alexa-tracking

Kekurangan Murid, Disdikpora Ingatkan Izin Dua SMA/SMK Swasta Bisa Dicabut

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51119d990c75b4e152000001/kekurangan-murid-disdikpora-ingatkan-izin-dua-sma-smk-swasta-bisa-dicabut
Kekurangan Murid, Disdikpora Ingatkan Izin Dua SMA/SMK Swasta Bisa Dicabut
Quote:Dua SMA/SMK Swasta Kekurangan Murid, Disdikpora Ingatkan Izin Bisa Dicabut

Selasa, 05/02/2013 - 17:42

NGAMPRAH, (PRLM).- Lantaran mengalami kekurangan jumlah murid, dua sekolah swasta tingkat SMA/SMK di Kabupaten Bandung Barat mendapatkan peringatan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kab. Bandung Barat. Apabila dalam tiga sampai empat tahun ke depan tidak ada perbaikan, Disdikpora bisa melakukan pencabutan izin.

“Kami tidak bisa mengungkapkan nama sekolah tersebut. Yang pasti dari dua sekolah itu, terdiri dari satu SMA dan satu SMK,” tutur Kepala Bidang SMA/SMK Disdikpora Kab. Bandung Barat, Imam Santoso saat dijumpai di ruangannya, Jalan Batujajar, Selasa (5/2/13).

Kekurangan siswa, ucap Imam, biasanya cenderung terjadi kepada sekolah yang berkualitas tidak memadai. Lantaran hal itu, orang tua siswa tidak mempercayakan anaknya untuk bersekolah pada satuan pendidikan bersangkutan.

Lebih lanjut Imam menuturkan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kab. Bandung Barat secara umum, pihaknya telah melakukan moratorium pendirian SMA/SMK di enam kecamatan. Hal itu terjadi, karena jumlah siswa melanjutkan ke tingkat SMA/SMK/MA, tidak sebanding dengan jumlah SMA/SMK.

“Enam kecamatan tersebut, yaitu Padalarang, Ngamprah, Lembang, Cihampelas, Cipatat, Batujajar. Moratorium itu berlaku sejak Mei 2012,” katanya.

Imam menuturkan, apabila terus dilakukan penambahan SMA/SMK di kawasan itu, akan terjadi persaingan tidak sehat dalam menjaring siswa. Alhasil, setiap satuan pendidikan cenderung mengabaikan kualitas pendidikan.

Ketika ditanyakan jumlah satuan pendidikan tingkat SMA/SMK, Ia mengungkapkan, terdapat 76 SMK dan 46 SMA. Dari jumlah itu, hanya terdapat empat SMK negeri dan 15 SMA negeri. “Sejumlah satuan pendidikan itu, paling banyak berada di enam kecamatan yang mendapatkan moratorium,” tuturnya.

Letak sejumlah sekolah, kata Imam, justru tidak merata. Contohnya, Kecamatan Saguling yang belum memiliki SMA/SMK. “Kami akan sangat berterimakasih, apabila ada yayasan yang hendak mendirikan sekolah di sana,” ujarnya.

Mengenai jumlah lulusan SMP, Imam menuturkan, rata-rata berjumlah 16.000 per tahun. Akan tetapi, hanya 8-9 ribu di antaranta saja yang melanjutkan ke SMA/SMK yang berada di Kab. Bandung Barat. Lantaran hal itu, ada beberapa SMA/SMK swasta yang mengalami kekurangan siswa.

“Apabila dalam tiga hingga empat tahun, tidak ada perkembangan jumlah murid, kami bisa melakukan pencabutan izin. Mengenai itu, kami telah melayangkan peringatan bagi dua sekolah, satu SMA dan satu SMK,” tuturnya. (A-206/A-88)***


resiko sekolah swasta minim peminat & dana emoticon-Frown

[CENTER]http://www.pikiran-rakyat.com/node/221816[/CENTER]










120 siswa membuat pensil

beda topik gan, anak SD diajari membuat pensil

Kekurangan Murid, Disdikpora Ingatkan Izin Dua SMA/SMK Swasta Bisa Dicabut

BANDUNG, (PRLM).- Sebanyak 120 siswa SD Santo Yusup mengikuti pembuatan pensil dalam kegiatan kunjungan ke sekolah (School Visit) Faber-Castell di Jln. Cikutra, Kota Bandung, Selasa (5/2/13).

Area Sales Manager PT Faber-Castell Internasional Indonesia Anwar Sundjaja mengatakan kegiatan kunjungan ke sekolah (school visit) untuk memperkenalkan pensil khususnya bagaimana proses pembuatan pensil.

"Kami mempunyai perhatian yang tinggi kepada para siswa atas pentingnya pengenalan pensil sejak dini sehingga pada akhirnya para siswa dapat mengenal pensil yang baik dan aman untuk digunakan," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam school visit kali ini mengenai teknologi SV Bonding yang digunakan dalam pensil untuk menjaga kualitas pensil yang terdiri kayu dan isi pensil (lead).

"Lead merupakan perpaduan atas arang/grafit dan tanah liat di lem dari ujung hingga pangkal menyerupai konsep roti sandwich hingga tidak mudah patah atau terbelah," kata Anwar. (A-208/A-88)***

[CENTER]http://www.pikiran-rakyat.com/node/221797[/CENTER]
Jadi teringat dengan Laskar Pelangi... emoticon-Berduka (S)
itulah resiko sekolah swasta gan
kalau murid kurang memadai ya terpaksa izinnya dicabut