alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
[Info News] Tirto Adhi Soerjo, sang perintis pers pribumi yang terlupakan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51183e9be474b4d46e000019/info-news-tirto-adhi-soerjo-sang-perintis-pers-pribumi-yang-terlupakan

[Info News] Tirto Adhi Soerjo, sang perintis pers pribumi yang terlupakan

[Info News] Tirto Adhi Soerjo, sang perintis pers pribumi yang terlupakan



Sastrawan Pramoedya Ananta Toer menyebutnya sang pemula. Ki Hajar Dewantara menyebutnya jurnalis berpena tajam. Sementara intelijen Belanda menyebutnya orang paling berbahaya di awal kebangkitan pribumi.

Sayang, selama puluhan tahun jasanya dilupakan bangsanya sendiri. Di buku-buku sejarah, tulisan tentang sosoknya hanya satu atau dua baris. Itu pun sekadar pelengkap, bukan pelaku utama.


Tak banyak yang mengenal nama Raden Mas Tirto Adi Soerjo, sang perintis pers Indonesia. Tirto lahir tahun 1880 dengan nama Djokomono. Dia sempat belajar di Sekolah Kedokteran Hindia STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) di Batavia. Hanya empat tahun dan di-drop out karena lebih banyak mengurusi jurnalistik dan menulis di media massa.



Tirto adalah orang pribumi pertama yang menerbitkan surat kabar. Bukan sekadar surat kabar, Medan Prijaji yang terbit tahun 1907 secara jelas menyatakan sikap membela mereka yang terjajah.


Tirto juga mungkin yang pertama kali bicara sebuah nation. Sebuah bangsa. Bukan sekadar Jawa, Sumatera, Borneo, Ambon dan lain-lain. Di awal abad 20, Tirto menyebutnya sebagai bangsa yang teprentah. Bangsa besar di Hindia Belanda yang saat ini sedang dijajah.

Dua tahun sebelum Budi Utomo berdiri tahun 1908, Tirto lebih dulu mendirikan Sarikat Prijaji. Organisasi pribumi pertama. Tapi entah kenapa Budi Utomo yang kemudian dituliskan sebagai organisasi pertama sekaligus menjadi tahun kebangkitan nasional? Bukan 1906 dengan Sarikat Prijaji?

Tirto pula yang mendirikan Sarikat Dagang Islam, lalu berubah nama menjadi Sarikat Islam. Bukan Haji Samanhudi. Justru Tirto lah yang melantik Samanhudi untuk memimpin SDI.

Bukan itu saja, Tirto juga seharusnya dicatat sebagai pelopor pendirian perseroan terbatas alias PT milik pribumi dengan NV Medan Prijaji. Dia juga yang bertekad memerangi monopoli para pedagang China.

Tirto juga yang menjadi motor pertama pergerakan wanita. Dia mendirikan majalah Poetri Hindia 1 Juli 1908. Lewat media inilah wanita pribumi bisa menulis ide-ide mereka. Bahkan ibu suri kerajaan Belanda memberikan apresiasi dan penghargaan Poetri Hindia sebagai pelopor media wanita pribumi.

Selain itu Tirto juga menjadi pelopor pemberian bantuan hukum. Dia membela rakyat jelata yang berhadapan dengan hukum kolonial.

Nasib Tirto tak semanis mimpinya untuk 'bangsa yang teprentah' yang kini menjadi Indonesia. Perjuangannya dipatahkan intelijen Belanda yang sistimatis menggerogoti nasibnya.

Tirto meninggal dalam kesendirian, dalam sepi dan dalam kegagalan. Terkalahkan tembok tinggi bernama kolonialisme dan sistemnya.

Memperingati hari pers, merdeka.com mencoba menghadirkan kembali sosok luar biasa ini untuk dikenang dan diteladani. Termasuk menjawab benarkah peran Tirto dikecilkan Orde Baru karena dicap komunis.

Pilihan penulisan tokoh pers Indonesia, Tirto Adhi Soerjo dalam peringatan hari pers tahun ini bukan berarti mengecilkan peran tokoh-tokoh yang lainnya. Serial ulasan Tirto Adhi Soerjo kali ini, tidak juga diniatkan untuk mengkerdilkan peran media-media yang lebih dulu ada sebelum Tirto Adhi Soerjo dan media-media yang digawanginya. Sama sekali tidak.

Bagi merdeka.com, tinggal menunggu waktu saja untuk mengulas tokoh-tokoh pers yang lain dan media pers yang lain tentu memberikan kontribusi dalam menyemai semangat kebangsaan dan media konsisten menjadi corong suara rakyat pada zamannya.

Tiap tokoh pers memiliki peran dan memiliki kapasistasnya masing-masing dalam mendidik pembaca dengan pemberitaannya. Baik itu yang berada di pulau Sumatra, Sulawesi, Jawa, atau pulau-pulau yang lainnya, bahkan media yang terbit di luar Nusantara, namun tetap membangun semangat kebangsaan memalui bahasa melayu yang kini menjadi bahasa Indonesia.

Maka haturkan kami mengantarkan sosok Tirto Adhi Soerjo kepada pembaca sekalian.


sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/tir...erlupakan.html



comment : semoga trit ane ini jadi ht , biar kaskuser semua tau siapa perintis pers asli indonesia , jangan cuman kenal si karni ilyas sama tina talissa emoticon-Ngakak
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
apa memang ada hubungan sama komunis makanya namanya dihapuskan dari sejarah ? emoticon-Bingung (S)

karena memang banyak orang-orang yg berhubungan dengan komunis meskipun bukan atheis yg dihapuskan dari sejarah indonesia.
Quote:




wah soal itu gw ga tau gann

intinya gw mau shar aja , siapa perintis pers di indonesia

biar para fanboy2 media disini ga cuman kenal karni ilyas dan tina talissa doangan emoticon-Ngakak
Quote:



Menurut ane bukan karena itu,...
Menurut ane, mungkin lebih karena cara perjuangannya yang "nyeleneh",
Bayangkan jika semua wartawan tau tentang Tirto kemudian meniru dia dari dulu.
Pasti Soeharto tumbang sebelum 1998.
Selain itu juga Tirto gak mungkin di tiru oleh mayoritas politisi Indonesia saat ini apalagi politisi partai jaman Orba.
Sekarang serba instan, termasuk untuk mencetak politisi, cukup baca buku banyak2 dan sekolah setinggi2nya,
sungguh sangat berbeda dengan Tirto Adhi Suryo.
Tetapi lebih baik seperti Tirto, daripada mereka yang dikenang sebagai koruptor....

Jangankan Tirto, apakah ada Agans yang tau siapa "Bapak Kebebasan Pers Indonesia" ??


Quote:


Sempit banget misi ente
eyangnya wartawan nihh gan...
pertamax gan
Quote:


perlu disebarluaskan gan
harusnya yang beginian jadi HT, biar alay dan ababil nggak cuma tau K Pop, tapi tau juga sejarah Indonesia dan tokoh tokoh yang berperan di belakangnya
gw tau dari novel bumi manusia ni. pramoedya memang top novelnya.
Minke
Quote:



ane kira gak gan, hindia belanda belum terpengaruh marxisme tahun itu sampai T.A.S dibuang, jadi T. A. S bukan marxis dan baru berkembang saat Sneevliet datang ke hindia belanda
Diubah oleh eka.yudha
minke
my fave
Baru denger namanya. emoticon-Big Grin
ini dia gan, wajah asli si Minke

[Info News] Tirto Adhi Soerjo, sang perintis pers pribumi yang terlupakan
Quote:


Minke.. diceritakan secara luar biasa oleh mas Pram.
Wah, ada yang bikin Thread tentang Tirto Adhi Soerjo. emoticon-Kiss

Mohon maaf jika mengganggu, kebetulan kami sedang produksi kaos Tirto Adhi Soerjo. Jika berkenan sila mampir ke mari: Kaos Epinefrina


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di