alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5115bbdfeb74b4fd1700000b/para-veteran-tionghoa-yang-terlupakan
Para Veteran Tionghoa yang Terlupakan
http://nasional.kompas.com/read/2013...ang.Terlupakan

KOMPAS - Bercelana rombeng dan kemeja lusuh, seorang kakek tua berdarah Tionghoa duduk di depan rumahnya di kawasan Kedung Waru, Tulungagung, Jawa Timur. Tidak ada yang bisa terbaca dari penampilannya jika dulu kakek tua ini seorang pejuang kemerdekaan.

Ketika berbicara barulah tahu kalau laki-laki itu, Oei Hok San (86), veteran pejuang kemerdekaan 1945. Hok San adalah mantan tentara pelajar di Kediri, Jawa Timur. Dia masih mengingat dengan jelas bagaimana 300 pejuang suku Jawa dan 50 pejuang suku Tionghoa ditembak mati tentara Belanda. Mereka ditembak di dalam dua toko dan sebuah gudang.

Dia pun masih lancar bercerita tentang ayahnya, Oei Djing Swan, yang pernah memerintahkan seorang pejuang bernama Tan Bun Yin membalas dendam kepada seorang mayor Kerajaan Hindia Belanda (KNIL). Mayor itu telah menembak mati dokter Tan Ping Djiang, republiken yang menentang Belanda saat Clash II pada 1949. Tan Ping Djiang memerintahkan komandan Belanda itu agar memberitahu HJ van Mook Indonesia dan Asia sudah merdeka. ”Kasih tahu Van Mook, Belanda silakan mundur dari Indonesia,” kata Hok San menirukan ucapan Tan Ping Djiang.

Perjuangan warga Tionghoa untuk kemerdekaan Indonesia tidak berbeda dengan perjuangan suku-suku yang lain. Semasa perang kemerdekaan 1945-1949 banyak pejuang keturunan Tionghoa yang terlibat dalam pertempuran melawan Belanda di garis depan, garis belakang, ataupun di daerah pendudukan Belanda. Para veteran tersebut ditemui di sejumlah daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera dan daerah lain di Indonesia.

Keberadaan para tionghoa veteran 45 juga dapat ditemui di ”Kota Pahlawan” Surabaya. Sebut saja Liauw Thian Moek alias Leo Wenas (89) yang tinggal di Jalan Raya Gubeng. Mantan anggota Badan Keamanan Rakyat itu bersemangat menceritakan kisah arek-arek Suroboyo berjuang melawan Inggris-Belanda.

Para pemuda, yang kala itu hampir menghancurkan kekuatan Inggris di Gedung Internatio, harus mundur mengikuti perintah Soekarno yang diminta SEAC (South East Asia Command) untuk menjadi mediator. Namun, gencatan senjata yang hanya berlangsung tiga hari itu digunakan pihak Inggris mundur ke Tanjung Perak, memperkuat diri, dan terjadilah pertempuran berdarah 10 November 1945 dengan korban sekitar 10.000 pemuda-pemudi Indonesia.

”Modal kami hanya bambu runcing, tetapi kami berusaha menjebak serdadu Inggris yang lengah. Pernah satu jip berisi tentara Gurkha terjebak lalu dikerubuti pemuda beramai-ramai. Mereka semua tewas,” kata Liauw.

Tidak kalah seru cerita Letnan Kolonel (Purn) Ong Tjong Bing alias Daya Sabdo Kasworo (90). Dia

ikut merawat korban pertempuran 10 November 1945 yang dibawa ke Malang. Pria asal Desa Kerebet itu mengikuti pendidikan tekniker gigi dan dokter gigi lalu bergabung dengan militer pada 1953 sebagai pegawai sipil. Dia mulai menyandang pangkat militer sebagai kapten pada 1955 di bawah Resimen Infanteri RI-18 Jawa Timur.

Oei Hok San yang kehidupannya sangat miskin tidak mengharapkan tunjangan dan hak-haknya sebagai veteran 45 diberikan negara. ”Saya cuma berpesan agar dibangun monumen untuk menuliskan nama teman-teman pejuang. Kasihan mereka dilupakan begitu saja,” kata Hok San yang kini hidup menggelandang di kelenteng-kelenteng. (Iwan Santosa)
Komen TS-nya ga ada?

Waduh lagi-lagi veteran yang masa tuanya menggelandang emoticon-Matabelo
temen ane di Palembang leluhur (kakek) keluarganya juga pejuang kemerdekaan dari etnis tionghua, cukup berpangkat. tapi sepertinya memang gak ada sama sekali perhatian pemerintah terhadap pejuang kemerdekaan dari etnis perantauan..
ga cuma etnis tionghoa sih, bahkan veteran pribumi sendiri juga sering dilupakan pemerintah. anehnya pemerintah semakin sibuk memperbaiki citranya emoticon-Mewek
Berita tentang minoritas di dzolimi di jamin pasti sepi terutama buat yg suka rasis karena bakal terguncang setelah tahu orang tionghua juga turut melawan kemerdekaan
Buka mata nih bagi Pemerintah......emoticon-Shutup jangan urusin politik aja
Quote:Original Posted By boiler
Berita tentang minoritas di dzolimi di jamin pasti sepi terutama buat yg suka rasis karena bakal terguncang setelah tahu orang tionghua juga turut melawan kemerdekaan


Hehehehe.. Lu ngerti bener
ya beginilah negeri bobrok kek indonesia. kalo mau diperhatikan harus lewat politik yang notabene sarang korup dan orang bejat.

apalagi kita etnis minoritas. buang nyawa buat negeri ini pun belum tentu dihargai .

Quote:Original Posted By boiler
Berita tentang minoritas di dzolimi di jamin pasti sepi terutama buat yg suka rasis karena bakal terguncang setelah tahu orang tionghua juga turut melawan kemerdekaan




yaelah basi....emang cuma veteran cokin doang yg merana nasibnya...coba kau datang ke pelosok sumatra, banyak yang pribumi juga dicuekin negara veterannya
mana nih perusuh yang suka sinis sama etnis tionghoa?!!
MAKAN TUH KENYATAAN BAHWA ETNIS KITA JUGA MEMBANTU PERJUANGAN KEMERDEKAAN, GA CUMA DAGANG DOANG TERUS KAYA RAYA KEK DI PIKIRAN" RASIS BEGO!
yang salah sekarang ini emang pemerintahannya....

hayoo dulu yang milih SBY siapa.....
ga usah lebay ah emoticon-Stick Out Tongue
pahlawan dari kalimantan dan sumatera juga banyak yg dibohongi ama kekaisaran JAWA emoticon-Stick Out Tongue
andai para "pahlawan" kalimantan dan sumatera bisa melihat ke masa depan,
pasti mereka ga mau tanah mereka ikut NKRI,
ternyata cuman jadi sapi perahan kekaisaran JAWA belaka emoticon-Amazed

coba bayangkan bagaimana nasib kekaisaran JAWA kalau ga ada lagi sumbangan BATUBARA gratis dari kalimantan dan sumatera,
atau INFAQ BBM gretongan , dan hasil tambang gratis dari papua.

ga bakalan ada mobil jalan di jawa, ga bakalan ada listrik di kekaisaran jawa emoticon-Stick Out Tongue
jadi gw rasa erlalu lebay kata "tionghoa" ada di awal thread ini emoticon-Stick Out Tongue
Quote:Original Posted By GayusTambunan.
ga usah lebay ah emoticon-Stick Out Tongue
pahlawan dari kalimantan dan sumatera juga banyak yg dibohongi ama kekaisaran JAWA emoticon-Stick Out Tongue
andai para "pahlawan" kalimantan dan sumatera bisa melihat ke masa depan,
pasti mereka ga mau tanah mereka ikut NKRI,
ternyata cuman jadi sapi perahan kekaisaran JAWA belaka emoticon-Amazed

coba bayangkan bagaimana nasib kekaisaran JAWA kalau ga ada lagi sumbangan BATUBARA gratis dari kalimantan dan sumatera,
atau INFAQ BBM gretongan , dan hasil tambang gratis dari papua.

ga bakalan ada mobil jalan di jawa, ga bakalan ada listrik di kekaisaran jawa emoticon-Stick Out Tongue
jadi gw rasa erlalu lebay kata "tionghoa" ada di awal thread ini emoticon-Stick Out Tongue


iya, belum dari kalimantan, sulawesi, arab juga banyak...

cuma mereka memang tak suka lebai kayak yg ini emoticon-Stick Out Tongue
pemerintah ga perna peduliin veteran,sibuk korupsi untuk diri sendiri soalnya
pemerintah indonesia itu cuma peduli sama golongan sendiri.yang penting duit masuk kantong.

Quote:Original Posted By GayusTambunan.
ga usah lebay ah emoticon-Stick Out Tongue
pahlawan dari kalimantan dan sumatera juga banyak yg dibohongi ama kekaisaran JAWA emoticon-Stick Out Tongue
andai para "pahlawan" kalimantan dan sumatera bisa melihat ke masa depan,
pasti mereka ga mau tanah mereka ikut NKRI,
ternyata cuman jadi sapi perahan kekaisaran JAWA belaka emoticon-Amazed

coba bayangkan bagaimana nasib kekaisaran JAWA kalau ga ada lagi sumbangan BATUBARA gratis dari kalimantan dan sumatera,
atau INFAQ BBM gretongan , dan hasil tambang gratis dari papua.

ga bakalan ada mobil jalan di jawa, ga bakalan ada listrik di kekaisaran jawa emoticon-Stick Out Tongue
jadi gw rasa erlalu lebay kata "tionghoa" ada di awal thread ini emoticon-Stick Out Tongue


gak ada jawa indonesia ga merdeka.proklamator kemerdekaan kan dari jawa juga.di jawa kan ada PLTU sendiri di panarukan jadi ya pasti ada listrik.mobil asalnya juga bukan dari sumatera dan kalimantan kan?
thread emoticon-Repost dan tidak ada komentar akan dihapus sesuai peratran BP

Quote:Original Posted By Gchamp
ya beginilah negeri bobrok kek indonesia. kalo mau diperhatikan harus lewat politik yang notabene sarang korup dan orang bejat.

apalagi kita etnis minoritas. buang nyawa buat negeri ini pun belum tentu dihargai .



sementara buang nyawa buat negara leluhur atau negara barat pujaan pun malah lebih tidak dihargai lagi.
emoticon-Ngakak
pejuang 45 yg di akui cuma yg mau ikut sama soeharto emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By GayusTambunan.
ga usah lebay ah emoticon-Stick Out Tongue
pahlawan dari kalimantan dan sumatera juga banyak yg dibohongi ama kekaisaran JAWA emoticon-Stick Out Tongue
andai para "pahlawan" kalimantan dan sumatera bisa melihat ke masa depan,
pasti mereka ga mau tanah mereka ikut NKRI,
ternyata cuman jadi sapi perahan kekaisaran JAWA belaka emoticon-Amazed

coba bayangkan bagaimana nasib kekaisaran JAWA kalau ga ada lagi sumbangan BATUBARA gratis dari kalimantan dan sumatera,
atau INFAQ BBM gretongan , dan hasil tambang gratis dari papua.

ga bakalan ada mobil jalan di jawa, ga bakalan ada listrik di kekaisaran jawa emoticon-Stick Out Tongue
jadi gw rasa erlalu lebay kata "tionghoa" ada di awal thread ini emoticon-Stick Out Tongue


Ane yakin TS gak bermaksud lebay. Mungkin TS hanya ingin membuka mata sebagian masyarakat yg masih berpandangan bahwa semua warga Indonesia keturunan Tionghoa tidak memiliki rasa nasionalisme.
Ane malah pernah baca komentar orang yg bilang bahwa di jaman penjajahan Belanda,semua penduduk yg non-muslim pastilah antek penjajah...what an idiot..
Quote:Original Posted By krammer


Ane yakin TS gak bermaksud lebay. Mungkin TS hanya ingin membuka mata sebagian masyarakat yg masih berpandangan bahwa semua warga Indonesia keturunan Tionghoa tidak memiliki rasa nasionalisme.
Ane malah pernah baca komentar orang yg bilang bahwa di jaman penjajahan Belanda,semua penduduk yg non-muslim pastilah antek penjajah...what an idiot..


ga usah bilang orang tionghoa deh ;amazed:
gw yg separuh jawa aja JIJIK ama yg namanya nasionalisme utk kerajaan Jawa emoticon-Amazed

ndonesia = jawa
diluar jawa = jajahan emoticon-shakehand
cukup jadi pelengkap penderita emoticon-Betty (S)
×