alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50ff6a5be574b47c12000000/peringatan-maulid-nabi-sebuah-nikmat-dan-tidak-bidah
Peringatan Maulid Nabi Sebuah Nikmat Dan Tidak Bid'ah

Peringatan Maulid Nabi Sebuah Nikmat Dan Tidak Bid;ah


Quote:Original Posted By cahtijayan
Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasional menyatakan bahwa anggapan merayakan maulid Nabi saw. adalah bid’ah, dan setiap bid’ah pasti sesat, dan setiap yang sesat pasti masuk neraka, tidak semuanya benar.

Beliau meluruskan, yang kita ingkari dalam hal perayaan maulid adalah ketika ada pencampuradukkan dengan kemungkaran, ketika perayaan maulid itu bercampur-aduk dengan hal-hal yang menyalahi syari’at, ketika perayaan maulid itu tidak sesuai dengan Al-Qur’an, sebagaimana praktek-praktek ini masih ada di sebagian negara Islam.

Contohnya, praktek syirik, dengan mengadakan sesajian, berkurban untuk alam, laut misalkan, pemubadziran makanan atau harta, ikhtilath atau campur baur laki-laki dan perempuan, praktek yang mengancam jiwa dengan berdesak-desakan atau rebutan makanan, dan lainnya yang bertentangan dengan syari’at.

Jika peringatan maulid itu dalam rangka mengingat kembali sejarah kehidupan Rasulullah saw, mengingat kepribadian beliau yang agung, mengingat misinya yang universal dan abadi, misi yang Allah tegaskan sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Ketika acara maulid seperti itu, apa masih ada alasan disebut dengan bid’ah?
Pernyataan beliau yang dimuat dalam media online pribadi beliau itu juga ditambahkan:

“Ketika kita berbicara tentang peristiwa maulid ini, kita sedang mengingatkan umat akan nikmat pemberian yang sangat besar, nikmat keberlangsungan risalah, nikmat kelanjutan kenabian. Sedangkan bila kita membicarakan nikmat sangatlah dianjurkan oleh syariat dan sangat dibutuhkan.”

Allah swt. memerintahkan demikian kepada kita dalam banyak firman-Nya. Misalnya:

يا أيها الذين آمنوا اذكروا نعمة الله عليكم إذ جاءتكم جنود فأرسلنا عليهم ريحاً وجنوداً لم تروها وكان الله بما تعملون بصيرًا، إذ جاءوكم من فوقكم ومن أسفل منكم وإذ زاغت الأبصار وبلغت القلوب الحناجر وتظنون بالله الظنونا

“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikuruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha melihat akan apa yang kamu kerjakan. (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.” (Al-Ahzab:9-10)

Allah memerintahkan kita mengingat suatu peperangan, misalnya perang Khandaq atau perang Ahzab, di mana kafir Quraisy dan Suku Ghathfan mengepung Rasulullah saw. Dalam kondisi serba sulit ini, Allah swt. menurunkan bala bantuannya berupa angin kencang dan bantuan Malaikat. Ingatlah peristiwa itu, ingatlah, jangan kalian lupakan itu semua.
Ini jelas menunjukkan bahwa kita diperintahkan untuk mengingat nikmat dan tidak melupakannya.

Dalam ayat lain, Allah berfirman:

يا أيها الذين آمنوا اذكروا نعمة الله عليكم إذ هم قوم أن يبسطوا إليكم أيديهم فكف أيدهم عنكم واتقوا الله وعلى الله فليتوكل المؤمنون

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Al-Anfal:30)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa orang-orang Yahudi Bani Qainuqa’ telah besepakat untuk mengkhianati Rasulullah saw. di Madinah, mereka membuat makar, mereka membuat tipu daya, namun makar dan tipu daya Allah swt. lebih kuat dan lebih cepat dari mereka.

ويمكرون ويمكر الله والله خير الماكرين

“Mereka membuat makar, dan Allah membuat makar (juga), Dan Allah sebaik-baik pembuat makar.”

Perayaan yang demikian tidaklah bid’ah, bahkan dianjurkan. Wallahu a’lam (Ngabdurrahman al-Jawiy)

Sumber Dari ; Nahdlatul Ulama. [url]http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,10-id,26901-lang,id-c,ubudiyyah-t,Peringatan+Maulid+Nabi+Sebuah+Nikmat-.phpx][/url] [


ALLOHUMU SHOLI ALA MUHAMMAD
betul sekali gan. ane juga tidak setuju dengan perayaan maulid yang bertentangan dengan syariat. lebih baik perayaan maulid diisi dengan kegiatan keagamaan seperti pengajian, lomba membaca al qur'an dll
Quote:Original Posted By bluerythm
betul sekali gan. ane juga tidak setuju dengan perayaan maulid yang bertentangan dengan syariat. lebih baik perayaan maulid diisi dengan kegiatan keagamaan seperti pengajian, lomba membaca al qur'an dll


cocok gan daripada bengong di rumah toh hari kamisnya libur kan , mendingan kita cari pahala sebanyak mungkin emoticon-I Love Indonesia (S)
bener gan maulid lebih bagus buat momen memperdalam keimanan aja..yg penting ga dijadiin hari raya seperti idul fitri dan idul adha..sama ga pake ritual2 paganisme deh..
Quote:Original Posted By gayuss.tabungan
bener gan
produk2 nya wahabi aja yg mengharamkan maulid]


yang terpenting kita maju terus untuk maulidan apapun penilain orang....
setubuh gan, terkadang orang mah makan mentah aja, tidak dilihat dalil Al Qurán maupun Hadits secara menyeluruh,
kita harus melihat konteksnya, kiranya kalau memperingati Maulid dengan mengumandangkan sholawat, apakah itu bidáh?? padahal jelas :
Innalloha wa malaikatu yusholuuna álan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu sholluu álaihi wa sallimuu tasliimaa

lagian cetek bgt si dikit2 bidáh, ntar ngaskus juga bidáh donk soalnya di jaman Nabi Muhammad SAW ga ada kaskus emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
yg bilang bidah belajar lagi dah mendingan....


klo mau di bilang bidah semua tuh bidah...ente pake celana jeans naik motor pake hp bidah....
Quote:Original Posted By bangcelup
setubuh gan, terkadang orang mah makan mentah aja, tidak dilihat dalil Al Qurán maupun Hadits secara menyeluruh,
kita harus melihat konteksnya, kiranya kalau memperingati Maulid dengan mengumandangkan sholawat, apakah itu bidáh?? padahal jelas :
Innalloha wa malaikatu yusholuuna álan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu sholluu álaihi wa sallimuu tasliimaa

lagian cetek bgt si dikit2 bidáh, ntar ngaskus juga bidáh donk soalnya di jaman Nabi Muhammad SAW ga ada kaskus emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)


bener gan, anak jaman sekarang kalau ngaji setengah setengah cuma berdasarkan buku, padahal sumber cari ilmu agama kan banyak semisal kita berdialog atau belajar bersama kyai dan sebagainya....
j

Pendapat ulama

Asslmualaikum wr,wb
maaf neh gan,ada baiknya kita mengutip beberapa pendapat ulama yang membid;ahkan perayaan tersebut.,
berikut pernyataan hukum perayaan maulid nabi
Quote:FATWA PARA ULAMA TENTANG BID’AHNYA PERAYAAN MAULID NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM
Berikut ini adalah beberapa fatwa para ulama yang menyatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah bid’ah dhalâlah.

1. Al-‘Allâmah asy-Syaikh Tâjuddin al-Fakihani rahimahullah (wafat th. 734 H) berkata :
“Saya tidak mengetahui dasar dari peringatan Maulid ini, baik dari al-Qur-an, Sunnah, dan tidak pernah dinukil pengamalan salah seorang ulama umat yang diikuti dalam agama dan berpegang teguh dengan atsar-atsar generasi yang telah lalu. Bahkan perayaan (maulid) tersebut adalah bid’ah yang diada-adakan oleh para pengekor hawa nafsu...”[26]

2. Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
“Menjadikan suatu hari raya selain dari hari raya yang disyari’atkan, seperti sebagian malam di bulan Rabi’ul Awwal yang disebut dengan malam Maulid, atau sebagian malam di bulan Rajab, atau hari ke-18 di bulan Dzul Hijjah, atau hari Jum’at pertama di bulan Rajab, atau hari ke-8 bulan Syawwal yang dinamakan ‘îdul abrâr oleh orang-orang bodoh, maka semua itu termasuk bid’ah yang tidak pernah dianjurkan dan tidak pernah dilakukan oleh para ulama Salaf. Wallâhu a’lam.”[27]

3. al-‘Allâmah Ibnul Hajj rahimahullah (wafat th. 737) menjelaskan tentang peringatan Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :
“...Hal itu adalah tambahan dalam agama, bukan perbuatan generasi Salaf. Mengikuti Salaf, lebih utama bahkan lebih wajib daripada menambahkan berbagai niat (tujuan) yang menyelisihi apa yang pernah dilakukan Salafush Shalih. Sebab, Salafush Shalih adalah manusia yang paling mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan (paling) mengagungkan beliau dan Sunnahnya Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka lebih dahulu bersegera kepada hal itu, namun tidak pernah dinukil dari salah seorang dari mereka bahwa mereka melakukan maulid. Dan kita adalah pengikut mereka, maka telah mencukupi kita apa saja yang telah mencukupi mereka.”[28]

4. Syaikh ‘Abdullâh bin ‘Abdul ‘Azîz bin Bâz rahimahullâh berkata:
“Tidak diperbolehkan melaksanakan peringatan Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan peringatan hari kelahiran selain beliau karena hal itu merupakan bid’ah dalam agama. Sebab, Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah melakukannya, tidak juga para Khulâfâ-ur Râsyidîn, dan tidak pula para Shahabat lainnya, dan tidak juga dilakukan oleh orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik pada generasi-generasi yang diutamakan. Padahal mereka adalah manusia yang paling mengetahui Sunnah, paling mencintai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan paling mengikuti syari’at dibandingkan orang-orang setelah mereka...”[29]

5. Syaikh Hamûd bin ‘Abdillah at-Tuwaijiri rahimahullah berkata:
“...Dan hendaklah juga diketahui bahwa memperingati malam Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan menjadikannya sebagai peringatan tidak termasuk petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tetapi ia adalah perbuatan yang diada-adakan yang dibuat setelah zaman beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam setelah berlalu sekitar enam ratus tahun. Oleh karena itu, memperingati perayaan yang diada-adakan ini masuk dalam larangan keras yang Allah Azza wa Jalla sebutkan dalam firman-Nya.

فَلْيَحْذَرِ الذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“...Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” [an-Nûr/24:63]

Jika dalam acara maulid yang diada-adakan ini ada sedikit saja kebaikan maka para Shahabat telah bergegas melakukannya...”[30]

6. Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:
“Pertama: bahwa malam kelahiran Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak diketahui secara pasti, bahkan sebagian ahli sejarah menetapkan bahwa malam kelahiran Rasul adalah malam ke-9 Rabi’ul Awwal, bukan malam ke-12. Dengan demikian, menjadikannya malam dua belas bulan Rabi’ul Awwal tidak memiliki dasar dari sudut pandang sejarah.

Kedua: dari sudut pandang syari’at maka peringatan ini tidak memiliki dasar. Karena jika ia termasuk syari’at Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melakukannya atau menyampaikannya kepada umatnya. Seandainya beliau telah melakukannya atau telah menyampaikannya maka hal itu pasti terjaga karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an, dan pasti Kami pula yang memeliharanya.” [al-Hijr/15:9]
Karena tidak ada sesuatu pun yang terjadi dari hal itu maka dapat diketahuilah bahwa Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak termasuk agama Allah. Jika tidak termasuk agama Allah maka kita tidak boleh beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah dengannya. Apabila Allah Subhanahu wa Ta'ala telah meletakkan jalan tertentu agar dapat sampai kepada-Nya yaitu apa yang dibawa Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka bagaimana bisa kita selaku hamba Allah diperbolehkan untuk membuat jalan sendiri yang mengantarkan kepada Allah ? Ini merupakan kejahatan terhadap hak Allah Azza wa Jalla, yaitu mensyari’atkan dalam agama Allah sesuatu yang bukan bagian darinya. Juga hal ini mengandung pendustaan terhadap firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang artinya : “…Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu…” [al-Mâidah/5: 3]” [31]

7. Syaikh Shâlih bin Fauzân bin ‘Abdullâh al-Fauzan hafizhahullâh berkata:
“Melaksanakan Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah bid’ah. Tidak pernah dinukil dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tidak dari para Khulafâ-ur Râsyidîn, dan tidak juga dari generasi yang diutamakan bahwa mereka melaksanakan peringatan ini. Padahal mereka adalah orang yang paling cinta kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan paling semangat melakukan kebaikan. Mereka tidak melakukan suatu bentuk ketaatan pun kecuali yang disyari’atkan Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya sebagai pengamalan dari firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang maknanya : “…Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah...” [al-Hasyr/59:7]

Maka ketika mereka tidak melakukan peringatan maulid ini, dapat diketahuilah bahwa perbuatan itu adalah bid’ah…

Kesimpulannya bahwa menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam termasuk perbuatan bid’ah yang diharamkan yang tidak memiliki dalil baik dari Kitabullâh maupun dari Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam…”[32]
[26]. Al-Maurid fii ‘Amalil Maulid. Dinukil dari Rasâ-il fî Hukmil Ihtifâl bi Maulidin Nabiy (I/7-14) dengan ringkas.
[27]. Majmû’ Fatâwâ, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (XXV/298).
[28]. Al-Madkhal (II/234-235).
[29]. Hukmul Ihtifâl bil Maulid an-Nabawi. Dinukil dari Rasâ-il fii Hukmil Ihtifâl bi Maulidin Nabiy (I/57) dengan ringkas.
[30]. Ar-Raddul Qawiy ‘ala ar-Rifâ’i wal Majhûl wa Ibni ‘Alawi wa Bayân Ahkhtâ-ihim fil Maulidin Nabawi. Dinukil dari Rasâ-il fii Hukmil Ihtifâl bi Maulidin Nabiy (I/70) dengan ringkas
[31]. Majmû’ Fatâwâ wa Rasâ-il Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin (II/298) dengan diringkas.
[32]. Al-Muntaqâ min Fatâwâ Syaikh Shâlih Fauzân (II/185-186) dengan diringkas.

Sumber
http://almanhaj.or.id/content/2586/s...syariat-islam/
Wallahu a'lam bissoab
pokoknya yg tidak setuju maulid Nabi ke laut aja dah...emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By moupixx
Asslmualaikum wr,wb
maaf neh gan,ada baiknya kita mengutip beberapa pendapat ulama yang membid;ahkan perayaan tersebut.,
berikut pernyataan hukum perayaan maulid nabi

Wallahu a'lam bissohab


SAYA TEGASKAN YA MAS BROW., SETIAP UMAT MUSLIM PUNYA RUJUKAN MASING MASING, SEPERTI SAYA PUNYA RUJUKAN SENDIRI DAN ANDA PUNYA RUJUKAN ANDA SENDIRI
....
SELAMA BID'AH TIDAK MELANGGAR SYARIAT ISLAM BAGI SAYA TIDAK MASALAH
yang mau memperingati silakan kalo ada dasar hukumnya..yg tdk memperingati silakan..yg penting peace ya?jaga ukhuwah
nice thread gan emoticon-2 Jempol
Quote:Original Posted By cahtijayan


SAYA TEGASKAN YA MAS BROW., SETIAP UMAT MUSLIM PUNYA RUJUKAN MASING MASING, SEPERTI SAYA PUNYA RUJUKAN SENDIRI DAN ANDA PUNYA RUJUKAN ANDA SENDIRI
....
SELAMA BID'AH TIDAK MELANGGAR SYARIAT ISLAM BAGI SAYA TIDAK MASALAH

MONGGO GAN ITU HAK AGAN,TIDAK ADA YANG MEMAKSA.
TAPI ANE ANE MAU JELASIN MENGENAI PENDAPAT AGAN "SELAMA BID'AH TIDAK MELANGGAR SYARIAT ISLAM BAGI SAYA TIDAK MASALAH"
BID'AH ITU DILUAR SYARIAT GAN,BERIKUT PENJELASANNYA :
Quote:Bid’ah sama artinya dengan al-ikhtira’ yaitu sesuatu yang baru, yang diciptakan tanpa ada contoh sebelumnya.

Bid’ah secara bahasa (etimologi) adalah hal yang baru dalam agama setelah agama ini sempurna.Atau sesuatu yang dibuat-buat setelah wafatnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa kemauan nafsu dan amal perbuatan.Apabila dikatakan: “Aku membuat bid’ah, artinya melakukan satu ucapan atau perbuatan tanpa adanya contoh sebelumnya...” Asal kata bid’ah berarti menciptakan tanpa contoh sebelumnya.
Di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

بَدِيعُ السمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

“Allah pencipta langit dan bumi...” [Al-Baqarah: 117]

Yakni, bahwa Allah menciptakan keduanya tanpa ada contoh sebelumnya.

Bid’ah secara istilah (terminologi) memiliki beberapa definisi yang saling melengkapi menurut penjelasan para ulama, di antaranya:

Al-Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah :
Beliau rahimahullah mengungkapkan: “Bid’ah dalam Islam adalah segala yang tidak disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya, yakni yang tidak diperintahkan baik dalam wujud perintah wajib atau bentuk anjuran."

Bid’ah itu sendiri ada dua macam: Pertama, bid’ah dalam bentuk ucapan atau keyakinan. Kedua, bid’ah dalam bentuk perbuatan dan ibadah. Bentuk kedua ini mencakup juga bentuk pertama, sebagaimana bentuk pertama dapat menggiring pada bentuk yang kedua.Atau dengan kata lain, hukum asal dari ibadah adalah dilarang, kecuali yang disyari’atkan. Sedangkan hukum asal dalam masalah keduniaan dibolehkan kecuali yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Ibadah asal mulanya tidak diperbolehkan, kecuali yang disyari’atkan oleh Allah Azza wa Jalla. Dan segala sesuatu (selain ibadah) asal mulanya diperbolehkan, kecuali yang dilarang oleh Allah.

Beliau (Ibnu Taimiyyah rahimahullah) juga menyatakan: “Bid’ah adalah yang bertentangan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , atau ijma’ para ulama as-Salaf berupa ibadah maupun keyakinan, seperti pandangan kalangan al-Khawarij, Rafidhah, Qadariyyah dan Jahmiyyah. Mereka beribadah dengan tarian dan nyanyian dalam masjid. Demikian juga mereka beribadah dengan cara mencukur jenggot, mengkonsumsi ganja dan berbagai bid’ah lainnya yang dijadikan sebagai ibadah oleh sebagian golongan yang bertentangan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Wallaahu a’lam.”


Terima kasih
Quote:Original Posted By vicario14
yang mau memperingati silakan kalo ada dasar hukumnya..yg tdk memperingati silakan..yg penting peace ya?jaga ukhuwah


Btul gan Ukhuwah itu penting,.jangan karena hal seperti ini kita saling membenci satu golongan dengan golangan lain..
Quote:Original Posted By gayuss.tabungan
bener gan
produk2 nya wahabi aja yg mengharamkan maulid


gak ada yang bilang haram gan..!! yang ada bid'ah.. emoticon-Cape d... (S)

kalo bagi ane.. terserah elo2 pade aje dech...!!!

yang bilang kagak bid'ah. mudah2an aje dugaan ente bener.. en ente ber-husnudzon aje moga2 ente dapet pahala dari Allah SWT.. pan ente nganggep ini bagian dari ibadah.. betul khan..??

yang bilang bid'ah.. yach gak masalah kalo gak menjalankannya.. toch ini juga bukan syariat agama dari Nabi SAW.. dan tidak berdosa bila tidak menjalankannya..

bagi ane lagi, ini merupakan bentuk dan konsekuensi dari "kebebasan berpendapat"... kalo ente nganggep ini bukan bid'ah dan merupakan bagian dari ibadah.. yaaa ente jangan nyolot juga dong sama mereka yang berpendapat kalo ini bid'ah... impas khan skor-nya 1-1.. emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By yudifadiel


gak ada yang bilang haram gan..!! yang ada bid'ah.. emoticon-Cape d... (S)

kalo bagi ane.. terserah elo2 pade aje dech...!!!

yang bilang kagak bid'ah. mudah2an aje dugaan ente bener.. en ente ber-husnudzon aje moga2 ente dapet pahala dari Allah SWT.. pan ente nganggep ini bagian dari ibadah.. betul khan..??

yang bilang bid'ah.. yach gak masalah kalo gak menjalankannya.. toch ini juga bukan syariat agama dari Nabi SAW.. dan tidak berdosa bila tidak menjalankannya..

bagi ane lagi, ini merupakan bentuk dan konsekuensi dari "kebebasan berpendapat"... kalo ente nganggep ini bukan bid'ah dan merupakan bagian dari ibadah.. yaaa ente jangan nyolot juga dong sama mereka yang berpendapat kalo ini bid'ah... impas khan skor-nya 1-1.. emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


betul gan semua punya jalan masing masing buat menuju ke alloh
selama tidak saling menjatuhkan.
bener gan maulid lebih bagus buat momen memperdalam keimanan aja..yg penting ga dijadiin hari raya seperti idul fitri dan idul adha..sama ga pake ritual2 paganisme deh..

wah gak ngerti ane gan..... pas ane tanya om ane yg kerja di berbagai negara timur tengah dia jawabnya gak ada namanya maulid nabi di sana apalagi di mekah dan malah dia bilang umat islam itu gak ada yg merayakan ulang tahun dan dia balik nanya ama ane sejak kapan nabi pernah ngerayain ulangtahunya??? wah bingung ane mo jawab apa nih
Quote:Original Posted By cahtijayan


SAYA TEGASKAN YA MAS BROW., SETIAP UMAT MUSLIM PUNYA RUJUKAN MASING MASING, SEPERTI SAYA PUNYA RUJUKAN SENDIRI DAN ANDA PUNYA RUJUKAN ANDA SENDIRI
....
SELAMA BID'AH TIDAK MELANGGAR SYARIAT ISLAM BAGI SAYA TIDAK MASALAH


setubuh mas bro, ajaran Islam yang ada sekarang ini adalah ajaran Islam yg telah berkembang berdasar pemikir2 dan Ulama jaman dahulu, sudah tidak ada lagi ajaran yang disebut murni,
kalo ada yang bilang, yang asli ajaran Nabi Muhammad SAW seperti ini, bohong besar karena dia tidak hidup di jaman Nabi Muhammad dan tidak mengetahui secara langsung, karena dia juga dari belajar dari gurunya, gurunya, dan gurunya lagi, tentu sudah sangat berkembang dari yang aslinya