alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5117ca5b4f6ea10d6b000000/kader-demokrat-sumsel-minta-kepastian-status-anas
Kader Demokrat Sumsel Minta Kepastian Status Anas
Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat (Sumatera Selatan, A Djauhari, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempercepat penyelidikan korupsi Hambalang dan memperjelas status Anas Urbaningrum. Belum pastinya status Anas saat ini, menjadi sumber kegelisahan para kader Demokrat di daerah.

"Kalau Mas Anas memang tak bersalah, segeralah KPK umumkan. Kami akan yang pertama membela Mas Anas dan mempertahankannya sebagai Ketua Umum. Tapi kalau memang bersalah, segeralah pula KPK umumkan," katanya di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (10/2/2013).

Djauhari yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel itu menilai, belum jelasnya status Anas membuat para kader Demokrat gelisah. Hal ini juga memicu keterbelahan dalam partai. Keterbelahan antara pendukung Anas dengan pendukung keputusan SBY muncul, menyusul keputusan SBY untuk mengambilalih Partai Demokrat dan menyarankan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat untuk fokus pada permasalahan hukum yang membayanginya.

Djauhari menyatakan mendukung keputusan SBY terhadap Partai Demokrat, sebagai langkah guna membersihkan nama baik Partai Demokrat dan meningkatkan elektabilitas partai. "Ketegasan SBY ini sudah lama kami tunggu," ucapnya.

Sejauh ini, kata Djauhari, Demokrat Sumsel belum menentukan langkah lanjutan terkait keputusan SBY. Namun, Djauhari memastikan seluruh kader Demokrat di Sumsel secara bulat mendukung keputusan SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.
Tidak cukup itu, Demokrat juga perlu menyiapkan berbagai antisipasi kemungkinan kemunculan perlawanan balik dari mereka yang merasa tersingkirkan dari internal partai. Bukan tidak mungkin mereka akan bersuara untuk mengalihkan dukungan dari Demokrat dengan satu tujuan: agar perolehan suara partai itu jeblok. Hal inilah yang sepertinya pada Anas dan partai berlambang bintang mercy tersebut, masih terdapat ”hal-hal” yang belum selesai. ●

Anas dan Hal yang Belum Selesai
Ridho Imawan Hanafi ; Peneliti dari Soegeng Sarjadi Syndicate Jakarta