alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/511202a6532acf774f000015/karni-ilyas-disemprot-sutan-bhatoegana-di-depan-publik
Karni Ilyas Disemprot Sutan Bhatoegana Di Depan Publik
Spoiler for Bang Sutan Pas Mingkem Gini Ada Gantengnya Juga Yaah:


JAKARTA— Acara Indonesia Lawyer Club di TV One, Selasa (5/2) malam sempat ramai dengan interupsi cukup keras dari fungsionaris Partai Demokrat Sutan Bhatoegana.

Dia mempermasalahkan ketidakseimbangan topik acara talk show yang selalu ditunggu-tunggu publik tersebut.

“Anda ini gimana, kok hanya kami – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat – yang selalu jadi sorotan, padahal kasus partai-partai lain tidak kalah menariknya untuk dijadikan topik.”

“Ada kasus korupsi pengadaan kitab suci Al-Qur’an yang melibatkan sejumlah kader Partai Golkar, kok nggak dibahas. Yang adil dong,” kritik Sutan kepada Karni Ilyas, pemandu acara ILC.

Dia meminta Karni untuk di kesempatan lain membahas isu-isu korupsi yang tidak kalah hangat oleh partai lain – di luar PKS dan Demokrat – sehingga publik juga mendapat informasi yang adil, seimbang dan obyektif.

“Jangan hanya kami jadi bulan-bulanan. Ini kritik untuk Anda, biar adil dan obyektif,” tegasnya.

Politisi gaek Demokrat Ahmad Mubarok yang duduk bersebelahan dengan Sutan mengiyakan kritikan yang disampaikan kolega partainya tersebut. “Iya dong harus adil,” ujarnya.

Kejadian di luar dugaan dalam talk show bertema “Prahara PKS, Prahara Politik” semalam itu pun menjadi salah satu topik hangat di Twitter.

“Karni Ilyas kena sama Mubarok dan Bhatoegana, bahas korupsi kok hanya ngundang PKS dan Demokrat,” @yusuf_ungsi.

“Sehebat apapun jurnalis, tetap tidak bisa independen sepanjang sentuh kehidupan pribadinya,” @wikaryafd

“Ada yang tahu akun twitter Sutan Bhatoegana, kami mau kasih selamat atas keberaniannya damprat Karni Ilyas,” @partaisocmed

“Karni Ilyas cerdas banget ya,..he.hee, mending pindah ke tv yg ownernya bukan orang politik,” @emilhussein.(JIBI/nj)

sumber

Untuk kali ini aku dukung kau Bang Sutan emoticon-Cool

kl yg blm tau ni ada videonya.. Perhatikan mulai menit 8:25.. Bang Sutan mengawali komennya dengan mengutip Hadits Nabi emoticon-Malu (S)

youtube-thumbnail



===

Menurut agan ini, Sutan sudah disniper KPK gan

Quote:Original Posted By dipotanda
lagi daftar tunggu dijemput KPK itu sutan emoticon-Ngakak

Quote:Terdapat anggota DPR yang menjadi backing perusahaan dalam proyek pengadaan Solar Home System (SHS) di Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keterangan ini muncul dari mulut terdakwa Kosasih Abbas. Kosasih sendiri adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek itu.

Kosasih mengatakan, anggota dewan yang menjadi backing merupakan arahan dari terdakwa satu, yakni Jacobus Purwono. Menurutnya, arahan dari Jacobus yang menjabat sebagai Dirjen LPE ini ada dua jenis, yakni bersifat umum dan bersifat khusus. Arahan bersifat umum adalah proyek ini harus dilaksanakan dengan mengacu Keppres No. 80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

Sedangkan arahan bersifat khusus ada dua jenis. Pertama, karena adanya persoalan internal yang berbarengan dengan pembahasan RUU Ketenagalistrikan. Persoalan internal yang dimaksud bahwa Ditjen LPE tak memiliki dana untuk menganggarkan ke anggota dewan agar meloloskan RUU tersebut.

Maka itu, terdakwa Jacobus memerintahkan ke Kosasih agar menerima apabila ada rekanan proyek yang memberikan uang. “Saya mengerti ada kebutuhan dana, saya menjawab, saya tidak akan bersifat aktif, tapi pasif saja. Ini penugasan,” ujar Kosasih di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (16/1).

Selain arahan untuk mengambil dana yang diberikan rekanan, terdakwa Jacobus, kata Kosasih, juga mengatakan bahwa ada beberapa anggota DPR yang menghubunginya dan meminta agar perusahaan tertentu dimenangkan dalam proyek ini. Dari perusahaan-perusahaan yang diminta dimenangkan, ada yang dimiliki anggota dewan ada pula yang dimiliki perusahaan lain. Artinya, anggota DPR tersebut hanya berfungsi merekomendasikan saja. “Jadi tolong dibantu,” kata Kosasih menirukan Jacobus.

Nama-nama anggota dewan dan perusahaan yang direkomendasikan ditulis Jacobus dalam sebuah kertas. Lalu, kertas tersebut diberikan Kosasih ke Ketua Panitia Pengadaan yang bernama Doktor Pandjaitan. “Catatan itu saya berikan ke Doktor Pandjaitan. Saya bilang ini arahan dan instruksi dari terdakwa satu untuk ikuti lelang ini,” katanya.

Untuk pengadaaan tahun 2007 terdapat 17 paket pekerjaan. Sedangkan untuk tahun 2008 terdapat 43 paket pekerjaan. Pekerjaan-pekerjaan tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Arahan yang sama juga diberikan Jacobus ke Kosasih terkait dengan pengadaan tahun 2008.

Ada beberapa anggota dewan yang disebut Kosasih menjadi backing perusahaan dalam proyek ini. Mereka di antaranya adalah Sutan Bhatoegana dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Herry dari Fraksi PDIP, Nizar Dahlan dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (BPD), Andy Syah Reza, Gusti Iskandar Alamsyah dari Golkar, Yoesrin Nasution, seorang pengusaha bernama Donny Yusgiantoro, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere hingga seseorang yang bernama Rahman Pelu yang diduga dari BadanIntelijen Negara (BIN).

Di tempat yang sama, Jacobus membantah tuduhan bekan anak buahnya tersebut. Menurut Jacobus, dirinya tak pernah memberikan arahan ke Kosasih untuk memenangkan perusahaan yang direkomendasikan oleh anggota dewan maupun pejabat lain. “Tidak ada titipan dari saya atau catatan,” katanya.

Hanya, lanjut jacobus, dirinya pernah meminta Kosasih untuk menemaninya menemui sejumlah tamu yang datang. Apalagi tamu yang datang tersebut berkaitan dengan proyek yang dilaksanakan Kementerian ESDM. “Misal Gories Mere datang terkait tender, karena saya nggak mau, saya kenalkan ke terdakwa dua, lalu dia berurusan dengan Gories Mere,” tandasnya.

Dimarahi
Kosasih mengaku sempat dimarahi Herman Herry. Menurutnya, Herman marah lantaran jumlah proyek dan nilai yang ditangani grupnya tak sesuai dengan ekspektasi. “Dia agak kecewa, tidak sesuai ekspektasinya, dia minta setengahnya dikerjakan grup dia. Tapi hanya dapat tujuh paket di 2008, nilainya Rp58 miliar,” ujarnya.

Karena kecewa, menurut Kosasih, Herman tak akan memberikan fee kepadanya. Melainkan melalui Gusti Iskandar ke terdakwa Jacobus. “Saya laporkan besoknya ke Jacob, tapi katanya belum ada (fee yang masuk, red),” kata Kosasih di persidangan.

Kosasih mengaku, selama tahun 2007 hingga tahun 2008, dirinya memperoleh fee dari perusahaan pemenang lelang berjumlah Rp9,6 miliar. Dana yang diterima Kosasih ini terjadi secara cash dan transfer. Namun, dari dana tersebut, sebagian di antaranya diberikan ke anggota dewan yang membahas RUU Ketenagalistrikan, pembayaran internal Ditjen LPE hingga biaya operasional hingga Tunjangan Hari Raya (THR).

”Saya telah kembalikan uang ke KPK Rp150 juta, sisanya Rp85 juta belum dikembalikan. Sumber uang dari rekanan proyek SHS,” kata Kosasih. Ia mengaku seluruh penerimaan dan pengeluaran uang tersebut dilaporkan ke Jacobus.

Terkait hal ini Jacobus merasa tak dilaporkan oleh Kosasih. Bahkan, ia juga tak pernah mengarahkan Kosasih untuk memberikan uang ke anggota dewan yang tengah membahas RUU Ketenagalistrikan. “Itu sudah mekanisme biasa yang dilakukan Sesditjen sebagai orang kedua dan orang keuangan, dia yang mengatur dari mana sumbernya,” ujar Jacobus.

Dalam perkara ini, Jacob dan Kosasih didakwa telah melakukan penggelembungan harga (mark up) dalam pengadaan sistem listrik rumah tenaga surya pada tahun 2007 dan 2008. Untuk tahun 2007 kerugian negaranya mencapai Rp77,3 miliar. Setahun kemudian dalam proyek sama, negara merugi Rp67,4 miliar, sehingga total kerugian mencapai Rp 144,8 miliar.

Akibat perbuatannya tersebut, kedua terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU Pemberantasan Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP. Dan subsidairitas melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Pemberantasan Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP. Dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.


TS pej wan dong emoticon-Smilie


pertamaxxxx
Orang atas kok sukanya begitu ya?.
apa mo dikata, tv oon yang punya si "hilang", empunya beringin. mana berani dia undang undang orang mereka. kalau masi mau jadi host

Spoiler for Numpang Lapak:
Mana brani karni ngomongin kasus partainya si boss. Bisa kena pecat dia.

Tunggu tipiwan dibeli hari tanu dulu emoticon-Big Grin
ILC mbahas korupsi di golkar ??

sama aja kayak ngarepin amerika ngembaliin freeport 100% ke indonesia.
jangan gitu om karni lagi bingung mikirin twit dan artikel samsir alam di goal crot emoticon-Ngakak
seharusnya pemilik TV bukan orang politik.. liat aja kyk kasus PSSI vs KPSI.. mereka selalu memojokkan PSSI...
kayaknya koalisi bakalan bubar tahun ini emoticon-Malu
Mari beralih ke Bloomberg TV.emoticon-Cendol (S)
ngomongin golkar?
Mana berani bisa di pecat dieemoticon-Ngakak
"Karni Ilyas cerdas banget ya,..he.hee, mending pindah ke tv yg ownernya bukan orang politik,” @emilhussein.(JIBI/nj)

komen cerdas..setuju sama yang ini
Lucu bgt liat mukanya sutan apalg klo lagi sewot emoticon-Ngakak
yah kalo gitu demokrat dan pks bikin stasiun televisi aja sendiri emoticon-Big Grin
biar bisa mojokin partai lain emoticon-Big Grin atau gaet HT emoticon-Big Grin
Lucu bgt liat mukanya sutan apalg klo lagi sewot emoticon-Ngakak
Awas om sutan nti stroke loh marah2 mlulu
ane juga sempat nonton semalam, ane juga setuju tuh sama kritikan nya bang sutan. kita semua tau lah klo PKS dan Demokrat saat ini lagi di landa prahara. tapi kalau kita boleh jujur dan sama2 objektif, ane yakin partai2 besar lainnya (apalagi GOKAR) pasti juga mempunyai kasus korupsi yang sama.
Untuk bang karni, kalau memang merasa hebat, jangan berpihak sama stasiun TV yang di miliki partai dong, jelas itu tidak akan berimbang dalam pemberitaan. ingat lo, kebenaran tidak akan pernah bisa di tutupi selamanya demikian juga dengan kebusukan dan kesalahan.... emoticon-I Love Indonesia (S)
emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
Kli ini sukak kalee aku dgn gayamu tulang...
Apa gunanya ILC? Acara provokatif dari tvOon... Gak pernah ngasih solusi...
emoticon-Cool
dulu waktu masih JLC ane suka banget sama ini acara,
tapi lama2 jadi bosenin, gitu2 aja emoticon-thumbdown
Terus jawabannya Karni kemaren itu gimana ya?

Maklum ane ga nonton
Quote:Original Posted By TheCriminalCat
Terus jawabannya Karni kemaren itu gimana ya?

Maklum ane ga nonton


lgsg aja liat videonya gan.. barusan ane tambahin emoticon-Smilie
×