alexa-tracking

Inikah Penyebab Harg Daging Sapi Mahal?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5115aa7f1fd719bf2d000004/inikah-penyebab-harg-daging-sapi-mahal
Inikah Penyebab Harg Daging Sapi Mahal?
Inikah Penyebab Harg Daging Sapi Mahal?

Harga daging sapi di pasar domestik kian melambung tinggi. Harga karkas daging sapi tersebut mengalami kenaikan hingga 20 persen. Hal ini disampaikan oleh Dadang Iskandar, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Daging dan Sapi Potong Indonesia (Apdasi) di Jakarta, Kamis (7/2/2013).

Dadang mengatakan, harga karkas daging sapi mencapai Rp 71.000 kilogram (kg) hingga Rp 72.000 per kg. Padahal, sebelumnya harga karkas daging sapi berkisar Rp 60.000 per kg. "Harga di rumah potong hewan (RPH) tidak rasional. Kami perkirakan menjelang Lebaran bisa lebih dari Rp 100 ribu per kg," kata Dadang, Kamis (7/2/2013).

Apdasi mengindikasikan, banyak importir kini membeli sapi lokal betina. Hal ini dilakukan agar importir berkesempatan menentukan harga jual. "Baik sapi lokal maupun sapi impor dibeli importir. Kini, importir menjadi penentu harga," tambah Dadang.

Apdasi menuntut pemerintah segera mencabut kebijakan pembelian sapi lokal oleh importir. Jika kebijakan tersebut diteruskan, gejolak harga kian tak terkendali. Imbas jangka panjang, sapi lokal akan dikuasai segelintir pengusaha besar. "Kalau tidak dicabut, harga daging semakin tidak terkendali," ujar Dadang.

Pemerintah juga diminta menyediakan pasokan sapi sesuai kebutuhan dengan harga terjangkau. Apdasi juga mengusulkan untuk melakukan impor sapi siap potong, bukan sapi bakalan. Alasannya, harga sapi trading lebih murah dibandingkan harga sapi bakalan."Harga jual di konsumen nantinya juga lebih murah," ujar Dadang.

Menurut Dadang, populasi sapi di Indonesia cukup untuk menutupi kebutuhan. Namun, tidak semua peternak mau menjual sapinya. Biasanya, sapi dijual jika peternak membutuhkan uang. Akibatnya, banyak RPH yang membeli sapi perah untuk dipotong.

Peternak sapi perah juga lebih memilih menjual daging ketimbang susu karena harga daging yang menggiurkan. "Di Jawa Barat itu, setiap harinya ada sapi perah yang dipotong di RPH sebanyak 300 hingga 400 ekor per hari," ungkap Dadang. (Fitri Nur Arifenie/Kontan)

Sumber
Apa susahnya sih pemerintah membikin peternakan sapi potong sendiri. Apa apa selalu dilempar kepengusaha, karna mentri mentri dan departemennya ngga bisa kerja. Zaman soeharto mah ngga ada yg begini begini. Karna kebutuhan pangan dipantau sama pemerintah lewat bulog emoticon-No Hope gimana tuh kerja mentrinya sampe harga sapi diIndonesia bisa termahal didunia. Padahal dibrazil aja ane denger cuma $2
Negara kaya yang rakyat nya menderita akibat kelakuan penguasa.
Pemerintah sebagai penentu kebijakan sudah di kuasai pengusaha besar
akibatnya rakyat yg memerlukan daging menjadi "mainan" pengusaha.
Quote:


kebijakan salah sasaran dari pemerintah masalahnya, masa pengusaha yg selalu disalahkan...pengusaha cuma mengikuti kebijakan yg diterpkan pemerintah...di singapore daging sapi lebih murah dari indonesia krn pemerintahnya berpihak pada rakyat, kalo disini pemerintahnya org2 partai yg malak duit dari rakyat lewat kebijakan2 konspiratif utk memperkaya diri sendiri dan golongan

carut marut emoticon-Nohope
Quote:



inget aturan giling biji gandum? emoticon-Embarrassment

history (will) repeat itself kalo keq gini terusss emoticon-Nohope
penyebab daging sapi mahal tuh gara2 ada yang korupsi di atas nya gan
Orang indonesia emang banyak yg brengsek, argumen pengetatan impor daging sapi masuk akal karena emang mencukupi tapi disisi lain dimanfaatkan sama manusia2 kardus untuk menaikan harga daging semaunya dengan alasan impor ketat.

g usah jauh2 impor daging, beli rokok malem2 di warung pinggir jalan aja kadang2 harganya naik, mangkanya orang lebih suka beli di toko macem indomaret atau alfa yg harganya lebih murah. Fakta dari yg gede sampe yg kecil banyak yg brengsek giliran ditekan teriak2.
Quote:


simple amat sih kesimpulan loe, kek anak SD emoticon-Nohope

sapi banyak bahkan mencukupi tapi kenapa masih mahal ?

  • belum ada peternakan sapi secara besar2an (baru mulai diusahakan sejak pertengahan 2012 lalu oleh konsorsium BUMN PT Berdikari/Sapi-Sorgum, PTPN/Sapi-Sawit, PG/Sapi-Tebu dan baru bisa dilihat hasilnya 2014-2015 kelak)
  • Sapi banyak tapi dikelola secara tradisional oleh rumah tangga
  • Belum menjadikan sapi sebagai sebuah usaha, sapi mayoritas (utamanya di jawa) dijadikan sebagai sebuah asset lancar (rojokoyo)yg bisa dijadikan jalan keluar saat sedang kesulitan keuangan.
  • Sapi dijadikan sebuah tabungan untuk masa depan keluarga (u/ biaya anak sekolah/kuliah dsb) jadi gk perduli harga gi mahal atau enggak mereka gak akan jual kecuali sedang BU buat kepentingan yg sudah ditentukan/mendesak.
  • Sapi baru dilepas saat2 tertentu ketika harga tinggi (saat iedul adha misalnya) ketika demand dan harga tinggi.


begitulah sekiranya masalah2 yg menghadang, mungkin ada yg bisa menambahkan lagi ? emoticon-Smilie
Quote:


Ngaco. Jumlah cukup itu untuk di daerah mana?lagian cukup itu umur kurang dari 1 tahun juga dihitung. Masa penduduk 200 juta sapi 14 juta dihitung cukup?mestinya sapinya jumlahnya 100 juta ekor bukan 14 juta.
Quote:


Pengetatan quota masuk akal tuh kalau stocknya ada dan siap dilempar kepasaran gan, kalau ngga ada barang , ya harganya naik gila gilaan kayak sekarang emoticon-No Hope yg punya kebijakan itu pemerintah , kalau pengusaha yg ngatur , ngga perlu ada kasus pengusaha sogok menyogok segala dilapangan emoticon-Cape deeehh
harus tanya sampa PKS nih
kayanya partai itu yang paling mengerti sapi emoticon-Ngakak

ini semua karena kartel sapi berjenggot atau militan sapi gan...

Quote:


sebenarnya murah gan tapi ada kartel sapi berjenggot... karena deptan dah dikuasai pekaes atau militan sapi jadi semua diatur doi gan... para militan sapi berjenggot... makanya daging sapi bisa mahal... orang dikorupsi abis2an dan dituker selakangan mahasiswi... asu emang tuh pekaes
emoticon-Najis

Quote:


Kronologisnya sih gini gan ,quota dikurangi sementara stock sapi siap potong masih kurang dipasaran. Otomatis harga naik ,,margin bisa naik jd berkali kali lipat (contoh harga pasaran daging diaustralia $4/kg sampai keindonesia baru 50 - 55rb/kg , disini letak mainnya. Jd Siapa yg berhak mendapat jatah dan quota paling besar bisa langsung kaya mendadak. Nah sekarang pihak manakah yg berhak menentukan perusahaan mana yg berhak mengimport dan jumlah quota yg didapat.
Itulah yg bisa menjadi celah korupsi, sisanya silakan dijawab sendiri emoticon-Big Grin
Quote:


itu sudah biasa disini , nanti makin tidak terkendali saat pelor ditembak Mentan lewat President PKSnya
kira ane harga sapi mahal gara gara uangnya dipake buat datengin maharani ke hotel emoticon-Ngakak
Quote:


Bener gan , kalau memang cukup harusnya harga ngga naik gan. Teori dan data diatas kertas doang buat apaan, malah ane denger sapi betina produktif dan sapi perah jg udah jd dipotong gara gara kenaikan harga daging yg gila gilaan ini, masih berani bilang cukup emoticon-No Hope
mafia daging ada. mafia buah ada. mafia kedelai ada. hhhmmmm
masalahnya kenapa Asosiasi Pengusaha Daging dan Sapi Potong Indonesia (Apdasi) tidak mengimpor sendiri daging sapi potong dan bisa dijual murah...modal 35 ribu + ongkos dan keuntungan 15 ribu, di jual di JKT 50 ribu, supaya bakso juga murah dan warga masyarakat bisa tercukupi nilai gizi hewani nya....emoticon-Ngakak

seneng rakyat jadi bodoh makan sayur mulu, akhirnya munculnya "generasi ayam sayur".....emoticon-Ngakak