alexa-tracking

(Miris DP RS 12 Jt) Penjelasan RS Atma Jaya Pluit Soal Penanganan Medis Mahasiswi UI

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51190f575a2acfbb58000006/miris-dp-rs-12-jt-penjelasan-rs-atma-jaya-pluit-soal-penanganan-medis-mahasiswi-ui
Video & Image 
(Miris DP RS 12 Jt) Penjelasan RS Atma Jaya Pluit Soal Penanganan Medis Mahasiswi UI
(Miris DP RS 12 Jt) Penjelasan RS Atma Jaya Pluit Soal Penanganan Medis Mahasiswi UI
Semoga Almarhumah diampuni segala dosanya dan diterima disisi Allah SWT. Amin.

Jakarta - - Annisa Azward (20), mahasiswi UI yang loncat dari angkot U10 pada Rabu (6/2) sempat dilarikan ke RS Atma Jaya, Jl Pluit Raya 2, Jakarta Utara, sebelum akhirnya meninggal di RS Koja. Berikut penjelasan RS tersebut tentang kondisi Annisa usai kejadian.

Direktur SDM dan Umum RS Atma Jaya Yohanes Temaluru dan Humas RS Happy Herawati memberi keterangan pers di kantor rumah sakit, Senin (11/2/2013). Mereka mengklarifkasi sejumlah isu soal biaya dan penanganan medis Annisa.

"(Annisa) dirujuk ke rumah sakit Koja, itu yang dilakukan kita. Prosedur standar ke rumah sakit lain itu dilakukan petugas kami. Dari catatan yang sempat direkam pukul 16.00 hari Rabu (6/2) diantar oleh supir angkot dan satu polisi," kata Yohannes.

Menurut dia, standar penanganan yang dilakukan pihak rumah sakit sudah sesuai standar. Pasien yang mengalami kecelakaan sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat, bahkan sempat ditangani oleh dokter ahli syaraf.

Kemudian, proses penanganan dilanjutkan dengan rawat inap. Dokter syaraf di RS Atma Jaya menyarankan agar Annisa dirawat di ruang ICU, bukan bangsal biasa karena kondisinya yang perlu dimonitor secara intensif.

"Kalau orang datang itu tanpa mempedulikan siapa pun, maka informasi standar soal biaya itu diberikan, sehingga mulai dari kamar termasuk ICU itu dijelaskan Rp 1 juta per hari. Kalau ada tindakan khusus sampai Rp 2 juta per hari. Untuk bisa masuk, ada uang muka Rp 12 juta," jelas Yohannes lagi.

Mendengar angka tersebut, pihak keluarga merasa keberatan. Rekomendasi untuk mendapat Kartu Jakarta Sehat (KJS) pun tidak bisa karena Annisa tercatat memiliki KTP dari Sumatera Barat, bukan DKI Jakarta.

"Inisiatif teman-teman petugas kami mencari bantuan pihak ketiga dari Increso kalau ada kasus keluarga yang tidak mampu. Tapi karena waktu itu keluarga mendengar angka itu mereka hanya mau memutuskan antar keluarga," tambahnya.

Pada keesokan harinya, keluarga memutuskan membawa Annisa ke RS Koja. Masalah uang muka Rp 12 juta memang jadi sorotan keluarga. Tapi pihak rumah sakit menegaskan, bisa ada jalan keringanan.

"Mereka ada alasan ada pamannya dekat RS Koja. Mungkin juga karena alasan menafsirkan Rp 12 juta. Padahal kalau bilang saat itu belum bisa memenuhi, saat itu bisa kita lakukan dulu," terangnya.

Yohannes juga menegaskan, tak pernah merekomendasikan pasien Annisa untuk operasi. Penanganan awal pun sudah dilakukan secara maksimal.

"Tidak ada kata operasi yang disebutkan dokter kami. Dari pengalaman mediknya itu observasi ketat setelah itu evaluasi lagi baru tindakan. Maka beliau menyarankan di ICU, Rp 12 juta itu perawatan di ICU," paparnya.

[URL="http://news.detik..com/read/2013/02/11/181944/2167143/10/penjelasan-rs-atma-jaya-pluit-soal-penanganan-medis-mahasiswi-ui?nd771104bcj"]Sumber[/URL]

Alfatehah sent ... emoticon-Berduka (S)

Setelah ane baca dari sono sini memang bukan kesalahan pihak RS karena memang prosedurnya seperti itu, semoga 2014 muncul pimpinan yang benar2 memikirkan rakyatnya agar masalah DP DP an dan biaya RS lebih murah lagi...

Menangkap dari semua komentar kaskuser dimari bahwa " Orang miskin dilarang sakit dan wajar kalau meninggal " " Case Closed " ... emoticon-shakehand
kyk ga ngerti indonesia aja, kasus sprti ini ga sekali dua kali kan, dah brp kali, pokoknya lo ga ada DP jgn hrpa nyawa ditolong dah emoticon-Cape d... (S)

lom lagi administrasi dan birokrasi tai kucing yg beribet. tar klo nyawa melayang baru dah lomba2 klarifikasi
emang cerita miring ttg rumah sakit yg ngeduitin pasien udah banyak gan..

eh ini ditambah lagi emoticon-Najis
parah emang emoticon-Mad
mungkin orang2 suci di atas ane bisa stand by di rumah sakit
sambil sedia 12 juta untuk yang membutuhkan emoticon-Smilie
kasian sopir angkotnya, gara gara ada mahasiswi ababil masuk penjaralah dia emoticon-norose
*bedewe daripada cuma bilang miris mending nongkrong di rumah sakit lah, yah jadi malaikat gitu emoticon-Embarrassment
Rumah sakit itu bisnis kawan

Bisnis yg sangat menguntungkan

Itu yg diatas ane nyantai amat ya ngomongnya kira2 kalo dia di posisi seperti itu lagi sekarat terus ga punya duit buat bayar dp rumah sakit masih bisa cengengesan ga ya emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By Lord.Village
(Miris DP RS 12 Jt) Penjelasan RS Atma Jaya Pluit Soal Penanganan Medis Mahasiswi UI
Semoga Almarhumah diampuni segala dosanya dan diterima disisi Allah SWT. Amin.

Jakarta - - Annisa Azward (20), mahasiswi UI yang loncat dari angkot U10 pada Rabu (6/2) sempat dilarikan ke RS Atma Jaya, Jl Pluit Raya 2, Jakarta Utara, sebelum akhirnya meninggal di RS Koja. Berikut penjelasan RS tersebut tentang kondisi Annisa usai kejadian.

Direktur SDM dan Umum RS Atma Jaya Yohanes Temaluru dan Humas RS Happy Herawati memberi keterangan pers di kantor rumah sakit, Senin (11/2/2013). Mereka mengklarifkasi sejumlah isu soal biaya dan penanganan medis Annisa.

"(Annisa) dirujuk ke rumah sakit Koja, itu yang dilakukan kita. Prosedur standar ke rumah sakit lain itu dilakukan petugas kami. Dari catatan yang sempat direkam pukul 16.00 hari Rabu (6/2) diantar oleh supir angkot dan satu polisi," kata Yohannes.

Menurut dia, standar penanganan yang dilakukan pihak rumah sakit sudah sesuai standar. Pasien yang mengalami kecelakaan sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat, bahkan sempat ditangani oleh dokter ahli syaraf.

Kemudian, proses penanganan dilanjutkan dengan rawat inap. Dokter syaraf di RS Atma Jaya menyarankan agar Annisa dirawat di ruang ICU, bukan bangsal biasa karena kondisinya yang perlu dimonitor secara intensif.

"Kalau orang datang itu tanpa mempedulikan siapa pun, maka informasi standar soal biaya itu diberikan, sehingga mulai dari kamar termasuk ICU itu dijelaskan Rp 1 juta per hari. Kalau ada tindakan khusus sampai Rp 2 juta per hari. Untuk bisa masuk, ada uang muka Rp 12 juta," jelas Yohannes lagi.

Mendengar angka tersebut, pihak keluarga merasa keberatan. Rekomendasi untuk mendapat Kartu Jakarta Sehat (KJS) pun tidak bisa karena Annisa tercatat memiliki KTP dari Sumatera Barat, bukan DKI Jakarta.

"Inisiatif teman-teman petugas kami mencari bantuan pihak ketiga dari Increso kalau ada kasus keluarga yang tidak mampu. Tapi karena waktu itu keluarga mendengar angka itu mereka hanya mau memutuskan antar keluarga," tambahnya.

Pada keesokan harinya, keluarga memutuskan membawa Annisa ke RS Koja. Masalah uang muka Rp 12 juta memang jadi sorotan keluarga. Tapi pihak rumah sakit menegaskan, bisa ada jalan keringanan.

"Mereka ada alasan ada pamannya dekat RS Koja. Mungkin juga karena alasan menafsirkan Rp 12 juta. Padahal kalau bilang saat itu belum bisa memenuhi, saat itu bisa kita lakukan dulu," terangnya.

Yohannes juga menegaskan, tak pernah merekomendasikan pasien Annisa untuk operasi. Penanganan awal pun sudah dilakukan secara maksimal.

"Tidak ada kata operasi yang disebutkan dokter kami. Dari pengalaman mediknya itu observasi ketat setelah itu evaluasi lagi baru tindakan. Maka beliau menyarankan di ICU, Rp 12 juta itu perawatan di ICU," paparnya.

[URL="http://news.detik..com/read/2013/02/11/181944/2167143/10/penjelasan-rs-atma-jaya-pluit-soal-penanganan-medis-mahasiswi-ui?nd771104bcj"]Sumber[/URL]

Miris mendengar berita seperti ini, selalu saja gara2 tidak ada DP untuk masuk suatu rumah sakit nyawa orang tidak bisa tertolong, apakah memang sudah sekejam inikah rumah sakit di Indonesia, dimana rasa kemanusiaannya,...

Alfatehah sent ... emoticon-Berduka (S)


rumah sakit sekarang bukan utk menyelamatkan manusia gan , tapi utk bisnis....gak ada uang ya udah meninggal aja sana.Menyedihkan emang.....Ikut berduka cita yg sedalam dalamnya....
Gua pengen coba memposisikan diri di pihak rs.

Jika misalnya ni korban ditangani tanpa dimintai duit terlebih dahulu maka akan ada kebingungan nanti.

Jika keluarga korban tidak mampu membayar
Jika korban tidak mempunyai asuransi jiwa
Jika mengirimkan tagihan ke pemda ?

Jika keluarga korban tidak mampu membayar.
Trus waktu korban telah sembuh trus gak boleh keluar rs.
Tar rs lagi yg disalahin

Jika korban tidak punya asuransi jiwa.
Harus di kirim kemana biaya tagihan ?

Jika mengirim tagihan ke pemda ?
Apa dibayar ? Berkaca dari jamkesda si foke yg ngutang 300 milyar an.

Jika dicover pakek asuransi jasa raharja.
Maksimum klaim itu 15 juta. Kalau lebih dikirim kemana tu tagihan ?

Gua bukan mau membela rs tapi kenyataan emang sakit.
Jika pasien cuman 1 atau 2 gpp.
Jika sehari aja ada 10 atau 15 korban kek gini. Butuh operasi dll.
Taruhlah 10 juta per orang jadi kira kira 100 juta per hari buat 10 orang
1 bulan udah 3 milyar.
Nomboki dari mana duit segitu ?

Beruntung lah bagi yg punya kjs. Klaim gak terbatas.
Yg perlu dibenahi adalah sistem asuransi kesehatan dari pemerintah.
Jika aja kjs dijadikan proyek nasional jadi kartu indonesia sehat.
Klaim gak terbatas kesehatan gratis bagi seluruh rakyat.
Rakyat jadi rajin bayar pajak soalnya tahu duit pajak lari buat kesejahteraan rakyat.
Si rs juka enak mau kirim tagihan ke pemda atau pusat sekalian
Quote:Original Posted By kabei
kasian sopir angkotnya, gara gara ada mahasiswi ababil masuk penjaralah dia emoticon-norose
*bedewe daripada cuma bilang miris mending nongkrong di rumah sakit lah, yah jadi malaikat gitu emoticon-Embarrassment


Daripada nuduh mahasiswanya yang ababil kan mending bantuin tuh sopir biar lepas dari hukum biar elu gak kelihatan kek ababil bei... emoticon-Malu (S)

Kalau masalah bantu itu urusan pribadi ane... emoticon-Cape d... (S)




Quote:Original Posted By sang.pencela
Itu diatas komentarnya bego gak lengkap baca berita. Rumah Sakit swasta darimana biayanya kalo bukan dari pasien? Wajar kalo dia ngasih tau biaya duluan, biar keluarga siap-siap. Kan mereka nggak nagih duluan, cuma ngasih tau aja biayanya. Itu rumah sakit kalo ngasih keringanan macem-macem pake duit yayasan/mereka sendiri, bukan dari pemerintah.


emoticon-2 JempolMantaff koment nya gan....
Mudah2an kejadian sama salah satu keluarga agan cerita diatas.....Aminnnnn emoticon-Shakehand2

Semua ga ada yang mau disalahkan.......
........
........
Intinya gini , coba kalau Tambang-Tambang milik Luar Kita nasionalisasikan . Pasti dah semua gratiisssssssssss......!!!!!!!!!
Quote:Original Posted By bim2


emoticon-2 JempolMantaff koment nya gan....
Mudah2an kejadian sama salah satu keluarga agan cerita diatas.....Aminnnnn emoticon-Shakehand2



Ya mudah mudah an aja keluarga agan ada yg gak gajian dan duit gajian itu dialihkan buat donasi ke orang yg tidak mampu.

Gak usah saling menyudutkan dan memaksakan melihat kasus dari satu sisi soang. Dan kalau gua tangkap dari penjelasan rs yg minta pindah kan dari pihak keluarga korban. Bukan rumah sakit yg lempar ke rs lain.
Quote:Original Posted By Lord.Village


Daripada nuduh mahasiswanya yang ababil kan mending bantuin tuh sopir biar lepas dari hukum biar elu gak kelihatan kek ababil bei... emoticon-Malu (S)

Kalau masalah bantu itu urusan pribadi ane... emoticon-Cape d... (S)






kalo sekarang dibantuin mah percuma, tuh supir sudah kena trial by press, dihakimi oleh press ababil, pembaca berita ababil + komentator ababil emoticon-Embarrassment
loncat di asemka?emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak, daerah itu pagi siang sore malem selalu rame, cukup teriak aja sudah bakalan dikerubutin banyak orang si supirnya.............*


*kalo beneran mo diperkosa emoticon-Ngakak

ngomong ngomong udah bisa nyumbang apa nih selain bilang miris emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By broony
Gua pengen coba memposisikan diri di pihak rs.

Jika misalnya ni korban ditangani tanpa dimintai duit terlebih dahulu maka akan ada kebingungan nanti.

Jika keluarga korban tidak mampu membayar
Jika korban tidak mempunyai asuransi jiwa
Jika mengirimkan tagihan ke pemda ?

Jika keluarga korban tidak mampu membayar.
Trus waktu korban telah sembuh trus gak boleh keluar rs.
Tar rs lagi yg disalahin

Jika korban tidak punya asuransi jiwa.
Harus di kirim kemana biaya tagihan ?

Jika mengirim tagihan ke pemda ?
Apa dibayar ? Berkaca dari jamkesda si foke yg ngutang 300 milyar an.

Jika dicover pakek asuransi jasa raharja.
Maksimum klaim itu 15 juta. Kalau lebih dikirim kemana tu tagihan ?

Gua bukan mau membela rs tapi kenyataan emang sakit.
Jika pasien cuman 1 atau 2 gpp.
Jika sehari aja ada 10 atau 15 korban kek gini. Butuh operasi dll.
Taruhlah 10 juta per orang jadi kira kira 100 juta per hari buat 10 orang
1 bulan udah 3 milyar.
Nomboki dari mana duit segitu ?

Beruntung lah bagi yg punya kjs. Klaim gak terbatas.
Yg perlu dibenahi adalah sistem asuransi kesehatan dari pemerintah.
Jika aja kjs dijadikan proyek nasional jadi kartu indonesia sehat.
Klaim gak terbatas kesehatan gratis bagi seluruh rakyat.
Rakyat jadi rajin bayar pajak soalnya tahu duit pajak lari buat kesejahteraan rakyat.
Si rs juka enak mau kirim tagihan ke pemda atau pusat sekalian


kan ada jokowi almighty, so pokoknya semua harus gratis..... termasuk aset swasta harus gratis tis tis tis emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By Lord.Village


Daripada nuduh mahasiswanya yang ababil kan mending bantuin tuh sopir biar lepas dari hukum biar elu gak kelihatan kek ababil bei... emoticon-Malu (S)

Kalau masalah bantu itu urusan pribadi ane... emoticon-Cape d... (S)






Awalnya gua ikut nyalahin si supir karena korban minta berhenti dan supir gak mau.
Tpi setelah tahu kprban minta turun di fly over ya......
Sorry to say.
Si supir gak salah.
Korban terlalu hiperbola
Quote:Original Posted By kabei


kan ada jokowi almighty, so pokoknya semua harus gratis..... termasuk aset swasta harus gratis tis tis tis emoticon-Ngakak


Kan bukan ktp jakarta om bei. Dan yg diminta dp kan buat rawat icu nya hehehehe.... berarti rs dah nangani masalah yg emeregency alias pertolongan pertama. Pertolongan kedua ya minta persetujuan keluarga dulu
Mungkin bisa nih diusulin jadi kartu indonesia sehat emoticon-Big Grin
Lumayan ke dokter gratis emoticon-Stick Out Tongue
Quote:Original Posted By kabei


kalo sekarang dibantuin mah percuma, tuh supir sudah kena trial by press, dihakimi oleh press ababil, pembaca berita ababil + komentator ababil emoticon-Embarrassment
loncat di asemka?emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak, daerah itu pagi siang sore malem selalu rame, cukup teriak aja sudah bakalan dikerubutin banyak orang si supirnya.............*

*kalo beneran mo diperkosa emoticon-Ngakak

ngomong ngomong udah bisa nyumbang apa nih selain bilang miris emoticon-Embarrassment


Kalau mau nolong mah mau udah dimana aja ya tetep ditolong bei, kecuali cuman bisanya bacot doang yang seperti ente tuduhkan ke ane..

Kasian kau nak pantes saja... kek ababil.. emoticon-Cape d... (S)

yang namanya masuk rumah sakit pasti butuh biaya, dan akan diberitahukan saat masuk.. tp kan ga musti bayar saat itu juga...

Untuk penanganan pasti langsung di berikan di ugd, tanpa uang dp dll, yang penting harus daftar dulu aja. untuk penangangan dan observasi lebih lanjut seperti masuk icu yah memang biasa harus dp dulu, tp sebelum masuk icu juga akan di observasi terus di ugd, tinggal keputusan di berikan ke pihak keluarga mau masuk icu / ruang biasa (tetap di obeservasi tapi manual tanpa memakai alat icu) / pindah ke rs lain yang lebih murah (dengan ambulans / mobil pribadi). Dan semua itu selalu disertai dengan surat pernyataan dr keluarga pasien, bahwa sudah dijelaskan segala resiko dr pilihan2 tersebut... kalo ternyata keluarga menginginkan supaya pasien dipindah ke rs lain ber arti itu sudah menjadi tanggung jawab keluarga.

yah opini pribadi sih seharusnya selama masih ada tempat kosong di rumah sakit pertama jangan pindah2, apalagi ke rs koja yang icu nya hampir selalu penuh. kalo soal biaya yah yang namanya nyawa... kan bisa pinjam atau taro jaminan dulu, dan dr rumah sakit pun biasa ada yang ngurusin untuk pasien2 tidak mampu seperti bikin surat pernyataan dll...

memang kalo sudah kejadian setiap orang pasti mencari kambing hitam untuk disalahkan, tinggal siapa yang kena saja

apakah itu sopirnya yg ambil jalan pintas?
rumah sakit yang mahal?
mahasiswi nya yang paranoid takut di perkosa?
media yang sering meng ekspos berita perkosaan di angkot ?
keluarga yang memutuskan untuk pindah rs?
atau sistem asuransi di negara kita yang belum berjalan?

yang bisa kita lakukan sekarang bukannya menyalahkan orang lain dengan komentar2 kebencian, tetapi mencari solusi agar hal seperti ini tidak terjadi lagi...
Quote:Original Posted By Lord.Village


Kalau mau nolong mah mau udah dimana aja ya tetep ditolong bei, kecuali cuman bisanya bacot doang yang seperti ente tuduhkan ke ane..

Kasian kau nak pantes saja... kek ababil.. emoticon-Cape d... (S)



ngomong ngomong selain bilang miris udah nyumbang berapa duit sih emoticon-Embarrassment
banyak loh yang ditolak masuk RS di jakarta setiap hari emoticon-Embarrassment

*kalo cuma bisa bilang miris mah emak emak penggemar sinetron juga bisa emoticon-Embarrassment
PR baru buat pak Jokowi dan ahok emoticon-Big Grin

yang udah kena endus media cepet cuci tangan sebelum ketangkep tangan lagi belepotan emoticon-Ngakak