alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/510fd5136012431f79000008/buset-dah-ketiga-kalinya-mantan-wali-kota-magelang-tersangkut-korupsi
[Buset dah] Ketiga Kalinya, Mantan Wali Kota Magelang Tersangkut Korupsi
[Buset dah] Ketiga Kalinya, Mantan Wali Kota Magelang Tersangkut Korupsi

Quote:SEMARANG, KOMPAS.com - Untuk ketiga kalinya, Mantan Wali Kota Magelang Fahriyanto harus kembali menjalani persidangan atas kasus korupsi. Kali ini Fahriyanto terjerat korupsi dana APBD Kota Magelang tahun anggaran 2002-2004 sebesar Rp1,57 miliar.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Magelang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (4/2/2013). Pada dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang dibacakan jaksa Widodo dan Supriyadi, terdakwa dituduh melakukan korupsi dana asuransi jiwa 25 anggota DPRD Magelang periode 1999-2004. Pada APBD anggaran tersebut tidak ada, namun kemudian dianggarkan melalui pos anggaran Dana Peningkatan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah tahun 2002-2004.

Kasus bermula ketika Ketua DPRD Magelang Trijoko Minto Nugroho mengajukan permohonan asuransi jiwa untuk 25 anggota dewan pada 2002. Asuransi melalui PT Asuransi Central Asia mencapai Rp 1,57 miliar. Pembayaran premi yakni Rp20 juta untuk setiap anggota dewan selama satu tahun selama tiga tahun. Sebagai kepala daerah, Fahriyanto dinilai turut menyetujui pencairan dana yang berasal dari APBD.

Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng, kasus ini telah merugikan keuangan negara sebesar Rp932 juta. Sebab sebelumnya telah ada pengembalian uang kerugian negara sebesar Rp578 juta dari total Rp1,57 miliar.

Pada perkara ini, tiga terdakwa lain yakni Trijoko, Pramono dan Sutjipto yang merupakan anggota DPRD ketika itu, sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Magelang. Dengan hukuman tiga tahun penjara untuk Trijoko sedang Pramono dan Sutjipto divonis masing-masing dua tahun penjara.

Terkait kasus ini, Fahriyanto dijerat pasal berlapis yakni, dakwaan primer Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-undang (UU) nomor 31 tahun 1999 yang telah ditambahkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke 1. Subsidair Pasal 3 UU yang sama.

Menanggapi dakwaan, Fahriyanto didampingi penasihat hukum M Zazin mengatakan tidak akan mengajukan nota keberatan. Fahriyanto sendiri mengaku hanya diminta tandatangan dan hal ini merupakan kesalahan administrasi. "Kalau hal ini dianggap korupsi, semua kepala daerah bisa masuk karena dianggap yang bertanggungjawab atas penggunaan keuangan daerah," ujarnya usai sidang.

Ia juga mengaku kecewa, sebab sebagai pemimpin telah ikut membangun Kota Magelang. Sebelumnya, dua kasus korupsi juga sudah menjerat Fahriyanto. Pertama yakni kasus korupsi dana pengadaan buku ajar sekolah tingkat SD, SMP dan SMA dan sudah menerima vonis 1,5 tahun penjara. Kedua yakni kasus korupsi penyelewengan APBD Magelang Dana Tidak Tersangka (DTT) yang juga sudah menerima vonis 1,5 tahun penjara. Kedua putusan tersebut sudah sudah berkekuatan hukum tetap.sumber

Spoiler for tersangkanya gan:

ah elahh, kampret bener nih orang...emoticon-Mad (S)
gagal
pertamaxxxx
bisa diusulkan dapat rekor muri nich
jaya suprana mannnnaaaaaaaaa
[Buset dah] Ketiga Kalinya, Mantan Wali Kota Magelang Tersangkut Korupsi

Korupsi Buku Ajar Rp 11 M, Mantan Walikota Magelang Ditahan

Magelang - Mantan Walikota Magelang, Fahriyanto ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Magelang terkait kasus korupsi pengadaan buku ajar 2003 senilai Rp 11 miliar. Penahanan dilakukan setelah kader PDIP yang sempat memimpin 2 periode ini diperiksa tiga jam lebih.

Selain Fahriyanto, Kejari Kota Magelang juga menahan Kadis Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Sularso Hadi dan Sureny Ady, mantan Kepala DPPKD Kota Magelang. Sebelumnya, kejaksaan juga telah menetapkan mantan Kadis Pendidikan Sri Yudoko sebagai terdakwa dalam kasus buku ajar 2003 yang merugikan keuangan negara Rp 4 Miliar.

"Setelah dapat bukti cukup, ketiga tersangka kami tahan. Ini untuk memudahkan proses penyelidikan. Sri Yudoko beberapa waktu lalu statusnya sudah kami naikkan menjadi terdakwa. Dia sengaja kami datangkan untuk dikonfrontir dengan ketiga tersangka," kata Kajari Magelang, Banjar Nahor, usai memimpin pemeriksaan, Senin (5/9/2011).

Usai diperiksa, tersangka Fahriyanto dan Sularso Hadi terlihat santai. Saat menunggu dibawa ke LP Kota Magelang, Fahriyanto yang berbatik coklat sempat berbincang-bincang dengan Sularso Hadi yang berbaju merah muda didampingi kuasa hukum mereka M Zazin. Sedangkan, Sureny Ady nampak sedikit shock dan duduk lesu di ruang terpisah bersama pengacara.

Sekitar pukul 15.45 WIB, ketiganya langsung dimasukan mobil tahanan Kejari Kota Magelang dan dibawa ke LP Kota Magelang. Banjar menegaskan penahanan ketiga tersangka merupakan salah satu bukti Kejari Kota Magelang tidak akan tebang pilih dalam memberantas korupsi.

"Akan terus kita kebangkan kasus ini. Untuk memudahkan penyelidikan mereka kami tahan dulu," ucap Banjar.

Banjar menerangkan ketiga tersangka tersebut mempunyai indikasi dan andil korupsi dalam proyek buku ajar 2003 senilai Rp 11 Miliar. Fahriyanto, selaku pejabat mempunyai wewenang pengguna anggaran daerah.

Saat akhir tahun 2004, pengerjaan proyek tersebut sebenarnya baru selesai 80 persen. Namun broker PT Balai Pustaka, Murod Irawan, melaporkan proyek telah rampung. Separuh anggaran pun dibayarkan karena sudah akhir tahun dan dimasukan Sri Yudoko ke kocek pribadi Fahriyanto. Awal tahun berikutnya, Murod menagih sisa pembayaran. 30 dari 50 persen sisa anggaran diberikan, dan 20 persen tetap di kantung Fahriyanto.

"Kalau dinominalkan 20 persen itu sekitar Rp 2 miliar itu. Selain keterangan Sri Yudoko kita juga alat bukti lain yang juga kuat," tutur Banjar.

Demikian juga dengan Sureny Ady yang saat itu menjabat Kepala DPPKD dan Sularso Hadi sebagai Kasi Keuangan DPPKD. Mereka berperan dalam pencairan dana. Sedangkan Sri Yudoko yang selaku penanggung jawab proyek buku ajar 2003.

Selain kasus pengadaan buku ajar 2003, Fahriyanto juga terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Sport Center Stadion Madya senilai Rp 11 miliar dan Dana Tak Tersangka (DTT) APBD Kota Magelang senilai Rp 470 juta. Kuasa hukum Fahriyanto dan Sularso Hadi, M Zazinmengatakan pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan dan hanya dikenakan tahanan rumah.

"Kondisi kesehatan Pak Fahri agak kurang baik, beliau beberapa waktu lalu baru keluar rumah sakit. Sedangkan untuk Sularso Hadi dia masih dibutuhkan di instansinya mengingat posisinya sebagai kepala DPPKD," ucap Zaini.

[url]http://news.detik..com/read/2011/09/05/195530/1716125/10/korupsi-buku-ajar-rp-11-m-mantan-walikota-magelang-ditahan[/url]


eh busyet
yg kasus buku pelajaran aja blm kelar.. ini ada lagi


emoticon-Sorry
Gw dl pernah tinggal di magelang,riwayatnya dl doi adl tukang roti,trus dimasukin partai,sm partai dijadiin boneka pas jd walikota itu...
Pernah dulu ada cerita lucu,wktu doi lg baca pidato didpn warga2 kampung dkt tmpt gw kerja.. Dia baca di kertas, bapak dua,ibu dua yg sy hormati...
Stlh dicari tau tnyata di kertas itu tertulis bapak2,ibu2,tp doi ngomongnya bapak dua,ibu dua..wkwkkwk
apa mantan walikota ini berani ditahan gan
Quote:Original Posted By oMaH


eh busyet
yg kasus buku pelajaran aja blm kelar.. ini ada lagi

emoticon-Sorry


kayanya nih orang emang hobi korupsi ya gan... emoticon-Mad (S)
Aturannya kalo kaya gini hukumannya diperberat. Ini kan indikasinya ybs "tidak pernah menyesali" perbuatannya, sehingga terus diulang-ulang kejahatan (korupsi)nya. emoticon-Mad (S)
dah 3x kan, hukum mati ja tu celeng botak emoticon-Mad:
Quote:Original Posted By slimme
dah 3x kan, hukum mati ja tu celeng botak emoticon-Mad:


masak d bilang celeng gan

bukannya koruptor itu tikus

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By Zip.err
[Buset dah] Ketiga Kalinya, Mantan Wali Kota Magelang Tersangkut Korupsi


Spoiler for tersangkanya gan:

ah elahh, kampret bener nih orang...emoticon-Mad (S)


http://islamterbuktibenar.net
http://www.facebook.com/photo.php?fb...type=1&theater
http://www.republika.co.id/berita/du...do-jadi-mualaf