alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5115dd49572acfbd09000012/inflasi-dipatok-45
Inflasi Dipatok 4,5%
Inflasi Dipatok 4,5%

JAKARTA — Kendati ada beberapa hal yang bisa menaikkan inflasi, diantaranya Tarif Daftar Listrik (TDL), tapi Bank Indonesia (BI) tetap mematok tingkat inflasi pada 4,5 persen plus minus 1 persen. Sehingga BI tidak perlu merubah respon suku bunga.

Gubernur BI Darmin Nasution, di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat, (8/2) mengatakan, inflasi masih sesuai sasaran.

Ia mengatakan, curah hujan besar berpengaruh terhadap ekonomi, daerah. Banyaknya daerah yang banjir serta Jakarta dan sekitarnya, mendorong inflasi naik jadi 1,03 persen.

Menjawab pertanyaan, Darmin menyebut kenaikan inflasi lebih karena menyangkut volatile food karena terimbas banjir. Namun, secara keseluruhan pada 2013, bank sentral optimis target inflasi yang ditetapkan 4,5 persen plus minus 1 persen masih dapat dicapai kendati ada kenaikan dari sisi inflasi administered price yang disebabkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

Lebih jauh lanjutnya, bila target inflasi masih bisa dicapai BI belum akan mengubah respon kebijakan suku bunga, yakni suku bunga acuan (BI rate). BI rate sendiri dipatok bank sentral di level 5,75 persen sejak Februari 2012.

“Memang selain pola normalnya kan ada pengaruh dari kenaikan tarif listrik, ada administered prices lah pada tahun ini,”aku Darmin.

SUMBER

kalo kata ane sih nillain inflasi segitu kerendahan, inflasi bakal lebih tinggi dari 4.5 persen, secara sekarang harga-harga pada naek semua.. biaya hidup naek semua
prediksi gw tahun ini setidaknya 6-7 persen. minyak naik. tdl naik. umr naek. tol naik. parkir naik.
Quote:Original Posted By RushinGold
prediksi gw tahun ini setidaknya 6-7 persen. minyak naik. tdl naik. umr naek. tol naik. parkir naik.


terserah deh gan, mau naik mau kagak

yang penting bisa naikin bini
lagian ada rencana redenominasi rupiah. jadinya Rp 1000 ditulis Rp 1
berarti Rp 1500 ditulis Rp 1.5, karena kagok nulisnya jadi Rp 2 biar gak ada angka 0.5
berarti harga-harga tambah naek.. inflasi makin naek.. beban hidup makin bertambah... biaya ongkos produksi naek, penggangguran bertambah, orang stress / gila makin banyak.. yang gak kuat gantung diri makin banyak..
HIDUPPP INDONESIA!!!!!
emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By famherry
lagian ada rencana redenominasi rupiah. jadinya Rp 1000 ditulis Rp 1
berarti Rp 1500 ditulis Rp 1.5, karena kagok nulisnya jadi Rp 2 biar gak ada angka 0.5
berarti harga-harga tambah naek.. inflasi makin naek.. beban hidup makin bertambah... biaya ongkos produksi naek, penggangguran bertambah, orang stress / gila makin banyak.. yang gak kuat gantung diri makin banyak..
HIDUPPP INDONESIA!!!!!
emoticon-Ngakak

Ga usah selebay gitu lagi gan. Itu kebijakan gmn mental orang indo menyikapinya. Kalo otaknya ga nyampe pasti seperti yg agan bilang yaitu pembulatan harga. Lebih seneng sama angka byk drpd naroh koma ?

mudahan bisa krg dari 4,5 % dah

emoticon-Big Grin
menurut Kwik Kian Gie nih uannya kan mau redenominasi rupiah emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By elf321

Ga usah selebay gitu lagi gan. Itu kebijakan gmn mental orang indo menyikapinya. Kalo otaknya ga nyampe pasti seperti yg agan bilang yaitu pembulatan harga. Lebih seneng sama angka byk drpd naroh koma ?



ya mungkin demikian gan.. orang yg otaknya gak nyampe seperti saya mungkin akan membulatkan harga.. ya kalo saya dianggap lebay sih oke aja deh...
tapi saya sih tetap tidak setuju dengan redenominasi rupiah UNTUK SAAT INI.
saya sih hanya masyarakat awam saja.. hanya seorang pedagang saja.. bukan ahli ekonomi.. yang otaknya mungkin lebih nyampe..
memang sebelumnya disebutkan bahwa redenominasi secara teknis tidak menurunkan nilai rupiah, hanya membuang angka nol saja.. tapi saya takutnya ada effect psikologis yang ditimbulkan di masyarakat kita.. yang akan membulatkan harga barang di belakang koma untuk kepraktisan perhitungan dan pembayaran.
sekarang sajah.. saya sebagai pedagang memberi harga selalu pembulatan.
misal saklar listrik, barang harga Rp 13.456,- saya tulis Rp 13.500, lah wong saya gak mungkin kembalian Rp 544 pas.
gak ada recehan segitu.. ngitungnya lama, sementara pembeli pada ngantri nunggu dilayani ..
ntar setelah redenominasi harga barang colokan jack antena Rp 1.750,- ditulis Rp 1, 75 maka pedagang seperti saya mungkin akan menuliskan Rp 2. soalnya saya terpacu secara psikologis supaya gampang ngitung.. toh dalam pikiran saya dengan menaikkan sebesar Rp 0,25 yang nilainya sama dengan Rp 250 sekarang pun tak apa-apa, pembeli tetap akan membelinya.. tidak berbeda signifikan..
tapi sekarang kalo skalanya diperluas.. bukan hanya saya yang hanya jual colokan saja yang berpikiran demikian, tapi pedagang cabe, pedangang beras, pedagang lain-lain berpikiran seperti saya..
saya pikir akan terjadi lonjakan inflasi yang cukup signifikan...
nah sekarang permasalahannya... apakah pemerintah SIAP menghadapi kemungkinan seperti itu atau tidak?? maksudnya jangan sampai sekarang ngotot memberlakukan redenominasi yang menurut saya hanya sekedar gengsi sajah... tapi akhirnya memberikan dampak negatif yang besar.. yang akan membebankan masyarakat. Kalo sudah kejadian, jangan sampai pemerintah ngeless... ngomong ini lah, ngomong itu lah, tuding kambing hitam.. terus banyak pengamat berkoar teori ini teori itu tapi permasalahan gak selesai, dll... terus pemerintah mundurrr bertahap... dibebankan permasalahan ke pemerintahan yg akan datang..
KALO PEMERINTAH SIAP DAN MENJAMIN TIDAK ADA DAMPAK NEGATIF YANG DITIMBULKAN, OKE, SAYA SETUJU REDENOMINASI..
Quote:Original Posted By famherry


ya mungkin demikian gan.. orang yg otaknya gak nyampe seperti saya mungkin akan membulatkan harga.. ya kalo saya dianggap lebay sih oke aja deh...
tapi saya sih tetap tidak setuju dengan redenominasi rupiah UNTUK SAAT INI.
saya sih hanya masyarakat awam saja.. hanya seorang pedagang saja.. bukan ahli ekonomi.. yang otaknya mungkin lebih nyampe..
memang sebelumnya disebutkan bahwa redenominasi secara teknis tidak menurunkan nilai rupiah, hanya membuang angka nol saja.. tapi saya takutnya ada effect psikologis yang ditimbulkan di masyarakat kita.. yang akan membulatkan harga barang di belakang koma untuk kepraktisan perhitungan dan pembayaran.
sekarang sajah.. saya sebagai pedagang memberi harga selalu pembulatan.
misal saklar listrik, barang harga Rp 13.456,- saya tulis Rp 13.500, lah wong saya gak mungkin kembalian Rp 544 pas.
gak ada recehan segitu.. ngitungnya lama, sementara pembeli pada ngantri nunggu dilayani ..
ntar setelah redenominasi harga barang colokan jack antena Rp 1.750,- ditulis Rp 1, 75 maka pedagang seperti saya mungkin akan menuliskan Rp 2. soalnya saya terpacu secara psikologis supaya gampang ngitung.. toh dalam pikiran saya dengan menaikkan sebesar Rp 0,25 yang nilainya sama dengan Rp 250 sekarang pun tak apa-apa, pembeli tetap akan membelinya.. tidak berbeda signifikan..
tapi sekarang kalo skalanya diperluas.. bukan hanya saya yang hanya jual colokan saja yang berpikiran demikian, tapi pedagang cabe, pedangang beras, pedagang lain-lain berpikiran seperti saya..
saya pikir akan terjadi lonjakan inflasi yang cukup signifikan...
nah sekarang permasalahannya... apakah pemerintah SIAP menghadapi kemungkinan seperti itu atau tidak?? maksudnya jangan sampai sekarang ngotot memberlakukan redenominasi yang menurut saya hanya sekedar gengsi sajah... tapi akhirnya memberikan dampak negatif yang besar.. yang akan membebankan masyarakat. Kalo sudah kejadian, jangan sampai pemerintah ngeless... ngomong ini lah, ngomong itu lah, tuding kambing hitam.. terus banyak pengamat berkoar teori ini teori itu tapi permasalahan gak selesai, dll... terus pemerintah mundurrr bertahap... dibebankan permasalahan ke pemerintahan yg akan datang..
KALO PEMERINTAH SIAP DAN MENJAMIN TIDAK ADA DAMPAK NEGATIF YANG DITIMBULKAN, OKE, SAYA SETUJU REDENOMINASI..


Maaf ye gan ni cuma forum berbagi informasi aja,,, nanti kalo redenominasi rupiah diberlakukan (1000 jadi 1rupiah, 10.000 jdi 10rupiah dst) maka akan ada/menghidupkan lagi uang sen. misal harga skrg 1.750 maka nanti jadi 1rupiah 75sen. (ada 5sen, 10sen, 20sen, 50sen). yang ane tau itu aja gan. Tapi masalah manfaat scr ekonomi ane gak pahaam itung2 an pemerintah.
emoticon-Shakehand2 emoticon-I Love Indonesia (S)
tetep aja harga tanah & rumah naik beratus2 persen
Quote:Original Posted By RushinGold
prediksi gw tahun ini setidaknya 6-7 persen. minyak naik. tdl naik. umr naek. tol naik. parkir naik.


yang jadi permasalahan berapa kalikah harga minyak akan naik tahun ini dan berapa kalikah tdl juga naik tahun ini..

Kalau UMR ane yakin sulit lagi untuk naik... meski buruh demo berkali2
Quote:Original Posted By spinos


Maaf ye gan ni cuma forum berbagi informasi aja,,, nanti kalo redenominasi rupiah diberlakukan (1000 jadi 1rupiah, 10.000 jdi 10rupiah dst) maka akan ada/menghidupkan lagi uang sen. misal harga skrg 1.750 maka nanti jadi 1rupiah 75sen. (ada 5sen, 10sen, 20sen, 50sen). yang ane tau itu aja gan. Tapi masalah manfaat scr ekonomi ane gak pahaam itung2 an pemerintah.
emoticon-Shakehand2 emoticon-I Love Indonesia (S)


nah, kalo itu masih masuk akal gan.. jadi maksudnya kalo ane jual barang Rp 1.75 dengan mudah ada kembalian pecahan 20 + 5 sen kan..
nice share gan emoticon-Shakehand2

ga ngerti soal inplasi-inplasian.

yang jelas gaji karyawan lom tentu semua naik, sedangkan harga kebutuhan terus naik.
tdl naik ,harga barang ikut naik ,gaji belum tentu naik banyak perusahaan yang minta penangguhan ump.