alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5116d127e474b4ca44000001/pengakuan-blak-blakan-ayam-kampus-quotmaharany-dapat-rp-10-juta-itu-mah-kemurahan-quot
Video & Image 
Pengakuan blak-blakan ayam kampus: "Maharany dapat Rp 10 juta itu mah kemurahan "
Pengakuan blak-blakan ayam kampus: "Maharany dapat Rp 10 juta itu mah kemurahan "
Camelita. ©2013 Merdeka.com/Didi Syafridi

Fenomena ayam kampus marak diperbincangkan lantaran ikut diciduknya Maharany Suciyono (20) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Le Meridien, beberapa waktu lalu. Maharany ditangkap bersama Ahmad Fathanah, orang terdekat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq.

Maharany mengaku telah menerima uang sebesar Rp 10 juta dari Ahmad Fathanah. Untuk apa uang itu?

Rany mengaku hanya untuk perkenalan. Namun persepsi negatif terlanjur muncul, di masyarakat.


Camelita (bukan nama sebenarnya), mahasiswi yang menyambi sebagai 'ayam kampus' menilai uang Rp 10 juta itu tidak lah terlalu bombastis.

"Oh yang Maharany dapat Rp 10 juta itu mah kemurahan. Teman aku saja ada yang suka dipesan pejabat, sekarang dia sudah bisa beli rumah di BSD," ucap Camelita, Kamis (7/2) malam.

Camelita yang sudah bergelut di dunia ini sejak 2010, mengaku memasang tarif Rp 2-3 juta untuk short time.

"Tapi short time di sini dalam artian cuma sebatas nemenin makan sambil ngobrol doank yah. Ya paling tiga sampai empat jam," tutur Camelita.

"Tapi, kalau aku sih membatasi diri, dalam artian aku enggak mau sampai kebablasan. Jadi paling nemenin makan, karaoke atau kalau si om lagi mau 'kenceng' ya udah aku temenin," tambah Camelita.

Sekadar informasi, kata 'kenceng' di kalangan mereka diartikan sebagai keadaan di mana seseorang sedang dalam pengaruh obat-obatan terlarang dan biasanya hal tersebut dilakukan di club malam.

Camelita sendiri mengaku selektif memilih teman kencan. Jika ada pria yang mengajak lebih dari sekadar berkencan, maka dia akan memasang tarif tinggi. Itupun tidak semua dilayani karena ada kriteria-kriteria fisik yang harus dipenuhi.

"Kalau sampai nemenin tidur Rp 8 juta. Tapi saya maunya yang usianya 35-an lah, jadi tidak terlalu tua," ucap wanita bertinggi 167 cm itu.

Camelita mengaku sebenarnya berasal dari keluarga yang lumayan berada. Namun, karena tuntutan pergaulan dan juga eksistensi, dirinya nekat menjalani profesi sampingan sebagai 'ayam kampus'.

"Orang tua dua-duanya sih kerja. Biaya hidup juga cukup lah. Tapi ya itu balik lagi karena pergaulan," ucap anak pertama dari dua bersaudara ini.

"Makanya, karena orang tua aku masih berkecukupan itu yang membuat aku nggak terlalu fokus nyari 'pesenan'. Aku kan kadang juga jadi model, suka ikut pemotretan, terus suka jadi SPG (Sales Promotion Girl) event. Ya kalau nyari 'pesenan' lumayan deh dapet buat isi paket BB," canda Camelita sambil tertawa lepas.

Dengan profesinya ini, Camelita bisa membiayai kuliahnya sendiri. "Memang sih ya nggak munafik juga, karena sering 'dipesen' itu makanya aku jadi berani buat bayar kuliah sendiri. Kalau ngandelin model sama SPG event ya belum ketutup soalnya kan aku kalau belanja suka kalap. Jadi paling ya itu, duit hasil dari 'klien' abis buat bayar kuliah ya sama buat biaya hidup, kayak belanja deh contohnya," pungkas Camelita.

merdeka

Quote:kasian deh maharany, udah kemurahan, emoticon-Matabelo keciduk pula


Camelita pun tidak memungkiri, alasan dirinya mau menjadi ayam kampus untuk membeli sejumlah barang. Atau dengan kata lain agar bisa mempunyai segala barang yang branded dan up to date.

"Ya enggak munafik juga sih ya aku, awalnya juga karena mau beli gadget yang baru-baru. Sementara kan kalau minta sama orang tua nggak enak," ucap Camelita sambil memoleskan bedak ke wajahnya yang mulus.

Namun, perempuan berkulit sawo matang tersebut tidak selalu mencari uang dengan 'menemani' para lelaki hidung belang yang memesannya. Di samping kuliah dan menjadi ayam kampus, Camelita berprofesi sebagai salah satu model majalah Ibu Kota.

"Aku itu sebetulnya nggak sering-sering banget 'nemenin'. Kan aku juga ikut modeling di salah satu agency. Aku juga enggak sampe jadi gadun pejabat-pejabat kok," ucap Camelita lagi.

Untuk diketahui, 'gadun' merupakan istilah para ayam kampus yang berarti menjadi simpanan seorang pria hidung belang yang sudah beristri. Sementara itu, terkait untuk 'memasarkan' dirinya, Camelita mengaku hal tersebut dilakukan dari mulut ke mulut.

"Dari mulut ke mulut, biasanya om-om itu tahunya. Ya itu balik lagi ke pergaulan. Kan nanti dari salah satu teman kita yang punya link ke om-om yang mau mesan itu kasih tahu ke kitanya, habis itu kalau kita udah setuju, semua udah deal dari tempat sampai bayarannya ya baru deh buat janji ketemuan," papar Camelita.

Camelita pun tidak sembarang dalam memilih siapa pria hidung belang yang akan ia temani. Wanita kelahiran 1992 ini mengaku termasuk tipe yang selektif dalam memilih pria yang akan ia temani.

"Haduh, emang butuh duit tapi nggak sembarangan juga kali ah nerimanya. Aku tuh selektif. Nggak juga laki yang berperawakan bapak-bapak gitu aku temenin. Aku tuh lebih milih ke eksmud-eksmud (eksekutif muda), yaa yang usianya nggak lebih dari 45-an deh. Tapi kalau lebih dari itu juga nggak apa-apa asal good looking aja gitu tuh," cerita Camelita sambil sibuk memainkan BlackBerry ber-casing merah miliknya.

merdeka

Pengakuan blak-blakan ayam kampus: "Maharany dapat Rp 10 juta itu mah kemurahan "
Camelita. ©2013 Merdeka.com/Didi Syafridi
10 jeti kan cuma tanda jd aja gan.. yg lain nyusul abis turun mesin emoticon-Big Grin
Buset, bisnis lendir menjanjikan juga emoticon-Genit


Sayang ane orang miskin emoticon-Frown
Ayam kampus pun gak kebeli emoticon-Frown


Emang gak pengen beli sih, gak steril ayamnyah emoticon-Ngacir
Buset 'ngayam' cuma buat kuliah dan BELANJA emoticon-Matabelo
Pemberian ortu cukup, kerja sampingan ada emoticon-Matabelo



Sayang, tak ada sentuhan religi emoticon-Angkat Beer
ini bukti kurangnya perhatian orangtua,,,
orangtua dua-duanya kerja,, anak jadi terbengkalai...
mengejar materi aja ternyata gak cukup... emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By BERlSlK
Pengakuan blak-blakan ayam kampus: "Maharany dapat Rp 10 juta itu mah kemurahan "
Camelita. ©2013 Merdeka.com/Didi Syafridi

Fenomena ayam kampus marak diperbincangkan lantaran ikut diciduknya Maharany Suciyono (20) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Le Meridien, beberapa waktu lalu. Maharany ditangkap bersama Ahmad Fathanah, orang terdekat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq.

Maharany mengaku telah menerima uang sebesar Rp 10 juta dari Ahmad Fathanah. Untuk apa uang itu?

Rany mengaku hanya untuk perkenalan. Namun persepsi negatif terlanjur muncul, di masyarakat.


Camelita (bukan nama sebenarnya), mahasiswi yang menyambi sebagai 'ayam kampus' menilai uang Rp 10 juta itu tidak lah terlalu bombastis.

"Oh yang Maharany dapat Rp 10 juta itu mah kemurahan. Teman aku saja ada yang suka dipesan pejabat, sekarang dia sudah bisa beli rumah di BSD," ucap Camelita, Kamis (7/2) malam.

Camelita yang sudah bergelut di dunia ini sejak 2010, mengaku memasang tarif Rp 2-3 juta untuk short time.

"Tapi short time di sini dalam artian cuma sebatas nemenin makan sambil ngobrol doank yah. Ya paling tiga sampai empat jam," tutur Camelita.

"Tapi, kalau aku sih membatasi diri, dalam artian aku enggak mau sampai kebablasan. Jadi paling nemenin makan, karaoke atau kalau si om lagi mau 'kenceng' ya udah aku temenin," tambah Camelita.

Sekadar informasi, kata 'kenceng' di kalangan mereka diartikan sebagai keadaan di mana seseorang sedang dalam pengaruh obat-obatan terlarang dan biasanya hal tersebut dilakukan di club malam.

Camelita sendiri mengaku selektif memilih teman kencan. Jika ada pria yang mengajak lebih dari sekadar berkencan, maka dia akan memasang tarif tinggi. Itupun tidak semua dilayani karena ada kriteria-kriteria fisik yang harus dipenuhi.

"Kalau sampai nemenin tidur Rp 8 juta. Tapi saya maunya yang usianya 35-an lah, jadi tidak terlalu tua," ucap wanita bertinggi 167 cm itu.

Camelita mengaku sebenarnya berasal dari keluarga yang lumayan berada. Namun, karena tuntutan pergaulan dan juga eksistensi, dirinya nekat menjalani profesi sampingan sebagai 'ayam kampus'.

"Orang tua dua-duanya sih kerja. Biaya hidup juga cukup lah. Tapi ya itu balik lagi karena pergaulan," ucap anak pertama dari dua bersaudara ini.

"Makanya, karena orang tua aku masih berkecukupan itu yang membuat aku nggak terlalu fokus nyari 'pesenan'. Aku kan kadang juga jadi model, suka ikut pemotretan, terus suka jadi SPG (Sales Promotion Girl) event. Ya kalau nyari 'pesenan' lumayan deh dapet buat isi paket BB," canda Camelita sambil tertawa lepas.

Dengan profesinya ini, Camelita bisa membiayai kuliahnya sendiri. "Memang sih ya nggak munafik juga, karena sering 'dipesen' itu makanya aku jadi berani buat bayar kuliah sendiri. Kalau ngandelin model sama SPG event ya belum ketutup soalnya kan aku kalau belanja suka kalap. Jadi paling ya itu, duit hasil dari 'klien' abis buat bayar kuliah ya sama buat biaya hidup, kayak belanja deh contohnya," pungkas Camelita.

merdeka




Camelita pun tidak memungkiri, alasan dirinya mau menjadi ayam kampus untuk membeli sejumlah barang. Atau dengan kata lain agar bisa mempunyai segala barang yang branded dan up to date.

"Ya enggak munafik juga sih ya aku, awalnya juga karena mau beli gadget yang baru-baru. Sementara kan kalau minta sama orang tua nggak enak," ucap Camelita sambil memoleskan bedak ke wajahnya yang mulus.

Namun, perempuan berkulit sawo matang tersebut tidak selalu mencari uang dengan 'menemani' para lelaki hidung belang yang memesannya. Di samping kuliah dan menjadi ayam kampus, Camelita berprofesi sebagai salah satu model majalah Ibu Kota.

"Aku itu sebetulnya nggak sering-sering banget 'nemenin'. Kan aku juga ikut modeling di salah satu agency. Aku juga enggak sampe jadi gadun pejabat-pejabat kok," ucap Camelita lagi.

Untuk diketahui, 'gadun' merupakan istilah para ayam kampus yang berarti menjadi simpanan seorang pria hidung belang yang sudah beristri. Sementara itu, terkait untuk 'memasarkan' dirinya, Camelita mengaku hal tersebut dilakukan dari mulut ke mulut.

"Dari mulut ke mulut, biasanya om-om itu tahunya. Ya itu balik lagi ke pergaulan. Kan nanti dari salah satu teman kita yang punya link ke om-om yang mau mesan itu kasih tahu ke kitanya, habis itu kalau kita udah setuju, semua udah deal dari tempat sampai bayarannya ya baru deh buat janji ketemuan," papar Camelita.

Camelita pun tidak sembarang dalam memilih siapa pria hidung belang yang akan ia temani. Wanita kelahiran 1992 ini mengaku termasuk tipe yang selektif dalam memilih pria yang akan ia temani.

"Haduh, emang butuh duit tapi nggak sembarangan juga kali ah nerimanya. Aku tuh selektif. Nggak juga laki yang berperawakan bapak-bapak gitu aku temenin. Aku tuh lebih milih ke eksmud-eksmud (eksekutif muda), yaa yang usianya nggak lebih dari 45-an deh. Tapi kalau lebih dari itu juga nggak apa-apa asal good looking aja gitu tuh," cerita Camelita sambil sibuk memainkan BlackBerry ber-casing merah miliknya.

merdeka

Pengakuan blak-blakan ayam kampus: "Maharany dapat Rp 10 juta itu mah kemurahan "
Camelita. ©2013 Merdeka.com/Didi Syafridi

Hiduplaaaahhh Indonesia Rayaaaa ... beginikah yang diharapkan para pendiri bangsa dimasa lalu ??
mana si sarumpaet munafik itu ? ow dia diem aja karena bukan ormas islam sih yaaa emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By BERlSlK
Pengakuan blak-blakan ayam kampus: "Maharany dapat Rp 10 juta itu mah kemurahan "
Camelita. ©2013 Merdeka.com/Didi Syafridi

Fenomena ayam kampus marak diperbincangkan lantaran ikut diciduknya Maharany Suciyono (20) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Le Meridien, beberapa waktu lalu. Maharany ditangkap bersama Ahmad Fathanah, orang terdekat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq.

Maharany mengaku telah menerima uang sebesar Rp 10 juta dari Ahmad Fathanah. Untuk apa uang itu?

Rany mengaku hanya untuk perkenalan. Namun persepsi negatif terlanjur muncul, di masyarakat.


Camelita (bukan nama sebenarnya), mahasiswi yang menyambi sebagai 'ayam kampus' menilai uang Rp 10 juta itu tidak lah terlalu bombastis.

"Oh yang Maharany dapat Rp 10 juta itu mah kemurahan. Teman aku saja ada yang suka dipesan pejabat, sekarang dia sudah bisa beli rumah di BSD," ucap Camelita, Kamis (7/2) malam.

Camelita yang sudah bergelut di dunia ini sejak 2010, mengaku memasang tarif Rp 2-3 juta untuk short time.

"Tapi short time di sini dalam artian cuma sebatas nemenin makan sambil ngobrol doank yah. Ya paling tiga sampai empat jam," tutur Camelita.

"Tapi, kalau aku sih membatasi diri, dalam artian aku enggak mau sampai kebablasan. Jadi paling nemenin makan, karaoke atau kalau si om lagi mau 'kenceng' ya udah aku temenin," tambah Camelita.

Sekadar informasi, kata 'kenceng' di kalangan mereka diartikan sebagai keadaan di mana seseorang sedang dalam pengaruh obat-obatan terlarang dan biasanya hal tersebut dilakukan di club malam.

Camelita sendiri mengaku selektif memilih teman kencan. Jika ada pria yang mengajak lebih dari sekadar berkencan, maka dia akan memasang tarif tinggi. Itupun tidak semua dilayani karena ada kriteria-kriteria fisik yang harus dipenuhi.

"Kalau sampai nemenin tidur Rp 8 juta. Tapi saya maunya yang usianya 35-an lah, jadi tidak terlalu tua," ucap wanita bertinggi 167 cm itu.

Camelita mengaku sebenarnya berasal dari keluarga yang lumayan berada. Namun, karena tuntutan pergaulan dan juga eksistensi, dirinya nekat menjalani profesi sampingan sebagai 'ayam kampus'.

"Orang tua dua-duanya sih kerja. Biaya hidup juga cukup lah. Tapi ya itu balik lagi karena pergaulan," ucap anak pertama dari dua bersaudara ini.

"Makanya, karena orang tua aku masih berkecukupan itu yang membuat aku nggak terlalu fokus nyari 'pesenan'. Aku kan kadang juga jadi model, suka ikut pemotretan, terus suka jadi SPG (Sales Promotion Girl) event. Ya kalau nyari 'pesenan' lumayan deh dapet buat isi paket BB," canda Camelita sambil tertawa lepas.

Dengan profesinya ini, Camelita bisa membiayai kuliahnya sendiri. "Memang sih ya nggak munafik juga, karena sering 'dipesen' itu makanya aku jadi berani buat bayar kuliah sendiri. Kalau ngandelin model sama SPG event ya belum ketutup soalnya kan aku kalau belanja suka kalap. Jadi paling ya itu, duit hasil dari 'klien' abis buat bayar kuliah ya sama buat biaya hidup, kayak belanja deh contohnya," pungkas Camelita.

merdeka




Camelita pun tidak memungkiri, alasan dirinya mau menjadi ayam kampus untuk membeli sejumlah barang. Atau dengan kata lain agar bisa mempunyai segala barang yang branded dan up to date.

"Ya enggak munafik juga sih ya aku, awalnya juga karena mau beli gadget yang baru-baru. Sementara kan kalau minta sama orang tua nggak enak," ucap Camelita sambil memoleskan bedak ke wajahnya yang mulus.

Namun, perempuan berkulit sawo matang tersebut tidak selalu mencari uang dengan 'menemani' para lelaki hidung belang yang memesannya. Di samping kuliah dan menjadi ayam kampus, Camelita berprofesi sebagai salah satu model majalah Ibu Kota.

"Aku itu sebetulnya nggak sering-sering banget 'nemenin'. Kan aku juga ikut modeling di salah satu agency. Aku juga enggak sampe jadi gadun pejabat-pejabat kok," ucap Camelita lagi.

Untuk diketahui, 'gadun' merupakan istilah para ayam kampus yang berarti menjadi simpanan seorang pria hidung belang yang sudah beristri. Sementara itu, terkait untuk 'memasarkan' dirinya, Camelita mengaku hal tersebut dilakukan dari mulut ke mulut.

"Dari mulut ke mulut, biasanya om-om itu tahunya. Ya itu balik lagi ke pergaulan. Kan nanti dari salah satu teman kita yang punya link ke om-om yang mau mesan itu kasih tahu ke kitanya, habis itu kalau kita udah setuju, semua udah deal dari tempat sampai bayarannya ya baru deh buat janji ketemuan," papar Camelita.

Camelita pun tidak sembarang dalam memilih siapa pria hidung belang yang akan ia temani. Wanita kelahiran 1992 ini mengaku termasuk tipe yang selektif dalam memilih pria yang akan ia temani.

"Haduh, emang butuh duit tapi nggak sembarangan juga kali ah nerimanya. Aku tuh selektif. Nggak juga laki yang berperawakan bapak-bapak gitu aku temenin. Aku tuh lebih milih ke eksmud-eksmud (eksekutif muda), yaa yang usianya nggak lebih dari 45-an deh. Tapi kalau lebih dari itu juga nggak apa-apa asal good looking aja gitu tuh," cerita Camelita sambil sibuk memainkan BlackBerry ber-casing merah miliknya.

merdeka

Pengakuan blak-blakan ayam kampus: "Maharany dapat Rp 10 juta itu mah kemurahan "
Camelita. ©2013 Merdeka.com/Didi Syafridi


ayam kek gene over dari 5 juta ? kemahalan ah emoticon-Ngakak

bawa 10 jt udah puas ke alexis emoticon-Ngakak

Pengakuan blak-blakan ayam kampus: "Maharany dapat Rp 10 juta itu mah kemurahan "
Pengakuan blak-blakan ayam kampus: "Maharany dapat Rp 10 juta itu mah kemurahan "


Professi pelacuran, senantiasa tumbuh-berkembang seiring dengan tingginya pertumbuhan ekonomi, dan maraknya demokrasi yang ditandainya professi politisi menjadi idaman banyak orang, dan larisnya jabatan di pemerintahan akibat kesempatan korupsi yang semakin besar!

biaya buang hajad untuk pemenuhan sexual illegal,
bagi politisi, birokrat, dan pengusaha,
memang pos pengeluaran yang paling besar,
baik untuk 'dinikmati sendiri' maupun untuk kepentingan 'gratifikasi sex'


emoticon-Najis
Wah padahal si camel tarifnya lebih murah lg
Gak juga kok, pejabatnya aja yg goblok
Buat kelas ayam kampus 10 juta termasuk muahal

Video & Image 
Komnas Perempuan: Ayam kampus korban, bukan pelaku

Quote:Original Posted By pinysang_hoeka

Hiduplaaaahhh Indonesia Rayaaaa ... beginikah yang diharapkan para pendiri bangsa dimasa lalu ??
mana si sarumpaet munafik itu ? ow dia diem aja karena bukan ormas islam sih yaaa emoticon-Ngakak

sarumpaet belum ngomong gan, yang ada aja ane kasih

Quote:Komnas Perempuan: Ayam kampus korban, bukan pelaku

Komisi Nasional Perempuan meminta pemerintah turun tangan mengatasi fenomena ayam kampus yang sudah sejak lama menghantui dunia pendidikan Tanah Air. Sering kali perempuan disudutkan, padahal mereka adalah korban.

"Kalau fenomena tentu saya prihatin. Eksploitasi tubuh perempuan ini juga menampakkan sendiri kemiskinan, wanita tertekan secara ekonomi, mengambil jalan pintas seperti ini," kata Komisioner Sub Komisi Reformasi dan Hukum dan Kebijakan Komnas Perempuan Ninik Rahayu kepada merdeka.com saat dihubungi melalui telepon, di Jakarta, Jumat (9/2).

Apalagi, lanjut Ninik, perempuan harus mempunyai prinsip yang kuat dalam menyikapi persoalan mengenai uang dan hubungan dengan dirinya sendiri. Untuk itu pihaknya menyarankan perempuan harus bersikap hati-hati dalam menjaga martabatnya.

"Sekali lagi prihatin, menyikapi gaya hedonisme yang dianut beberapa perempuan, saya kira kita menyimpulkan negara punya tangung jawab besar terhadap perempuan bagaimana menguatkan tubuh perempuan, jangan membangun relasi dengan dasar uang," imbuh Ninik.

Ninik menambahkan perempuan bukan satu-satunya faktor yang harus disalahkan, namun kaum adam juga jadi berperan dalam mengeksploitasi kaum hawa secara seksual. Dan pandangan yang salah muncul perempuan dalam kasus Maharany, yang ikut ditangkap KPK.

"Jadi tidak meletakkan tanggung jawabnya pada perempuan, kaum laki-laki harus mengatakan apalagi seperti tokoh agama, polisi, ataupun aparat negara. Fenomena ayam kampus ini muncul saat gratifikasi seks muncul dengan kasus korupsi," ungkapnya.

"Perspektif gender perempuan korban, bukan pelaku, jadi ada indikasi seolah-olah perempuan jadi pelaku, dialah adalah korban, jadi dilihat dia sebagai korbankah, seperti dalam kasus narkoba, teroris, karena perspektif gender masuk dalam masalah serius," tandasnya.

merdeka
haha wartawan-wartawan
kode etik lu langgar gak berhenti- berhenti ngejar
gak ada bedanya sama rampok (lebih parah mungkin)
memang korban kok emoticon-Big Grin mengorbankan diri untuk belanja dan paket bb emoticon-Ngakak
emoticon-Ngakak
parah nih
semoga pada insyaf deh
itu aja komeng dan doa ane
ngeri juga yah bacanya , mungkin dah banyak bener mahasiswi2 yang nyambi begini...
Quote:Original Posted By Bembey
10 juta kemurahan...? Bilang aja Lu pengen naikin tarif...! Mentang-mentang yg naikin pejabat, ngerusak harga pasar...

200 ribuan aja udh dapet yg lebih cantik (klo nyari sendiri, nego), klo pake perantara 600 ribuan... Harga pecun aja kok di-mark up, kayak daging impor aja...
emoticon-Cool


Hell yeah. 10 juta itu kemurahan buat pejabat kelas nasional.
Gw yakin, 10 jt itu cuman buat DP doang. DP perkenalan.
Belakangnya pasti ada duit lagi.

Ibarat lukisan, lo punya 1 lukisan abstrak.
Lo pajang di pinggir jalan (trotoar), paling juga laku 100rb.
Bandingin kalo lo pajang di galeri seni yang ekslusif, harganya bisa ratusan juta.
Paham kan maksud gw emoticon-Big Grin


mungkin si pejabat udah sering "booking" jadi dapet diskon dari Maharany emoticon-Ngakak
Astagfirullahaladzim...ga inget akhirat apa yah...
kata carmelitta beneran kok gan.. emoticon-Big Grin

lha ayam kampus itu ada kos kosan sendiri kok, mobilnya buanyakkk... dulu ketika honda jazz turun awal, kos kosan yang di indikasikan adalah kandang ayam banyak tuh baru baru.. emoticon-Big Grin

gila yee waktu jadi mahasiswa, gw mau tuh jadi ayam kampus, sayang gw cowok emoticon-Big Grin

gigolo apa ya emoticon-Bingung
buset 10 juta murah? ya sudah, suka suka lo dah. emoticon-Ngacir

Pengakuan blak-blakan ayam kampus: "Maharany dapat Rp 10 juta itu mah kemurahan "

yg foto tampak depan kaga ada nih??
×