alexa-tracking

Ahok Mengaku Jarang Rayakan Imlek

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5115dc1c5b2acf6c64000005/ahok-mengaku-jarang-rayakan-imlek
Ahok Mengaku Jarang Rayakan Imlek
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berbagi kisah mengenai pengalaman masa kecilnya, terutama ketika Imlek atau Tahun Baru China tiba.

Kepada wartawan, pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku sejak masih kecil, dirinya jarang merayakan Imlek, bahkan dia malah bekerja pada hari libur tersebut.

"Sejak masih kecil, keluarga saya jarang sekali merayakan Imlek, bahkan mungkin hampir tidak pernah. Apalagi sejak bapak saya meninggal, saya malah lebih sering bekerja pada saat Imlek," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat.

Meskipun jarang merayakan Imlek, Ahok mengaku momen tersebut masih dia sempatkan untuk menjalankan tradisi budaya China, yaitu membagi-bagikan angpau.

"Angpau itu saya bagikan kepada anak-anak kecil dari saudara-saudara dekat dan juga anak-anak saya. Isi angpaunya bervariasi, mulai dari Rp 20.000, Rp 50.000, sampai Rp 100.000. Pokoknya, diatur sendiri saja," ujar Ahok.

Sementara itu, terkait perayaan Imlek yang jatuh pada 10 Februari 2013, Ahok mengaku tidak memiliki rencana khusus, seperti melakukan open house pada hari itu.

"Tidak, pada saat Imlek nanti, saya tidak punya rencana untuk melakukan open house karena sudah saya lakukan sebelumnya, yaitu pada hari raya Natal lalu. Jadi, tidak ada open house ketika Imlek," tutur Ahok.

Ahok mengatakan hanya akan mengunjungi sejumlah kerabat dekatnya pada saat Imlek nanti, bahkan setelah itu, dia berencana menemui Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas persoalan di Jakarta.

"Rencana saya untuk Imlek nanti paling hanya pergi mengunjungi tiga atau empat kerabat dekat. Setelah itu, saya ada agenda rapat dengan Pak Gubernur," tutur Ahok.

Sayangnya, Ahok tidak memberitahu wartawan mengenai agenda tersebut lebih lanjut. Dia hanya mengatakan, rapat itu akan membahas kelanjutan rencana-rencana pembangunan di Ibu Kota.

http://oase.kompas.com/read/2013/02/....Rayakan.Imlek

apa karna dulu jama orba ya emoticon-Bingung (S):
image-url-apps
Sekarang merayakan dong KO


Gak ada yg protesklo sekarang
di berita udah disebutkan kalau ahok bakal ngunjungin kerabat buat silaturahim..soal open house ga tau deh ya emoticon-Big Grin

rayain imlek mesti pake open house? emoticon-Thinking



Posted with kaskusQR
KASKUS Ads
mungkin ahok sudah terbiasa dengan jaman orba,
saya merasa ahok jarang merayakan imlek karena keyakinannya sebab pengalaman ane di lapangan tradisi imlek yang telah berusia 2564 tahun telah banyak mengalamai modifikasi yang gak masuk akal yang sebenarnya bertentangan dengan ajaran buddha dan kong huchu seperti membakar bakar uang dewa, hio atau dupa bernilai puluhan juta rupiah dan tradisi rumit lainnya sehingga untuk orang yang amat sibuk dan kekurangan dalam arti ekonomi akan lebih memilih keyakinan lain dan menjadikan hari imlek bukan sebagai tradisinya

bayangkan buddha dan kong huchu mengajarkan manusia untuk berhemat dan beramal jadi untuk apa menghamburkan untuk hal yang gak masuk akal herannya kok dewa atau tuhan dianggap membutuhkan uang dan makanan dari manusia namun sebenarnya doa dengan sedikit sesajen itu perlu sebagai simbol disamping keikhlasan tapi bukan berarti harus menghamburkan banyak uang dan kerumitan emoticon-Cape d... (S)

Quote:


bloon, itu uang yang di bakar itu buat leluhur, bukan buat dewa emoticon-Cape d... (S)
Quote:


emoticon-Cape d... (S) gak ngerti jangan ngomen gan emoticon-Big Grin


oot dikit
sejatinya perayaan imlek yang sekarang dirayakan orang china, korea dan vietnam itu brmula dari diberlakukan kalender "petani" yang tiap pergantian tahunnya para petani pasti panen dan sebagai bentuk syukur kepada tuhan dan dewa maka hasil panen itu dijadikan sebagai sesajen sebagai simbol kesejahteraan dan syukur

Imlek, Penanggalan Xia Mengingat Nabi Konghucu

Sabtu, 9 Februari 2013
Imlek, Penanggalan Xia Mengingat Nabi Konghucu
Suyanto: Perbarui Diri Setiap Hari
PONTIANAK – Tokoh Tionghoa Kalbar Suryanto BSc SH mengatakan semua etnis boleh merayakan Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi kebudayaan turun-temurun warga Tionghoa. Imlek juga sudah menjadi hari besar nasional dan merupakan hari libur resmi rakyat Indonesia.

“Imlek bukan saja milik umat Khonghucu atau orang-orang Tionghoa yang menghayati tradisi Khonghucu. Melainkan sudah menjadi milik bangsa Indonesia dan bahkan milik seluruh bangsa di dunia,” kata Suryanto yang ditemui Rakyat Kalbar di kediamannya, Jumat (8/2).

Namun, mantan Sekretaris Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin) Pontianak ini mengingatkan bahwa Imlek sesungguhnya bukan momentum untuk bersenang-senang yang berlebihan. Momen ini harus digunakan untuk merefleksikan diri, saling beranjang sana, silaturahmi, saling memohon maaf kepada orang tua dan yang dituakan, keluarga, kawan tanpa memandang kaya dan miskin.

Suryanto menguraikan, dalam kitab suci Si Shu yang merupakan ajaran besar Khonghucu, Nabi bersabda, “Bila suatu hari dapat memperbaharui diri, perbaharuilah terus tiap hari dan jagalah agar baharu selama-lamanya. Meriahkanlah Imlek ini sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jangan memaksakan diri, yang terpenting makna dari Imlek itu bisa tercapai,” pesannya.

Sejarah Tahun Baru Imlek, penanggalan Imlek, penggagasnya adalah Huang Di atau Kaisar Kuning yang memerintah Tiongkok (2698-2598 SM). Selain sebagai seorang Raja Agung, juga seorang nabi dan sekarang disebut Bapak Ilmu Pengetahuan. Karena pada zamannya paling banyak menciptakan penemuan-penemuan baru dan peradaban dunia dimulai pada zaman itu.

“Sistem penanggalan karya Huang Di ini kemudian diterapkan oleh pendiri Dinasti Xia (2205-2197 SM) dengan kaisar bernama Da Yu, yang juga salah seorang nabi dalam agama Khonghucu. Namun ketika Dinasti Xia jatuh diganti Dinasti Shang, penanggalannya diganti penanggalan Shang. Begitu seterusnya, setiap berganti dinasti juga berganti penanggalan,” jelasnya.

Menurutnya, boleh dikatakan di daratan Tiongkok pernah memakai empat macam sistem penanggalan dari zaman Dinasti Xia sampai dengan Dinasti Qin. Nabi Khonghucu yang hidup pada tahun (551-479 SM), beliau hidup pada masa Dinasti Zhou.

“Waktu itu Nabi melihat mayoritas masyarakat hidup dari pertanian, maka sistem penanggalan Dinasti Xia-lah yang paling baik dan cocok. Karena awal tahun barunya jatuh pada awal musim semi, sehingga dapat digunakan sebagai pedoman dalam pertanian,” paparnya.

Saat itu Nabi Khonghucu menyarankan agar negara kembali menggunakan kalender Dinasti Xia, namun nasihat bijak itu tidak digubris pemerintahan waktu itu. Maka Nabi Khonghucu bersabda dalam sabda Suci XV:11 berbunyi, “Pakailah penanggalan Dinasti Xia”. Sabda tersebut disosialisasikan oleh murid-muridnya.

Runtuhnya Dinasti Qin, berdirilah Dinasti Han (206 SM-220 M) di bawah Kaisar Han Wu Di (140-86 SM), tepatnya tahun 104 SM. Dan kalender penanggalan Xia diresmikan sebagai penanggalan negara dan tetap digunakan hingga saat ini.

Kalender lunar ini digunakan untuk menghormati Nabi Khonghucu. Penentuan perhitungan tahun pertamanya dihitung sebagai tahun kelahiran Nabi dan agama Khonghucu ditetapkan sebagai agama negara. (kie)
sumber :
http://www.equator-news.com/utama/20...-nabi-konghucu
Quote:


buat leluhur atau dewa, tetap saja namanya bakar uang. emoticon-Ngakak

ane juga merayakan Imlek dengan mengunjungi saudara-saudara di rumah saudara tertua. Imlek adalah satu2nya kesempatan dalam setahun utk reunian keluarga, setelah 364 hari ane sibuk bekerja.

kalau soal bakar-bakaran uang, sembahyang pake hio, ane gak lakukan karena ane lebih percaya kalau orang udah meninggal sih reinkarnasi jadi dewa, manusia, atau binatang, tergantung karmanya.
image-url-apps
itu ahok ye wajar2 aje ga open house.. soal na biasa chinese katolik pa kristen emg ga ngerayain.. cukup pada waktu natal aje open house ny.. gituu.. tapi kadangan jg ad yang masih ngerayain.. tergantung orang nya jg sih..
imlek lebih kental kalau masih beragama kongucu dah
emoticon-Sundul Gan (S)
Quote:


bener tuh, ane srtuju sama ente gan emoticon-Malu (S)
setau gw, org cina yg kristen biasanya biasa2 aja pas imlek, plg cuma bagi2 angpao
soalnya kenalan ane yg org cina kristen kyk gitu doang
image-url-apps
Quote:


semoga ente jadi dewa gan emoticon-Matabelo
Quote:


Quote:


Jangan lupa, folk religion di Cina itu tumbuh dari tradisi yang panjang. Kdang sesuai kadang nggak dengan filosofi Konghucu & Taois yang menyertainya. emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


ente sudah jadi dewa gan, dewa junker emoticon-Malu
id jokohokchai reinkarnasi jadi hokchai emoticon-Malu (S):
image-url-apps
ngunjungin kerabat ama bagi2 angpo apa bukan ngerayain namanya

kalo open house takut kali ya rumahnya diserbu warga waduk pluit pada minta makan gratis
Quote:


iya, sampe ada temen2 ane yg beragama Konghucu ngotot banget ke kelenteng setiap kali malam Imlek. temen2 ane yang beragama Buddha juga kadang ada yg rutin ke vihara tiap kali malam Imlek.

di gereja ane malah ada perayaan Imlek pada setiap kali malam imlek.
tapi ane gak pernah ikutan sih.
Imlek cukup sama keluarga aja.
emoticon-Ngakak

tapi sejauh ini belum ada ane denger China beragama Islam merayakan Imlek di mesjid tiap kali malam imlek.
jarang kan bukan berarti tidak merayakan dan gak harus open house juga.