alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51192a5f542acf616b000009/soal-gedung-sjahrir-sejarawan-lipi-lebih-baik-kedubes-as-yang-pindah
Thumbs up 
Soal Gedung Sjahrir, Sejarawan LIPI: Lebih Baik Kedubes AS yang Pindah
Soal Gedung Sjahrir, Sejarawan LIPI: Lebih Baik Kedubes AS yang Pindah

Quote:Jakarta - - Kedubes AS berencana merelokasi gedung Sjahrir yang merupakan bangunan bersejarah Indonesia. Alih-alih memindahkan gedung Sjahrir, lebih baik Kedubes AS yang dipindahkan.

"Menurut saya jadinya tidak otentik lagi," kata sejarawan LIPI, Asvi Warman Adam, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (7/7/2012).

Asvi malah mempertanyakan keberadaan kedubes AS yang berada dekat dengan gedung yang pernah menjadi kantor perdana menteri Sutan Sjahrir itu. Ia menilai keberadaan kedubes AS membuat masyarakat kesulitan untuk menengok nilai sejarah dari gedung itu.

Menurutnya, lebih baik jika kedubes AS yang pindah dari lokasi tersebut. Sebab, kedutaan asing itu sangat mungkin untuk pindah lokasi.

"Mungkin pada suatu saat nanti kedubes AS saja yang pindah, itu lebih baik. Karena kedutaan asing lokasinya kan tidak tetap. Permasalahannya mau gak kedubes itu yang pindah," ujarnya.

Asvi menyebut kasus serupa yang pernah terjadi, yaitu pemindahan gedung Tionghoa dari Tangerang ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Namun, dia menjelaskan, pemindahan gedung tersebut tidak seutuhnya berhasil dilakukan.

"Waktu itu di Tanggerang ada gedung Tionghoa dan rencananya akan di pindahkan ke TMII. Tapi tidak seutuhnya dipindahkan," tuturnya.



Quote:Kedubes AS Bisa Bongkar Gedung Sjahrir, Tapi Tidak dengan KBRI Washington

Jakarta - - Kedubes Amerika Serikat di Indonesia berencana memindahkan kantor PM Sjahrir yang berada di kompleks kedubes. Pemindahan dilakukan dengan membuat replika gedung yang sama persis dan berlokasi tidak jauh dari tempat semula.

Kondisi hampir mirip juga terjadi pada KBRI Washington di Amerika Serikat (AS). Tapi bedanya, KBRI tak bisa melakukan perbaikan dengan memindahkan gedung. Bukan apa-apa, AS sangat menjaga situs sejarahnya, perbaikan dan perombakan pun dengan izin ketat. Jadi pemindahan lokasi hampir mustahil.

Menurut situs KBRI Washington, gedung KBRI yang terletak di 2020 Massachusetts Avenue itu juga termasuk bersejarah dan terdaftar sebagai National Register of Historic Places. Gedung kuno itu dibangun pada awal abad 20, tepatnya tahun 1901 oleh pemilik tambang emas, Thomas F Walsh.

Walsh adalah imigran dari Irlandia yang mengadu nasib ke AS pada usia 19 tahun. Dia mencoba peruntungannya dalam industri pertambangan emas, dan berhasil memiliki dan mengembangkan tambang emas Camp Bird di Ouray, Colorado dan menjadi salah satu tambang terkaya di dunia.

Walsh membangun mansion ini setelah menikah dengan Carrie Bell Reed. Dengan membayar arsitek Henry Anderson, Walsh-Reed menghabiskan biaya US$ 853 ribu dan pindah ke situ tahun 1903. Saat itu sosialita AS dipengaruhi bentuk gedung cole des Beaux Arts do Paris.

Gaya mansion ini antik, dengan 3 lantai dengan 50 kamar, beratap kaca patri, memiliki tangga utama bermezanin berbentuk Y, ada 2 patung marmer 2 orang Romawi yang berdansa. Koran Evening Star pada 8 Desember 1903 menjelaskan bahwa meja makan di mansion ini terdapat ornamen anggrek kuning yang ternyata berasal dari bongkahan emas di tambang Camp Bird.

Mansion ini bersejarah lantaran menjadi tempat pertemuan sosialita baik bersifat politik maupun sosial. Putri Presiden AS Theodore Roosevelt, Alice Roosevelt pernah diundang ke sini untuk menghadiri pesta dansa. Saat Raja Albert dan Ratu Elizabeth I berkunjung ke Washington, Wakil Presiden AS Thomas R Marshal pernah menjamu tamu negara ini di mansion Walsh.

Walsh kemudian mewariskan mansion ini kepada putrinya Evalyn Walsh, yang juga istri dari pemilik koran Edward B McLean. Evalyn diketahui merupakan sosialita terkenal di Washington DC, diketahui pula sebagai pemilik terakhir berlian 44,5 karat berwarna biru yang terkenal dengan 'Diamond Hope'. Berlian itu kini tersimpan di Smithsonian Museum of Natural History.

Nah, Evalyn mengizinkan gedung ini digunakan oleh Pemerintah AS. Kemudian, Dubes RI untuk AS yang pertama Ali Sastroamidjojo membeli mansion ini pada 19 Desember 1951. Saat itu, AS sedang mengalami resesi, tak heran bila Ali Sastroamidjojo membelinya seharga US$ 335 ribu, atau kurang dari separuh biaya pembangunannya pada 1903. Pemerintah RI kemudian mengeluarkan US$ 75 ribu untuk merenovasinya.

Gedung bangunan itu sampai sekarang masih bertahan baik bentuk, arsitektur dan interiornya. Pemerintah RI hanya menambahkan gedung baru di samping gedung lama itu pada 1982, saat Dubes RI untuk AS dijabat Ashari Danudirdjo. KBRi Washington hingga kini juga mempersilakan siapa saja melakukan tur ke Walsh Mansion ini, dengan perjanjian, tentunya.

"Kita punya KBRI di sana itu kita pernah menambah struktur. Dari KBRI bikin wing baru sejak 1980-an dan gedung yang ada sekarang gedung heritage di Wasington DC," jelas Dubes RI untuk AS, Dino Patti Djalal ketika dikonfirmasi detikcom usai acara peluncuran buku 'Life Stories: Resep Sukses dan Etos Hidup Diaspora Indonesia di Negeri Orang' di Hotel Grand Hyatt, Bundaran HI, Jakarta, Rabu (19/7/2012) malam

Tapi apakah gedung KBRI itu bisa dipindahkan? "Tergantung status gedungnya apa. Tapi kalau gedung KBRI kita di sana tidak bisa karena mengandung histori," jawab Dino.

Namun ketika Dino ditanya mengenai gedung eks kantor Syahrir di kompleks Kedubes AS di Jakarta yang merupakan gedung bersejarah tetapi justru bisa dipindahkan, Dino menjawab, "Itu saya nggak tahu. Isunya tanyakan ke Kemenlu saja".



Quote:Soal Gedung Sjahrir, Kemlu: Izin Pemindahan Kewenangan Pemda

Jakarta - - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengaku tidak punya kewenangan memberi izin atau tidak seputar pemindahan Gedung Sjahrir di Kompleks Kedubes AS. Kewenangan itu sepenuhnya ada di tangan Pemda setempat.

"Untuk masalah perizinan tentu itu komunikasinya tidak langsung dengan Kemlu," kata Juru Bicara Kemlu, Michael Tene, di kantor Kemenlu, Jalan Pejambon nomor 6, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2012).
Tene menyerahkan sepenuhnya pemindahan gedung bersejarah tersebut kepada dinas terkait.

"Jadi, komunikasinya melalui Pemda setempat karena Kemlu sendiri tidak mempunyai kewenangan untuk mengizinkan atau tidak. Sekali lagi itu sepenuhnya kepada dinas terkait," ujar dia.

Ketika ditanya mengenai KBRI Washington di Amerika Serikat (AS) yang tak bisa melakukan perbaikan dengan memindahkan gedung, dan beda dengan yang terjadi di Indonesia, Tene berpendapat kedua hal tersebut berbeda karena memiliki aturan masing-masing

"Di sini, kita punya aturan sendiri. Ini tidak ada kaitan dengan menang kalahnya diplomasi kita. Ini kaitannya bagaimana penegakan hukum bisa dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku di negara masing-masing," papar Tene.

"Bisa saja di Indonesia mengizikan pergeseran bangunan bersejarah, di AS tidak itu terkait aturan masing-masing," lanjut dia.

Dubes AS Scot Marciel sebelumnya menjelaskan gedung Sjahrir tidak dihancurkan tetapi dipindahkan. Kedubes AS menjamin akan merawat dan melestarikan bangunan itu. Dan dipindahkan agar bisa lebih dekat ke masyarakat.


Komeng TS: Mentang mentang negri adikuasa main seenaknya aje mindahin cagar budaya bangsa, padahal KBRI di washington aja tidak boleh sedikitpun diutak atik model gedungnya dg alasan termasuk situs bersejarah yg dilindungi? emoticon-Gila

akankah jokowi takluk dengan Amerika? Atau lebih memilih untuk mempertahankan salah satu cagar budaya negri ini? emoticon-I Love Indonesia (S)


Sumber:
[url]http://news.detik..com/read/2012/07/21/142308/1971266/10/soal-gedung-sjahrir-kemlu-izin-pemindahan-kewenangan-pemda?nd771104bcj[/url]
[url]http://news.detik..com/read/2012/07/19/161548/1969736/10/kedubes-as-bisa-bongkar-gedung-sjahrir-tapi-tidak-dengan-kbri-washington?nd771104bcj[/url]
[url]http://news.detik..com/read/2012/07/07/121045/1960021/10/soal-gedung-sjahrir-sejarawan-lipi-lebih-baik-kedubes-as-yang-pindah?nd771104bcj[/url]

Gedung Kedubes AS di Jakarta, Cagar Budaya Sejak 1993

Quote:Jakarta - - Sebanyak US$ 450 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun disiapkan Kedubes AS di Jakarta untuk memugar gedungnya. Gedung yang ditempati Kedubes AS ini merupakan bangunan cagar budaya sejak keluarnya Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 475 Tahun 1993.

"Berdasar SK 475 Tahun 1993 maka gedung Kedubes AS merupakan cagar budaya, bangunan kategori A. Kita tahu tempat itu bersejarah karena pernah menjadi kantor tim delegasi Indonesia dalam perundingan dengan Belanda. Karena Sjahrir merupakan Perdana Menteri, maka dia juga berkantor di sana," ujar Ketua Tim Penasihat Pelestarian Lingkungan dan Bangunan Cagar Budaya Pemerintah DKI Jakarta, Bambang Eryudhawan.

Hal itu disampaikan Bambang dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (23/7/2012).

Nah, ketika SK tersebut keluar, gedung tersebut sudah digunakan oleh Kedubes AS. Menurut Bambang, gedung yang dibangun pada abad ke-20 dengan arsitektur gaya Eropa tersebut telah ditempati Kedubes AS sejak 1954. Artinya, jauh sebelum bangunan dinyatakan sebagai cagar budaya.

"Kita tidak tahu apakah sejak 1954-an sampai dengan 1993-an bangunan masih utuh seperti awalnya dulu atau tidak. Karena kan sudah 40 tahun lebih ditempati," imbuh Bambang.

Kedubes AS yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan nomor 4 Jakarta juga pernah dipakai sebagai kantor Jawatan Gedung-gedung Negara yang berada di bawah Departemen Pekerjaan Umum. Gedung ini masuk dalam kategori A, merupakan bangunan yang dilarang dibongkar atau diubah.

Apabila kondisi fisik bangunan rusak tanpa sengaja maka dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun kembali sesuai dengan aslinya. Dalam perawatannya juga harus digunakan bahan yang sama dengan bangunan aslinya. Bangunan ini merupakan cagar budaya.

"Kalau masuk kategori A seharusnya dipertahankan mati-matian. Tapi lokasi itu kan nggak bisa sembarangan diakses. Dulu waktu ditetapkan sebagai cagar budaya belum dipastikan benar masih sesuai bangunan asli atau tidak karena belum didukung 100 persen data akurat," tutur Bambang.

Akses ke lokasi tersebut memang tidak mudah karena bagian dari negara lain, meskipun tetap tunduk pada hukum Indonesia. Nah, jika ternyata sudah banyak perubahan di gedung tersebut, maka Pemda DKI juga tidak bisa berbuat banyak. Sebab lebih dari 40 tahun menempati bangunan tersebut, tidak menafikkan kemungkinan adanya perubahan di sana-sini.

"SK itu baru keluar tahun 1993, era gubernur Soerjadi Soedirdja. Tentu bukan salah gubernur juga baru mengeluarkan SK tahun 1993 karena gerakan pelestarian, UU-nya baru muncul tahun 1992. Sebelumnya pakai aturan Belanda," terang Bambang.

AS berencana melakukan renovasi besar-besaran pada kompleks kedutaan besar mereka yang berada di Indonesia. Menurut Overseas Building Operations Project Director dalam proyek tersebut, Tamela Simpson, gedung ini nantinya akan menjadi gedung yang memadukan antara arsitektur modern dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

Gedung itu akan terdiri dari 10 lantai perkantoran dan 4 lantai parkir. "Kami akan menciptakan gedung ini menjadi gedung yang ramah lingkungan, dan kami juga berusaha untuk membangun gedung ini dengan menggunakan standar tertinggi," ujar Tamela, di Gedung Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2012).

Di beberapa titik akan ditempatkan panel matahari yang dapat menyimpan dan mengolah energi matahari yang disimpan untuk membantu memasok kebutuhan listrik. Pemerintah AS juga menyatakan akan melakukan perluasan komplek kedubes. Nantinya, komplek Kedubes AS tidak hanya bisa diakses dari Jalan Medan Merdeka Selatan saja, tetapi juga dapat diakses dari Jalan Kebon Sirih, sehingga ini diharapkan akan memudahkan akses menuju kedalam kompleks.

Proyek ambisius pemerintah AS ini terlihat sudah mulai berjalan. Saat detikcom berkesempatan mengunjungi gedung Kedubes AS terlihat beberapa orang melakukan pekerjaan membongkar konblok yang terdapat di dalam kompleks kedubes. Hal ini juga dikonfirmasi oleh seorang staf kedubes yang ditemui detikcom di lokasi.
Quote:Original Posted By troops0fDoom
Jakarta - - Sebanyak US$ 450 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun disiapkan Kedubes AS di Jakarta untuk memugar gedungnya. Gedung yang ditempati Kedubes AS ini merupakan bangunan cagar budaya sejak keluarnya Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 475 Tahun 1993.

"Berdasar SK 475 Tahun 1993 maka gedung Kedubes AS merupakan cagar budaya, bangunan kategori A. Kita tahu tempat itu bersejarah karena pernah menjadi kantor tim delegasi Indonesia dalam perundingan dengan Belanda. Karena Sjahrir merupakan Perdana Menteri, maka dia juga berkantor di sana," ujar Ketua Tim Penasihat Pelestarian Lingkungan dan Bangunan Cagar Budaya Pemerintah DKI Jakarta, Bambang Eryudhawan.

Hal itu disampaikan Bambang dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (23/7/2012).

Nah, ketika SK tersebut keluar, gedung tersebut sudah digunakan oleh Kedubes AS. Menurut Bambang, gedung yang dibangun pada abad ke-20 dengan arsitektur gaya Eropa tersebut telah ditempati Kedubes AS sejak 1954. Artinya, jauh sebelum bangunan dinyatakan sebagai cagar budaya.

"Kita tidak tahu apakah sejak 1954-an sampai dengan 1993-an bangunan masih utuh seperti awalnya dulu atau tidak. Karena kan sudah 40 tahun lebih ditempati," imbuh Bambang.

Kedubes AS yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan nomor 4 Jakarta juga pernah dipakai sebagai kantor Jawatan Gedung-gedung Negara yang berada di bawah Departemen Pekerjaan Umum. Gedung ini masuk dalam kategori A, merupakan bangunan yang dilarang dibongkar atau diubah.

Apabila kondisi fisik bangunan rusak tanpa sengaja maka dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun kembali sesuai dengan aslinya. Dalam perawatannya juga harus digunakan bahan yang sama dengan bangunan aslinya. Bangunan ini merupakan cagar budaya.

"Kalau masuk kategori A seharusnya dipertahankan mati-matian. Tapi lokasi itu kan nggak bisa sembarangan diakses. Dulu waktu ditetapkan sebagai cagar budaya belum dipastikan benar masih sesuai bangunan asli atau tidak karena belum didukung 100 persen data akurat," tutur Bambang.

Akses ke lokasi tersebut memang tidak mudah karena bagian dari negara lain, meskipun tetap tunduk pada hukum Indonesia. Nah, jika ternyata sudah banyak perubahan di gedung tersebut, maka Pemda DKI juga tidak bisa berbuat banyak. Sebab lebih dari 40 tahun menempati bangunan tersebut, tidak menafikkan kemungkinan adanya perubahan di sana-sini.

"SK itu baru keluar tahun 1993, era gubernur Soerjadi Soedirdja. Tentu bukan salah gubernur juga baru mengeluarkan SK tahun 1993 karena gerakan pelestarian, UU-nya baru muncul tahun 1992. Sebelumnya pakai aturan Belanda," terang Bambang.

AS berencana melakukan renovasi besar-besaran pada kompleks kedutaan besar mereka yang berada di Indonesia. Menurut Overseas Building Operations Project Director dalam proyek tersebut, Tamela Simpson, gedung ini nantinya akan menjadi gedung yang memadukan antara arsitektur modern dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

Gedung itu akan terdiri dari 10 lantai perkantoran dan 4 lantai parkir. "Kami akan menciptakan gedung ini menjadi gedung yang ramah lingkungan, dan kami juga berusaha untuk membangun gedung ini dengan menggunakan standar tertinggi," ujar Tamela, di Gedung Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2012).

Di beberapa titik akan ditempatkan panel matahari yang dapat menyimpan dan mengolah energi matahari yang disimpan untuk membantu memasok kebutuhan listrik. Pemerintah AS juga menyatakan akan melakukan perluasan komplek kedubes. Nantinya, komplek Kedubes AS tidak hanya bisa diakses dari Jalan Medan Merdeka Selatan saja, tetapi juga dapat diakses dari Jalan Kebon Sirih, sehingga ini diharapkan akan memudahkan akses menuju kedalam kompleks.

Proyek ambisius pemerintah AS ini terlihat sudah mulai berjalan. Saat detikcom berkesempatan mengunjungi gedung Kedubes AS terlihat beberapa orang melakukan pekerjaan membongkar konblok yang terdapat di dalam kompleks kedubes. Hal ini juga dikonfirmasi oleh seorang staf kedubes yang ditemui detikcom di lokasi.


amankan
selama si kebo yang jadi presidenntnya

apa yang dipengenin paman sam di negara indonesia

99% di izinkan , difasilitasi , dan di layani dengan ramah

emoticon-Tai: ma demokrasi indonesia , mending balik lagi ke zaman orba , miss u pak harto
Kedaulatan negara ini memang sudah lama hilang Soal Gedung Sjahrir, Sejarawan LIPI: Lebih Baik Kedubes AS yang Pindah
Quote:Original Posted By tawangs


amankan


apanya gan yg aman? emoticon-Cape d... (S)

Quote:Original Posted By JASA.FULL.BAR
selama si kebo yang jadi presidenntnya

apa yang dipengenin paman sam di negara indonesia

99% di izinkan , difasilitasi , dan di layani dengan ramah

emoticon-Tai: ma demokrasi indonesia , mending balik lagi ke zaman orba , miss u pak harto


sama aja gan, jaman orba pun pemerintah tak berkutik dg kepentingan AS dan sekutunya, lihat aja siapa yang ngasih ijin resmi penambangan freeport?

kita butuh pemerintahan berani, kita butuh sistem yang baru.
napa gak sekalian aja white house dipindah ke jakarta, biar gampang ngontrolnya emoticon-Big Grin
Ckckck emang kelakuan AS nih, sok ngaku jadi polisi dunia padahal teroris sebenarnya dia,

sesuai wiki, Terorisme adalah kegiatan yang melibatkan unsur kekerasan atau yang menimbulkan efek bahaya bagi kehidupan manusia yang melanggar hukum pidana, yang jelas dimaksudkan untuk: a. mengintimidasi penduduk sipil. b. memengaruhi kebijakan pemerintah. c. memengaruhi penyelenggaraan negara dengan cara penculikan atau pembunuhan .

coba direnungkan, berapa banyak rakyat di dunia yg menderita akibat negaranya diserang Amerika ??
Quote:Original Posted By JASA.FULL.BAR
selama si kebo yang jadi presidenntnya

apa yang dipengenin paman sam di negara indonesia

99% di izinkan , difasilitasi , dan di layani dengan ramah

emoticon-Tai: ma demokrasi indonesia , mending balik lagi ke zaman orba , miss u pak harto


y sappa taw dappet banntuan d 2014 ato 20199 sekkaliann emoticon-Embarrassment

nammanya jjuga parttai dullu, rakyatt belakangan emoticon-I Love Indonesia (S)

nilai historinya yg kagak bisa di ganti.
susah pansboy AS pada ngamuk ntar
Quote:Original Posted By bayubabay
Ckckck emang kelakuan AS nih, sok ngaku jadi polisi dunia padahal teroris sebenarnya dia,

sesuai wiki, Terorisme adalah kegiatan yang melibatkan unsur kekerasan atau yang menimbulkan efek bahaya bagi kehidupan manusia yang melanggar hukum pidana, yang jelas dimaksudkan untuk: a. mengintimidasi penduduk sipil. b. memengaruhi kebijakan pemerintah. c. memengaruhi penyelenggaraan negara dengan cara penculikan atau pembunuhan .

coba direnungkan, berapa banyak rakyat di dunia yg menderita akibat negaranya diserang Amerika ??


bedain antara agresi dan terorisme dulu lah .. jangan samain antara berantem saling berhadapan dengan menusuk dari belakang emoticon-Cendol (S)
Quote:Original Posted By snowonsummer
bedain antara agresi dan terorisme dulu lah .. jangan samain antara berantem saling berhadapan dengan menusuk dari belakang emoticon-Cendol (S)


bedanya antara meki dan pantat, tapi intinya sama.. *menusuk
cuma kalau lewat meki itu enak sama enak, meski kenyataannya kita gak suka sama suka tapi seperti diperkosa..
Quote:Original Posted By bayubabay
Ckckck emang kelakuan AS nih, sok ngaku jadi polisi dunia padahal teroris sebenarnya dia,

sesuai wiki, Terorisme adalah kegiatan yang melibatkan unsur kekerasan atau yang menimbulkan efek bahaya bagi kehidupan manusia yang melanggar hukum pidana, yang jelas dimaksudkan untuk: a. mengintimidasi penduduk sipil. b. memengaruhi kebijakan pemerintah. c. memengaruhi penyelenggaraan negara dengan cara penculikan atau pembunuhan .

coba direnungkan, berapa banyak rakyat di dunia yg menderita akibat negaranya diserang Amerika ??


bner-bner gannn,,

pura-pura ninja bnget tuh si paman sum
Hanya mencoba berpikir kritis, sebenarnya siapa yang pertama kali mengijinkan kedubes amerika di merdeka selatan? Jika memang terletak di gedung bersejarah, kenapa dari dulu tidak ditawarkan pindah seperti kasus kedubes tiongkok, tetapi kenapa ributnya pas sekarang?
Quote:Original Posted By mrjack


bedanya antara meki dan pantat, tapi intinya sama.. *menusuk
cuma kalau lewat meki itu enak sama enak, meski kenyataannya kita gak suka sama suka tapi seperti diperkosa..


dapet banget bang perumpamaanya emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)



Amerika itu ibarat bisul di pantat orang kelihatan
tapi borok di selangkangan sendiri tak terlihat
koar-koar orang laen teroris
padahal amerika sendiri adalh .............................
Ane percaya Jokowi-Ahok ngejaga kelestarian situs bersejarah di Jakarta
Pemerintah tunduk AS
Hmm...
Sebenarnya kalo kita baca sumber diatas ya udah salah dari dulu juga sih..
Tahun 1954 - 1993 sebelum ditetapkan jadi cagar budaya apa kita yakin bangunannya masih sama dengan tahun 1953 ?

Kalo ane sih enggak yakin, setidaknya mereka membangun sebuah ruang bawah tanah (kedubes AS di Bali ada tuh) yang dimana tentu akan mempengaruhi bentuk diatasnya.

Nah sekarang yg mau kita bela yg mana? Bangunan 1993 atau yg 1953 ? Kalo mau bela yang 1953 tentunya kita harus punya design tahun tersebut dan memindahkan kedubes AS (berani? Ane berharap jokowi ahok berani) atau kita mau bela yg tahun 1993 ? Feeling ane sih ini udh jauh dari tahun 1953, tapi enggak papa deh lebih baik dipertahankan daripada dipindahkan.
Gedung cagar budaya koq mau diutak atik, apalagi oleh bangsa pendatang