alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/511388262675b44d43000000/akal-bulus-cagub-jabar-golkar-baliho-yance-masuk-sekolah
Cool 
{Akal Bulus Cagub Jabar Golkar} Baliho YANCE Masuk Sekolah
Baliho YANCE Masuk Sekolah
Senin.4.2.2013 – 10.2.2013.

{Akal Bulus Cagub Jabar Golkar} Baliho YANCE Masuk Sekolah

Indramayu. YANCE memang cerdik dan banyak akal bulusnya sebagai calon Gubernur Jawa Barat (Jabar), maka kemudian balihonya masuk ke sekolah-sekolah, antara lain, SMAN 1 Lohabener dan SMAN 1 Kandanghaur secara blak-blakan.

Yance yang dikatakan oleh Kepala Sekolah SMPN Unggulan Sindang- Indramayu Sri Sunarti, SPd, MPd sebagai Bapak Pendidikan Indramayu, dan oleh DR. Odang Kusmayadi (waktu itu masih Kabid dan belum Doktor tapi sudah S-2) dihadapan para orang tua siswa SMAN 1 Indramayu beberapa tahun yang lalu, Yance disebut sebagai Imam Pendidikan Indramayu, maka akankah menjadi kemakluman baliho-balihonya masuk ke sekolah atau dunia pendidikan, di mana para pemilih pemula berada di sekolah-sekolah tersebut.

Baliho Yance sebagai calon Gubernur Jabar pada Pilgub 24 Februari 2013 nanti masuk ke sekolah-sekolah, di mana dunia (sekolah) seharusnya tidak boleh direduksi oleh kepentingan politik partai, maka kemudian mengundang berbagai respon publik.

M. Solihin sebagai Bupati LIRA Indramayu menyatakan, sekolah, tempat ibadah dan fasilitas pemerintah harus bersih dari kegiatan politik, netral atau harus steril. Apabila masih ada harus ditindak, Bupati harus menginstruksikan untuk mencabut dan Panwaskab. Indramayu harus bertindak tegas karena jelas pelecehan dan tidak mendidik dan menghancurkan kualitas demokrasi (Senin, 28.01.2013, 15:07:17).

Yayan MS dari Eksekusi Indramayu mengatakan, pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Calon Gubernur yang satu ini (Yance – red) memang pelanggaran yang dibiarkan oleh semua pihak baik oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum), KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Indramayu, Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Indramayu bahkan oleh calon Gubernur pesaingnya, hal ini membuktikan bahwa calon yang satu ini (Yance – red) calon yang special yang tidak akan pernah tersentuih aturan-aturan manapun. Yang lebih mengherankan ada kesan antara calon-calon yang lain diluar calon no. 2 (INTAN – red) malah saling melaporkan dan saling menjatuhkan, karena mereka saling melihat kecurangannya, tetapi sayang mereka semua tidak pernah bisa dan mampu mendengar dan melihat kecurangan-kecurangan no. 2. Benar-benar hebat .. nih calon Gubernurnya diam saja. (Selasa, 29.01.2013, 08:32:08).

Rustini sebagai Relawan Pembelajaran Untuk Demokrasi menyatakan, bukan hanya di Lohbener dan Kandanghaur (SMAN 1 Lohbenr dan SMAN 1 Kandanghaur – red) saja, akan tetapi disetiap sekolah-sekolah dan aparat Desa yang ada di Kabupaten Indramayu, saya kira pasti mendapatkan hal yang seperti itu bahkan oknum guru-gurunya dan aparat Desa juga ikut berpartisipasi dalam hal ini dengan dalih supaya biaya sekolah gratis dan biaya berobat juga gratis dan lain sebaginya. Dan hal itu sudah berlangsung sejak lama sebelum Yance menjadi calon Gubernur (Selasa, 29.01.2013, 09:30:56).

Samsudin sebagai Pemerhati Pendidikan di Daerah menjelaskan, lembaga pendidikan harus lepas dari politik praktis. Ketika sekolah sudah dimasuki pesan politik dan tidak ada tindakan dari Dinas Pendidikan setempat jelas menunjukkan pendidikan daerah tersebut mundur selangkah. Harusnya institusi yang lebih tinggi segera menyikapinya agar tidak terjadi kerusakan pendidikan yang lebih luas (Selasa, 29.01.2013, 18:30:40).

Akademisi AMIK Purnama Niaga Indramayu Hadi Santoso memaparkan, ada beberapa alasan mengapa Yance lebih suka menggunakan mesin politik melalui pendidikan. Pertama, dana sektor pendidikan cukup besar, belum termasuk setoran-setoran Kepala Sekolah. Kedua, loyalitas para Kepala Sekolah yang diuntungkan Yance masih cukup tinggi, guru jarang ada berani berontak bahkan sukarela mau menyumbang kepentingan politik Yance, beda dengan orang-orang politik binaannya yang cenderung oportunis dan malah minta uang terus. Ketiga, seperti halnya tokoh masyarakat, Kuwu dan ulama, guru di Desa masih menjadi tokoh terpandang. Dan empat, barangkali Yance tidak suka masyarakat Indramayu melek politik. Masyarakat Indramayu hanya diberi wacana bahwa pilihan terbaik adalah Yance, walaupun pilihannya sangat nepotism (seperti pemilihan istrinya sebagai Bupati dan mungkin nanti anaknya). Maka dari itu mengkebiri pendidikan politik harus melalui dunia pendidikan itu sendiri yakni melalui politisasi pendidikan (Selasa, 29.01.2013, 15:13:18).

Direktur Pusat Kajian Stategis Pembangunan Daerah (PKSPD) O’ushj.dialambaqa menegaskan, itulah resikonya ketika Guru bukan lagi sebagai Guru, tetapi sebagai Pedagang yang berbaju Guru. Nah, di Indramayu ini amat banyak model guru pedagang itu, maka sebagai konsekuensinya ya seperti itu.

Pedagang di mana-mana maunya mencari untung atau keuntungan yang sebesar-besarnya. Setelah itu meningkat menjadi cukong lantas menjadi mafia. Nah, dalam pendidikan ini mafianya menggurita, dan masyarakat seperti tidak berdaya ketika semua hal kemafiaan itu diatasnamakan pendidikan.

Kepiawaian Yance dalam merusak pendidikan itu sudah sangat tepat sasaran, karena dengan rusaknya dunia pendidikan, maka dalam semua hal menjadi rusak. Dengan kerusakan itu Yance secara cerdik mengambil keuntungan yang tiada terkira besarnya, tetapi kemudian seolah-olah tampil menjadi Santaklaus.

Dirusaknya dunia pendidikan oleh Yance bukan hanya struktur pendidikan dasar dan menengah tetapi sampai dunia pendidikan tinggi, buktinya UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung saja tekuk lutut atau bersujud pada Yance dengan tidak berani menarik kembali atau mencopot pemberian gelar Doktornya, padahal UPI Bandung sudah tahu dan berjanji untuk itu.

Nah, dengan rusaknya dunia pendidikan, maka libido kekuasaan Yance bisa memainkan semua dunia pendidikan sampai Perguruan Tinggi, yang kemudian tumbuh subur, dan kemudian Perguruan Tinggi menjadi tempat prostitusi intelektual. Dengan maraknya pelacuran akademik tersebut, Yanace sangat diuntungkan, sehingga jika hanya baliho Yance masuk ke sekolah-sekolah bagi Yance itu soal sepele, tapi bagaimana kemudian para akademisi yang Prof Doktor saja kemudian mengagung-agungkannya dengan berjubah gelar akademiknya dan kampusnya.

Nah, bagi kaum akar rumput yang hanya sampai tamat Sekolah Dasar, SMP atau SMA/SMK di mana dunia pendidikan sudah amat rusak, bagaiamana mungkin mampu memilah persoalan dan mampu menguji kebenaran atau kevalidan apa yang diungkapkan dengan amat menggebu-gebu oleh para guru, Kepala Sekolah, Dosen sampai Rektor Universitas. Wong semuanya sudah rusak.

Nah, itulah kebriliannya Yance, termasuk agama pun dirusak dan dipolitisir, sehingga lahirlah para Kiayi, Ustad dan Ulama yang menghamba pada Yance demi uang dan berlutut pada kekuasaannya, sehingga kemudian mereka para agamawan atau rohaniawan tersebut menjadi beo kekuasaan. Apa yang terjadi kemudian? Kita tunggu saja. Semoga!

Source

Akal bulusnya Yance benar2 seperti Foke. emoticon-Matabelo
wah gak bener tuh masak kampanye terselubung sampai ke sekolahan. makin lama makin aneh ya kelakuan orang yang ngejar jabatan dafuq


OPEN PREE ORDER KAOS MONSTER ZERO KEREN DAN MURAH

Lihat partainya? oh partai beringin.. ya sudah dari dulu begini kan? emoticon-Malu (S)
jangan heran.

bukannya institusi pendidikan itu harusnya menjadi tempat yang netral?
Partai sarang hantu sih jadi ga heran

Yance STROOONG emoticon-Ngakak
emoticon-Cape d... (S)
wah payah nih doi
kemarin, ane brobat di salah satu rsud, foto petahana ngejedig segede gaban kog ga ada yang protes yah?
ada yang tau video klip akang yance di stasiun tipi lokal?

"yance, yance akang yance..."

dinyanyiin artis dangdut lokal? jauh2 hari udah tayang itu...
segala cara dianggap halal gan...
ane pernah liat agung hercules nyanyi lagu akang YANCE gan emoticon-Ngakak

"YANCE YANCE YANCE.. Akang Yance!"
Akankah "Raja Baliho" Terkalahkan emoticon-Matabelo
hahha ada penunggunya tyt pohon gedhe nya
Mau gmn juga ga bakal menang ini si yance

Namanya kaya bencong ya
persaingan merebut raja baliho...
Baliho Yance Diprotes Warga
April 22, 2012 | Baliho Yance Diprotes Warga

INDRAMAYU – Sejumlah baliho bergambar DR Irianto MS Syafiuddin atau akrab disapa Yance mendapat protes dari warga.

Pasalnya, tulisan pada baliho yang mengatasnamakan ratusan kuwu dan logo Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI) tersebut memuat penolakan terhadap bantuan Pemprov Jawa Barat.

Lengkapnya, isi tulisan itu berbunyi “Dukung Kang Yance sebagai gubernur Jawa Barat periode 2013-2018. Kami 292 kuwu se Indramayu tetap komitmen mendukung arahan Kang Yance dan Bupati Indramayu menolak bantuan dari Provinsi Jawa Barat untuk masyarakat Indramayu”. Namun, AKSI sendiri membantah telah membuat dan memasangnya.

Salah sorang warga Kartawi (39) menilai, kalimat dalam baliho itu sudah tidak lagi mengutamakan kepentingan rakyat dan akan menambah kesengsaraan bagi rakyat kecil.

“Jujur saja saya orang kecil dan omongannya tidak mungkin dianggap. Tapi, setelah saya membaca tulisan di baliho itu, saya sebagai rakyat jelas kecewa. Ini tidak bisa dibiarkan,” tutur Kartawi (39) kepada Rakcer, Minggu (22/4).

Hal senada disampaikan warga lainnya yang sempat melihat dan membaca baliho tersebut. Untuk itu, masyarakat mendesak adanya pernyataan pertanggung jawaban dari pihak yang memasang baliho itu. Sebab, masyarakat yang berhak atas kucuran bantuan maupun anggaran program pembangunan jadi batal mendapatkannya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI), H Tarkani AZ saat dikonfirmasi membantah telah membuat sekaligus memasang baliho tersebut.

Bahkan, ia menegaskan bahwa AKSI tidak pernah mengagendakan pembutan baliho dan memerintahkan anggota maupun siapa pun untuk memasangnya.

“Dua baliho sudah kami turunkan, di Lohebener dan Jatibarang. Perlu diketahui, kami tidak pernah memesan untuk dibuatkan baliho itu, apalagi memasangnya,” jelasnya.

Terkait angka 292 yang menyebutkan kuwu se-Indramayu, ia berjanji akan menelusurinya. Sebab, di Kabupaten Indramayu ada 317 kuwu dan lurah. “Adanya pemasangan baliho itu kami tidak akan tinggal diam. Kami beserta seluruh jajaran pengurus AKSI akan mencari tahu dan menyelesaikannya sampai tuntas. Jangan sampai masyarakat salah menilai,” tandasnya.

Pantaun Rakcer, bentangan baliho dengan warna dasar kuning yang memuat foto kandidat calon gubernur Jawa Barat, DR H Irianto MS Syafiuddin (Yance) itu, diantaranya terdapat di sisi ruas Jalan Raya Desa/Kecamatan Lohbener, sisi ruas Jalan Raya Indramayu-Jatibarang yang letaknya didekat terowongan kereta api Jatibarang, dan disisi ruas Jalan Juntinyuat.(tar)

Source
harusnya sekolah itu netral dr parpol dan politik..
emoticon-Cape d... (S)
Yance modalnya gede nih,kasian kalo kalah emoticon-Matabelo
Peraturan KPU Nomor 14 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 69 Tahun 2009 Tentang Pedoman Teknis Kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

download:
http://www.kpu.go.id/dmdocuments/14_...0_REVISI69.pdf

Quote:PASAL 22
Kampanye Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang dilaksanakan dalam bentuk pemasangan alat peraga di tempat kampanye dan di tempat lain yang ditentukan oleh KPU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf f, diatur sebagai berikut:

a. ...
b. alat peraga tidak dibenarkan ditempatkan pada tempat ibadah seperti masjid, gereja, vihara, pura, rumah sakit atau tempat-tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan (gedung dan sekolahan), jalan-jalan protokol, jalan bebas hambatan, dan tempat-tempat fasilitas umum (misalnya tiang telepon, tiang listrik, dan pohon perindang jalan);
Dari gaya penulisan artikelnya kentara banget kalo si penulis dan situs onlineny "lawan"nya Yance emoticon-Big Grin . Penulisannya gak berimbang dan tendensius emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By agentech
Akankah "Raja Baliho" Terkalahkan emoticon-Matabelo


emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
ane baru tw gan ada raja baliho...
iparnya raja dangdut y?