alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Anas di Dzolimi Habis-habisan oleh SBY, Kediamannya pun Ramai Dikunjungi Shohibnya!
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/511979480c75b4d611000008/anas-di-dzolimi-habis-habisan-oleh-sby-kediamannya-pun-ramai-dikunjungi-shohibnya

Anas di Dzolimi Habis-habisan oleh SBY, Kediamannya pun Ramai Dikunjungi Shohibnya!

Anas di Dzolimi Habis-habisan oleh SBY, Kediamannya pun Ramai Dikunjungi Shohibnya!
SBY

Dianggap Kebiri Kewenangan Anas, Eks Pendukung SBY Kecewa
11/02/2013 21:23

Liputan6.com, Jakarta : Sikap Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono yang dianggap telah 'mengkebiri' kewenangan Ketua Umum PD Anas Urbanigrum lantaran diminta untuk konsentrasi masalah hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi, menuai polemik diberbagai kalangan. Diantara mereka yang kecewa adalah Rizal, Ketua Umum Solidaritas Menangkan SBY pada pemilu 2004-2009 lalu. Ia mengaku kecewa atas sikap SBY yang dinilai tidak negarawan. Betapa tidak, SBY hampir sepekan ini terlihat lebih mengurusi partai daripada rakyat. "SBY itu lebih baik urusi negara, jangan urusi partai karena ruang lingkup partai itu kecil. SBY kurang mencerminkan sosok negarawan, jangan sampai nanti SBY disebut publik sebagai Bapak Partai," kata Rizal usai menjenguk Anas di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (11/2/2013).

Rizal juga mengaku menyesal ikut andil memenangkan SBY menjadi Presiden selama dua periode itu. Ia begitu kecewa melihat prilaku SBY. Apalagi sikap inkonsisten SBY yang pernah menyampaikan bahwa pejabat publik agar tidak mengurusi parpol. "Katanya SBY tidak mau mengurusi partai, tapi kok kenyataannya berbeda. Kebijakan yang jelas tidak sesuai kenyataan," ucap Rizal yang memakai kemeja putih saat membesuk.

Ia menambahkan, kondisi rakyat yang tengah berada dalam kegalauan ekonomi lebih perlu mendapat perhatian Presiden. Oleh sebab itualah, masalah internal partai cukup diserahkan kepada Anas. Jika tindakan SBY dengan membentuk Majelis Tinggi Partai hanya untuk melengserkan Ketum, hal itu tidak sesuai dengan cita-cita berdirinya Demokrat itu sendiri. Anas pun selaku politisi muda telah disakiti oleh Ketua Dewan Pembinanya sendiri yang notabene adalah Presiden. "Kalau begitu caranya, Anas ini adalah tokoh muda yang dizalimi SBY," pungkas Rizal.
http://news.liputan6.com/read/509744...ung-sby-kecewa

Kenapa SBY Berubah, Anas Bilang Tidak Tahu
11/02/2013 19:13

Liputan6.com, Jakarta : Senior Anas Urbaningrum di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Erlangga Mohammad mengunjungi Anas di kediaman. Dalam kunjungan sekitar dua jam itu, Erlangga banyak berbincang dengan Anas termasuk mengapa Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono 'melengserkan' Anas. "Katanya SBY berpolitik santun, kita umat kecewa kan Anas belum tersangka. Kenapa harus menggunakan itu?" kata Erlangga usai membesuk Anas di kediaman, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (11/2/2013). Erlangga lalu bertanya ke Anas, "Kenapa kok Pak SBY berubah?"

Lalu, kata Erlangga, Anas menjawab, "Saya juga tidak tahu." Saat menjawab pertanyaan ini, menurut Erlangga, Anas sambil tertawa kecil. Erlangga tidak tahu maksudnya. Tetapi, Erlangga menegaskan bahwa hubungan SBY dan Anas Urbaningrum tidak renggang. Hubungan keduanya seperti bapak dengan anak. "Anas itu orangnya tawadhu (rendah hati) kok. Anas ini orangnya defensaif. Beliau menjaga hubungan dengan SBY, dan menganggap SBY sebagai bapak," kata Erlangga. "Ya mungkin bapak yang sedang marah." Erlangga menegaskan bahwa posisi Anas sebagai ketua Umum Partai Demokrat tidak bisa digeser. Anas masih ketua umum yang terpilih secara sah sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
http://news.liputan6.com/read/509649...ang-tidak-tahu

Anas di Dzolimi Habis-habisan oleh SBY, Kediamannya pun Ramai Dikunjungi Shohibnya!
Anas

Kediaman Anas Ramai Kader KAHMI dan Partai Demokrat
12/02/2013 00:53

Liputan6.com, Jakarta : Kediaman Anas Urbaningrum telah ramai disambangi para kader dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) pada Selasa dini hari. Di dalam rumah mewah di Jalan Teluk Semangka nomor 47, Komplek TNI AL, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (11/2/2013), belasan orang dari kader KAHMI maupun Kader Partai Demokrat yang telah berkumpul. Pantauan Liputan6.com Selasa (12/2/2013), sepertinya mereka tengah asyik bercengkrama. Karena terdengar suara candaan dari luar rumah Anas.

Beberapa tamu datang silih berganti sejak pukul 21:00 WIB. Mereka mengaku berasal dari beberapa daerah Pemalang Jawa Tengah dan Surabaya Jawa Timur. Salah satunya adalah anggota KAHMI dari Pemalang Jawa Tengah bernama Doddy Alfayed, yang mengaku bertandang kerumah Anas untuk silahturahmi. "Mau tengok Anas, kita jauh dari kampung Pemalang mau tengok Mas Anas sakit. Kita silaturrahmi saja sekaligus mengadakan pengajian," kata Doddy yang tiba dirumah Anas sekitar pukul 23:30 WIB.

Doddy yang mengaku Anggota HMI periode 1999-2001 era Ketum HMI Taufik Hidayat itu juga mengaku akan menggelar doa bersama, selain mengunjungi Anas. "Saya ingin bersilaturahmi, hanya mengaji (pengajian) bersama Pak Anas kok," ucap Doddy yang terburu-buru memasuki kediaman Anas. Beberapa kader Partai Demokrat yang mengaku berasal dari Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur pun hadir di rumah Anas. Salah satunya adalah Dedi Prihambudi yang tiba hampir bersamaan dengan Doddy. "Saya Dedi dari DPD Jatim, mau masuk ke dalam," kata Dedi yang langsung memperkenalkan diri kepada para pemburu berita yang sudah berada di depan kediaman Anas.

Dedi tiba sekitar pukul 23.30 WIB dengan menumpang taksi. Setelah berkumpul, tak lama kemudian Ketua Departemen Keuangan DPP Partai Demokrat Ikhsan Modjo meninggalkan rumah Anas. Modjo saat keluar didampingi oleh 2 orang yang diduga kuat kader DPP Demokrat. Namun Modjo mengaku pertemuan didalam hanya menjenguk orang sakit. "Tidak ada (pembicaraan serius) hanya tengoki orang sakit," ucap Modjo yang langsung menuju mobil sejenis Grand Livina warna hitam bernopol B 1183 xxx.
http://news.liputan6.com/read/509836...r-kahmi-dan-pd

------------------------------

Anas secara politis semakin kuat dengan sikap SBY yang 'main kayu' dalam menyelesaikan masalah internal partai Demokrat. Apesnya lagi, "sikap tegas" SBY itu diambil saat status Anas masih bersih dari status tersangka korupsi oleh KPK. Itu bedalah pada saat Andi Mallarangeng ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek Hambalang oleh KPK tempo hari. Ketika dia menyatakan mundur sebagai menteri, tak ada yang istimewa disana, karena memang seharusnya begitu bila pejabat tinggi negara menjadi tersangka tindak pidana.

Itu beda dengan musibah yang melanda Anas! Kalau dia selama ini dituding terlibat dalam korupsi di proyek Hambalang, semua itu masih sebatas tuduhan mulut busuk Nazaruddin semata, dan wacana busuk hasil manipulasi media berbayar. Buktinya, pimpinan KPK sendiri sampai saat ini masih bertengkar dalam menetapkan status Anas, tersangka atau tidak tersangka. Sampai-sampai beredar pula [URL="http://news.detik..com/read/2013/02/11/144926/2166785/10/pimpinan-kpk-rapat-soal-sprindik-kasus-anas-minus-abraham-samad?9922032"]surat palsu[/URL] perintah penyidikan itu. Lalu tiba-tiba SBY 'menghukum' Anas sebagai Ketua DPP dengan 'melucuti' semua kewenangannya dan otomatis 'membekukan' DPP Demokrat, atas alasan apa? SBY sempat menyebutkan alasannya, agar Anas berkonsentrasi dengan masalah hukumnya. Tapi masalah hukum yang mana? Kalau seseorang dipanggil ke KPK hanya dimintai keterangan sebagai saksi, itu bukan berarti orang ybs sudah bermasalah hukum dengan Lembaga Penegak hukum seperti KPK itu. atau keputusan itu akibat SBY mengikuti [URL="http://www.lensaindonesia..com/2013/02/07/sby-dapat-solusi-prahara-demokrat-ketika-sholat-subuh-di-mekkah.html"]'wangsit'[/URL] yang diterimanya saat sholat subuh di Mekkah? Maybe!

Makanya wajar ajalah, sikap keras SBY pada Anas itu, di cap publik sebagai sikap pendzoliman terhadap diri Anas. Dan, sudah menjadi sikap umum rakyat Indonesia, kepada siapa saja yang nasibnya di dzolimi, maka mereka menaruh simpati kepada orang itu. Itu mirip kisah SBY sendiri ketika tahun 2004 lalu, ketika dia di kuyo-kuyo dan didzolimi oleh petinggi PDIP, khususnya para menteri dan Presiden Megawati sendiri. Tapi posisi di dzolimi itu yang justru membawa kemenangannya SBY untuk meraih kursi Presiden pada Pilpres tahun itu juga. Kok bisa? Itu karena, salah satu sebabnya, do'a orang yang di dzolimi itu sangat makbul untuk dikabulkan Allah. Makanya tak heran kalau orang pada berbondong-bondong datang ke rumah Anas, menyatakan rasa simpatinya itu!
Diubah oleh: yantique
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 5
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 08
jgn terlalu percaya ucapan orang hmi ...
mereka cukup pandai berpolitik, bisa dibilang licik juga... punya berbagai maca trik untuk mencapai posisi yang diinginkan ... rata rata trik trik yang sulit untuk dibayangkan .... kaderisasinya memang begitu.
Diubah oleh pemulungs
gw yakin Anas bakal tetap "aman" kok emoticon-Big Grin
liat aja di akhir nanti...

dan gw berharap SBY kena politik "mendzolimi" seperti yang dia kenakan ke megawati beberapa waktu silam emoticon-Big Grin

klo masalah bicara benar atau salah, dalam politik sudah pasti bakal "bias", cuma masalah kuat2an lobi dan gerakan aja emoticon-Ngakak
Diubah oleh Ekspresi2nd
anas sangat aman .. di partai dan di kasus hambalang .... , indonesia jangan berharap ada mantan ketua hmi yang masuk penjara

Quote:


Anas di Dzolimi Habis-habisan oleh SBY, Kediamannya pun Ramai Dikunjungi Shohibnya!

"Anas Pertanyakan SBY yang Ambil Alih Kewenangannya"
Anas tidak akan melawan karena merasa masih menjadi ketua umum
Selasa, 12 Februari 2013 | 06:21 WIB

VIVAnews - Anas Urbaningrum memastikan tidak akan melawan Susilo Bambang Yudhoyono meski kewenangannya sebagai Ketua Umum diambil alih oleh sang Ketua Dewan Pembina. Anas merasa masih sah menjadi ketua umum partai pemenang Pemilu 2009 yang elektabilitasnya kini diprediksi melorot tinggal 8,3 persen saja itu.

Hal tersebut disampaikan Erlangga Mohamad, senior Anas di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), setelah menjenguk Anas yang mengaku sedang sakit di rumahnya di Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta, Senin sore, 11 Februari 2013. "Anas pasrah dan berdoa saja, tidak akan melawan karena merasa masih Ketua Umum," kata mantan Sekretaris Jenderal Korps Alumni HMI itu, kepada wartawan.

Meski begitu, imbuh Erlangga, Anas sedikit mempertanyakan sikap politik SBY yang menyatakan mengambil alih kewenangannya sebagai ketua umum. Menurut Anas, hal itu bertentangan dengan konsep "politik santun" yang selalu diingatkan SBY kepada seluruh kader Partai Demokrat. SBY, menurut Erlangga, tidak menghormati asas praduga tak bersalah karena mengambil alih kewenangan Anas dengan alasan agar dia lebih fokus pada proses hukum yang sedang membelitnya. Soalnya, hingga kini Anas belum berstatus tersangka.

Anas, sebagaimana dituturkan Erlangga, berprasangka bahwa SBY lebih menggunakan pertimbangan opini publik yang telah meyakini keterlibatannya dalam kasus korupsi Hambalang. "Anas mengatakan itu pengaruh opini publik," ujarnya. Berkunjung ke rumah Anas selama kurang lebih dua jam, Erlangga membenarkan bahwa juniornya itu sedang sakit flu dan sedikit demam. Tapi kondisinya sudah mulai membaik, "bahkan sudah ketawa-ketawa."
Erlangga mengaku tidak membicarakan pakta integritas yang disodorkan SBY dan ditandatangani para petinggi Partai Demokrat pada Minggu malam kemarin di Puri Cikeas. Anas sendiri tidak hadir di acara itu dengan alasan sedang flu
http://nasional.news.viva.co.id/news...kewenangannya-

Anas di Dzolimi Habis-habisan oleh SBY, Kediamannya pun Ramai Dikunjungi Shohibnya!
Anas, anak yang bhakti dan santun pada orang tua, tipe orang jawa yang memegang teguh prinsip 'mikul duwur, mendhem jero' ...
Diubah oleh yantique
Quote:


seperti akbar tandjung beberapa waktu silam emoticon-Ngakak

makanya dalam politik,bukan masalah siapa benar siapa salah...tapi siapa punya kepentingan emoticon-Ngacir
Ah itu perasaan dek anas saja emoticon-Big Grin

tetap ditunggu klo emang gk terbukti ya robohkan saja kebo itu, tapi klo terbukti ya segera ke monas

Eniwei dr dlu kagak percaya dengan kata2 mutiara HMI emoticon-Malu (S)
peduli setan ama demokrat , yang penting ada shitnetron baru "gantung anas di monas" emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
yang ane pegen denger anas ketangkap dan di gantung dimonas, seperti sumpah beliau pada masa silam, emoticon-Big Grin ehehehehe hal yang mendebarkan di seluruh dunia
benar atau salah itu sifatnya relatif, ..
benar menurut siapa, ...
salah menurut siapa, ...

yang netral adalah fakta, ...

silahkan mengikuti jejaknya senior akbar tanjung emoticon-Big Grin
akbar tandjung ...

yahya zaini Vs maria eva (di ranjang) ... lolos kannn dari polisi... malah bisa s2 emoticon-Big Grinemoticon-Ngakak

priyo budi santoso ... mantan hmi juga ....

ada siii hmi yg baguss ... tapi bagusnya setelah meninggalkan ke hmi annya.

saking kuatnya hmi, malah mentri pora yg lebih dulu jadi tersangka ... mentri pora ini bukan kader hmi ... paling mantan bem ugm

Quote:


Diubah oleh pemulungs
kalau kayak analogi partai kesandung sapi kemarin, sby didzolimi , sby jadi presiden. pks didzolimi, pks menang pemilu.
apa analogi versi mahabarata ini juga iya ya? anas didzolimi, anas jadi presiden.. emoticon-Big Grin
Quote:


hal ini di luar skenario pak beye
emoticon-Ngakak

skenario sebenarnya kan pada jumat keramat itu kpk menjadikan anas sbg tsk, trus malamnya pak beye pidato ambil alih penyelamatan partai ini.........

namun apa daya, kpk ngga mau menari mengikuti tabuhan gendang pihak lain.....

jika saja jumat itu kpk keluarkan status anas sbg tsk, maka kemenangan bagi pak beye dan kehancuran kredibilitas dari kpk...........

makanya belakangan kubu pak beye agak melunak ketika melihat response anas pasca pidato pengambil alihan oleh MT parte, anas tetap tenang dan kalem melantik pengurus partai di banten.....
Quote:


akbar tanjung udah sempat masuk sel kejagung gan.........

ini bukan soal organisasinya.. ini soal kepribadiannya......

perlawanan anas kali ini cantik, kalem, dan santun... tidak frontal dan menggebu gebu..... jadi lawan2 politiknya di buat keki.....

setipe sama akbar tanjung dulu yg memang bicaranya alus, kesannya kalem dan tenang....


andai kata perlawanan anas meledak ledak spt orang ngga bisa mengendalikan emosinya, maka udah dr kemarin anas habis.........

ini menunjukkan kematangan emosinya.....


soal statement gantung anas di monas , bagi kita2 orang awam itu jadi bahan ledekan utk anas, tapi bagi lawan2 politiknya, itu semacam hentakan yg membuat mereka kaget, bahwa berat utk mengkriminalisasi anas
Post ini telah di hapus oleh hansip
Anaz dizolimi?

Bukan urusan gw dan gak ngaruh ke gw.

Gak usah cari simpati dengan playing the victim.

Muak dengan politikus munafik.
SBY jadi diktator, Hidup HMI emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
Bhatoegana, Bhatoegana...mana Bhatoegana??

KPK AKAN DITUTUP OLEH UMMAT..... UMMAT MANA BOSSSSSS????????

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Sekjen Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Erlangga Mohammad mengatakan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengakui sikap SBY akhir-akhir ini berubah-ubah. Namun Anas pun disebut tidak meminta dukungan dari siapa pun juga.

"Saya curhat ke Anas kan dulu SBY komitmen politik santun. Kok tiba-tiba saja bilang silahkan keluar kalau tak setuju dengan kebijakannya. Itu kan tidak santun. Anas bilang memang belakangan ini SBY berubah-ubah," tutur Erlangga, menceritakan pertemuan dua jamnya dengan Anas, Senin (11/2/2013). Erlangga melihat belakangan ini sikap SBY memang bertolak belakang dengan penerapan politik santun.

Langkah paling parah, menurt Erlangga adalah keputusan SBY mengambil alih kendali partai melalui Majelis Tinggi Partai Demokrat. Tapi dia melihat Anas pun tak berminat meladeni SBY. "Kata Anas, ya begitulah. Lebih baik pasrah saja. Perkataan Anas itu sesuai sifatnya yang tawadhu (rendah hati)," ujar Erlangga.

Sebelumnya Erlangga juga sudah menuturkan bahwa Anas tidak kecewa ataupun sakit hati atas putusan SBY. Menurut dia, Anas bahkan tak minta dukungan dari siapapun. Kepada Erlangga, yang diminta pun hanya doa. Erlangga adalah senior Anas saat aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). "Anas tidak minta support, dia hanya minta doa agar semuanya lancar," ujar dia.

Ketika disinggung mengenai beredarna dokumen yang disebut-sebut merupakan surat perintah penyidikan (spridik) dengan Anas sebagai tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Erlangga mengatakan informasi tersebut menguatkan dugaan intervensi SBY ke KPK. Menurut dia kebenaran telah dibukakan jalannya jika status tersangka pada Anas terkait kasus Hambalang adalah rekayasa. "KPK ketahuan merekayasa, lihat aja. Jika itu benar-benar dilakukan, KPK akan diserbu umat. Bisa-bisa KPK lenyap," tegas dia.

Pantauan Kompas.com, Anas belum menampakkan diri di hadapan awak media yang menunggu sejak pagi. Erlangga sendiri keluar dari rumah Anas pada sekitar jam 16.30 WIB, setelah berada di dalam rumah selama dua jam. Anas sudah berangsur sehat, setelah dikabarkan flu pada Minggu
Halaman 1 dari 5


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di