alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jurnalis Profesional Tetap Diperlukan di Tengah Maraknya Social Media
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5116c3d20b75b4086b000000/jurnalis-profesional-tetap-diperlukan-di-tengah-maraknya-social-media

Jurnalis Profesional Tetap Diperlukan di Tengah Maraknya Social Media

Jakarta - - Naik daunnya media sosial (social media) di dunia global menjadi bahasan utama di World Media Summit 2012. Salah satu intisari dari pertemuan internasional ini, media sosial bukan menjadi ancaman para jurnalis profesional. Dunia masih butuh jurnalis profesional yang bisa memberitakan dengan benar dan independen.

World Media Summit secara resmi ditutup Jumat (6/7/2012) petang kemarin. Namun hingga hari ini, Sabtu (7/7/2012) sekitar 300 peserta dari 102 negara masih memiliki acara kunjungan ke festival kebudayaan dan ramah tamah. Acara World Media Summit 2012 yang digelar di World Trade Center (WTC) Moskow diselenggarakan oleh ITAR-TASS News Agency.

Dalam sesi pleno terakhir, banyak peserta yang menyampaikan pendapat-pendapatnya mengenai masa depan media tradisional dan media baru. Pemimpin Redaksi Associated Press John Daniszewski misalnya menyampaikan bahwa saat ini konsumsi berita saat ini sudah sangat besar, karena banyak masyarakat yang mengkonsumsi lewat media online dengan iPhone maupun gadget lainnya.

Lewat media sosial, masyarakat biasa (bukan jurnalis) bisa membuat berita dan dibaca oleh masyarakat lainnya. Namun, masyarakat tetap ingin mendapatkan berita-berita dari jurnalis profesional.

"Masyarakat masih memerlukan informasi yang dibuat oleh para profesional. Evolusi teknologi tidak begitu penting karena tampaknya bagi sebagian orang, tak ada yang akan dapat menggantikan seorang reporter yang bisa memberitakan secara adil dan tidak memihak dan memberikan informasi yang akurat," kata Daniszewski.

Pemimpin Redaksi Harian Komsomolets Pavel Gusev berbagi pendapat seharusnya tidak usah dipertentangkan antara informasi yang berkembang di media sosial dengan informasi yang dipublikasikan media massa. Media massa akan tetap dibutuhkan masyarakat untuk penyebaran informasi yang kredibel. "Sedangkan informasi di media sosial tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya," ujar dia.

Sementara itu, banyak pimpinan media yang berpendapat bahwa pengusaha atau pengelola media tidak perlu takut dengan berkembangnya teknologi baru. Di mata Direktur BBC Peter Horrocks misalnya, saat ini ada kecenderungan pengelola media takut dengan munculnya perkembangan teknologi informasi dan berkembangnya media sosial.

Bagi Horrock, tumbuhnya perkembangan internet harusnya memberikan kesempatan media massa untuk berkembang. Saat ini, masyarakat tidak hanya bisa mendengarkan apa yang disiarkan oleh televisi atau radio. Tapi masyarakat bisa memberikan informasi lebih cepat melalui media sosial. Jadi, biarkanlah kebebasan dalam memberikan informasi tetap dijaga dengan baik.

Yang pasti, pengelola media harus bisa lebih memberikan konten yang lebih baik dan kompetitif. "Jika media tetap berpegang pada pandangan-pandangan lama dan bersikeras pada kenyataan bahwa aliran informasi harus dikontrol, media akan kehilangan dalam kompetisi ini," kata dia.

Di tengah berkembangnya media sosial, kata Kepala Cabang Asia-Eropa Xinhua, Chang Tegan, media massa tetap harus mengembangkan, menjaga dan membangun hubungan dari berbagai ras di dunia dan mempromosikan konsep-konsep pembangunan dan memperhatikan isu-isu soal. Dia berharap media-media tradisional bisa menyadari transformasi teknologi baru dan bisa menciptakan sistem yang moderen untuk penyebaran informasi secepat mungkin.

Sayang sekali, dalam pertemuan yang berlangsung sejak 5 Juli 2012 itu, panitia tidak mengundang pimpinan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang IT, semisal Google, Yahoo, Twitter, dan Facebook. Mereka seharusnya bisa diminta untuk berbicara mengenai media sosial dalam waktu mendatang, sehingga pengelola media massa di dunia bisa mengetahui ke mana arah perkembangan teknologi informasi dan media sosial sepuluh tahun terakhir dan bisa mengantisipasi mulai saat ini.


(asy/fdn)

[URL="http://news.detik..com/read/2012/07/07/191446/1960185/10/jurnalis-profesional-tetap-diperlukan-di-tengah-maraknya-social-media"]SUmber[/URL]
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Ane setuju jurnalis hrus profesional....
bantu kasih cendol gan emoticon-Big Grin

emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
perlu lah...

socmed siapa aja bisa ngebacot g tau tu bener apa salah

kalo jurnalis pro harus bisa mempertanggungjawabkan apa yg dy tulis..

mau bukti?

liat aja akunnya triotigertwothousand ma farthard ampas emoticon-Big Grin
Perlu banget apalagi d*tik(o)ncom pas kasus amanda amalia, bodrex banget redaksinya dah waktu itu benar benar menunjukan jurnalis yang tidak proffesional..
Quote:


begitulah klo kejar target hahahha
tapi memang sudah menjadi hal yg prinsipal bahwa "bad news is good news" emoticon-Big Grin
itulah pedoman dasar seorang jurnalis tinggal bagaimana diri masing2 jurnalis dalam menanggapinya dan menafsirkannya emoticon-Smilie
Quote:


emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
diperlukan bgt untk menyaring berita bnar atau gaknya dr narasumber
Quote:


tapi klo dalam menanggapi berita artis, terkadang isu itu memang dicari2 oleh artis untuk mendongkrak popularitas sang artis... mnurt agan gmn???? emoticon-Big Grin
g cuman itu doang gan,, harus ada copywriter yg pinter juga.. ane sering baca tu di artikeL2 okez_ne(dot)com banyak banget yg cuman ngambiL artikeL dari media Luar negeri dan ditransLate pakek googLe transLate tanpa ditata-uLang grammar-nya,,
Quote:


betulll gan, sebenarnya dalam mnajemen jurnalis utu ada beberapa proses tahapan seblum cetak atau terbit(publish) namun sekarang lagi menjamur budaya instant emoticon-Frown


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di