alexa-tracking

Perusahaan Milik Bakrie Bayar Aparat Tangkap 2 Aktivis

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51146140e374b4393a000002/perusahaan-milik-bakrie-bayar-aparat-tangkap-2-aktivis
Cool 
Perusahaan Milik Bakrie Bayar Aparat Tangkap 2 Aktivis
Perusahaan Milik Bakrie Bayar Aparat Tangkap 2 Aktivis
By RiauEditor - Thu Feb 07, 3:00 pm

PEKANBARU(riaueditor)- Dua aktivis lingkungan hidup yang selama ini gigih menuntut hengkangnya PT RAPP dari Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau yakni, M Ridwan dan Muis ditangkap aparat kepolisian dari Polres Bengkalis.

Kedua orang ini dituduh telah melakukan, perbuatan yang tidak menyenangkan, terhadap perusahaan minyak PT Energi Mega Persada (PT EMP), milik konglomerat Aburizal Bakrie (ARB) yang beroperasi di Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

M Ridwan dan Muis ditangkap karena, telah mematikan jaringan aliran listrik perusahaan minyak itu, sewaktu demo buruh/pekerja berlangsung, beberapa waktu lalu di Pulau Merbau.

Menurut korlap aksi, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (7/02) di Jalan Cut Nyak Dien tepatnya dibundaran samping Pustaka Wilayah Soeman HS, Bambang Aswandi SE, selaku Ketua PRD Riau dan Antoni Fitra Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Riau mengatakan, penangkapan dua aktivis lingkungan hidup ini sangat akal-akalan dan ditunggangi perusahaan minyak PT EMP ini.

“Aparat kepolisian Polres Bengkalis, diduga telah dibiayai oleh perusahaan ini, untuk meringkus aktivis lingkungan hidup ini, sampai ke daerah Lampung,” ungkap Bambang.

Kedua rekan kami ini, M Ridwan dan Muis, tutur Bambang, sebelumnya melaksanakan aksi demo bersama buruh PT EMP di Merbau, menuntut peningkatan kesenjangan kesejahteraan dan masalah kontrak kerja atau outsourcing di perusahaan minyak milik group Bakrie ini.

Sewaktu aksi demo buruh ini berlangsung, terjadi mati lampu diseluruh area kerja perusahaan tersebut. Hampir semua jaringan listrik, termasuk jaringan listrik diunit pompa sumur minyak yang beoperasi dilepas pantai terganggu, akibat matinya arus listrik terbut.

Akibat kejadian itu, koordinator unjuk rasa, Muis, ditangkap aparat kepolisian dari Polres Bengkalis di Selatpanjang. Sedangkan M Ridwan, diringkus saat sedang berada didalam Bus Handoyo, di daerah Lampung sewaktu dalam perjalanan menuju Jakarta.

Setelah ditangkap, M Ridwan lalu dibawa dengan menggunakan pesawat carteran jenis Casa, dari Lampung ke Bandara Pinang Kampai, Dumai, untuk selanjutnya dibawa ke Selatpanjang.

Sampai hari ini, kedua aktivis lingkungan hidup ini masih ditahan diruang tahanan yang ada di Mapolres Bengkalis. “Rencananya, kami akan melakukan aksi demo besar-besaran pada Senin (11/02) depan, di Mapolda Riau.

Kami akan mengerahkan seluruh massa kami yang ada di Pekanbaru, karena penangkapan kedua rekan kami ini sangat tidak wajar, aparat kepolisian dibayar, dan ini sangat bertentangan dengan HAM dan kebebasan mengeluarkan pendapat. “Hal ini sama dengan pembungkaman berbicara dan mengeluarkan pendapat,” ujar Bambang.

Sementara Kepala Humas PT EMP, Heru Hardono, saat dikonfirmasi wartawan, terkait aksi unjuk rasa oleh tiga organisasi masyarakat yakni STR, PRD dan SRMI di Pekanbaru pada Kamis (7/02) mengatakan, bahwa persoalan ketenaga kerjaan lokal ini telah disepakati dalam pertemuan antara pihak EMP Malacca Strait SA (EMP-MSSA) dan para pekerja lokal di Kantor Bupati Kepulauan Meranti, pada Kamis (31/01) lalu.

Hasil dari pertemuan yang difasilitasi oleh Kapolres Bengkalis, AKBP Ulung Sampurna Jaya tersebut, dipimpin oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi, didampingi Asisten 1 Setdakab, Drs Iqaruddin MSi, Kadishutbun Ir Mamun Murod MM MH, Kepala BLH Bambang Supriyanto, Kabag Tapem Yuliarso SSTP MSi, dan pejabat lainnya.

Adapun, terkait penangkapan dua orang aktifis ini, M Ridwan dan Muis oleh aparat kepolisian dari Polres Bengkalis, Heru Hardono mengatakan, Polisi telah menemukan bukti-bukti bahwa tersangka melakukan tindak pidana berupa pencurian kunci panel dan aksi sabotase di sumur migas milik EMP MSSA. Aksi pemadaman listrik tersebut dilakukan saat terjadi unjuk rasa di Lapangan EMP MSSA pada 8 Januari 2013 lalu.

“Akibat sabotase ini, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 1,3 miliar, karena berhenti total (total shutdown) di Lapangan migas Melibur,” kata Heru.(dm)

Source

Apapun yang berkaitan Bakrie selalu saja bermasalah. emoticon-Matabelo
cara masih dipakai ya...
maklum produk jaman orba....emoticon-Najis
Quote:

Melakukan perbuatan yg tidak menyenangkan kepada ABURIZAL BAKRIE, ditangkap aparat... Melakukan perbuatan yg tidak menyenangkan kepada WARGA PORONG, bebas... Malah dpt penghargaan: Zero Accident.
emoticon-Cool
KASKUS Ads
Quote:

Hebat sekali bisa sabotase!!!! Emang perusahaan si buto cakil ini tidak ada satpamnya sampai orang luar bisa menerobos. emoticon-Najis

kalo lokasi ngebor mah jangan diganggu, area sensi ntuh emoticon-Embarrassment
Quote:

Sungguh lucu hukum di negara kita. emoticon-Matabelo
Quote:




itulah hukum thogut di negeri ini...
punya fulus loe hidup di atas hukum, ga punya fulus loe mamfussssss...
Wah mulai lagi neh maen cara preman
susah bos,,, itu tuduhan sabotase dan ada bukti2 nya juga emoticon-Hammer
mungkin dengan pengacara yg mantap dan ahli bacot kaya pengacara pocong ditambah alibi keberadaan mereka bisa ada tawar menawar
Quote:


lucu memang tapi kenyataan harus di terima.
emoticon-Turut Berduka
kasihan warga porong
Hukum >< Uang = "0" 99,9% tenang emoticon-Cape d...