alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5114fdf41b76083f65000008/senggol-quotortuquot-perwira-polisi-pelajar-jadi-tersangka
Senggol "Ortu" Perwira Polisi, Pelajar Jadi Tersangka
Senggol "Ortu" Perwira Polisi, Pelajar Jadi Tersangka
Quote:MEDAN, KOMPAS.com -- Ginia Susilawati (53) menangis saat menceritakan kejadian yang menimpa anak keempatnya yang menjadi tersangka karena menyenggol sepeda motor orang tua Kapolresta Binjai, AKBP Musa Tampubolon, Jumat (8/2/2013). Pasalnya, kejadian sudah hampir satu tahun, tapi sampai hari ini belum juga selesai. Sementara korban yang tertabrak tidak terluka sama sekali.

Dia merasa menjadi korban arogansi polisi dan anaknya tidak mendapat ketidakpastian hukum. Sambil menyeka tangisnya, dia menjelaskan, anaknya, Dimas Wibowo alias Dimas (17), siswa kelas III SMA Negeri 3 Medan, menjadi tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Kamis, 19 April 2012 lalu di Jalan Sekip Simpang, Gang Cakra, Medan.

Dimas yang saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Soul BK 6721 IU menyenggol motor Suzuki Smash BK 3833 HN yang dikemudikan Drs Humala Tampubolon (76), orang tua Kapolresta AKBP Musa Tampubolon. Waktu itu, Dimas yang merupakan warga Jalan Kapten Sumarsono, Gang Buntu, Kompleks Permata Recidence, Kabupaten Deli Serdang, baru saja mengantarkannya ke kantor di Jalan Pabrik Padi Medan.

Beberapa saat kemudian, Ginia, ibunda Dimas, dihubungi dan mengabarkan anaknya kecelakaan. Begitu sampai ke lokasi, dia melihat muka Dimas sudah memar dan membiru, serta semua saksi di lokasi mengatakan Berliana br Simatupang, istri Humala menampar Dimas.

Tak senang anaknya ditampar, Ginia lalu mengadukan Berliana ke Mapolsekta Medan Baru. Dimas pun divisum di RS Sarah dan hasilnya menyatakan bahwa pipi Dimas biru dan memar di pipi sebelah kanan akibat tamparan. Tapi sampai hari ini, laporannya tidak di tanggapi. Alasannya Dimas mau diperiksa ulang.

Lain halnya dengan kasus Dimas menabrak orang tua Kapolresta Binjai, saat ini sudah naik sampai ke kejaksaan. Dimas kini statusnya wajib lapor di Kejari Medan.

"Saya sudah capek menempuh jalan damai, ini kasus kecil tapi kenapa harus diperpanjang dan diperbesar? Harapan saya sudahlah berdamai saja, biar jadi pelajaran kedua belah pihak. Apalagi ibu Berliana itu orang tua yang saya hormati dan warga di kelurahan saya," kata Genia menangis.

Dia mengaku syok dan trauma menghadapi masalah ini. Menurutnya, penyidik Lantas Polresta Medan diduga membuat rekayasa kasus yang merugikan pihaknya. Mulai dari P-21 yang dibolak-balik, barang bukti yang harus ditandatangani Dimas tanpa diketahui tujuannya. Bahkan, Dimas kerap menerima surat panggilan yang salah dan dicorat-coret, serta tahun, hari, tanggal, dan stempel yang berbeda.

"Anak saya tidak salah, saya mau melakukan damai karena tak mau anak ku ke pengadilan. Walau dia menampar anak saya sudah saya maafkan. Di ruang penyidik Lantas juga pernah upaya damai, tapi tidak berhasil. Dua kali saya datang ke Binjai minta tolong sama pak Musa tapi tidak direspons. Saya takut mental anak saya rusak kalau sampai ke pengadilan," isaknya.

Dia menambahkan, anak Berliana yang lainnya yaitu Kompol Joshua Tampubolan selaku Kabag Ops Polresta Nias dan mantan Kapolsek Percut Sei Tuan pernah mengancam Dimas tidak akan bisa mengurus Surat Keterangan Berkelakuan Baik (SKBB) karena sudah berstatus tersangka. Alasannya mereka mengenal semua jaksanya.

"Saudara Berliana pernah bilang sama saya supaya mengalah saja, dan meminta pengaduan di Polsek Medan Baru adalah palsu. Berliana juga pernah menelepon saya dan mengatakan yang sama. Mana mau saya bilang pengaduan saya palsu. Mereka seharusnya punya hati lah, biarlah anak saya sekolah. Jadi terganggu dia gara-gara kejadian ini, sampai tak ikut ujian," katanya.

Pada 28 Januari 2013, lanjut Ginia, keluarga Dimas menyurati Kapolda Sumut yang ditembuskan ke Kabid Propam memohon perlindungan hukum atas kasus ini. Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada jawaban.

"Saya cuma minta keadilan. Kalau benar jadilah benar. Ini semua gara-gara saya tidak mau membuat surat keterangan pengaduan palsu. Keluarga polisi itu malu karena ibunya dilaporkan pelaku penganiayaan. Mereka mencari celah kami dan menyalahkan penyidik yang seperti berpihak pada kami. Saya korban diskriminasi hukum, polisi hanya berani menghukum kami orang biasa. Hukum bukan untuk polisi," teriak Ginia sambil menangis.
Editor :
Farid Assifa
Senggol "Ortu" Perwira Polisi, Pelajar Jadi Tersangka

yah inilah hukum di Indonesia ibu..

welcome to the jungle... emoticon-Big Grin


andai anak ibuk rasyid rajasa
makkanya d inndo iini,, kallu maw jallan lliat2 duulu sappa yg d deppan emoticon-Embarrassment

kallu d jallan ggi ada kelluarga pejjabat kek rasiid,, ibbu pak poll,,, y menndingann d rummah emoticon-Embarrassment

jalanan bahhaya baggi rakyatt keciil emoticon-Embarrassment
ampun dah, makanya klo udah bgini malas mw berurusan dengan polisi dan sanak saudaranya,
yah begitulah kelakuan polkis emoticon-Big Grin
welcome to Indonesia bu
ayo sundul berita yg beginian, biar beritanya diekspos, lalu para aparat begundal itu gak akan bisa lagi seenaknya thdp masyarakat bawah emoticon-Big Grin
namanya juga negara antah berantah.. RANDOM COUNTRY
emoticon-Ngakak

NEGARA DUNIA KE 3!!

emangnya ibu mau harapin apa dari negara abal" kek indon? emoticon-Ngakak
mereka bisa senang2 di dunia,memakai relasi dan jabatan untuk menindas yg lemah,tunggu saja balasannya di akhirat emoticon-Malu (S)
nabrak mobil orang sampai ada korban jiwa sama nabrak motor tanpa ada korban luka, parahan mana ya gan ??? emoticon-Matabelo
yg punya twitter buat trending topik donk ........muak liat institusi satu ini emoticon-Cape d... (S)
Coba ke Kompolnas bu, kali aja ada reaksi.
Bisa mt bantuan media juga utk blow up kasus ini.

Ikut bersimpati ...
makin kemari makin ngga jelas hukum di negeri Ini...emoticon-Turut Berduka....
lapor ke Kapolri

kalo masih ga ada tanggapan langsung lapor ke komnas ham

jgn mentang2 punya jabatan polisii bisa seenaknya aja

makanya jangan percaya hukum di negara ini.

tajam ke bawah tumpul ke atas.
nah lho..

usia 76 tahun masih bawa motor?

keseimbangannya gmn tuh emoticon-Malu
Maka'a kalo ada urusan ma polshit harus punya bekingan aparat juga yang pangkatnya lebih dari polshit2 sialan yang aroganemoticon-Mad (S)
Harusnya tabrak mati aja tuh. Biar jelas hukumnya emoticon-Stick Out Tongue
Wereng coklat gak dmn bikin ulah saja
dinegara kita msh kentel bgt budaya beckingan gt..berduka
kalo udah di atas mah keblinger semua gan emoticon-Embarrassment
seperti yg pernah salah satu kaskuser bilang

plokis itu raja jalanan di indo emoticon-Hammer

Quote:Original Posted By 1920354
nah lho..

usia 76 tahun masih bawa motor?

keseimbangannya gmn tuh emoticon-Malu


karena plokis raja jalanan,,, maka keluarganya bangsawan jalanan dong emoticon-Stick Out Tongue
×