gan. Ane juga pernah kena tilang dan lebih milih ikut sidang. Tenang aja. Sidangnya ndak lebih dari 15 menit.

Nah kalau ente dapet jadual sidang tanggal 15, datangnya 2 atau 3 hari setelahnya. Dijamin sepi. Itu sih pengalaman ane.

O ya, ikut sidang dendanya ndak lebih dari 50 ribu.

Sukses lah..emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


sadar gak sadar sengaja atau tidak sengaja memang melanggar hukum
padahal katanya penegak hukum loh emoticon-Big Grin
susah gan ... mendingan bayar denda-nya aja ... emoticon-Matabelo
Kalo sama polantas mending pasrah n ngaku salah aja gan, kadang mereka jadi lunak n mau terima 20rb kl motor mah, daripada ngeyel n idealis malah kesulitan sendiri.

Di negeri para bedebah ini kita mesti luwes.
Semoga suatu saat ada perubahan kerah lbh baik
Quote:


Hahahaha, menegakkan hukum di Indonesia bagaikan menegakkan benang basah. Petugasnya ngetem di tempat yang ga boleh berhenti, hehe.
Ambil ajah ke kantor polkis nya sblm sim di kirim ke pengadilan, biasa sih ane gitu. 3-4 hari seudah di tilang datang ke kantor polkis bilang mau ambil paling kena 30rb doank.
Quote:


Bener sih Gan, tapi kudu ati2 juga. Entar die tambahin Pasal 5 (tetulis di belakang surat tilang) dendanya bisa 250 jeti Ganemoticon-Ngakak
Quote:


setau ane klo kita kena 1 pasal (untuk motor) dendanya 50rb dan benar2 disidang (ane ngalamin di pengadilan jak tim).
tapi klo di pengadilan jakarta pusat ngak ada sidangnya langsung bayar 75rb (ane yakin yg 25rb nya diambil tuyul)
Quote:


pengalaman ente sama gan ama ane...dulu lupa nyalain lampu di tangkep di pertigaan sebelum flyover atrium depan revoli....
krn ane salah maka ane diem aja...dia ajak ke warteg dng harapan ane ngasih uang damai...ane ngga tanggepin tuh ampe dia tulis surat tilang ane terima trus cabut...
waktu itu temen ane mintain tolong buat ambil dipengadilan dia dateng setelahnya.....waktu itu kena denda 70rb

itu apa jg ilegal krn yg nangkep ngga pake tanda apa2 100m sebelumnya...dan hampir sering ane liat razia dadakan gini..entah di lampu merah atau di tikungan....dan lebih parah lagi ane sering liat di patung kuda indosat banyak yg kena tilang....ama plokis2 disitu....
pasalnya ane ijin copas gan emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 5
×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di